Friday, March 30, 2007

Renesse strand

Masih seputar cerita akhir minggu yang lalu di Zeeland.
Selesai makan siang, kami ingin berkeliling sebentar sebelum kembali ke rumah.
Ke mana kali ini?
Kita ke pantai Renesse saja, ajak Reinier. Mumpung masih awal musim semi dan belum terlalu panas udaranya. Kalau sudah musim panas, jangan harap ke sana, kamu tidak akan bisa berjalan menikmati pantai dengan santai. Pantai sepanjang 17km ini akan penuh terisi dengan ribuan orang. Salah-salah malah kamu kejungkal kesandung orang yang sedang berjemur, atau terperosok ke dalam lubang-lubang pasir yang dibuat oleh turis-turis Jerman.

Orang Jerman senang sekali membuat lubang di pantai, tidak dalam sih, tapi ada sekitar 30cm, dan duduk di dalam lubang itu.

Pantai Renesse tampak lenggang saat kami tiba di sana, padahal cuaca cerah sekali. Tapi justru merupakan keuntungan buat kami yang tidak terlalu menyukai pantai yang ramai dengan pengunjung.

Berjalan sepanjang pantai, sampai akhirnya kami terpaku menikmati aktifitas parasurfer yang sedang beraksi di laut.

Asyik sekali melihat bagaimana mereka meluncur dengan papan surf-nya dan mengendalikan parasutnya bermain dengan angin. Kecepatannya itu lho!!!
ShockedWow!!!
Bahkan kadang-kadang dengan menunggang kecepatan angin mereka pun terayun terangkat dari permukaan laut.
Kereeenn bow!!!
Kadang mereka juga terjatuh dari papan surfnya, dan kerepotan mengendalikan parasutnya.
Lihat saja foto di samping itu, untuk menurunkan parasutnya juga dibutuhkan ketrampilan untuk itu.
Wah... asli.. jadi pengen ikutan ber-parasurf!!!

Lama-lama dingin juga dihembus angin laut yang segar. Tidak jauh dari tempat kami menikmati aksi parasurfer ada kafe pantai. Hanya saja untuk mencapai kafe pantai itu kami harus berjalan mengintari aliran-aliran air yang mengalir kembali ke laut yang cukup lebar dan cukup dalam, menyerupai sungai-sungai kecil. Kalau di musim panas sih cuek saja, basah ya basah. Tapi untuk saat ini.. ogah lah ya berbasah-basah di pantai.


Secangkir besar cokelat panas dengan rhum dan whip cream sebagai penutup acara jalan-jalan kami di pantai Renesse hari itu. Hmmmm... lekker!!!

Dan... pantai berikutnya yang menjadi sasaran jalan-jalan kami minggu depan adalah... pesisir pantai TROPIS!!!! Wakka Wakka Yuppieee!!!!

Saya pamit dari halaman ini untuk sementara waktu.
Saya mo mudik sebulanan.
Sampai ketemu lagi di bulan Mei, temans Hello

Sandy Beach Reef Scuba Diving

Tuesday, March 27, 2007

Dari Kebun Mertua

Bangun pagi yang sudah kesiangan, sebenarnya tidak kesiangan juga, gara-gara perubahan jam winter ke jam summer, jadinya waktu dimajukan satu jam ke depan. Alasan!!! Kesiangan ya kesiangan. Hehehe..
Hmmm... hati bertambah ceria saat membuka jendela kamar, cerah dan hangatnya mentari seolah menyapa lembut mengucapkan selamat pagi, pemalas! Teethy

Selesai sarapan dengan tart yang disiapkan oleh ibu mertua, segera saya terjun ke halaman belakang rumah mereka. Kebetulan wiken kemarin kami menginap di rumah mertua di Goes.
Aduh sudah kesiangan bangunnya, sarapannya pun sudah disiapkan!!! Bener-bener deh!!! Jadi malu sendiri..Cover Up
Tapi bersyukur sekali saya memiliki mertua seperti orang tuanya Reinier ini.

