Berhubung Reinier wajib mengambil liburan musim panas maka tema minggu kemarin ya tidak jauh dari urusan libur berlibur.
Ke mana kali ini??
Liburan musim panas biasanya ramai di mana-mana dan harga-harganya pun selangit dibandingkan dengan musim di luar peak season. Hmmm.. males ah ngebayangin ramenya, males juga ngebayangin mesti ngerongoh lebih dari kocek untuk membayar harga-harga extra karena alasan klise, high season prices.
Terus, ngapain donk??
Yang simpel tapi menyenangkan.
Yang tidak perlu mengosongkan dompet secara berlebihan, tapi tetap meriah.
Ya, apa donk??
Hehe.. sepedaan aja yuk, mumpung cuaca lagi bagus dan saya sedang bersemangat merambah dunia dengan sepeda.
Jadilah kami bersepeda menyusuri fietsroute yang ada di sekitar tempat tinggal kami. Siap-siap kooltas, isi dengan juice, sekotak geda isi semangka merah yang manis dan ranum, dua potong kit kat, sebotol air minum dan tentu saja tidak lupa kotak es batunya. Iya lah, percuma bawa kooltas kalau lupa esnya kan?

Tidak lupa juga bekal makan siangnya.
Keluarkan sepeda. mulailah petualangan!!
Merambah route ke Best, kemudian mengambil arah Liempde dan berbelok kembali ke arah Son.

Saking bersemangatnya tidak kira-kira sudah 30km jarak yang kami tempuh!! Pantesan saja saya udah mulai lemes dan pegel begini. Lihat peta, masih ada kira-kira 3km lagi!! Waaaaahhh...
Bahh... 3km terakhir serasa seperti tidak ada akhirnya

Hasil tiba di rumah??? Puas tapi ramai menyeringai karena nyeri dan pegal berat pantat ini!!!! (Uiiih... pantat pegelnya terasa sampe hari ke-3 setelah bersepeda.

Segera setelah tiba di rumah, bentangkan kursi malas di bawah rindang pohon di kebun belakang dan segelas bier super dingin yang ditegak dengan penuh napsu... waahhhh segaaarnyaa... tidak terasa malah ketiduran setengah jam setelahnya, untung tidak di-poep burung-burung yang sibuk menyantap buah-buah di dahan-dahan atas sana!!

Terus ngapain lagi donk, masa seminggu liburan hanya bersepeda saja?
Ya eng'gak lah. Juga beberesan ini itu di rumah yang sering 'gak dikerjakan dengan alasan yang manusiawi banget, belum sempat, belum ada waktu, cuaca 'gak mendukung, males, de es be.
Nah.. mumpung libur, cuaca mendukung, acara ngelunasin hutang untuk beberesan rumah harus jalan donk.
Kemudian... ngapain lagi setelah bersepeda sampai sakit pantat dan jadi tukang di rumah sendiri?
Njemput pasport yang sudah selesai diperpanjang di KBRI di Den Haag.
Wah, cepat juga urusan perpanjang pasport ini, belom juga seminggu setelah acara ngelapor paspor sudah ampir kadaluarsa, sudah ditelpon oleh ibu yang duduk di bagian urusan pasport Indonesia itu, katanya pasport barunya udah siap. Wah.. siiip!!!

Hehehe... ketawa juga melihat foto di pasport baru ini, kalau begini sih petugas imigrasi di gerbang Schiphol 'gak akan meragukan lagi kepemilikan pasport saya.
Iya lah, saya sering diplolotin lamaaa gara-gara foto saya yang 5 tahun yang lalu itu masih ramping dan imut (yang terakhir ini sih berdasarkan kepercayaan diri sendiri yang berlebihan

