Friday, June 30, 2006

Memori (1)

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat operan dari Tiwi-Miniez tentang enam memori yang penuh kebahagiaan dan enam memori sedih dalam hidup saya.
Memori.. Jika hidup adalah sebuah buku yang sedang ditulis, maka memori adalah setumpuk lembaran cerita masa lalu sudah ditulis. Entah itu lembaran yang penuh cerita manis, atau lembaran yang penuh kepahitan, lembaran yang penuh cerita konyol atau hanya lembaran yang biasa-biasa saja. Lembaran-lembaran yang membentuk kita seperti apa adanya kita saat ini.

Lembaran-lembaran cerita di bawah ini hanya diambil secara acak dan tidak ada kategori prioritas atau "ter". Setiap memori memiliki nilainya sendiri-sendiri bagi saya.

Lembaran saat kecil dulu, piknik ke pantai bersama orang tua selalu menyenangkan bagi saya. Piknik di pantai berarti makan dan bermain di alam bebas. Piknik di pantai berarti air laut, ombak, pasir, angin dan langit biru.

Masa SMA dulu, merupakan bagian dari memori yang menyenangkan bagi saya. Masa-masa yang penuh cerita suka. Masa-masa yang penuh cerita konyol dan bandel. Saya masih ingat, sekali waktu ada teman lelaki dari kelas saya berkelahi dengan anak lelaki dari kelas lain. Saat itu bukannya melerai, kami malah sibuk memasang taruhan.
Ah.. masa yang tidak memiliki banyak beban, setidaknya menurut saya.

Mungkin bagi kebanyakan orang, kelulusan adalah sebuah kebahagiaan. Entah itu lulus SMA, lulus dari perguruan tinggi, pokoknya lulus. Tapi bagi saya, lulus adalah sebuah hal yang sangat wajar. Kelulusan bukan sebuah kejutan atau kado buat saya. Toch kelulusan saya, saya perjuangkan dengan belajar dan berusaha keras. Mungkin saya termasuk pada tipe yang nuchter untuk hal yang ini.
Hanya ada satu kelulusan yang bikin senyum saya melebar dari telinga kiri ke telinga kanan. Saat saya berhasil dalam ujian praktek mengemudi di sini. Wah.. saat itu benar-benar lega. Bagaimana tidak, ada banyak faktor lain yang bisa turut menentukan hasil akhir ujian praktek itu selain kemampuan mengemudi saya sendiri.

Saat menduduki tempat ketiga, setelah dua perenang jarak jauh berskala nasional, dalam 3000 meter swimming pada "Banda International Dive Competition 1994". Sungguh, kejadian itu merupakan sebuah kejutan bagi saya.
Bayangkan saja, pada awalnya saya diciduk tiba-tiba dari kolam tempat nongkrong saya dan teman-teman setiap hari Sabtu, saat masih di Ambon dulu, dan diminta oleh seorang senior saya untuk ikut barisan tim renang jarak jauh untuk Ambon, karena pada saat itu para perenang putri jarak jauh/lintas selat Maluku pindah semua ke Irian mengikuti tugas orang tuanya .
Wah... melongo saya, saya bukan atlit.
Akhirnya... "Oke, tapi tidak janji buat menang ya". Itu perjanjian kami.
Latihan hanya selama seminggu. Setiap harinya berenang sepanjang 5 km di daerah dekat pangkalan TNI-AL di teluk Ambon.
Saat pertandingan di hari-H, saya sempat beberapa menit nyasar keluar jalur, untung saya sudah berada kembali pada jalur yang benar pada detik terakhir sebelum didiskualifikasi.
Belum lagi pada putaran 1000 m terakhir saya hanya mampu berenang dengan satu kaki, karena salah satu kaki saya mengalami kram. Saat itu yang ada dalam benak hanyalah segera menyentuh garis finish. Saat naik ke darat, saya disalami oleh beberapa orang sambil mengucapkan selamat. Yang terpikirkan saat itu adalah, selamat anda sudah menyentuh garis finish.
Sampai pada saat nama para pemenang disebut dan diminta ke podium, terdengar nama saya di antara nama-nama itu..
"Haaaahhh???... Saya???..." kaget dan bingung... Eyes Poppin
"Iya kamu, sana cepet naik!!!" kata seorang rekan saya.
Sambil berjalan ke podium, saya masih belum sadar sepenuhnya dengan peristiwa yang sedang terjadi. Lol
Sebuah kenangan yang menyenangkan, bukan?

