Thursday, July 28, 2005

Theorie-examen

Geslaagd !!! Pyeeuufff..Phew lulus juga akhirnya, di theorie-examen yang ke dua kalinya ini.
Yup, di ujian pertama kira-kira sebulan yang lalu, saya tidak lulus dengan sukses. Dari 50 pertanyaan, salah 11. Ugh!!! 11, coba!!! Padahal minimal nilai untuk lulus adalah 88%, artinya cuma boleh salah 6 dari 50 soal itu!
Kambing hitamnya tidak ada. Kenyataan saat itu adalah saya tidak siap. Tapi dari pengalaman ujian pertama itu, saya jadi tahu "situasi" saat ujian, jadi ujian yang kedua ini saya merasa jauh lebih santai secara psikologis dan lebih siap dengan pengetahuan teorinya.

Teorinya sendiri sebenarnya tidak ngejelimet amat. Cuma karena saya belum terbiasa dengan peraturan "baru" ini, jadinya ya kadang-kadang masih suka bingung sendiri. Ibarat sebuah program yang download-nya belum komplit, program itu masih suka ngadat Teethy



"Membaca" bahasa dari semua rambu lalulintas sudah wajib hukumnya. Mengetahui batas-batas kecepatan (dalam kota, luar kota, autoweg, highways, zone 30, pedestrian area, dan kecepatan pada kondisi-kondisi tertentu). Mengerti bahasa garis di tengah dan tepi badan jalan, garis putih, garis kuning, garis biru, garis putus-putus atau garis lurus. Mengerti hukum "prioritas", kapan memberi prioritas dan kapan berada posisi prioritas. Tahu batas stop dari halte atau zebracross. Tahu hukum "tidak boleh berhenti". Tahu... bla..bla..bla... sampai prediksi apa yang kira-kira akan saya hadapi pada (jika) kondisi a? b? c?... Doofus

Pertanyaan dalam ujian teori sebagian besar bentuknya benar atau salah, kemudian multiple choices dan isian angka.
Soal-soalnya mirip seperti ini:


Bolehkah saya (mobil putih) take over pengendara motor di sini?


Bolehkah saya berhenti menurunkan penumpang di sini?


Haruskah saya mendahulukan pengemudi sepeda, pada gambar 1? pada gambar 2?


Bagaimana urutan prioritas pada situasi ini? (Nah lo...)


Haruskah saya mendahulukan trem?

Contoh soal yang lebih mirip lagi bisa di klik di sini. Itu adalah website resmi dari CBR, instansi yang mengurus soal rijbewijs (SIM) di Belanda.

SIM dari negara-negara di luar UE hanya berlaku 6 bulan di sini. Setelah itu untuk mengambil SIM Belanda kita harus diuji lagi, ujian teori (yang baru berlaku sejak bulan April tahun ini, sebelumnya hanya ujian praktek) dan ujian praktek (yang belum tentu lulus hanya dengan sekali ujian).

Ujiannya sendiri saya ambil dalam bahasa Inggris. Sempat juga saya lihat di papan informasinya kalau ujian teori juga tersedia dalam bahasa Turki. Wah... coba kalau ada bahasa Indonesianya juga ya...

Terus terang saja, sebelumnya, terutama saat saya masih di tanah air, saya tidak pernah berpikir tentang alangkah "rumitnya" peraturan lalulintas itu. Walaupun saat mengemudi, tidak jarang juga saya mengeluarkan kata-kata ajaib pada pengemudi lain yang seenaknya di jalan Blushy

Seandainya Indonesia, kita juga bisa menerapkan peraturan dan tata tertib yang bagus seperti ini, dengan hukum yang jelas (saya yakin hukumnya cukup jelas, namun penerapan oleh oknum-oknum tertentu di jalan itu yang bikin tidak jelasGrrr).

Dan buat Reinier, Big Hug and Kisses
Thanks honey, for your patience and support.

Nah, sekarang harus siap-siap buat ujian prakteknya. Belum tahu kapan, wah... jadi deg deg an juga nih...

Tidak lupa, No, sukses ya!!!

*) All picture inside this edition is taken from "Passing your driving test, 500 exam questions" @ Vekabest.

Friday, July 22, 2005

Nasib si Jack

Kami datang, kami lihat, harga cocok, kami beli. Itu yang terjadi terhadap nasib Jack, terlalu mengiurkan untuk dilewatkan begitu saja. Saat kami melihatnya, otomatis dua-duanya langsung menyebut "ikan bakar, hmm".