). Nah foto yang baru ini benar-benar jelas menunjukkan ketembeman saya saat ini. Hahaha... jadi punya alasan juga untuk tidak diet sampai lima tahun mendatang!! Biar tetep sama dengan foto di pasport!!!
Dari Den Haag langsung kami menuju hotel Mertua Indah di Goes.
Lha??? Liburan kok malah ke tempat mertua sih? Gak bosan tuh, kan udah sering ke tempat mertua.
Memang sering kami melewatkan waktu di tempat mertua, tapi Zeeland (propinsi di mana Goes terletak) sendiri juga menarik untuk dikunjungi.
Lantas ngapain aja di Goes?
SHOPPING!!!
Shopping???
Yup!!! Shopping. Goes walaupun bukan kota besar tapi memiliki winkelcentrum (pusat pertokoan) di stad (pusat kota) yang menarik dan gezellig.
Yang pasti, saya selalu menemukan sesuatu yang menarik bagi saya di pusat pertokoan ini.
Nah, kalau sering menemukan barang yang cocok dengan kita, bukankah pusat pertokoan tersebut jadi sangat menarik bagi kita untuk dikunjungi?? Tapi kalau tidak pernah atau jarang menemukan yang asyik-asyik buat kita, ya ngapain juga ke sana. Tempat itu jadi tidak menarik dan tidak lengkap. Ya toh??

Pas ke pusat kota, pas sedang hari pasar, ramailah cuci mata kiri-kanan.
Dan hasil shopping??? Tentu saja ada. Yang pasti tangan-tangan ini masih mampu mengenggam tas-tas hasil belanjaan dan yang pasti kartu atm belom berteriak karena kena gesek



Kalau sedang musim panas begini dermaga di pusat kota Goes selalu penuh sesak dengan boat dan yacht. Mulai dari yang sederhana sampai yang wow (walaupun belum secanggih yang di film-film 007), mulai dari yang "antik" (kata yang lebih halus untuk menyebutkan "tua" untuk benda) sampai yang masih mengkilat, mungkin malah masih bau toko kalau ada yang mau mengendus-endus.
Kalau sudah ramai begini, semua orang jadi pengamat, alias saling mengamati. Yang di boat mengamati yang di darat, yang di darat mengamati yang di boat.

Trus... acara lainnya?
Diving, apa lagi??
Zomer, temperatur air sudah di atas 17ºC, waktu yang tepat untuk nyebur di laut Belanda.
Berhubung dengan kondisi arus pasang surut yang lumayan kencang, maka setidaknya jarak di antara penyelaman adalah sekitar 6 jam, menunggu air pasang atau air surut.
Bah... malas gonta-ganti baju, kami putuskan satu kali menyelam saja per hari. Kalau di perairan tropis sih 4-5 kali per hari pun dibelain. Hayooo aja. Di sini??? 'gak janji deh!!

Nah pas habis dive yang kedua, kebetulan ada snackbar di dekat lokasi selam, langsung saja kami serbu. Lha wong lapaaar.
Pas waktu masuk, saya langsung suka dengan interior snakbar itu. Manis dan hangat banget. Belum pernah sebelumnya saya lihat snackbar dengan interior semanis itu.
Pesen kibling (ikan goreng tepung) dengan friet (kentang goreng), sayangnya kiblingnya parah banget!!! Waahh.. heran... pede bener sih jualan kibling kayak gitu??? 'gak ada asin gurihnya, hanya rasa minyak goreng saja!!!!
Wah... langsung kami berikrar, pertama dan terakhir kalinya kami pesan kibling di snakbar itu!! Kentang gorengnya sih standard, maksudnya standard rasa kentang goreng Belanda, jadi okelah kalau memang sedang lapar dan tidak membawa bekal.

Kemudian, acara mengunjungi teman-teman lama yang sudah lama tak sua, atas nama sibuk, tidak punya waktu, jauh-jauhan tinggalnya. Yah.. teman-teman yang selama ini hanya sempat saling menjaga tali silahturahmi bersama lewat telpon menelpon saja.
Kemudian di ujung wiken acara cuti liburan musim panas kami akhiri dengan bbq di Sabtu siang, reuni bersama teman-teman semasa inburgeringscursus dulu bersama suami, pasangan dan anak-anak mereka.
Dan Minggu kemarin, merayakan ulang tahun Reinier secara sederhana bareng mertua yang juga berkunjung ke rumah kami.
Demikianlah liburan kami yang simpel tapi padat.