Saat saya ditegur oleh-Nya, ketika saya berada dalam kebimbangan, adalah saat yang menampar keegoan saya tapi juga saat yang membahagiakan. Karena saat itu saya tahu, Dia masih dekat dengan saya.

Saat kaki ini kembali menyentuh pasir pantai di Tana Beru, Bulukumba, setelah lebih dari 24 jam diombang-ambing angin dan gelombang setinggi 4 meter sepanjang sisi selatan Sulawesi Selatan. "Yuppiiieee... Darat!!! Darat!!!" Spaz

Lembaran-lembaran manis yang sudah dilewati bersama Reinier? Sudah pasti... Animated Hearts

Memori manis.. selalu membuat tersenyum dan bergairah saat mengingatnya kembali. Tapi memori adalah perjalanan kemarin. Pelajaran dan pengalaman untuk hari ini.

(Bersambung...)

Sumber gambar sebelum diotak-atik: dari sini.

Sunday, June 25, 2006

Bob ik of bob jij?

"Awas, jangan datang pakai mobil ya, dengan sepeda saja!!!", sebuah catatan kaki yang tertera pada undangan ulang tahun dari seorang karib saya. Tersenyum saya dan Reinier saat membaca peringatan itu.

Biasanya dalam setiap acara yang melibatkan minuman beralkohol, kami berdua selalu akur dulu, siapa yang akan menjadi Bob. Yang tidak menjadi Bob, silahkan menikmati minuman tersebut.
Bob adalah julukan yang diberikan pada orang yang akan menyetir kendaraan nanti. Bob harus bisa menguasai diri untuk tidak minum minuman beralkohol selama acara atau setidaknya hanya boleh maksimal 1 -2 gelas bier selama acara berlangsung.

Pendeknya, Bob = sopir = jumlah alkohol dalam darah hanya setara 0,5ml/l.
Jumlah alkohol dalam darah yang kurang dari 0,5ml/l bisa dicapai dengan minum kira-kira 2 gelas bier.
Bagi pemegang SIM yang umur SIM-nya masih dibawah 5 tahun, kadar alkohol dalam darahnya hanya boleh di bawah 0.25ml/l.
Jumlah alkohol dalam darah yang kurang dari 0,25ml/l hampir sama dengan hanya segelas bier.
Boete (denda) yang didapat akibat melanggar peraturan ini adalah sebesar € 220.

Bob adalah sebuah tindakan yang bertanggung jawab. Bukan hanya untuk menghindari boete, boete hanyalah angka-angka yang harus dibayar, tapi juga menghindari menjadi penyebab penderitaan bagi diri sendiri dan bagi orang lain karena kecelakaan, yang persentasi kemungkinan terjadinya menjadi lebih besar. Walaupun, mungkin pada saat itu orang berpikir, "Ah saya tidak/belum mabuk". Mengemudi dibawah pengaruh alkohol sungguh membahayakan. "Not everyone who gets hit by a drunk driver dies!", adalah salah satu contoh.
Mungkin kata-kata saya terasa kejam, tapi sungguh menjengkelkan setiap kali melihat pengemudi yang ugal-ugalan dan tidak bertanggung jawab di jalan. Yang terpikirkan dalam benak saya adalah, kalau mau bunuh diri silahkan-silahkan saja, cari jalan yang cepat tanpa melibatkan orang lain. Jangan menjadi penyebab penderitaan orang lain.

