Sunday, August 05, 2007

Kisah Bocah dan Salamander

Alkisah di belakang rumah kakek terdapat dua kolam ikan. Kolam ikan yang besar terisi dengan ikan-ikan mas dan ikan-ikan koi, sementara kolam yang kecil yang terletak di pojok yang agak tersembunyi dibiarkan saja terisi air tanpa ikan. Kolam ini dibiarkan sebagai tempat bernaung salamander-salamander liar.

Sebenarnya tidak bisa juga dikatakan liar karena jika memberi makan ikan-ikan di kolam besar, kadang kakek dan nenek juga menaburkan sedikit makanan ikan di kolam kecil untuk salamander-salamander itu.

Hampir setiap wiken kakek dan nenek dikunjungi oleh cucu-cucu mereka, Kaka dan Ade.
Dan salamander-salamander merupakan daya tarik utama di halaman kakek dan nenek di mata bocah-bocah cerdas itu.

Pada suatu hari ketika saya sedang sibuk dengan aksinya membidik bocah-bocah ini dari balik lensa, saya tiba-tiba tertarik dengan kegiatan Kaka yang sedang mencoba menumpuk salamander-salamander itu menjadi satu.
"Sedang apa kamu, Kaka?" tanya saya dengan mimik yang heran.
"Ah... saya sedang mencoba mengawinkan mereka," jawab Kaka dengan mimik serius nan polos itu.
"HaaaaaShocked????" sambil menahan tawa... dan juga heran saya kembali bertanya, "Memangnya kamu tau mana salamander jantan dan malah salamander betina?"

Lha wong saya sendiri tidak tahu mana jantannya mana betinanya??? Hebat sekali ini bocah, begitu yang ada dalam benak saya saat itu.

"Oh iya... hehehe... tidak, saya belum tahu," jawab Kaka sambil meringis.
Ah bocah... saya hanya bisa menggaruk-garuk telinga yang tidak gatal dan melanjutkan aksi saya mencetak aksi-aksi mereka dalam cf-card.

Tak lama kemudian, saya melihat kakak beradik ini sedang kasak-kusuk dengan serius di pojok kebun dekat kolam salamander itu.
Beberapa menit kemudian, Kaka datang mendekati saya sambil membawa 2 ekor salamander di genggaman tangannya yang mungil.

"Since, yang ini satu jantan dan satu betina," serunya.
"Iya!!! Sudah saya cek kok, yang betina punya titik lubang kecil di dekat ekornya dan jantan punya bola kecil juga ada di dekat ekornya!!!" segera tanpa diminta Kaka memberikan penjelasan yang panjang lebar. Mungkin kerutan di alis saya terlalu kentara bagi si bocah ini.

"Astaga!!!! Jadi saat kasak-kusuk tadi itu kedua bocah ini memeriksa kelamin para salamander!!!" Faint

"Sekarang, saya mau mencoba kembali mengawinkan mereka!!" ujar Kaka bersemangat.
Ah.. poor... poor salamander. Apa yang bisa saya lakukan untuk menyelamatkan salamander di genggamannya itu dari keingin-tahuan dan semangat untuk berekperimen bocah ini.

"Kaka, kamu tidak boleh memaksakan salamander itu kawin," tegur saya.
"Mengapa???" Kedua mata itu memandang saya tidak puas.

"Apakah kamu yakin kalau mereka saling mengenal? Jika mereka tidak saling mengenal maka mereka harus berkenalan dulu, kemudian belajar saling mengenal, kemudian jatuh cinta, dan jika tiba saatnya untuk mereka kawin, mereka akan melakukan dengan sendirinya. Jadi kamu jangan memaksa mereka untuk kawin, mereka tidak akan melakukannya jika belum saatnya. Apakah kamu mau dipaksa mencium orang yang belum kamu kenal atau tidak kamu sukai?" saya mencoba memakai logika bocah daripada menerangkan pelajaran biologi yang panjang lebar tentang bagaimana hewan bereproduksi.

Akan jauh lebih efektif jika menerangkan dan menjawab pertanyaan bocah-bocah ini dalam bahasa, gaya dan mendekati logika mereka daripada harus menerangkan dalam bahasa dan logika saya. Dan logika bocah tidak berarti sebuah dongeng atau cerita bohong.


