Apa hubungannya antara China town dan tapas?

Hmmm...
Hubungannya karena keduanya adalah pengisi weekend kami kemarin.

Inilah yang terjadi hari Sabtu kemarin di China town di The Hague (Den Haag).

Bukan.. bukan!!! Bukan serangan teroris atau kebakaran di China town.
Kebakaran...hmmm... iya juga sih. Kebakaran mercon!!!

Yup, kami ke China town di Den Haag ini dalam rangka perayaan Imlek di sana.
Kami sendiri tidak merayakan imlek secara khusus, namun keramaian dan tarian naga serta barongsai lah yang membawa kami ke sana.

Wajah-wajah ceria anak-anak maupun orang dewasa mewarnai setiap sudut tempat itu. Terlebihi bagi anak-anak tentunya. Imlek artinya juga angpao, hihihi...
Namun kepadatan orang-orang yang datang menonton sungguh menimbulkan kesulitan bagi saya untuk bermain dengan kamera. Terasa benar saat-saat begini betapa "mungil" saya dibandingkan dengan tubuh bule-bule yang berukuran XL itu.

Merasa kalah bersaing dengan tubuh-tubuh berukuran XL ini, mengalah-lah saya. Lebih baik mencari pojokan di gang/jalan yang lain dari pada hasil foto cuma belakang kepala orang-orang doang.
Untung juga ketemu ujung gang yang tidak terlalu banyak penontonnya sehingga saya pun bisa mencapai posisi yang pas untuk menjepret-pret.
Mungkin ujung gang itu tidak terlalu banyak orang karena dari gang ini penonton tidak bisa leluasa melihat keseluruhan pertunjukan.
Tapi tak mengapa buat saya, setidaknya dari ujung gang ini banyak foto yang bisa saya ambil tanpa diganggu oleh kepala-kepala penonton di depan saya.
Dan kebetulan juga restaurant yang terletak di sudut gang ini menyediakan kol yang digantung dengan angpao (uang di dalam amplop merah) di depan pintu untuk barong. Rejekilah untuk saya,

klik.. klik...klik...

Ramai manusia, walaupun acaranya sendiri tidak seramai imlek 2004, saat pertama kali saya mengunjungi China town di The Hague ini. Saat itu ada 3 naga!! Kemarin yang sempat saya lihat hanya ada 1 naga. Barong-barongnya tetap ramai. Sisanya hanyalah lautan manusia dan nyaringnya bunyi mercon, serta asap dan debu dari mercon itu.

Hari Minggu, Reinier sedang dalam mood untuk menguasai dapur. Ujung-ujungnya bukannya dim sum, yang lebih sesuai dengan thema imlek, yang kami santap, malah tapas yang menghiasi menu makan malam kami. Maklum saja, doi masih dalam semangat tapas

3 macam tapas (Albóndigas, croquetas de pollo y jamón, dan tortilla de espinaca), roti panino yang
fresh from the oven, dibuat sendiri oleh doi dan sudah tentu tidak ketinggalan sangria, lengkap terhidang di atas meja makan. Hmmmm....

Gong Xi Fa Cai!
Selamat tahun baru untuk semua yang merayakan.
Semoga dalam tahun yang baru ini banyak hal yang lebih baik dari tahun yang lalu.
Namun jika terjadi yang sebaliknya, semoga kita semua diberikan kekuatan dan kebijaksanaan untuk menghadapi dan menanganinya.
Amin!!