Drieschor adalah sebuah desa di pulau Schouwen-Duiveland, Zeeland utara. Kira-kira 146km dari Amsterdam, 119,5km dari Utrecht, 138km dari Eindhoven, 434km dari Paris dan kira-kira 11.435km dari Jakarta Biasanya alasan kami jika ke Dreischor adalah untuk mengunjungi Tonnie atau untuk diving. Tapi Sabtu kemarin kami alasan kami untuk mengunjungi Dreischor adalah Vlasdag.
Vlasdag adalah tradisi tahunan di Dreischor, setiap Sabtu ke-3 di bulan Agustus, untuk mengenang masa-masa dimana vlas memegang peranan penting bagi perekonomian kampung itu.
Vlas atau flax atau linseed adalah sejenis rumput yang merupakan bahan dasar linen.
Seluruh kegiatan vlasdag terpusat pada pusat desa, di sepanjang jalan yang melingkari gereja tua desa itu.Ada juga layanan bus kuda, kereta yang cukup panjang yang ditarik oleh kuda, yang mengantar para pengunjung dari tempat parkir resmi menuju pusat desa.
Tapi maklum saja karena kami memarkirkan mobil pada sisi lain dari desa, maka kami harus berjalan kaki kira-kira 1km menuju pusat desa.
Kegiatan yang ditemui dalam Vlasdag adalah setengah pameran dan setengah pasar.
Tapi sejujurnya kesan pertama yang saya temui Sabtu kemarin adalah, alamak ini sih pasar loak
Ya iya-lah bagaimana tidak, mata saya langsung menangkap sederetan tikar dan meja yang menggelarkan barang-barang bekas untuk dijual di depan rumah-rumah penghuni di sana dalam perjalanan kami menuju ring pusat desa.
Saling melirik dan dua-duanya langsung menanyakan pertanyaan yang sama, apa Vlasdag itu semacam rommelmarkt tahunan?
Rommelmarkt atau flea market atau pasar loak, biasanya diadakan lokalan setahun sekali dengan bermacam-macam tujuan.
Yang pasti, kami berdua tidak pernah tertarik pada rommelmarkt.
Untunglah saat kami tiba di ring pusat desa kami segera melihat beberapa tenda dengan live show.
Misalnya di samping tenda penjual bakiak Belanda alias klompen, sementara si ibu menjual klompen, si bapak menggelarkan bengkel kerja mini dan langsung membuat klompen dari batang kayu yang masih kasar. Dipotong-potong kemudian sampai membentuk klompen, bagaimana lubang untuk memasukan kaki dibuat, kemudian klompen tersebut dihaluskan.
Di tenda pedagang keranjang, para pengunjung bisa langsung melihat bagaimana si bapak itu menganyam keranjang.Di tenda gerabah, selain hasil buatan yang berupa mangkuk, piring, vas dan lain-lain yang dijual, si bapak duduk di samping counter sibuk beraksi membentuk segenggam tanah liat menjadi pot.
Kemudian bertemu kereta kuda yang dipakai untuk membawa anak-anak berkeliling.
Ada juga tenda tentang hasil pertanian di sana. Tadinya bagi saya kentang adalah kentang. Walaupun saya juga tahu beberapa jenis kentang, misalnya kentang yang manis, jenis kentang untuk stampot, jenis kentang untuk friets, dan jenis kentang untuk perkedel.Tapi jenis-jenis kentang sebanyak yang tertera di atas meja itu.. wah...
Tiba juga akhirnya di bengkel Vlas. Sekaligus juga ketemu Tonnie di sana, jadilah Tonnie guide kami untuk menerangkan semua aktivitas di bengkel tersebut.
Di bengkel vlas ini mereka menyajikan cara mengerjakan rumput vlas kering hingga menjadi serat-serat yang siap dipintal dan di tenun menjadi kain linen dengan menggunakan mesin-mesin dari tahun 30-an.
Bisa dikatakan mereka memanfaatkan semua bagian dari rumput vlas yang telah dikeringkan.
Bagian pucuk dihancurkan hingga mendapat biji-biji linseed. Biji-biji ini kemudian digunakan untuk menghasilkan minyak atau dibuat biskuit makanan ternak.
Bagian batang rumput vlas digunakan sebagai penghasil serat kain.
Dan bagian serat-serat yang kasar dikumpulkan untuk kemudian dipress, dijadikan "papan" untuk bagian-bagian dari mebel.
Setelah puas mendengar dan klik sana klik sini kami melanjutkan acara keliling-keliling. Ada tenda yang isinya tali temali, kain dan macam-macam karya lainnya dari vlas atau linen.
Ada tenda urusan merajut dan segala macam urusan yang berbau benang dan kain.
Wahh.. kalau urusan yang beginian sih mending saya menyingkir cepat-cepat dah sebelum mabok melihatnya.
Urusan merajut, menyulam dan saudara-saudaranya sungguh seperti kutukan si Sleeping Beauty. Bukan urusan dengan beauty, tapi dengan sleeping. Begitu melihat benda-benda ini saya langsung menjadi ngantuk.
Group paduan suara juga tidak ketinggalan ikut menyemarakkan suasana dengan melantunkan lagu-lagu gembira yang kebanyakan merupakan lagu daerah setempat di halaman gereja.Lanjut lagi jalan-jalan, ada tenda pembuat kartu ucapan, tenda yang menjual sirup, selai dan madu, tenda yang penuh dengan mainan anak-anak yang serba kayu, pembuat wine, tenda penjual mobil-mobilan, ...
