Memori.. Jika hidup adalah sebuah buku yang sedang ditulis, maka memori adalah setumpuk lembaran cerita masa lalu sudah ditulis. Entah itu lembaran yang penuh cerita manis, atau lembaran yang penuh kepahitan, lembaran yang penuh cerita konyol atau hanya lembaran yang biasa-biasa saja. Lembaran-lembaran yang membentuk kita seperti apa adanya kita saat ini.
Lembaran-lembaran cerita di bawah ini hanya diambil secara acak dan tidak ada kategori prioritas atau "ter". Setiap memori memiliki nilainya sendiri-sendiri bagi saya.
Lembaran saat kecil dulu, piknik ke pantai bersama orang tua selalu menyenangkan bagi saya. Piknik di pantai berarti makan dan bermain di alam bebas. Piknik di pantai berarti air laut, ombak, pasir, angin dan langit biru.
Masa SMA dulu, merupakan bagian dari memori yang menyenangkan bagi saya. Masa-masa yang penuh cerita suka. Masa-masa yang penuh cerita konyol dan bandel. Saya masih ingat, sekali waktu ada teman lelaki dari kelas saya berkelahi dengan anak lelaki dari kelas lain. Saat itu bukannya melerai, kami malah sibuk memasang taruhan.
Ah.. masa yang tidak memiliki banyak beban, setidaknya menurut saya.
Mungkin bagi kebanyakan orang, kelulusan adalah sebuah kebahagiaan. Entah itu lulus SMA, lulus dari perguruan tinggi, pokoknya lulus. Tapi bagi saya, lulus adalah sebuah hal yang sangat wajar. Kelulusan bukan sebuah kejutan atau kado buat saya. Toch kelulusan saya, saya perjuangkan dengan belajar dan berusaha keras. Mungkin saya termasuk pada tipe yang nuchter untuk hal yang ini.
Hanya ada satu kelulusan yang bikin senyum saya melebar dari telinga kiri ke telinga kanan. Saat saya berhasil dalam ujian praktek mengemudi di sini. Wah.. saat itu benar-benar lega. Bagaimana tidak, ada banyak faktor lain yang bisa turut menentukan hasil akhir ujian praktek itu selain kemampuan mengemudi saya sendiri.
Saat menduduki tempat ketiga, setelah dua perenang jarak jauh berskala nasional, dalam 3000 meter swimming pada "Banda International Dive Competition 1994". Sungguh, kejadian itu merupakan sebuah kejutan bagi saya.
Bayangkan saja, pada awalnya saya diciduk tiba-tiba dari kolam tempat nongkrong saya dan teman-teman setiap hari Sabtu, saat masih di Ambon dulu, dan diminta oleh seorang senior saya untuk ikut barisan tim renang jarak jauh untuk Ambon, karena pada saat itu para perenang putri jarak jauh/lintas selat Maluku pindah semua ke Irian mengikuti tugas orang tuanya .
Wah... melongo saya, saya bukan atlit.
Akhirnya... "Oke, tapi tidak janji buat menang ya". Itu perjanjian kami.
Latihan hanya selama seminggu. Setiap harinya berenang sepanjang 5 km di daerah dekat pangkalan TNI-AL di teluk Ambon.
Saat pertandingan di hari-H, saya sempat beberapa menit nyasar keluar jalur, untung saya sudah berada kembali pada jalur yang benar pada detik terakhir sebelum didiskualifikasi.
Belum lagi pada putaran 1000 m terakhir saya hanya mampu berenang dengan satu kaki, karena salah satu kaki saya mengalami kram. Saat itu yang ada dalam benak hanyalah segera menyentuh garis finish. Saat naik ke darat, saya disalami oleh beberapa orang sambil mengucapkan selamat. Yang terpikirkan saat itu adalah, selamat anda sudah menyentuh garis finish.
Sampai pada saat nama para pemenang disebut dan diminta ke podium, terdengar nama saya di antara nama-nama itu..
"Haaaahhh???... Saya???..." kaget dan bingung...

"Iya kamu, sana cepet naik!!!" kata seorang rekan saya.
Sambil berjalan ke podium, saya masih belum sadar sepenuhnya dengan peristiwa yang sedang terjadi.

Sebuah kenangan yang menyenangkan, bukan?
Saat saya ditegur oleh-Nya, ketika saya berada dalam kebimbangan, adalah saat yang menampar keegoan saya tapi juga saat yang membahagiakan. Karena saat itu saya tahu, Dia masih dekat dengan saya.
Saat kaki ini kembali menyentuh pasir pantai di Tana Beru, Bulukumba, setelah lebih dari 24 jam diombang-ambing angin dan gelombang setinggi 4 meter sepanjang sisi selatan Sulawesi Selatan. "Yuppiiieee... Darat!!! Darat!!!"
Lembaran-lembaran manis yang sudah dilewati bersama Reinier? Sudah pasti...

Memori manis.. selalu membuat tersenyum dan bergairah saat mengingatnya kembali. Tapi memori adalah perjalanan kemarin. Pelajaran dan pengalaman untuk hari ini.
(Bersambung...)
Sumber gambar sebelum diotak-atik: dari sini.







Dijual apartement


















