Sampai kira-kira sebulan yang lalu, saya -dengan tidak direncanakan- menyaksikan atraksi mereka (Varekai, 2002) di salah satu chanel tv di sini. Terus terang saja, awalnya saya bahkan tidak menyadari kalau yang sedang saya tonton saat itu adalah sebuah pertunjukan sirkus!!! Mereka benar-benar berbeda dengan sirkus yang selama ini saya tahu.
Reinier kemudian mengejutkan saya dengan celetukannya dari belakang, "Since, mereka akan pentas selama 2 minggu di Rotterdam minggu depan, kamu mau pergi nonton?"
Waah... mau banget!!! (Rupanya diam-diam dia klik ke websitenya cirque du soleil selama saya asyik dengan tontonan saya).Alhasilnya, hari Minggu kemarin kami menyaksikan atraksi cirque du soleil, Dralion, di Rotterdam.

Dan.. ya!!! Mereka benar-benar memukau. Bukan sekedar pertunjukan sirkus yang mereka sajikan, namun sebuah sajian seni. Paduan yang sangat indah antara akrobat, dance, musik, warna, kostum dan fun, sesuai dengan tema yang disajikan.
Dari awal hingga akhir pertunjukkan mereka terus memukau perhatian penonton dengan atraksi-atraksi mereka yang selalu penuh kejutan. Bukan hanya dengan atraksi utama yang sedang berlangsung di panggung, tapi juga dengan atraksi para pemain latar.
Panggungnya sendiri penuh dengan "lubang-lubang rahasia" di mana pemainnya bisa tiba-tiba muncul dan tiba-tiba menghilang. Belum lagi cincin raksasa yang mengambang di langit-langit panggung yang bisa diturun-naikkan dengan berbagai posisi sesuai kebutuhan pertunjukan.

spider-(wo)men at stage-background,
Dralion (dragon and lion), dari judulnya bisa ditebak nuasa pertunjukannya. Nuasa timur, khususnya nuansa oriental. Dralion sendiri terinspirasi dari filosofi-filosofi timur dan terus bergerak mencari keharmonisan antara manusia dengan alam, dengan empat simbol yang mewakili alam; air, bumi, api dan udara.
Di samping nuasan timur dan simbol-simbol yang mewakili alam, mereka juga memberikan warna aborigin, mewakili hubungan antara manusia dengan alam.

water, earth, fire and air (oceane, Gaya, Yao, Azala)

clowns (FOK!)
Kali ini para badutnya menghapus image badut yang "menyedihkan" dari benak saya. Mereka konyol, lucu dan cerdas. Mereka tidak hanya berakting di panggung, namun juga berbaur dengan penonton. Bahkan ada seorang dari mereka yang menyamar dan duduk bersama para penonton, dan berhasil mengelabuhi penonton pada menit-menit awal dengan aktingnya. Mereka juga kadang-kadang tampil secara surprise ditengah-tengah atraksi pemain lain dan berbaur dengan begitu manisnya.

ame force (vocalists)
Musik juga merupakan elemen penting, dengan daya tarik yang sangat kuat dalam pertunjukan ini. Mereka menyajikan musik-musik pengiring yang sangat "hidup" dengan live mini orchestra di balik panggung dan dengan penyanyi-penyanyi yang juga tampil berbaur dengan pemain-pemain akrobatnya.
(Musiknya juga dipaketkan cd yang bisa dibeli di souvenir shop).

Juggling, bamboo poles, double trapeze, trampoline and aerial pas de deux.

earth, single hand balance and hoop diving.

ballet on lights en dralion balls.
Gerakan-gerakan para akrobatisnya mengalir mengikuti irama musik. Terpadu indah.
Wow!!! Hanya itu yang keluar dari mulut saya beberapa kali. Saya benar-benar kehilangan kata saat menyaksikan pertunjukan ini.
Dan, jika ada kesalahan yang terjadi, mereka dengan tanggap dan tenang saling "menjalin" seolah-olah kesalahan tersebut juga merupakan bagian pertunjukan.
Saya tidak sanggup menahan pikiran saya tentang bagaimana kehidupan mereka di balik panggung. Di balik senyum mereka. Di balik disiplin dan latihan keras mereka...

Aerial pas de deux
Aerial pas de deux, paduan antara sendratari dan aerial-akrobat tentang dua anak manusia yang dimabuk asmara. Saling menggoda dan memadu cinta. Keindahan dan gelora cinta ditunjukkan dengan gerakan-gerakan sensual dan elegan, mimik, bahasa tubuh dan emosi. Melayang antara selendang-selendang, memberikan imajinasi percintaan antara dewa-dewi.
Dua setengah jam mereka memukau penonton. Dua setengah jam berlalu tanpa terasa. Kata-kata tidak cukup untuk menggambarkan keindahan yang mereka sajikan



Puas rasanya, walaupun pada awalnya harga tiket sempat bikin saya

Dan untuk Reinier
Thanks honey, it was great!!!!Sayangnya, kamera termasuk salah satu barang yang dilarang keras penggunaanya selama pertunjukan. So, semua foto-foto edisi kali ini saya ambil dari official program book-nya, kecuali foto para badut, saya ambil dari FOK!


1 comment:
Ciyeee... yg baru abis nonton sirkus ;;).. bikin siriik aja :D. Aku bisa baca terpesonanya mbak Since ama tuh sirkus ;). Ternyata bener ya mba, kalo "tak kenal maka tak sayang" huhuuy.. hepi sandei yee..
Post a Comment