Alhasilnya, karena cuaca Sabtu kemarin yang juga cerah, kami sepakat untuk bersepeda ke sana. Bukan karena kami adalah penggemar minuman keras dan berencana untuk mabuk. Mabuk bagi kami hanyalah perbuatan bodoh dan hanya mempermalukan diri sendiri.
Kami hanya ingin menikmati acara pesta itu tanpa harus membatasi diri dengan hanya segelas bier, melainkan juga mungkin dengan segelas rosé atau segelas cocktail lainnya. Dan yang pasti, jangan sampai "gedubrak" jatuh dari sepeda atau "gedubrak" dengan sukses menabrak pohon.
Di samping itu, jarak pulang pergi sekitar 8km, hitung-hitung sekalian bakar kalori kan? (Alasan!! Teethy).

Foto diambil dari sini!

Tuesday, June 20, 2006

Sehari menjadi Jufrouw

Juf Since (baca; yuf Since), panggilan itu menghiasi hari Jumat saya minggu lalu. Juf atau panjangnya jufrouw adalah panggilan untuk ibu guru.
Since menjadi jufrouw?Shocked
Kemarin mencoba menjadi makelar, dan sekarang menjadi jufrouw? DuhAstaga!!!

Sebenarnya saya bukan menjadi jufrouw, tetapi hanya assisten jufrouw. Itupun hanya berlangsung selama sehari.
Awal ceritanya adalah saya harus melakukan werkstage yang berada dalam satu paket dengan inburgerings cursus. Kami bisa memilih di bidang mana kami mau melakukan stage kami, misalnya ada yang memilih bagian akuntansi, salesman/girl, restaurant, dsb.
Nah, saya memilih untuk melalukan tugas stage saya pada sekolah untuk anak-anak dengan problematis.

Dari sekian sekolah yang dihubungi oleh begeleider, pembimbing, saya untuk werkstage, akhirnya ada satu sekolah, yang memberikan kesempatan stage pada saya, dengan syarat saya harus menjalani satu hari percobaan di sekolah tersebut sebagai evaluasi untuk keputusan kedua belah pihak. Untuk saya adalah apakah saya mampu menghadapi kondisi murid-murid tersebut. Sementara untuk pihak sekolah, apakah saya memenuhi kriteria mereka untuk melakukan stage di sana.

Maka jadilah saya asisten jufrouw selama sehari di Rungraaf, sekolah khusus untuk anak-anak yang memiliki problematis untuk bersosialisasi, autis dan ADHD.
Saya ditempatkan pada kelas juf Heidi, yang berisi 12 murid, dengan kisaran umur 7 - 9 tahun. Di sana saya yang saya lakukan adalah hanya sekedar membantu mengawasi murid, membantu menerangkan tugas yang harus dikerjakan oleh mereka, dan tugas-tugas ringan lainnya.


Perayaan ulang tahun di kelas, selalu menyenangkan.
Yang asyik adalah saat bercakap-cakap dengan para murid ini. Selalu ada pertanyaan yang to the point dari mereka dan komentar-komentar yang lucu tentang saya. Misalnya;

Salah seorang murid: "Juf Since, menurut saya kamu bisa menjadi juf yang baik. Kamu pasti juf yang baik karena kamu bisa menyelami kami dengan baik."
Since:ShockedUps!!!!
Blushy Waaahh.. kalau yang mengucapkan hal seperti ini adalah guru lain atau pak kepala sekolah atau orang dewasa lainnya tentunya bukan sebuah kejutan. Tapi.. rasanya lucu mendengar dari mulut anak ini.
Sambil mengulum senyum menahan geli, "Ou..?? Terima kasih. Itu baik sekali, bukan?"
"Ya!" Masih menatap serius dia menganggukkan kepalanya.
Astaga anak ini, pipi saya benar-benar terasa panas saat itu. Smile

