Saturday, February 18, 2006

Rijbewijs oh rijbewijs

Karena SIM Indonesia saya hanya berlaku 6 bulan di sini, terhitung sejak tanggal saya tiba di Belanda, maka untuk mendapatkan SIM Belanda, saya harus melakukan prosedur dari awal lagi.

Mulai dari kursus, karena program di otak saya sulit sekali diganti, dari model mengemudi di tanah air dulu dengan pola yang ada di sini. Kelupaan melulu, judulnya. Instruktur saya yang pertama sampai sering gemas pada saya, karena selalu ada saja yang terlupakan atau yang terlewatkan oleh saya. Selalu saja ada kejadian yang memberikan alasan padanya untuk mengomeli saya Lol

Instruktur saya ada dua orang, karena instruktur yang pertama dikirim untuk proyek lain, maka instruktur lain menggantikan posisi instruktur yang lama selama sebulan terakhir. Ada baiknya juga buat saya, karena dua orang yang berbeda tentunya memiliki pendapat dan penilaian yang berbeda tentang kelemahan saya di belakang setir. Saya tinggal menerima masukan-masukan yang bermanfaat dari ke-duanya.

Kemudian mengikuti ujian teori, pre-ujian praktek, sampai ujian prakteknya.
Saya harus melakukan dua kali ujian teori, karena ujian yang pertama saya gagal dengan sukses.
Tussentijdse toets atau pre-ujian praktek berakhir dengan "wajar-wajar" saja. Alias, wajar saja masih ada sedikit kekeliruan yang saya buat Smile . Tapi semua special maneuver yang harus saya lakukan lulus dengan mulus.

Nah, bagaimana dengan ujian prakteknya?
Sebelum melangkah ke proses ujian, inilah komentar-komentar yang masuk ke telinga saya:
Kata teman saya, si A, "Saya harus melakukan ujian praktek dua kali."
Kata temannya teman saya, si B, "Saya harus melakukan ujian praktek tiga kali, baru lulus."
Kata teman sekelas saya, si C, "Ini ujian saya yang ke dua, dan saya gagal lagi!!!!"
Kata tetangga saya yang pendeta, si D, "Saya harus melakukan ujian enam kali untuk lulus!!!"
Kata suami teman saya, si E, "Saya harus melakukan ujian enam kali, dan sebelum ujian kali terakhir saya ke dokter untuk minta pil penenang."
Kata kenalannya Reinier, si F, "Ujian praktek?? Saya harus melakukannya sepuluh kali baru lulus!!!"
Kata instruktur saya yang pertama, "Ujian praktek itu tidak gampang!!!"

Reaksi saya? Tentu saja... wow... hmm.. o-ow...
Shocked Nervous Scared 2

Waahh... terus terang, keder juga dengarnya nih.

Telpon papa, mohon doa restu. Kata papa, "Tidak usah kuatir, kamu pasti lulus!!!"
Wah... agak tenang juga mendengar kata-kata papa itu.
Kata papa mertua pas sehari sebelum ujian, "Besok lulus, Since!"
Kata Reinier di pagi hari sebelum ujian, "Since, aku tahu kamu bisa! Tidak perlu menjadi "sempurna". Kalau nanti ada kesalahan, biar saja, itu normal kok. Jangan biarkan satu kesalahan menguasai kepalamu, itu malah memancing kesalahan-kesalahan berikutnya. Yakin saja ya!"
Kata instruktur saya yang kedua, saat dalam perjalanan ke CBR, "Since, lakukan secara normal saja, tidak usah berusaha untuk sempurna, ya. Tidak ada pengemudi yang sempurna."

Saat duduk di samping penguji, tentu saja deg.. deg'gan.. juga. Namun semenit setelah mobil saya kemudikan, malah rasanya tenang-tenang saja. Grogi sih tetap, tapi kalem saja. Mungkin, karena pekerjaan saya dulu, saya terbiasa menjaga emosi saya tetap "waras" di bawah kondisi stress.

