Sunday, March 27, 2005

Akhirnya...

Akhirnya Reinier mengijinkan saya menyetir setelah saya berhasil menjawab dengan benar 78% dari 150 pertanyaan dari cd anwb examentraining rijbewijs B (program belajar interaktif). Clapping Asyik... asyik...
Sebenarnya dia diam-diam tidak percaya kalau buku yang dibelikan itu dibaca oleh saya, makanya dia agak terkejut juga dengan hasil test saya. Tentu saja buku yang dibelikan itu saya baca... ya... kadang-kadang... kalau pas penasaran dengan rambu yang saya temui dijalan (emoh nanya langsung ke dia sih, ntar jawabnya, lho buku yang aku belikan kamu apain?).

Sebenarnya juga, saya tidak sebaik jawaban yang saya berikan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan di cd itu. Bentuk jawaban yang diminta dalam test itu hanya ja atau nee. Beberapa jawaban saya benar, tapi jangan ditanya alasannya, bisa jauuuuuh... dari kebenaran!!!! Teethy Reinier hanya bisa melotot dan menggelengkan kepalanya atau tertawa mendengar alasan dari jawaban saya ja atau nee itu Blushy hehehe...
Kami sepakat untuk berkeliling sejenak di Minggu pagi kemarin (dimana lalulintas di jalan tidak terlalu padat). Waaaah... saya merasa agak tegang juga...


Buku dan cd tentang rambu-rambu dan peraturan lalulintas. Posted by Hello

Yang paling pertama terasa saat duduk di kursi pengemudi adalah jarak ukuran kaki dari kursi pengemudi ke pedal. Di Indonesia saya hanya perlu memajukan sedikit kursi pengemudinya, sedangkan dengan mobilnya Reinier saya harus memajukan kursinya hingga hampir maksimal. Posisi setirnya juga harus diturunkan. Sabuk pengaman jadi terasa jauh dari jangkauan, dan saya jadi sulit keluar dari mobil sebelum saya memundurkan sedikit kursi pengemudinya Googly Eyes
Terasa benar, mobil ini dibuat untuk orang-orang berkaki panjang.

Sebelum perjalanan dimulai, Reinier sempat mengingatkan, "Since remember, you are not in Denpasar". Singkat, tapi PADAT!!!! Teethy

Kami menghabiskan sekitar satu setengah jam berkeliling dengan mobil, kira-kira 70km. Reinier memilih arah ke daerah pedesaan. Matahari yang cukup cerah, suasana pedesaan yang cantik dan sepi membuat saya merasa lebih rileks menyetir. Tapi, tentu saja banyak kejadian lucu yang terjadi selama perjalanan.
Selama tiga menit pertama setiap kali saya hendak mengganti persneling, tangan kiri saya otomatis mencari tongkat persneling, ugh.. padahal kan di kiri saya pintu mobil. Yang paling parah adalah setiap kali hendak belok, ke kiri ataupun ke kanan, selalu wiper yang tiba-tiba bekerja. Ups... kebiasaan, setiap kali hendak belok selalu tangan kanan yang otomatis ng'klik tongkat lampu sign belok, padahal kan tongkat lampu sign di sini ada di sebelah kiri, sedangkan tongkat di sebelah kanan setir itu untuk mengaktifkan wiper. Wah... ramai pokoknya setiap kali mau belok.
Saya tidak bermasalah untuk mempertahankan posisi mobil selalu ada di kanan badan jalan selama saya berada di jalan raya. Namun begitu masuk ke jalan pedesaan yang sepi dan tidak ada mobil lain di depan atau belakang saya, maka... tiba-tiba terdengar suara Reinier "Back to the right side, Since. Keep stay in the right side, okay." Ups... tanpa sadar saya cenderung kembali ke kiri badan jalan. O-0w!!!

Walaupun rambu-rambu lalulintas itu secara teori sudah ada dalam otak saya, namun pada saat semua terkumpul menjadi satu, menyesuaikan diri dengan setir dan perabot mobil yang terbalik dari yang biasanya saya temui di Indonesia, sekaligus membaca rambu-rambu tersebut membuat otak saya menjadi keriting juga. Kapan memberi prioritas pada jalur yang lain, kapan berada pada jalur prioritas, limit kecepatan pada jalan-jalan tertentu (yang kontrolnya pakai kamera) dan sebagainya. Reinier menyadari betul hal yang satu ini. He is so helpful and patient, walaupun pasti dia deg-degan juga. Kisses I love you, honey.
Satu kali saya diplototin oleh pengendara lain, hehe.. sori... sori... namanya juga anak baru.