Yup, jack yang ini adalah jenis ikan trevally, dari keluarga carangidae, di tanah air lebih dikenal sebagai ikan kuwe atau bubara (Ambon).


jacks

"Hmmm.. saya kangen sekali sambal bali...," kata saya sambil menerawang membayangkan sambal bali yang menggigit di lidah...
"Saya ingin ikan bakar dan gado-gado," kata Reinier.Yowza
Rasanya saya bisa melihat dengan jelas bayangan saus kacang, bumbu gado-gado, yang melayang-layang di benaknya Teethy

Ya sudah, daripada cuma duduk dan bermimpi, lebih baik wujudkan saja impian itu kan?

Hasilnya: ikan bakar, gado-gado dan saus kacangnya, sambal bali, sambal terasi, lalapan terong dan krupuk udang. Oh ya, tidak ketinggalan... nasi putih yang masih mengepul... hmmm...


hmmm

Demikianlah nasib Jack dalam rantai makanan.

Sekedar tambahan: di Belanda terjemahan bebas dari nasi adalah nasi goreng Doofus Sedangkan nasi putih dan beras adalah rijst.

Monday, July 18, 2005

Efteling

Saat pertama kali dengar soal Efteling, saya tertarik sekali dengan sprookjesbos-nya (hutan cerita dongeng). Kebetulan kakaknya Reinier, Monique sekeluarga juga hendak ke sana dengan, so sekalian saja gabung, pergi beramai-ramai.


Efteling gate

Karena kami ke sana pas hari Senin pertama libur musim panas, walaupun cuaca sangat mendukung, keramaian pengunjung belum mencapai puncaknya. Lama setiap kali antrian masih berkisar 10 menitan.
Saya sempat melihat papan petunjuk ukuran panjang antrian dalam menit, 30 menit, 60 menit... Wah... mending pulang deh kalau setiap kali antri harus di atas 20 menit!!!

Petualangan kami di dunia Efteling dimulai dengan berperahu dalam Fata Morgana, dunia 1001 malam. Mirip istana boneka di Dufan.


dalam Fata morgana...

Dari fata morgana kami masuk ke dalam Sprookjesbos. Wah... jadi ingat cerita dongeng yang sempat dibaca saat kecil dulu. Ada The red shoes, sepasang sepatu merah yang terus berdansa. Hansel dan Gretel, Rapunzel, Serigala dan tujuh ekor kambing, Putri Salju, Gadis Penjual Korek Api, Repelsteelje, Burung Nightingale, Tom Thumb dan sepatu raksasa.


Rapunzel


Beberapa sudut di sprookjesbos


Live shows

Kami tidak sempat singgah ke semua "cerita" yang ada dalam hutan cerita dongeng ini. Misalnya Putri Tidur, Kerudung Merah, Pangeran Katak, Long Neck, dan beberapa lainnya. Sudah saatnya makan siang dan melanjutkan petualangan kami ke sisi lain Efteling.


Parade angsa (surprise yang lewat saat sedang makan siang)


Papier hier, tempat sampah yang disukai anak-anak karena suaranya, "papier hier". Dan jika ada yang memasukkan sampah di situ maka, "Dankuwel".

Saatnya menguji nyali Mouth At Side Sementara yang lain memilih ke Monsieur Cannibale, saya dan Reinier menuju ke Vogel Rok, roller coaster dalam gelap pekat. Buuuh... Perplexed benar-benar gelap, tidak ada yang bisa dilihat, hanya dirasakan Scared To Death
Yang asik juga, antriannya pendek banget, jadi tidak perlu menunggu lama. Bahkan ketika kami sudah selesai dengan vogel rok, Monique dan keluarganya masih dalam antrian di monsieur cannibale.

Setelah menunggu anak-anak selesai bermain di Maze, labirin untuk anak-anak, kami kemudian menuju ketinggian dengan Pagoda.


Pagoda dan pemandangan dari ketinggian


Negeri Antah Berantah dari ketinggian.

Selesai dengan pagoda kami melanjutkan petualangan kami ke dunia yang berbau-bau laut, Polka Marina tujuan selanjutnya. Kolam Radio controled boat, yang ada pas di samping polka marina menarik perhatian juga. Yang lucunya, awalnya sih anak-anak yang main, eh.. ujung-ujungnya malah... bisa ditebak kan siapa yang ikut turun lapangan juga? Siapa lagi kalau bukan bapak dan paman mereka? Too Funny

Tadinya kami berdua juga ingin ke python (halilintar, versi Dufan), tapi pas lihat antriannya, sudah mencapai garis 30 menit, batal deh. Malas ngantrinya. Akhirnya beramai-ramai kami ke Pegasus, roller coaster juga, tapi tidak se"parah" python, dan anak-anak juga diijinkan di roller coaster yang ini.


