Seperti biasanya, sekali dalam setahun Reinier membawa motornya ke bengkel untuk perawatan tahunan. Perawatan komplit yang meliputi A sampai Z. Namun tahun ini perawatan tahunan itu berakhir dengan cerita lain.
Langkah terakhir setelah memeriksa motor dan mengganti ini itu yang diperlukan, sang montir pasti langsung mencoba motor tersebut seputaran di jalan raya untuk memastikan semua yang terpasang beroperasi dengan baik.
Tapi apa yang terjadi saudara-saudara???
Saat berada di jalan, sebelum belokan terakhir kembali ke bengkel SEBUAH MOBIL DENGAN PENGEMUDI YANG CEROBOH SECARA SUKSES MENABRAK MOTOR KAMI!!!!

Sang montir harus segera dibawa ke rumah sakit, sementara motor kami RINGSEK, PENYOK, RUSAK!!!! Hwuaaaaaaaa....

Untung sang montir sendiri tidak parah keadaannya, tidak ada yang patah atau geger, tapi cedera kedua pergelangan tangannya.
Malamnya pengemudi yang menabrak motor kami menelpon ke rumah dan mengucapkan kata-kata penyesalan dan memohon maaf. Si Yayang masih bisa bercakap-cakap dengan orang itu dengan sabar. Ah... untung dia yang langsung angkat telponnya, karena yang sedang terjadi dalam kepala dan dada saya saat itu adalah seperti ini:

Setelah diperiksa tingkat kerusakan motor dan perkiraan biaya perbaikannya, ternyata biaya perbaikan lebih tinggi daripada harga nilai motor itu sendiri. Artinya asuransi akan membayar seharga nilai motor itu, sisanya terserah kami, mau menambah uang untuk memperbaiki motor itu atau membeli motor yang baru.
Pilihan kami jatuh pada pilihan kedua tentu saja. Kalau beruntung mungkin dengan uang pengganti dari asuransi itu bisa kami temukan motor yang kami inginkan. Atau mungkin sudah waktunya doi mencari motor model yang sedang dia impikan. Tapi untuk yang ini sudah pasti harus ada sekian xxxx euro yang harus keluar dari kocek kami sendiri.
Ah... duit selalu tahu jalan untuk keluar dari kantong.
Sudahlah...
Semua sudah terjadi.
Dan dari informasi yang saya dengar pergelangan tangan sang montir pun semakin membaik.
Puji Tuhan, tidak ada korban jiwa atau sampai cacat dalam kecelakaan itu.
Semoga pengemudi yang ceroboh itu pun belajar dari pengalamannya kemarin, semoga shock yang dia alami karena menabrak menjadikan dia lebih bijak di jalan.
Tidak ada keuntungan menjadi orang bodoh di jalan, ceroboh dan tidak sabar. Yang ada hanya merugikan orang lain dan... diri sendiri.

Selamat jalan, Ungu.
Sedih melepaskan kamu dengan cara seperti ini.
Ya..ya.. saya memang agak emosionil...
Tapi ada banyak kenangan perjalanan dan petualangan kami bersamanya.