Kebun mertua merupakan salah satu dari tempat yang saya senangi untuk berburu mangsa bagi kamera ini, dan juga pemuas nafsu sendiri, membidik dari balik lensa.

Hommel (bumblebee) dan wesp (wasp) sudah ramai berterbangan, lincah dan sibuk mengumpulkan neknar dari satu bunga ke bunga yang lain. Tubuh mereka sampai kuning, penuh tertutup serbuk sari.

Hommel beasal dari keluarga lebah yang bertubuh besar dengan warna menyolok dan manis dengan bulu halus di tubuhnya. Sedangkan wesp bertubuh kecil dan ramping. Wesp bukan keluarga lebah, walaupun kedua-duanya menyengat/menusuk dengan jarum beracun di bagian ekor tubuh mereka untuk membela diri.
Bayangan akan sakitnya sengatan lebah dan suara dengungan mereka yang menjengkelkan membuat orang sering kalap dan bertindak ceroboh saat mahluk-mahluk ini terbang mendekati dan mengintari tubuh orang tersebut. Jurus jingkrak-jingkrak dengan kibasan tangan ke sana-ke mari serta teriakan-teriakan panik berusaha untuk mengusir lebah dan wesp pergi. Tapi apakah itu membantu?

Menurut saya, reaksi seperti itu malah sebenarnya membuat si lebah dan/atau wesp menjadi semakin agresif dan kalap untuk melindungi dirinya sendiri karena mengira dirinya berada dalam bahaya (dan itu benar adanya).
Sebaiknya jika ada lebah/wesp yang terbang di sekitar tubuh kita, tetaplah tenang, dan jangan membuat gerakan tiba-tiba yang membuat mereka menyangka berada dalam ancaman bahaya. Tunggu saja beberapa saat, sampai hewan-hewan ini terbang menjauh, atau dengan perlahan-lahan kita yang bergerak menjauh tempat mereka.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari lebah dan/atau wesp melirik ke kita adalah jangan mengenakan parfum dan lotion untuk kulit dengan harum bunga dan aroma buah yang manis. Aroma ini akan membuat mahluk-mahluk kecil ini tertarik pada kita. Juga hindari memakai baju dengan warna ceria yang menyolok.
Lebih jauh tentang akibat sengatan lebah dan wesp bisa di klik di sini.

Ah... malah membicarakan soal hommel dan wesp. Tapi anggap saja itu tips kecil dari saya buat mereka yang tertarik untuk membuat foto hommel dan wesp ini.
Sebaiknya juga sediakan salep kalau-kalau toch terkena sengatan hommel dan/atau wesp. Namanya juga resiko hobi. Siapa suruh mo ngejar-ngejar bikin foto mereka? Cari perkara sendiri, kan? Teethy
Namun bagi penderita super sensitif alergi terhadap bisa dari lebah dan wesp, sebaiknya menghindar saja dari hewan-hewan ini.

Dan... hai... lihat... siapa yang sedang menikmati hangatnya sang surya dengan malu-malu dari balik dedaunan sana sambil berharap-harap ada mangsa yang terjerat di rumah mereka yang lengket dan kosong itu?

Dan... ah... ada juga yang sedang berasyik masyuk di balik batang pohon, memenuhi panggilan alam untuk mereka.
Ya.. musim semi.. musim berkembang biak..
Lebih puitis lagi.. musim semi.. musim untuk bercinta...

Thursday, March 22, 2007

Give yourself LOVE

Saya pernah membaca sebuah buku tentang meditasi penyembuhan, dari aliran Tao kalau tidak salah ingat. Saya lupa judul buku setebal kira-kira 4cm itu.

