Beberapa hari yang lalu seorang teman datang dan bercerita pada saya, "Eh... si Anu udah punya pacar baru lagi lho, tapi jangan bilang siapa-siapa ya. Soalnya si A 'gak mau orang -orang tau soal ini".
"Lho, punya pacar baru aja kenapa harus pake rahasia? Kayak anak kecil aja".
"Soalnya pacar baru si A tuh....pssssst... psssst... psssssst..."
"Ooooh... gitu toh. Lha kamu kata si A jangan bilang ke siapa-siapa kok malah crita ke aku sih?"
"Lha... kan aku cuman crita ke kamu."
Doh..

gimana anak ini, dibilang jangan bilang siapa-siapa kok malah crita ke saya? Weleeehhh...

"Psssttt.. jangan bilang siapa-siapa ya..."
Bukan kalimat yang baru bagi kita semua. Entah pernah kita dengar dari seorang teman saat mempercayakan rahasianya pada kita, atau dari mulut kita sendiri saat mempercayakan rahasia kita pada orang lain.
Tapi masalahnya adalah sering banget rahasia yang tadinya hanya milik satu pribadi, katakanlah saya, yang kemudian hanya dibagi ke seorang teman, malah ujung-ujungnya menjadi rahasia diantara saya itu dan
teman-teman. Artinya teman-teman saya yang lain juga kemudian mengetahui rahasia itu dan merahasiakan dari saya, tapi membahasnya di belakang saya.
Seolah-olah "psssst... jangan bilang siapa-siapa ya" artinya adalah "katakanlah pada orang lain juga tapi katakan pada mereka untuk tidak mengatakannya pada saya".
Nah lho!!! Apakah begitu?
Duluuuu banget, saat masih muda dan lugu, pernah juga saya membagikan rahasia kecil saya pada seorang teman. Dan.. tebak... yup, dalam waktu yang singkat hampir semua teman-teman saya mengetahui rahasia kecil saya itu.
Weitzzz kurang ajar teman saya ini, langsung dicoret dari daftar orang yang bisa dipercaya.
Tapi kemudian pengalaman membuktikan, jika ingin sebuah cerita pribadi aman, biarlah cerita itu tetap menjadi milik sendiri. Sedikit saja cerita itu dibuka, segera akan menjadi rahasia umum yang dirahasiakan dari diri pemilik cerita itu.
Bukan maksud saya mengatakan tidak ada teman yang bisa dipercaya untuk membagi sebuah rahasia, karena saya juga punya teman yang 100% saya percaya banget sama dia. Hanya saja teman seperti dia, yang benar-benar bisa mengunci mulutnya dan menghargai kerahasiaan sebuah cerita pribadi tidak banyak.
Lantas, bagaimana dengan diri kita sendiri?
Pernahkah kita juga membagi sebuah rahasia teman pada sahabat lain, atau pada suami/istri sendiri?
Jawabannya biarlah diri sendiri yang menilai, sejauh mana kita mampu menjaga rahasia teman yang dipercayakan pada kita, dan mematikan estafet rantai cerita yang ada.
Psssst... jangan bilang siapa-siapa ya!!!