Rasanya, saya tidak menemukan sesuatu yang "wah" selama trip pendek ujian itu. Tapi yah... tetap saja, saya tidak tahu persis apakah penguji saya merasa aman atau tidak duduk di samping saya selama perjalanan itu. Teman sekelas saya bercerita tentang ujiannya yang terakhir. Katanya, pengujinya mengatakan kalau dia secara teknis tidak melakukan kesalahan yang berarti selama ujian, hanya saja pengujinya merasa dia belum siap untuk dilepaskan mengemudi sendiri, pendek kata, dia belum bisa diluluskan!!! Wah..??!

Selesai trip, penguji menjabat tangan saya dan berkata, "Sukses ya."
"Wah?? Apa maksudnya nih?? Sukses karena saya lulus, atau sukses untuk ujian yang akan datang?" pikir saya, tapi yang keluar dari mulut saya hanya.. "Ow..??"
"Since, kamu berhasil!!" kata instruktur saya. "Kamu lulus."
Waaaahhhh... puji Tuhan!!! Saya tidak bisa menahan otot wajah saya untuk tidak tersenyum selama perjalanan pulang ke rumah.

Akhirnya, dapat juga SIM Belanda. Lebih dari itu, saya bersyukur lulus hanya dalam sekali ujian. Dengan demikian saya tidak perlu lagi memikirkan prosedur-prosedur yang mesti saya lakukan lagi kalau gagal, dan juga saya tidak perlu mengeluarkan duit banyak lagi untuk biaya kursus dan ujian lagi.
Roll

14 comments:

Anonymous said...

GEFELICITEERD !!!!!
wah enak , sy mah kemana2 numpang orang kalo ga pake sepeda , ngeper kynya mau ikutan lesnya juga , maklum di indo juga biasanya numpang ga bisa nyetirin sendiri :(

digits

Anonymous said...

Wah..hebat kamu Since, cuman sekali ujian praktek langsung lulus....selamat ya! Ayo kapan nyetir sampai ke Jerman?

Marlina said...

Hebad bgt since!!! Selamat ya! *sambil mikir: asiik, makan-makan dong?* :p
Gerben dulu ujian yg ketiga kali baru lulus lho..

Innuendo said...

sejak nyetir disini, aku suka kelupaan,maklum biasa combat driving di batam. speed limit yg 70, suka aku bikin jadi lebih. abisnya jalan mulus, pada sopan dijalan raya, tidak seprti di batam. gemes banget !

Ira said...

Hebaaattt oiiii Since.. sekali doang udah lulus.....
aku masih mringis-mringis nih lesnya hihihih
Gefeliciteerd yach

Xty said...

SIM gue udah kadaluarsa sejak 2000 kali, ndak di-extand kan ada supir akakakakkakk

Anonymous said...

PROFICIAT!!!..
Asiik bisa maen2x dunk ke gw..deket kan tuh dr eindhoven ke veghel..;)

Anonymous said...

aha ... gefeliciteerd ya since!!!

Anonymous said...

aduh senengnya.....kamu emang hebring deh! Anda layak dapat SIM Belanda!

Anonymous said...

selamat mbak since!!!
aku gak tau nih kpn ujiannya. guruku kok kayaknya perfeksionis bgt. kadang aku gak sabar sendiri :(

eh suamiku juga butuh obat itu lho utk lulus ujian, saking groginya katanya.

++retno

Theresia Maria said...

Proficiat yach Sin, lama gak mampir ternyata ada yg baru lulus dapet SIM. Hebat deh, ikut ujiannya cuman sekali !

Anonymous said...

Lha sin... aku kemarin dulu ngisi tapi namanya kok bisa arin story yach *bingung dah gw*

ulangin dah... selamat ya tante udah dapet sim, kalo gitu ditunggu kedatangannya bersama tante Yulia ke boxtel :D

Anonymous said...

wakakaka LOL... pantes waktu aku mo comment ditempat si arin, aku mbatin gini "lha ini comment si tante since aneh betul yak"

Ga taunya...ga taunya.... hihihi *aduh ampe sakit dah ini perut*

maapken daku ya tante... aku juga ndak tau kok bisa begitu :D

sorry nih tulis disini, abis ntar menuh2in SB.

Anonymous said...

Wah....selamat...selamat..
Hebat euy, lulus dalam sekali test..mantaff