Saya sendiri bukan ahli meditasi atau seseorang yang sering melakukan meditasi, namun yang menarik dari meditasi ini adalah mengalirkan kasih sayang dalam tubuh.
Dan pada point-point tertentu dalam tubuh , terutama yang sedang bermasalah, kita harus berhenti sejenak dan "membelai" lewat pikiran serta mengucapkan dengan lembut, tulus dan hangat.. aku sayang kamu.
Misalnya, aku sayang kamu jantungku.
Aku sayang kamu hatiku.
Aku sayang kamu lututku.

Kedengarannya aneh?
Mungkin. Tapi saya tersentuh dan merasa hangat dengan "ide" meditasi ini.
Kesibukan mengisi hari dan mengejar impian sering membuat kita lupa bersikap manis pada diri sendiri.

Katakanlah seberapa sering kita mendengar kalimat-kalimat seperti:
Aduh pinggang sialan ini...
Aauuw.. lutut bodoh ini..
Aduuh... kepalaku ini lho, nyebelin banget.
Dan kalimat-kalimat sejenisnya dari mulut orang atau dari mulut kita sendiri saat sakit atau nyeri di tubuh yang mengganggu gerakan dan aktifitas kita.
Padahal bagian-bagian dari tubuh ini telah menyokong kita selama ini, dan jika ada yang salah, tentunya bukan salahnya dia, tapi sakit itu adalah dampak dari tindakan yang telah kita lakukan sebelumnya.

Jujur saja, sering kita berlaku kejam dan tidak adil pada diri sendiri. Bahkan lebih gampang bertindak bijaksana pada orang lain daripada pada diri sendiri.
Kita cenderung untuk memanjakan diri kita sendiri, untuk mengasihani diri kita sendiri, menghukum diri kita sendiri dengan berbagai cara dan alasan.
Dan mengasihi diri sendiri sering disalah-artikan sebagai keegoisan.
Padahal mengasihi diri sendiri, sebenarnya adalah memberikan yang terbaik bagi diri kita.
Bukannya mengasihani diri sendiri.

Banyak hal baik yang bisa kita berikan pada diri sendiri. Misalnya, mulai dari hal yang sederhana, minum air putih setiap hari, makan yang sehat dan seimbang, bergerak dan olah tubuh dengan tepat, tidur pada waktunya, menjaga kebersihan, belajar untuk mengendalikan emosi, dan berpikir positif.
Hal-hal yang sederhana, namun tidak sederhana dalam pelaksanaannya. Butuh kedisiplinan dan kadang juga harus "keras" pada diri sendiri untuk memberikan hal-hal yang baik pada diri.
Tapi bukankah hal-hal yang besar pun dimulai dari langkah yang sederhana?

Berilah sapaan yang hangat serta senyum yang tulus pada diri sendiri saat memulai hari.

Sekarang, tanyakanlah pada diri sendiri, apakah aku sudah memberikan cinta pada diriku sendiri?

Give yourself LOVE!

*) Saya tidak sedang mengajak anda untuk melakukan meditasi, tapi memberikan cinta pada diri sendiri. Mencintai diri sendiri tidak berarti harus dengan melakukan meditasi, kan? Tapi dengan melakukan hal-hal yang baik dan seimbang untuk diri kita.

*) Apdet gara-gara komentar Anung Teethy, thanks Nung.

Monday, March 19, 2007

Antara Tapas dan Dim Sum

Ada gosip apa antara tapas dan dim sum?
Mereka adalah judul wiken kemarin.
Ah, yang pasti dua-duanya menggoyang lidah dan menebalkan ukuran lemak di tubuh! Hysterical

Tapas lagi??
Yup, tapas lagi Sabtu kemarin.
Kali ini tapas avond bersama Kasia, Roy dan Sun.

Sabtu pagi Reinier sudah sibuk menguleni roti Focaccia dan menyiapkan sangria, sementara saya menyiapkan pasta salad dan memotong/mengiris bahan-bahan lain untuk tinggal digrill dan digoreng saja nanti. Kami menyiapkan 5 macam sajian tapas selain roti Focaccia, dan Kasia dan Roy juga membawa 5 macam sajian tapas.