Kaka tercenung... berpikir sejenak...
"Okey Since, tapi saya biarkan saja mereka berdua di dalam ember kecil ini saja ya, biar mereka bisa saling berkenalan dan kemudian berteman." kata Kaka sambil memungut ember kecil yang tergeletak tidak jauh dari kaki-kaki kami.
Pffffeeeuuuuhhhh.... setidaknya bebaslah kedua salamander ini sejenak dari fantasi si bocah. Phew

Beberapa menit kemudian, ketika saya dan oma sedang berbincang-bincang ringan di pojok kebun, datang Ade dengan terburu-buru ke arah kami sambil berteriak, "Oma, Since, lihat!!! Aku baru saja menangkap satu salamander lagi. Dia laki-laki lho. Lihat, dia punya bola di dekat ekornya!!", sambil berusaha menunjukkan bola salamander yang ada di genggaman tangannya.

Tanpa perlu kata-kata, saya dan oma saling menatap dan mengerti apa yang ada di benak kami masing-masing : Doofus

Dengan cerdik oma bereaksi, "Ade, sejujurnya aku merasa kasihan pada salamander itu. Dia pasti sangat stress."
"Stress??? Mengapa??" tanya Ade mengejar dengan tatapan tidak mengerti.
"Bayangkan, bagaimana perasaanmu jika oma berjalan bersama kamu, kemudian oma bertemu teman oma dan berkata, hai ini Ade, cucu oma. Dia laki-laki lho. Ini buktinya, dan oma menunjukkan bolamu pada teman oma. Kamu pasti tidak senang kan?" tutur oma dengan dengan hangat, lembut, dan agak berkelakar namun tetap tegas dalam garis suaranya.

Ade diam, menerawang sebentar, kemudian tersenyum nakal memandang kami, senyum yang mengatakan: aku mengerti maksudmu, oma, dan terkekeh-kekeh sambil membawa salamander itu dan melepaskannya kembali ke kolam.

Ah.. bocah-bocah ini.. selalu dipenuhi dengan keingin-tahuan dan berusaha mencari jawaban pertanyaan mereka dengan gayanya yang lucu, polos dan nakal.
Bocah-bocah yang kadang membuat saya terkejut dengan pertanyaannya dan selalu berusaha untuk tidak terpingkal-pingkal mendengar jawaban dengan logika mereka yang polos.

Beberapa minggu yang lalu saat hujan turun dengan deras, halaman belakang opa dan oma di bagian yang rendah posisinya dimana terdapat kolam salamander itu, kebanjiran.
Kami semua berpikir, mungkin salamander-salamander itu menggunakan kesempatan ini juga untuk melepaskan diri dari kolamnya, setidaknya melarikan diri dari bocah-bocah ini.
Tapi ternyata tidak, salamander-salamander itu masih tetap mendiami kolam yang sama dan tetap menjadi teman bermain kedua bocah, setidaknya sampai kedua bocah merasa bosan bermain dengan salamander.

Light Bulb Sekedar informasi bagi pembaca yang belum mengenal salamander.
Salamander adalah kadal air. Namun kadal adalah reptil sedangkan salamander adalah amphibi.

17 comments:

Mutiara said...

Baby salamander kecil banget dong ya?

Leniawati said...

Harus belajar beilogi lagi nih ttg reptil dan amphibi, abis dah lupa:))

Zilko said...

haha, ternyata salamander kecil ya, aku kira gede (lebih gede dari kadal), ha3... :D

ah, salamandernya kaya hidup di zama Siti Nurbaya, wakakakaka... lol. dipaksa kawin

R.e.t.h said...

Baru aja mo tanya salamander tuh yg kayak gimana, eh dibawah udah dijelasin :p

Btw, emang kaga ngegigit yak digotong2 kesana kemari gitu?

en niwei,
kenapa pikiran anak kecil udah mengarah ke arah kawin2 gitu sih?Dan daripada juga dia tau kalo proses kawinnya binatang tuh tumpuk menumpuk gitu??

aaiiihh... :p

Anonymous said...

anak kecil pikirannya masih polos ya.

