Dia yang pernah menjadi murid saya, yang kemudian menjadi salah satu sahabat saya.
Dia yang pernah menghibur saya dengan kata-katanya yang sederhana, saat begitu banyak orang di sekitar saya berkomentar buruk dan bergosip tentang saya.
Dia yang pernah menemani saya tanpa berpihak, saat saya merasa dikhianati.
Dia yang pernah sabar mendengar kemarahan-kemarahan saya tanpa mengomentarinya, tanpa mencoba menjadi si bijaksana.
Rasanya tak ingin percaya mendengar kabar itu.
Tak ada lagi sosok yang selalu riang dan penuh dengan canda yang kebanyakan nakal itu. Komentar-komentar dan banyolan-banyolannya selalu menghidupkan suasana dengan tawa. Dia yang tidak pernah marah saat digoda, hanya bisa masem dan menggerutu kecil, yang justru makin membuat kami, saya dan teman-teman, semakin menggodanya.
Tak ada lagi teman di dalam air yang bisa saya omelin karena mengacaukan visibility air di depan saya atau karena membuat obyek foto saya kabur...
Selamat jalan Handoko, selamat jalan sobat, tidurlah dengan tenang. Jangan kuatir, Tuhan menjaga orang-orang terkasihmu yang kamu tinggalkan, istri dan anak-anakmu.
Terima kasih sobat, karena telah pernah ikut mewarnai hidupku.

Beberapa hari yang lalu juga saya menerima sebuah orderan dari teman sekelas, digital photo's-collage, tentang saudara iparnya yang baru saja berpulang, juga secara mendadak, dalam sebuah kecelakaan lalu lintas.
Saya terdiam, kembali tersadar bahwa hidup adalah jalinan yang sungguh rapuh. Kita tidak pernah tahu, kapan waktu kita akan tiba. Namun jika waktu itu datang, maka tak ada kekuatan apapun untuk menghindar darinya.
Saya tidak tahu, masih seberapa lama waktu yang saya miliki di kehidupan ini. Saya hanya ingin memanfaatkan semaksimal mungkin waktu yang masih saya miliki dengan orang-orang yang saya kasihi.
If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she's my only one
And if my time on earth were through
And she must face the world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes
...
So tell that someone that you love
Just what you're thinking of
If tomorrow never comes
(Ronan Keating)


16 comments:
Hi
your blog is very interesting
keep on going
turut berduka cita, since. dia meninggal karena apa ? sakit ?
duh postinge mellow ya sin... turut berduka cita, sin. GBU
benoit...gak nyambung banget ne...kagka ngerti berarti,,
since,,,turut berduka cita ya...itulah hidup!!
seperti kata mamaku adik2 mama sudah pada meninggal...dan aku selalu bilang..ma,semua orang yang hidup akan mati,hanya kita tidak tahu kapan kita mati saja....
Ikut sedih nih. Ga punya omongan, kecuali duduk nemenin ampe airmatanya kering...
turut berduka mbak sin.. kita emang gak pernah tahu kapan kita dipanggil pulang. kl org islam tiap kali mo pergi wudhu dulu, or maaf dulu kl mau pamitan keluar. we never know. si nienke jg dah tahu, kl tiap org bakalan pulang. anakku kl tanya aneh2 tak jawab apa adanya. spy dia realistisch dlm hidupnya gak hidup dlm disney world....
liefs van inot
Saya kok jadi mrambang baca text lagunya Ronan Keating diatas.
Kita memang nggak bakalan tahu kapan akan dipanggil sama yang diatas.
mbak since, turut berduka ya utk temanmu. rest in peace...
++retno
turut berduka cita since!
Gecondoleerd... semoga teman,sahabat since diterima disisiNya, Heel veel sterkte.
ikut berduka cita ya Since....
kaget aku Sin, temanmu masih muda yach. ikut berduka cita. semoga keluarga yg ditinggalkan diberiNya ketabahan.
Mijn oprechte deelneming. Ikut berduka cita Since..
Sterkte Sin....
Sy dah ikutan yg di yahoo club , harus tunggu approval dr kamu yah ??
dc
http://www.digitsplace.com
innanilahi wa'ina**rojiun!!!
turut duka cita jua
Haduh Sin..sorry br mampir lg..taunya baca berita sedih..:(
Turut berduka cita ya..Semoga keluarganya di kuatkan. Amin.
Post a Comment