Dan, hari senin kemarin, saat kami akan ke Goes, Zeeland, mengunjungi papa dan mama, Reinier menyerahkan kunci mobil padaku, "kamu yang nyetir ya". O-ow... antara exciting dan ragu juga... but why not? Jadilah saya yang nyetir ke Goes. Pertama kali sepanjang sejarah saya nyetir mobil, 120km/h. Mana bisa pakai kecepatan itu di Bali? Hasilnya? Not bad!!!Rolly 3
Walaupun begitu, saya masih butuh waktu untuk benar-benar menyesuaikan diri dengan semua perbedaan yang ada ini.

Aahhhh... leganya. Akhirnya saya berada juga di belakang setir setelah lebih dari sebulan tidak menyetir mobil. Mungkin kedengarannya aneh ya, tapi saya kangen pada kebiasaan-kebiasaan saya sebelum pindah ke sini.

Saturday, March 26, 2005

Bintang Laut


bintang laut Posted by Hello

Pada suatu hari seorang penulis berjalan menyusuri pantai. Di kejauhan ia melihat suatu bentuk seperti manusia yang bergerak-gerak seperti menari. Penulis itu tersenyum membayangkan ada orang yang mau menari di siang terik seperti itu. Maka, dipercepatnya langkahnya untuk melihat dari dekat.

Ketika semakin dekat, tahulah ia bahwa bentuk yang ia lihat tadi adalah seorang anak muda dan anak muda itu tidak sedang menari, melainkan membungkuk, mengambil sesuatu dari pantai dan dengan hati-hati melemparkannya ke dalam lautan.

Berserulah penulis itu, “Selamat pagi! Sedang apakah kamu?”

Anak muda itu berhenti, mendongakkan kepalanya dan menjawab, "Sedang melemparkan bintang laut ke dalam lautan.”

"Kalau boleh aku bertanya, mengapakah kamu melemparkan bintang laut ke dalam lautan?”

"Matahari bersinar terik dan air laut sedang surut. Jika aku tidak melemparkannya ke dalam lautan, mereka akan mati.”

"Tetapi anak muda, tidak tahukah kamu bahwa pantai ini panjangnya berkilo-kilo dengan puluhan ribu bintang laut di atasnya.
Usahamu itu sia-sia belaka, tidak akan ada bedanya!”

Anak muda itu mendengarkan dengan sopan. Kemudian ia membungkuk, mengambil bintang laut lagi dan melemparkannya ke dalam lautan, serta berkata, "Ada bedanya bagi bintang laut yang itu."

Ada sesuatu yang khusus dan spesial dalam diri kita masing-masing, dan tugas kitalah untuk menemukan bintang laut kita itu.

Kita telah dikaruniai kemampuan untuk membuat dunia ini berbeda dan jika kita memenuhi panggilan hati kita - dunia ini sungguh akan di penuhi dengan berkat!
sumber : The Star Thrower by Loren Eiseley; www.whoohoo.net
diterjemahkan oleh
YESAYA

"Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati" Mzm 119:2

SELAMAT PASKAH


 Posted by Hello

Koleksi foto dari reefED dan jkgs

Tuesday, March 22, 2005

Dunia Lain

Hari Sabtu kemarin kami habiskan di Zeeland, mengunjungi beberapa teman dan mertua di sana. Salah satu hal yang sangat menarik bagiku adalah saat kami mengunjungi pabriknya Gerard, Twice Interflex di Middelburg. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang textil dan teknik. Mereka merancang dan membuat bentuk-bentuk saringan (untuk benda cair ataupun untuk udara), sambungan fleksibel (terutama untuk peralatan berat), saluran/pipa dari bahan textil, pelindung yang fleksibel untuk alat-alat yang bergerak (robot) juga dari tekstil. Pokoknya mereka merancang dan membuat semua kepentingan industri (teknik) dari tekstil.