Python
Kami sempat juga berbasah-basah ria di Pirana, arung jeram. Benar-benar basah!!! Entah kenapa "perahu" kami selalu menuju riak-riak dan gelombang yang besar atau menabrak dinding hujan, atau kena semprot air dari pancuran. Untung saja hari itu cuaca cukup panas, sehingga sebentar saja sudah kering.

Masih berbasah-basah ria kami singgah ke Pandadroom, theater 3d yang disponsori oleh WWF, menyaksikan film 3 dimensinya mengenai keindahan alam dan bagaimana jika keindahan itu terengut oleh tangan-tangan manusia yang mengatas-namakan "kebutuhan". Filmnya dibagi 3 bagian, bagian pertamanya tentang kehidupan di kutub, bagian kedua tentang dunia bawah laut, dan bagian ketiga tentang kehidupan di hutan. Efek 3 dimensinya oke banget. Benar-benar keren!!! Thumbs Up

Dari Pandadroom, kami singgah sebentar ke tetangganya, Spookslot, kastil hantu yang sama sekali tidak seram, sebelum kami menuju ke Diorama, meluncur lembut dengan kereta gantung sambil menikmati dunia elf di Droomvlucht, dan diputar-putar dalam Villa Volta, rumah terkutuk.


Droomvlucht; elf dan istana terapung

Dalam perjalanan menuju ke Diorama, Monique tiba-tiba belok, singgah ke sudut kotak harta raksasa, yang ternyata adalah atm Open Mouth Ih, lucu juga.


Don't take my key away!!

Setelah diputar-putar dalam villa volta, kami melanjutkan perjalanan kami dengan menumpang Steam trein menuju tujuan selanjutnya. Reinier masih ingin menikmati python. Saya yang sudah kehabisan tenaga. Nyerah saya, sudah tidak bertenaga menguji nyali di python. Sayang, padahal antriannya sudah pendek sekali. Kalau di Indonesia, sudah lewat magrib jam begini. kebetulan itu hari pertama selama musim panas Efteling buka sampai jam 21.00.
Anak-anak masih ingin melanjutkan bermain Radio controled boat, tapi sudah ditutup karena waktunya yang semakin larut.
Akhirnya mereka bermain Kereta Api mini. Bukan cuma anak-anak, bapak dan pamannya pun tak mau ketinggalan!


Paman dan keponakan yang asyik dengan keretanya.

Jam 20.30, saatnya menyudahi petualangan kami hari itu. Astaga, saya capek sekali!!! Kaki saya rasanya penat dan kaku sudah. Namun begitu, tetap saja tidak sanggup melewatkan pemandangan yang romantis ini dari balik lensa kamera Dumb



Thursday, July 14, 2005

S i r k u s

Setahun yang lalu, saat saya masih di Indonesia, Reinier sempat bercerita dengan penuh semangat tentang sirkus yang baru saja dia tonton waktu itu, cirque du soleil. Benar-benar wah, katanya. Diam-diam saya sempat mengerutkan kening dan berpikir... hmm sirkus... Ignoring You segera image yang tercipta di benak saya adalah binatang, yang seharusnya berada dunia alami mereka, badut yang "menyedihkan" dan akrobat, satu-satunya yang "mungkin" masih menarik menurut saya. Umum sekali ya gambaran di otak saya tentang sirkus Smile Walaupun saya juga pernah mendengar beberapa grup sirkus yang berkembang akhir-akhir ini tidak melibatkan binatang. Yang pasti, saya bukan seorang penggemar sirkus. Dan jujur saja, nama cirque du soleil saat itu sangat asing bagi saya.

Sampai kira-kira sebulan yang lalu, saya -dengan tidak direncanakan- menyaksikan atraksi mereka (Varekai, 2002) di salah satu chanel tv di sini. Terus terang saja, awalnya saya bahkan tidak menyadari kalau yang sedang saya tonton saat itu adalah sebuah pertunjukan sirkus!!! Mereka benar-benar berbeda dengan sirkus yang selama ini saya tahu.
Reinier kemudian mengejutkan saya dengan celetukannya dari belakang, "Since, mereka akan pentas selama 2 minggu di Rotterdam minggu depan, kamu mau pergi nonton?" Shocked Waah... mau banget!!! (Rupanya diam-diam dia klik ke websitenya cirque du soleil selama saya asyik dengan tontonan saya).