Dan... Ah... ternyata ada banyak juga yang menjual barang bekas di seputaran ring pusat desa ini.Ada barang yang masih dalam kondisi yang sangat baik, bahkan mungkin masih baru. Ada yang memang sudah tua tapi terawat dan kadang kesannya udah antik banget. Tapi kadang ada juga yang.... bikin takjub, misalnya panci yang sudah tua dan terkelupas di sana-sini. Alamak, tega amat yang ngejual barang yang sudah seperti begitu. Yang lebih bikin takjub kwadrat lagi, ada juga yang mau beli!!!
Kalau barang bekasnya masih bagus kondisinya sih hayoo aja, silahkan dijual kembali. Tapi kalau kondisinya sudah parah, walah... benar-benar aji "who knows".
Ternyata budaya sebagian orang Belanda tuh adalah bukannya membuang barang bekas tapi dijualnya kembali. Sukur-sukur ada yang mau beli. Hehe.. tidak mau rugi
Tapi yang beli barang bekas dengan kondisi seperti itu kira-kira mau diapain ya?? Bodo ah..
Urusan makanan?? Sudah tentu tidak terlepas dari incaran kami. Setidaknya ada 3 tenda makanan yang sempat kami singgahi. Ah..perut sudah kenyang, kaki sudah pegal, saat untuk pulang.


20 comments:
ooohhh kudaaaaaaaa......kekkekekkkek
penjual barang bekas gitu kadang kita bisa ketemu barang antik lho. disini tiap sabtu ada garage sale. cuma kok aku gak tega ya kalo menjual pakaian bekas.
rommel markt waah bisa cari buku tua hehehe kalo berminat hehhehe
seru! disini, belajar nganyam bisa dapet gelar ampe sarjana lho ;) soalnya bagian dari tradisi. duuuh jadi inget tiker...enak juga leyeh2 ditiker dibawah pohon kelapa sambil makan rujak...hahaha
barang 2nd dijual lagi mah tradisi umat manusia say...hehehe
salam buat kepitingnya kalo baku dapa lae...*sambil ngelirik postingan dibawah*...hahaha
yeee, perut kenyang, kaki pegal, gak pulang dulu dong. Kalo saya: ISTIRAHAT LEYEH2 dulu, wakakakaka... lol
eh, kalo dari Bandung sama Jogja brapa kilo tuh?? (lengkap banget datanya... :D)
Sering ke Zeeland nih, aku belum pernah ke sana, vakantie ini pengen ke sana tp gak usah nginap.. Since punya saran?
kmrn ada bbrp penjual bakso, enak cuma 6 E semangkok plastik.. makanya Since datang ke pesta rakyat taun depan.
tetanggaku suka mengumpulkan barang2 tua yang dibelinya di pasar loak termasuk setrikaan yang masih pakai arang itu lho, dipajang di dapurnya, bangga sekali dia.
Kira2 sepatu ane yg dah bolong di jarinya then sama nih panci dirumah yg dah item2 gitu bisa ga ya di jual di flea marketnya Holland sono? :D
Since nemu aja kegiatan gini hehehe
Rambut nenek hahaha...tega banget yang jual rambut neneknya!
Aku belum pernah ke Zeeland, pengen juga loh suatu hari nanti..jauh bgt sih dr tempatku.
Kegiatan kek gitu mirip2 ama di harderwijk, cuma yg 'diperingatin' sih lain (di h'wijk sih soal ikan/nelayan). Ada stand2 nya juga, sama bbrp rommelmarkt dadakan, hehehe..
rommelmarkt?? gw pernah bediri di rommelmarkt jualin barang bekas gw ahahahahahhhh..laris manis bo, lumayan dpt 350 ero hiakakakakaa :p
uh.. looks fun :)
itu kuda kayak sapi yak.. gede bener :D
Wah ... beneran ada juga yah perkampungan sepreti itu, yang sering aku liat cuma di film2. Jadi pengen ke sana :) Kayaknya suasananya segar, tenang, teduh, damai ... ah, beda bangetz dengan Jakarta hehehe ...
haha kek kaki lima indo aja ngegelar tiker n meja buat dagang kekek
jadinya lu blanaj apa sin? :)
adikku crita kmrn abis ikutan world record attempt..universitas-e di wageningen punya satu record d guinnes book of record yakni nyanyi kepala pundak lutut kaki selama 5 menit banyaaaakan orang..haha gokil..lu denger ga sin acara itu?
waaa...aku sering juga tuh ke "flea market" kadang nee yah nemu buku2 bagus dengan harga murahhhh banget....pernah dapat pisau2 dari henckel yg gambar orangnya 2 dengan harga.....alamakkkk murah banget (kondisinya masih baru, kaya blom pernah dipake)..temanku yg chef sampai ngiri.....
rumput vlas itu, kayak rumput pandan yang biasa dibikin tiker di indonesia, gitu? atau rumput ilalang (kayaknya gak mungkin ilalang, ya)
deket rumahku juga ada flohmak (lidahku nggak bisa mbaca flea market) yang bukanya sabtu dan minggu aja. tapi malah lebih banyak yang jual barang baru kayak baju atau celana baru yang masih dibungkus plastik
since, lensanya pakai jenis apa sih. kok bener2 sharp semua2nya...mau donk ajarin moto...
kudanya diloakin jg tuh? :D
Dapat barang2 bargain nga Sin? Lumayan kalau barang2 loakan dijual murah tapi kualitas masih bagus.
yg jual orang tua-tua semua ya? hehehehe
gilee tuh rambut nenek ck ck ck ck
Post a Comment