Mereka tiba sekitar jam 4 sore, dan acara makan-makan pun segera dimulai setengah jam kemudian dengan salmon salad buatan Kasia dan roti Focaccia yang fresh from the oven.
Acara makan ini juga diselang-seling dengan ngobrol, bercanda, menikmati sangria dan pause sebentar untuk menyiapkan makanan lainnya bersama (Kasia harus menggoreng sayur panir buatannya, saya harus menyiapkan grill paprika dan juga menggoreng calamaris).
Pause ini juga berguna untuk menyiapkan ruangan di perut untuk menu selanjutnya Smiles
Wah.. benar-benar meriah dan menyenangkan.

Acara makan-makan ini berlanjut sampai sekitar jam setengah sepuluh malam, saat kami semua tergeletak kekenyangan. Bahkan sosis bawaan Kasia tidak sempat tersentuh karena memang sudah tidak ada ruangan yang tersisa lagi di perut ini.
Tapi untung juga kami menyiapkan semuanya tidak terlalu berlebihan sehingga tidak banyak yang tersisa.

Setelah membersihkan dapur bersama, acara ngopi dan ngobrol terus dilanjutkan sampai sekitar jam setengah 12, saat para tamu ini pamit pulang.
Hahaha.. sudah tentu kami berdua pun segera tergeletak pulas.

Saat bangun minggu pagi, perut masih terasa kenyang. Pilihan yang terbaik tentunya adalah brunch yang ringan, terutama untuk saya yang masih punya judul dim sum untuk minggu siang kemarin di Nan-King restaurant dengan 2 dim sum lovers, Retno dan Leni.

Keasyikan ngobrol dan makan siang itu, ternyata tidak terasa sudah 3,5jam berlalu.
Dim-sumnya enak, temen ngobrolnya juga asik-asik, hanya saja pelayannya bikin gemes. Ah.. biarkan saja, mungkin dia sedang tidak berbahagia.
Semoga tawa ceria kami bisa membantu menghangatkan hatinya.
Woooaaahhh apa bukan sebaliknya malah bikin mbak itu makin gemes dan jutek?? Hahahaha... emang gue pikirin?? Hysterical
Wah.. kapan diet saya berhasil dong? Cover Up

Thursday, March 15, 2007

Ada mereka...

Matahari di luar masih bersinar cerah. Udara di luar pun masih cukup hangat untuk hanya mengenakan t-shirt lengan pendek tanpa jaket atau sweater. Harus dinikmati nih.
Apalagi menurut ramalan cuaca, akhir minggu ini suhu kembali turun ke sekitar 10ÂșC, dan cuaca minggu depan adalah ekor winter.

Kali ini tidak jauh-jauh kegiatannya, tapi hanya nyemplung ke halaman belakang.
Hmmm... nyaman rasanya menikmati sensasi kehangatan yang menyentuh kulit...
Saya jadi kangen pada terik mentari di laut yang menyengat dan membakar kulit, tapi terasa sangat menyegarkan saat kedinginan sehabis menyelam.

Tapi... ah... ternyata saya tidak sendirian di halaman belakang yang menikmati "kemewahan" ini.
Ada mereka bersama saya :)


PS: Ada yang mo nyumbang macro-lens? Teethy

Monday, March 12, 2007

Bersepeda lagi...

Hangatnya sinar mentari awal musim semi sungguh merupakan kenikmatan yang sangat berharga yang tidak boleh dilewatkan setelah sekian lama berada dalam cengkeraman cuaca musim dingin Belanda yang mendung dan basah.
Kesempatan yang tidak boleh disia-siakan!!

Mumpung ada kesempatan manis ini, sepedaan yuk!!
Ayooo!!!