Percakapan lain;
"Juf Since, mengapa bahasamu lucu?"
"Lucu?"
"Iya, aneh."
"Oooo.. Karena saya masih belajar bahasa Belanda."
"Ooo..." mangut-mangut, kemudian.. "Mengapa kamu belajar bahasa Belanda?"
"Karena saya datang dari negara lain."
"Dari mana kamu berasal?"
"Indonesia"
"Kedengarannya seperti Tunisia..."
"Ah.. bukan. In-do-ne-si-a. Bukan Tunisia. Indonesia itu jauh dari Tunisia."
"Berhitung di Indonesia itu... uno, dos, tres, cuatro, cinco?"
"Bukan. Itu spanyol."
"Ooo... Kalau Indonesia?"
"Satu, dua, tiga,..."
"Saya bisa berhitung dalam bahasa Inggris."
"Saya juga."
"Saya juga."
Maka beramai-ramailah mereka berhitung, "One, two, three, ..."
"Saya tidak bisa berhitung dalam bahasa Cina."
"Yee, uhr, sahn, suh, woo,..."
"Waaaahhh... kalau Jepang?"
"Ichi, ni, san, shi, go, ..."
"Waaaahh.. kamu pasti orang Jepang!!"
"Bukan."
"Iya!"
"Bukan."
"Iya!!"
"Bukan!!!"
Tertawa!!!
Maka ramailah mereka menjadi PR saya untuk teman-temannya dari kelas lain Smile

Terlepas dari problem yang mereka miliki, mereka tetap anak-anak. Dunia yang mereka miliki juga dunia anak-anak. Dunia yang kadang membuat saya merasa iri..

Setelah selesai jam sekolah, tiba saatnya waktu untuk evaluasi.
Dan... hasilnya...??
Saya boleh melanjutkan tugas stage saya di sekolah ini!!! Way Too Happy
Sayangnya yang terjadi kemudian, adalah kami tidak bisa menyamakan jadwal hari kerja kami Tears
Tapi kesempatan untuk saya melanjutkan stage di sana masih terbuka, jika ada perubahan jadwal sekolah saya setelah liburan musim panas, sehingga kami bisa padu padan dengan jadwal untuk stage. Semoga.. semoga..

Bukan karena keharusan werkstage saya tetap bersikeras untuk melakukan stage di sana. Melainkan karena ada banyak hal yang bisa saya pelajari di sana. Bersama anak-anak ini.
Dan walaupun hanya sehari kesempatan saya kali ini bersama mereka, ada banyak hal yang telah saya pelajari selama sehari itu.

Ah... sungguh, terima kasih untuk semua pihak yang telah memberikan kesempatan bagi saya untuk berada di sana. Sebuah pengalaman yang berharga.

Catatan tambahan:
Werkstage ini berbeda dengan taalstage. Orientasi taalstage adalah untuk melatih dan mempraktekkan bahasa Belanda langsung di dunia luar dari lingkungan kelas/sekolah. Sementara orientasi werkstage adalah pengenalan dunia kerja dan arbeidsmarkt, pasar tenaga kerja, di Belanda sini, bagi para NKOTB (New Kids On The Block), alias pendatang baru.

Thursday, June 15, 2006

Appartement Te Koop

Dijual apartement!

Waah?? Si Since menjadi makelar? Mengapa tidak? Bukankah pendapatan makelar lumayan besar? Dan, daripada susah-susah mencari rumah orang untuk dijual, mending jualrumah sendiri saja. Serius!!

Well.. sebenarnya bukan hendak menjadi makelar, tapi karena kami, setelah 2 bulan mencari-cari, akhirnya menemukan juga rumah yang baru di daerah pinggiran kota. Kami akan segera pindah ke sana, oleh sebab itu, apartement ini akan kami jual.

Ada rasa sedih juga kalau mengingat akan segera berpisah dengan apartement ini. Saya suka tempat ini. Semua tetangga yang saya kenal orangnya ramah-ramah. Dan lokasi apartement ini yang strategis untuk ke mana-mana. Saya hanya butuh 5 - 20 menit bersepeda jika hendak ke sekolah, dokter gigi, supermarket, stad atau ke winkelcentrum.
Tapi... yah.. apartement ini menjadi makin kecil untuk kami berdua dengan rencana-rencana kami.

Ada yang berminat dengan apartement ini? Klik di sini untuk keterangan lebih lanjut.