Marlina said...

ih apa gak takut digigit ya ama si salamander?
Lain kali dibiarin aja ya Sin, kalo mereka mau ngawinkan salamandernya, hihihi, penasaran kan gimana coba caranya? apa bisa gitu dipaksa? :D

Theresia Maria said...

ealah...dasar anak2...!:)

Innuendo said...

hwaaaaaaa...aku pengen liat picsnya...tapi kok silang2x doank yak ? wifi gue apa picsmu ya, since ? ntar balek lagi ah

Innuendo said...

eh dah bisa.

kayak jaman siti nurbaya, dipaksa kawin ehhehe

aku baru tau ada kadal amphibi ama reptil

Anonymous said...

wah sin..emang gitu naluri anak2...mereka sangat ingin tau ..palagi di negri bebas ini..mereka mengamati apa saja dan ngomong bebas lepas tanpa ada yg dianggap tabu
Kawanku men jerit2 melihat anaknya maen sama ulat, ular rumput dan binatang2 kecil lain...tapi dasar anak2 ..mereka bilang...they are cute mommy

Emaknya Bunny said...

ternyata kamu bijaksana ya kakakak kalo gue mungkin akan ikutan si bocah usilin para salamander hihihihihihi

btw,ntar kadal tak namain salamander aja kakakakakak

putu said...

saya dulu kecilnya di desa jg sering maen tapi karena di bali ngga ada salamander jadinya yah hanya maen ama kadal di kebun. Pertama iket capung dengan benang lalu ditaruh di semak2 nanti pasti banyak kadal yang rebutan makan ... membayangkan itu adalah komodo ...

Dyah Astiek said...

anak2 ga ada takutnya..klo gw tkt sin liatnya palagi megang...kejatuhan cicak aja girap-girap...ihhh geli gitu..mendingan liat ikan koi-nya aja deh..:)

NiLA Obsidian said...

duh penasaran liat pict nya bocah2 itu....

semoga salamander2 itu kuat menghadapi cobaan ya hehe

Anonymous said...

duh..kacian deh mo dikawin paksa hahahaha

Anonymous said...

wah...jadi inget masa kecil nih Since, suka main dokter2an sama anak ayam ^_^

SinceYen said...

> Mutiara
Iya Mut, yang aku liat itu ya kecilnya mirip cicak.

> Leni
Hahaha... ada aja kamu :)

> Zilko
Yang gedenya juga ada Ko, The Japanese Giant Salamander, yg pernah aku baca sih panjangnya bisa nyampe 2m, segede komodo dah :)

> Reth
Kamu waktu kecilnya suka juga mikirin ke arah kawin2an gitu 'gak? :D hihihihi...

> Dyah
He-eh

> Marlina
Hahaha... ya mau 'gak maunya tergantung emang lagi musim kawinnya apa eng'gak dan juga tergantung itu emang lawan jenis ato sesama :D
Kalo 'gak lagi musim kawin, ya adem aja, 'gak seperti manusia yang musim kawinnya sepanjang tahun, kapan aja nabrak.. hayooo :D hihihi..

> Tiwi
He-eh, pasti kadang pusing en geli juga kan ngeliat ulah Noni yg sedang pengen tahu :)

> Dian
Kadal ya reptil, salamander ya amphibi :D

> Wieda
Hihihi... anak-anak mah maen hantem aja, megang ini megang itu.
Justru kalo orang dewasa geli en takut sampe njerit-jerit malah nambah semangat si bocah-bocah itu.

> Meli
Bijaksana??? Hahahaha... 'gak salah tuh? :D
Sebenarnya aku sering juga nyomblangin hewan. Hanya saja, juga harus tau kapan musim kawinnya. Tapi kalo si hewan2 ini 'gak matching ya 'gak mau juga mereka. Sistim pilih-pilih juga berlaku keras di dunia hewan :D

> Putu
Hahaha... komodo yg lagi berebutan daging kambing kayak yg pernah ditayang di tipi itu ya.

> Dyah Rashel
Tapi salamander ada yg cantik juga lho Dyah :)

> Nila
Sengaja emang foto bocah2 itu 'gak ditampilkan karena belom minta ijin ortunya.

> Kenny
hehe.. sudah nasibnya kali :D

> Ely
Suka numpuk-numpuk anak ayam dulu juga 'gak Ely? ;)