Alhasilnya, hari Minggu kemarin kami menyaksikan atraksi cirque du soleil, Dralion, di Rotterdam.



Dan.. ya!!! Mereka benar-benar memukau. Bukan sekedar pertunjukan sirkus yang mereka sajikan, namun sebuah sajian seni. Paduan yang sangat indah antara akrobat, dance, musik, warna, kostum dan fun, sesuai dengan tema yang disajikan.
Dari awal hingga akhir pertunjukkan mereka terus memukau perhatian penonton dengan atraksi-atraksi mereka yang selalu penuh kejutan. Bukan hanya dengan atraksi utama yang sedang berlangsung di panggung, tapi juga dengan atraksi para pemain latar.
Panggungnya sendiri penuh dengan "lubang-lubang rahasia" di mana pemainnya bisa tiba-tiba muncul dan tiba-tiba menghilang. Belum lagi cincin raksasa yang mengambang di langit-langit panggung yang bisa diturun-naikkan dengan berbagai posisi sesuai kebutuhan pertunjukan.


spider-(wo)men at stage-background,

Dralion (dragon and lion), dari judulnya bisa ditebak nuasa pertunjukannya. Nuasa timur, khususnya nuansa oriental. Dralion sendiri terinspirasi dari filosofi-filosofi timur dan terus bergerak mencari keharmonisan antara manusia dengan alam, dengan empat simbol yang mewakili alam; air, bumi, api dan udara.
Di samping nuasan timur dan simbol-simbol yang mewakili alam, mereka juga memberikan warna aborigin, mewakili hubungan antara manusia dengan alam.


water, earth, fire and air (oceane, Gaya, Yao, Azala)


clowns (FOK!)

Kali ini para badutnya menghapus image badut yang "menyedihkan" dari benak saya. Mereka konyol, lucu dan cerdas. Mereka tidak hanya berakting di panggung, namun juga berbaur dengan penonton. Bahkan ada seorang dari mereka yang menyamar dan duduk bersama para penonton, dan berhasil mengelabuhi penonton pada menit-menit awal dengan aktingnya. Mereka juga kadang-kadang tampil secara surprise ditengah-tengah atraksi pemain lain dan berbaur dengan begitu manisnya.


ame force (vocalists)

Musik juga merupakan elemen penting, dengan daya tarik yang sangat kuat dalam pertunjukan ini. Mereka menyajikan musik-musik pengiring yang sangat "hidup" dengan live mini orchestra di balik panggung dan dengan penyanyi-penyanyi yang juga tampil berbaur dengan pemain-pemain akrobatnya.
(Musiknya juga dipaketkan cd yang bisa dibeli di souvenir shop).


Juggling, bamboo poles, double trapeze, trampoline and aerial pas de deux.


earth, single hand balance and hoop diving.


ballet on lights en dralion balls.

Gerakan-gerakan para akrobatisnya mengalir mengikuti irama musik. Terpadu indah.
Wow!!! Hanya itu yang keluar dari mulut saya beberapa kali. Saya benar-benar kehilangan kata saat menyaksikan pertunjukan ini.
Dan, jika ada kesalahan yang terjadi, mereka dengan tanggap dan tenang saling "menjalin" seolah-olah kesalahan tersebut juga merupakan bagian pertunjukan.

Saya tidak sanggup menahan pikiran saya tentang bagaimana kehidupan mereka di balik panggung. Di balik senyum mereka. Di balik disiplin dan latihan keras mereka...


Aerial pas de deux

Aerial pas de deux, paduan antara sendratari dan aerial-akrobat tentang dua anak manusia yang dimabuk asmara. Saling menggoda dan memadu cinta. Keindahan dan gelora cinta ditunjukkan dengan gerakan-gerakan sensual dan elegan, mimik, bahasa tubuh dan emosi. Melayang antara selendang-selendang, memberikan imajinasi percintaan antara dewa-dewi.

Dua setengah jam mereka memukau penonton. Dua setengah jam berlalu tanpa terasa. Kata-kata tidak cukup untuk menggambarkan keindahan yang mereka sajikan ClappingClappingClapping
Puas rasanya, walaupun pada awalnya harga tiket sempat bikin saya Shocked

Dan untuk Reinier Kisses Thanks honey, it was great!!!!

Sayangnya, kamera termasuk salah satu barang yang dilarang keras penggunaanya selama pertunjukan. So, semua foto-foto edisi kali ini saya ambil dari official program book-nya, kecuali foto para badut, saya ambil dari FOK!