Tuesday, June 13, 2006

Cuplikan Peristiwa Minggu Lalu

Di hal setelah pintu masuk kompleks apartement kami, terdapat prikbord, papan pengumuman, yang biasanya tertera bermacam pengumuman. Mulai dari hal-hal yang umum seperti jika ada perbaikan bangunan (pengecatan, perbaikan jaringan listrik, pemasangan pintu di pelantaran parkir, dsb) sampai pada berita mobil salah seorang pemilik apartement yang hilang saat di parkir di pelantaran parkir apartement beberapa bulan yang lalu. Saat pintu pelantaran parkir belum dipasang.

Beberapa hari yang lalu Reinier masuk ke rumah sambil tertawa, "Since, kamu sudah baca catatan di prikbord sana?"
"Belum. Ada apa memangnya?" tanya saya ingin tahu.
"Hahaha... ada catatan tanpa nama. Isinya; ada tetangga saya yang selalu pipis setiap jam 11 malam dan jam 7 pagi, dan dia mampu menembak dengan tepat pada genangan air di toilet. Bunyinya terdengar jelas sekali."
"Wat?????!!!!" giliran saya yang ngakak Hysterical Dasaaar!!! Orang pipis kok dikomplein sih? Masih untung dia pipis di toiletnya sendiri.
"Itu orang isenk atau apaan sih?"
"Mungkin tidurnya terganggu dengan bunyi pancuran air," jawab Reinier sambil terkekeh.

Sebenarnya apartement kami termasuk kedap suara, tapi kadang kami juga mendengar sayup-sayup suara pancuran orang pipis. Apalagi di tengah kesenyapan malam. Entah jam berapa, tidak pernah saya perhatikan. Toch setiap orang butuh pipis. Suara yang kadang ikut merembet ke apartemen sekitarnya juga merupakan hal yang wajar-wajar saja menurut saya. Namanya juga apartement, dan sebenarnya juga tidak parah.
Mungkin kuping orang itu, kuping bionik ya? Teethy

Ah.. ada-ada saja.

Anjing-anjingan.

Jumat siang selesai kelas, iseng dan tanpa rencana sebelumnya, dengan dua teman Rusia, kami masuk ke pameran di Gaslab di kampus TU/e. Kebetulan suami dari salah seorang teman ini ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Di antara benda-benda yang dipamerkan dalam pameran yang bertema digitale intelligentie, hanya ada satu yang sungguh menarik perhatian saya, robot anjing.
Tidak terlepas dari demam sepak bola yang sedang menjangkiti dunia, kami juga menyaksikan pertandingan sepak bola antara dua tim robot anjing (fotonya bisa diklik di sini).
Robot-robot ini juga ternyata sudah diprogram untuk menerima perintah suara seperti, duduk dan berbaring, dan juga manja minta dielus. Jika dielus, dia juga mengeluarkan suara seolah-olah merasa nikmat dan asyik. Waaahhh... Boleh juga nih sebagai robot peliharaan. Tidak perlu membersihkan kotorannya setiap saat dan tidak bau (jika tidak dimandikan) Hysterical

Saya jadi teringat, saat kecil dulu saya sempat punya ayam "robot". Ayam yang ada per-nya, kalau diputar kuncinya dan kemudian diletakkan di lantai atau meja, ayamnya akan melompat-lompat "berjalan" Hysterical
Senangnya... Hahahaha...
Sepertinya ayam "robot" ini juga masih dijual sampai sekarang, terutama di daerah perempatan lampu merah.

Ah.. teknologi.

Sunday, June 11, 2006

Balkonku Kebunku

"Lihat balkonku penuh dengan bunga
ada yang putih dan ada yang merah
Setiap hari kusiram semua..."

Begitulah cerita orang yang tinggal di apartemen. Tak ada halaman, balkon pun bisa menjadi kebun. Balkon yang penuh dengan bunga ini berawal dari idenya Reinier saat saya mulai tinggal di sini. Yah, bolehlah daripada balkonnya kelihatan gersang. Saat itu saya mengingatkannya, jangan berharap banyak kalau saya akan mengurus dan merawat bunga-bunga itu, saya hanya membantu menyiram mereka setiap hari. Saya bukan seorang yang suka mengurus tanaman atau berkebun.