Wah.. kalau dihitung-hitung.. sudah sekitar 5 bulan saya sama sekali tidak menyentuh sepeda ini, sejak pindah rumah Oktober tahun lalu. Padahal ketika masih di Eindhoven, hampir setiap hari saya mengayuh sepeda ini. Maklum saja jarak ke mana-mana dari appartement dulu dekat.
Sekarang setelah pindah rumah ke daerah pinggiran kota, yang udaranya lebih bersih dari polusi dan suasananya yang lebih tenang, urusan ke mana-mana malah selalu pakai mobil, karena pertimbangan jarak.

Ditambah dengan kesibukan kami setiap akhir minggu mengurus pernak-pernik rumah baru dan acara-acara lainnya, juga cuaca yang tidak mendukung, membuat sepeda saya hanya bersandar tertutup debu di garasi selama ini. Padahal ada beberapa rute bersepeda (fietsroute) yang melintas di sekitar tempat tinggal kami ini.

Maka segera setelah makan siang, kami sudah siap dengan sepeda dan "peralatan tempur" kami masing-masing.

Saat memilih rute mana yang hendak diambil, kami tertarik juga untuk memilih rute yang sekitar 23km. Tapi mengingat lamanya kami tidak melakukan trip seperti ini, kami memutuskan rute yang pendek saja, sekitar 14km. Daripada keesokan harinya kami berdua bergerak seperti opa dan oma karena otot-otot yang penat dan sakit, kan? Smiles

Ohhh... nikmat rasanya.. belaian hangat sinar mentari di kulit wajah dan hembusan angin yang sejuk-sejuk dingin. Langit biru dan hamparan padang yang terlihat hijau segar.
Menelusuri sungai (de Dommel), lahan pertanian dan hutan. Melewati fietspad yang mulus dan juga beberapa jalur yang masih alami, becek dan jauh dari mulus.

Sayangnya beberapa kilometer saat meyelusuri hutan merupakan jalur yang agak membosankan, karena bukan benar-benar menyelusuri hutan dengan jalan yang masih alami, tapi kami justru bersepeda di jalan beraspal yang sempit, lurus dan panjang. Untung saja tidak terlalu banyak mobil yang melewati jalur "hutan" ini.

Tidak terasa 2,5 jam kami lewati untuk bersepeda.
Dan saat tiba di rumah... uuaahh... sakit pantat saya!!! Terbanting-banting di jalan yang off-road Sickened
Tapi tentunya tidak berarti bahwa saya akan mengatakan tidak untuk rute 23km nanti Teethy

Ah... hangatnya musim semi sudah terasa.. artinya kami sudah bisa melakukan banyak aktifitas di bawah hangatnya sinar mentari, tanpa harus mengenakan jaket tebal!! Yuppiee..!!

Thursday, March 08, 2007

Keong Telanjang

Rasanya hampir semua diver, apalagi yang suka mengambil foto dalam laut, mengenal nudibranch. Ya, hewan ini sering sekali menjadi model bagi fotografer karena kecantikan warnanya.
Mereka adalah juga favorit saya.

Tapi apa sih nudibranch itu?
Nudibranch adalah keong telanjang, alias keong tanpa cangkang yang hidup di laut.
Disebut nudibranch, insang telanjang (naked gills), karena insangnya yang berada di bagian luar tubuh.

Berawal dari terpikat oleh keindahan warna hewan ini, saya terbawa untuk mengamati untuk lebih jauh mengenalnya. Bukan hanya sekedar identifikasi jenis untuk mengetahui nama speciesnya, namun juga penasaran pada sisi kehidupannya.

Ada banyak pertanyaan yang terbentuk dalam benak saya saat mengamati tingkah laku hewan ini dalam laut. Bahkan sampai saat ini masih ada sejumlah pertanyaan yang masih menggantung di benak.
Pertanyaan-pertanyaan ini membawa saya lebih mengenal mereka dengan fakta-fakta yang menarik.