Tekstil merupakan hal yang sangat menarik dalam kunjungan ini (kebetulan sang pemiliknya sendiri yang menjadi guide untuk saya saat itu). Kalau orang menyebut kata tekstil, maka yang ada dalam bayanganku adalah kain. Entah itu katun, satin, sari, beludru, kaos, kain-kain yang bisa kita temui di toko kain, dan kain-kain yang lebih khusus lagi seperti kain yang ada pada jok mobil, kain yang dipakai sebagai layar kapal, seperti yang dipakai di
Ambasi. Pokoknya kain. Saya tahu ada begitu banyak jenis kain yang bisa kita temui. Tapi tekstil lebih dari sekedar kain. Saya ditunjukkan berbagai jenis tekstil yang mereka pakai dalam industri technical textile sesuai dengan permintaan dan kebutuhan konsumen. Ada tekstil dengan campuran glass yang tahan pada suhu yang tinggi, ada bahan dengan lapisan silikon yang tahan suhu tinggi dengan lapisan teflon dibaliknya sampai kulit sapi, yang ternyata memiliki resistasi yang tinggi terhadap bahan kimia. Kemudian bermacam-macam bahan saringan, mulai dari yang pekat bahannya seperti kain yang tebal dan kaku sampai yang seperti kapas, yang berserat kaku sampai yang berserat lembut.

Gerard sangat antusias menjelaskan kegunaan-kegunaan bahan-bahan tersebut dan menyebutkan nama bahan-bahan tersebut (polyethilene bla bla bla..) astaga...
Hmm apa itu? Nilai kimia saya selalu pas-pasan lho, C. Bahasa yang saya kenal adalah decompression sickness, emergency procedure on boat, atau Pterois volitans. Kalau polyester saja masih saya tahu. Terpaksa dech.. "Sorry Gerard, could you explain them in the language that I understand well?" Blushy Hehehe... Daripada tidak mengerti khan?

Gerard juga sempat menunjukkan langsung beberapa hasil jadi dan setengah jadi dari pabriknya, juga beberapa foto hasil produksi pabriknya.

Satu jam kami habiskan untuk tour dalam workshopnya Twice Interflex. Menarik. Sebuah dunia yang lain dari dunia yang saya miliki.

Ya, ada banyak dunia lain di sekitar dunia yang kita miliki. Semua tergantung kita, hendak memperlebar sayap pengetahuan kita terhadap dunia lain yang berbeda atau terpaku pada dunia yang sudah kita punya.

Tuesday, March 15, 2005

Lain Padang, Lain Belalang

Yang namanya pindah, pasti selalu heboh. Entah itu cuma pindah kamar kos-kosan, pindah rumah, pindah kota atau pindah ke negara lain. Perbedaan bahasa, adat budaya, aturan permainan bisa saja bikin stress. Tapi justru perbedaan-perbedaan ini yang menarik untuk saya. Terutama, saat ini, aturan lalu lintas di jalan.

Tahun lalu saat pertama kali tiba di Belanda, saya pernah berkomentar pada Reinier "wow... nyetir di sini membosankan ya, 'gak ada exciting-nya seperti di Denpasar." Teethy
Tapi, ceritanya jadi lain sekarang, setelah menikah dan saya pindah ke Belanda. Ternyata sim Indonesia saya berlaku 6 bulan di sini terhitung dari tanggal saya tiba. Wah... senang juga bisa nyetir sendiri. Tapi setelah 6 bulan, saya harus mengikuti test mengemudi di sini untuk mendapatkan sim Belanda (yang kata orang kans lulusnya selalu tipis).
Yang terpikirkan oleh saya adalah menyesuaikan diri dengan setir di sebelah kiri mobil, konsentrasi untuk tetap ada di sebelah kanan jalan, dan mendownload rute jalan ke otak saya. Setidaknya saya punya waktu 6 bulan untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti test tersebut.

Saya jadi lebih menaruh perhatian pada lalu lintas sekeliling, arah perjalanan (dalam usaha download rute jalan ke otak saya) dan juga pada setiap detil tindakan Reinier saat menyetir mobil setiap kali kami keluar. Dan... o-ow... ternyata banyak sekali pertanyaan yang timbul terutama tentang rambu-rambu lalulintas yang ada sepanjang perjalanan kami. Beberapa rambu bahkan terlihat asing. Saya tidak pernah melihat rambu-rambu tersebut di Indonesia Hmm Dan beberapa peraturan yang saya yakin di Indonesia kita juga punya, tapi kita cenderung untuk mengabaikan, bahkan melupakannya.

Alhasilnya, saya dibelikan buku "Passing your driving test, Theory", yang berisi tentang rambu-rambu lalulintas dan peraturan di jalan.
Saya baru boleh menyetir sendiri setelah seluruh isi buku tersebut sudah ada di memory otak saya.

Well.. lebih baik saya tidak usah membanding-bandingkan antara Indonesia dengan Belanda, seperti kata pepatah, lain bangsa lain pula "budaya"nya. Ignoring You