Kami mengisi "kebun" kami tahun lalu dengan hanya 5 pot dan sepasang klompen. Berawal dari sekedar "hanya" menyiram bunga-bunga itu, lama-lama saya jadi keasyikan juga mengurus mereka. Mulai dari memberi makanan tambahan sampai menyemprot kutu dan memetik bunga-bunga yang layu agar kuntum-kuntum yang baru selalu ramai bermunculan. Ternyata menyenangkan juga mengurus tanaman. Puas rasanya melihat tanaman-tanaman itu subur dan segar. Pada akhirnya Reinier yang komplein, karena tidak kebagian kesempatan untuk mengurus "kebun" kami itu Hysterical


Tahun ini isi "kebun" kami makin semarak. Bayangkan saja, 20 pot ditambah dengan sepasang klompen di balkon, 22 totalnya, semuanya penuh terisi bunga! Jenis-jenisnya tidak ada yang "aneh-aneh". Walaupun demikian, jangan bertanya nama bunga-bunga ini. Sungguh, saya selalu lupa pada nama-nama mereka Blushy Reinier lebih mengenal nama jenis-jenis bunga ini.

Sebagian dari bunga-bunga di "kebun" kami.
Mengurus tanaman-tanaman ini kadang seperti sebuah meditasi bagi saya. Selain itu mereka juga sering menjadi "korban" tembakan kamera saya. Bukan hanya bunga-bunga yang ada, melainkan juga pengunjung yang datang menghampiri beberapa detik, atau yang sempat berdiam selama beberapa minggu.
Aliran intermezzo yang menyegarkan di antara kesibukan dan kepenatan setiap hari.

Tuesday, June 06, 2006

Empat

Angka 6, hari ini sedang asyik dibicarakan banyak orang. 6 Juni 2006. Entah karena kaitannya dengan angka perlambangan kuasa roh jahat, atau sebagai angka kembar yang tidak setiap kali muncul dalam tanggalan hari-hari kita. Bahkan di Belanda sini, hari ini adalah hari nikah masal, alias orang-orang berbondong-bondong menikah pada hari ini.
Supaya gampang diingat tanggal nikahnya, kata Reinier Hysterical

Namun, cerita kali ini bukan tentang angka 6, melainkan angka 4.
Tidak, tidak, saya tidak hendak membahas makna di balik angka. Angka 4 ini hasil lemparan berantai dari Mutiara dan Nie.

4 jenis pekerjaan yang pernah dilakoni;
Hmmm.. lapangan pekerjaannya sebenarnya tidak pernah jauh dari laut dan diving. Hanya saja fungsi pekerjaan yang agak bervariasi, walaupun tetap satu nuansanya, pariwisata dan laut.
- Dive center operasional manager
- Dive guide
- Dive Instructor
- Cruise Director


4 tempat yang pernah/sedang didiami;
- Ambon
- Denpasar
- tengah laut di mana kapal mengapung
- Eindhoven

4 film yang tidak pernah bosan ditonton berulang-ulang kali;
- Finding Nemo
- Pirates of the Caribbean (lagi semangat nunggu edisi berikutnya).
- Shrek (dua-duanya).
- Face/Off

4 acara TV yang disukai;
- Bajaj Bajuri (dulu, sebelum pindah ke sini)
- Jejak Petualang (sempat jealous berat pada kesempatan merambah Indonesia-nya Riyanni Djangkaru)
- Desperate Housewives
- Grey's anatomy

4 makanan kesukaan;
- Iga goreng tepung
- Kwetiau goreng
- Bakso
- Seafood

4 Website yang setiap hari dikunjungi;
- blog-ku, blog-mu
- Yahoo ( cek e-mail )
- Interglot (kamus online buat bikin pr )
- metrotvnews atau liputan6 (sebenarnya tidak setiap hari, tapi termasuk yang sering dikunjungi).