Ada lebih dari 3000 species nudibranch yang sudah dikenal dan tersebar di perairan mulai dari tropis sampai ke sekitar kutub, bahkan yang pernah saya baca, ada jenis tertentu yang ditemukan di kedalaman 270 meter!!!

Hewan yang dewasa berukuran kira-kira 6mm sampai yang sepanjang kira-kira 31cm, tergantung dari jenisnya.
Kebanyakan species yang hidup di kondisi alam (saya tidak berbicara tentang kondisi aquarium) mencapai hingga 1 tahun masa hidup, tapi ada juga species yang hanya sekitar 2-3 bulan masa hidupnya, dan ada juga yang mencapai beberapa tahun.
Pendek sekali ya.

Warna yang indah dan menyolok dari tubuh mereka merupakan juga salah satu cara perlindungan bagi hewan ini.
Warna yang menyolok ini seolah peringatan bagi ikan, "Awas, saya berbahaya dan beracun."
Walaupun demikian, tidak ada jaminan 100% bahwa nudibranch ini akan terhindar dari serangan ikan atau menjadi mangsa hewan lainnya.

Tidak semua jenis nudibranch berwarna ceria dan menyolok, dan tidak semua nudibranch mengandalkan warna menyolok untuk menghindari bahaya. Ada juga nudibranch yang mempergunakan cara kamulfase, mengeluarkan lendir beracun untuk melindungi tubuh mereka, dan jenis-jenis tertentu hanya keluar pada malam hari.

Namun jangan salah, hewan kecil, cantik dan tampak rapuh ini adalah karnivora, alias pemakan daging. Tapi tidak berarti semua daging diembat mereka. Biasanya setiap jenis nudibranch memiliki jenis dietnya sendiri-sendiri. Hanya mangsa spesifik yang dimakan oleh mereka, salah satu misalnya sponge.
Jenis-jenis tertentu dari nudibranch juga adalah kanibal, pemakan sesama.

Fakta lain yang sangat menarik dari nudibranch ini adalah mereka hermaprodit.
Setiap individu nudibranch adalah jantan dan juga betina. Dalam satu tubuh, mereka menghasilkan sperma dan juga telur. Namun mereka tetap membutuhkan "partner" untuk saling "mengisi".

Mating nudibranchs. Alat senggama mereka terletak pada sisi kanan tubuh, dekat dengan bagian kepala mereka.

Saat kawin, mereka saling memberikan sperma pada telur partnernya.
Pada copulatory apparatus (alat senggama) terdapat keduanya, alat kelamin jantan dan juga betina, bersisian. Saat kopulasi (penyatuan) bisa sangat bervariasi dari hanya beberapa detik sampai seharian, tergantung speciesnya.
Setelah saling lepas, maka mereka masing-masing pun berpisah mencari arah sendiri-sendiri dan meletakkan telur-telurnya di atas karang, batu, atau substrat lainnya.

Bentuk dan warna jaringan telur-telurnya pun membuat decak kagum.
Kebanyakan berbentuk seperti renda-renda yang juga dengan warna-warna yang cerah (kuning, pink dan putih), dan ada juga yang seperti kabel yang melingkar-lingkar seperti kabel telepon.
Ada ribuan telur-telur kecil dalam jalinan pita-pita yang indah itu.

Ah, Dia, Sang Pencipta, sungguh adalah seniman besar!!


Sumber: Semua bahan bacaan yang pernah saya baca.
Foto-foto: koleksi pribadi.

Monday, March 05, 2007

Spring is in the air

Musim semi mulai menyapa perlahan-lahan.
Tangkai-tangkai kering pun perlahan terbangun oleh suara alam.
Dan kuncup-kuncup daun muda mulai menampakkan dirinya.
Bernyanyi lirih menyapa sang waktu.

Waktu terus bergulir, dan bumi tetap berputar, membawa kehidupan memasuki masa ke masa.
Dan anak manusia pun terus mengubah wajah Bumi...