Tuesday, July 05, 2005

Zondag in Zeeland

Seperti biasanya saat mengunjungi mertua, kami selalu menyempatkan diri berkeliling sejenak seputaran Goes, Zeeland.
Kali ini, kami menghabiskan bekal makan siang di pesisir Wemeldinge sambil mengamati kesibukan orang-orang dengan boat yang lalu lalang di laut, pemandangan yang hanya bisa dilihat saat musim panas. Sayangnya siang itu langit ditutupi awan tebal membuat angin yang berhembus terasa lebih dingin, kenikmatan makan siang menjadi tidak senyaman yang kami harapkan. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari pantai yang lebih terlindung dari hembusan angin untuk sekedar berjalan-jalan. "Ke mana?" "Neeltje Jans", kata Reinier. Ya.. saya ikut saja, dia guide-nya kalau di sini.

Dari Wemeldinge kami meluncur menyusuri pantai yang penuh dengan diver, mobil dan peralatannya yang berjejer rapi. Wah... benar-benar penuh deh. Di jalan, di permukaan air yang masih dangkal, sampai di dalam air (yang terakhir sudah pasti tidak kelihatan oleh saya Lol) .
Di permukaan laut yang agak berjarak dari pantai pun tidak kalah sibuknya boat-boat yang terus lalu lalang. Dari yang sederhana sampai yang wah, dari yang modern sampai yang old style.


Tjalk(?) Dutch old style boat.

Neeltje Jans sendiri adalah sebuah sand bank (bukit pasir yang menyembul ke permukaan laut) di mulut Oosterschelde. Menuju ke sand bank ini tidak perlu berbasah ria, karena bisa ditempuh lewat dam Stormvloedkering, dam pemisah Oosterschelde dan North sea.


Dam Stormvloedkering

Tiba di Neeltje Jans, landscape di bagian dataran tingginya membuat saya merasa seperti berada di dataran saat masuk ke dreamland di Bali Rolling Eyes
Pantainya sendiri tidak banyak kegiatan yang tampak. Sepi!!! Wah... asik... asik... Mungkin karena sejak pagi cuaca tidak terlalu meyakinkan bagi kebanyakan orang menghabiskan waktunya di pantai (selain bagi divers dan boat lovers tentunya Lol).
Dan lucky us, tidak lama kemudian awan tebal beranjak menjauh, matahari kembali menghangatkan kulit. Acara jalan-jalan di pantai jadi makin asik.


Neeltje Jans 1


Neeltje Jans 2

Di bagian teluknya, dimana kondisi air yang lebih tenang terdapat budidaya mussel. Hmm... tak lama lagi musimnya panen mussel... Yowza


Budidaya Mussel

Kami tiba di rumah mertua sudah sekitar jam 3 sore. Selesai acara ngopi santai, ibu mertuaku mengejutkan saya dengan sebuah surprise. Saya diberikan satu set sendok antik miliknya. Riwayat sendok itu sendiri adalah warisan dari tantenya mama. Sendok itu sendiri dibeli di Indonesia sekitar tahun 1937. So, bisa dikategorikan antik toch?


sendok antik

Walaupun saya bukan pencinta dan pengoleksi benda antik, namun nilai pemberian dibalik sendok itu jauh lebih besar. Jadi terharu... Happy .... Thanks ma.

4 comments:

Anonymous said...

waa bagus sendoknya mbak, wayang ya :)
wah dr jaman kolonial kayaknya ya.

zeeland pantainya sepi ya, gak kayak daerah scheveningen, gitu2, banyak org berjemur. jd pingin ke pantai sepi juga :p

pernah ke yerseke mbak? aku pernah nyasar ke situ di perjalanan ke museum delta. aku bilang ke suamiku, kalo liat museum itu, bangga jd org belanda, perjuangan melawan air sampe segitunya hehehehe...

sekolahmu kpn liburnya?

++retno

Pipin said...

duh, duh, duuuh...
pantainya, lautnya, langitnya... gambarmu lebih banyak bercerita sin... hebat!

Hani said...

pas ngeliat boatnya orang belanda...lha tak pikir di selat lombok...hahaha. mirip yak :)

wuih pasti asyik ya maen pasir disana. sin, kalo mussel udah dibudidaya berarti nggak mahal dong? duh, kalo aku lagi pengen makan abalone nih...hiks

sendoknya memang udah masuk kategori antik tuh. bagus deh ;)

nikeyudi said...

mbak.. sendoknya bagus amat ya? antik. ntar kalo aku ke rmhmu makan toetjenya mo pake sendok ini aaah... kekeke eh tolong ya itu sendok di simpen di tempat yg paling amaaan, sapa tau ntar di cari-cari kolektor ;) hehehe...