Thursday, June 01, 2006

Intermezzo

Minggu pagi saat jiwa kembali dari alam mimpi dan menempati raga, yang pertama tertangkap mata saya adalah tirai sinar mentari yang menembus gorden.
"Aaaarrggghhh.. de zon schijnt!!! Matahari bersinar cerah!!!" jerit saya dengan gembira.
Tidak mengherankan, setelah seminggu lebih terbelenggu dengan cuaca yang jauh dari cerah, alias berawan tebal, berangin dan hujan terus-menerus, kerinduan akan cerah dan hangatnya sinar mentari tentunya menumpuk dengan pekat di sudut hati.

Langit biru yang bersih dari awan mendung dan sinar mentari langsung menyapa saat membuka jendela. Dengan tidak banyak menghabiskan waktu, setelah sarapan pagi, yang telah disiapkan oleh ibu mertua (maklum saja, weekend kemarin kami habiskan di tempat mertua), langsung bergegas menyandang peralatan perang (baca: kamera Cool ) dan segera menghilang di kebun belakang. Mertua yang sudah terbiasa dengan kelakuan aneh menantunya ini hanya terkekeh sambil menggeleng kepala Smile.

Ibarat musafir saat menemukan oase setelah berhari-hari berjalan di padang gurun, saya langsung berpesta melepaskan "dahaga" akan cerah dan hangatnya sinar mentari.
Seakan membalas dendam, dengan bernafsu saya "menyikat" semua mangsa yang bisa saya sikat, dan memaafkan diri sendiri dengan mengatakan pada hati, "Ah.. saya juga berhak menikmati semua ini, kan? Setelah sekian lama terkungkung dalam keterbatasan gerak."

Manusiawi sekali bukan? Manusia selalu memiliki dan mencari alasan yang membenarkan diri sendiri dan perbuatannya atau untuk mengasihani dirinya sendiri. Bukankah "melepaskan dahaga" adalah sebuah aktifitas yang sangat penting? Bergembira dan merayakan sebuah kegembiraan juga sebuah pelepasan emosi yang penting? Normal saja bukan?
Tapi, pertanyaannya adalah sebatas apakah normal itu? Karena batas sebuah kenormalan kadang kasat mata...

Duduk (atau bahkan dengan posisi aneh lainnya Smiles), menunggu dan mengamati "buruan", melihat tingkah dan pola mereka yang kadang membuat saya terhenyak surprise, membidik dari balik lensa, bermain dengan fokus.. sungguh merupakan sebuah aliran kenikmatan bagi saya, walaupun hasil fotonya sendiri belum ada apa-apanya. Saya seolah membeku dalam waktu, pernah 3 jam berlalu tanpa saya sadari.

Inilah hasil buruan hari Minggu kemarin:


"Kaki kecil berlari ke sana ke mari, sambil tertawa riang..."
Yah.. itulah lagu yang menggaung di benak saya saat membidik mahluk-mahluk mungil ini. Mereka lucu dan imut sekali. Mereka cenderung bergerombol membentuk bola kecil, menyebar kocar-kacir saat diganggu, tapi segera kembali bertumpuk menjadi bola kecil lagi.


Yang ini mungkin maminya mereka. Ah, saya tidak tahu persis. Yang pasti dia berada tidak jauh dari gerombolan si mungil di atas itu.


Nyamuk-nyamuk yang sedang beristirahat dan berlindung dari angin. Saya sering menemukan jenis nyamuk sebelah kiri melekat tak berdaya menunggu ajal di sarang laba-laba.
Sementara nyamuk di sebelah kanan sungguh menarik perhatian saya dengan penyamarannya yang nyaris sempurna di hairy flower. Asyik juga melihat perjuangannya terus bertahan di pucuk bunga itu saat dihembus angin yang lumayan kencang.


Saya menyukai foto di atas. Segar dan hangat, nuansa pagi yang memacu semangat menyambut hari.


Langit biru yang menghiasi hari Minggu kemarin. Sayang langit biru ini hanya bisa dinikmati sebentar saja. Tak mengapa, sebentar lebih baik daripada tidak sama sekali kan?
Pssst... Belanda itu rata ya Teethy

Ahh.. semoga cuaca segera membaik, cerah dan hangat.