Monday, February 25, 2008

Tentang sebuah rencana..

Berlibur memang menyenangkan, tapi proses merencanakan liburan juga mengasyikkan.
Mulai dari memilih lokasi liburan, mencari-cari tanggal yang pas dan menghitung-hitung isi celengan untuk menaksir biaya liburan.
Mencari informasi penawaran tiket pesawat murah (penting ini, karena kadang-kadang perbedaan harga tiket terlalu mencolok).
ComputerMencari informasi, mulai dari via internet sampai membeli buku, tentang daerah tujuan liburan nanti, tentang obyek-obyek wisata dan juga kebudayaan yang ada di sana.
Mencari informasi hotel dan sarana transportasi di tempat tujuan liburan. Juga mencari informasi lain-lain yang sekiranya bisa berguna nanti.
Mulai bikin planning yang matang tentang rute yang mau ditempuh dan kegiatan-kegiatan apa saja, walaupun dalam prakteknya kami lebih sering sesuka hati saja.

Dan... mulai melamun membayangkan petualangan yang mengasikkan.
Ah... semoga semuanya berjalan lancar dan juga aman selama di perjalanan nanti.

Tapi... liburannya kapan nih?
Hehehe... masih lamaaaaa... sekarang ngelamun dulu...Roll
Ngelamun kan seru juga, bahkan kadang lebih seru dari kejadiannya sendiri!!!

Tuesday, February 12, 2008

Jangan bilang siapa-siapa..

Beberapa hari yang lalu seorang teman datang dan bercerita pada saya, "Eh... si Anu udah punya pacar baru lagi lho, tapi jangan bilang siapa-siapa ya. Soalnya si A 'gak mau orang -orang tau soal ini".
"Lho, punya pacar baru aja kenapa harus pake rahasia? Kayak anak kecil aja".
"Soalnya pacar baru si A tuh....pssssst... psssst... psssssst..."
"Ooooh... gitu toh. Lha kamu kata si A jangan bilang ke siapa-siapa kok malah crita ke aku sih?"
"Lha... kan aku cuman crita ke kamu."
Doh.. Duhgimana anak ini, dibilang jangan bilang siapa-siapa kok malah crita ke saya? Weleeehhh...

"Psssttt.. jangan bilang siapa-siapa ya..."
Bukan kalimat yang baru bagi kita semua. Entah pernah kita dengar dari seorang teman saat mempercayakan rahasianya pada kita, atau dari mulut kita sendiri saat mempercayakan rahasia kita pada orang lain.

Tapi masalahnya adalah sering banget rahasia yang tadinya hanya milik satu pribadi, katakanlah saya, yang kemudian hanya dibagi ke seorang teman, malah ujung-ujungnya menjadi rahasia diantara saya itu dan teman-teman. Artinya teman-teman saya yang lain juga kemudian mengetahui rahasia itu dan merahasiakan dari saya, tapi membahasnya di belakang saya.
Seolah-olah "psssst... jangan bilang siapa-siapa ya" artinya adalah "katakanlah pada orang lain juga tapi katakan pada mereka untuk tidak mengatakannya pada saya".
Nah lho!!! Apakah begitu?

Duluuuu banget, saat masih muda dan lugu, pernah juga saya membagikan rahasia kecil saya pada seorang teman. Dan.. tebak... yup, dalam waktu yang singkat hampir semua teman-teman saya mengetahui rahasia kecil saya itu.
Weitzzz kurang ajar teman saya ini, langsung dicoret dari daftar orang yang bisa dipercaya.
Tapi kemudian pengalaman membuktikan, jika ingin sebuah cerita pribadi aman, biarlah cerita itu tetap menjadi milik sendiri. Sedikit saja cerita itu dibuka, segera akan menjadi rahasia umum yang dirahasiakan dari diri pemilik cerita itu.

Bukan maksud saya mengatakan tidak ada teman yang bisa dipercaya untuk membagi sebuah rahasia, karena saya juga punya teman yang 100% saya percaya banget sama dia. Hanya saja teman seperti dia, yang benar-benar bisa mengunci mulutnya dan menghargai kerahasiaan sebuah cerita pribadi tidak banyak.

Lantas, bagaimana dengan diri kita sendiri?
Pernahkah kita juga membagi sebuah rahasia teman pada sahabat lain, atau pada suami/istri sendiri?
Jawabannya biarlah diri sendiri yang menilai, sejauh mana kita mampu menjaga rahasia teman yang dipercayakan pada kita, dan mematikan estafet rantai cerita yang ada.

Psssst... jangan bilang siapa-siapa ya!!!

Tuesday, February 05, 2008

Sabtu dan Salju

Bangun tidur langsung nengok keluar jendela kamar tidur, niatnya sih mau melihat sudah terang belum di luar, lha angka di weker sudah menunjukkan 8.30, tapi di luar kok masih temaram?
Ah.. pantesan..
Ternyata... sedang hujan salju.
Walah... deras dan gede-gede lagi serpihannya.

Tidak.. tidak... itu bukan rumah kami, itu rumah tetangga, isenk saja difoto dari balik jendela kamar tidur.
Boro-boro moto rumah sendiri, lha make baju yang layak saja belum sempat!!! Moto-moto dulu yang paling penting Smile

Selesai sarapan acara belanja mingguan. Matahari juga sudah muncul dari balik awan.
Doh.. silau booo... sudah mataharinya sedang berada pada posisi rendah, terpantul salju dan jalanan basah lagi. Tapi cantik sekali perpaduan biru langit dan putih salju.

Begini-ini pemandangan sepanjang jalan menuju ke supermarket.
Serasa seperti dalam perjalanan liburan musim dingin saja. Maklumlah, ini pemandangan jarang-jarang di sini.

Dalam perjalanan ke supermarket di dorp (pusat desa), kami menyempatkan diri singgah sebentar di de Dommel, sungai yang mengalir tidak jauh dari rumah, menikmati keindahan yang langka ini.

Suhu udara di Belanda "nanggung banget". Terlalu hangat untuk salju bertahan lama, tapi tetap saja dingin mengigit bagi tubuh ini, terutama karena anginnya.


Suhu mulai perlahan menanjak saat matahari menyapa. 1ºC saat kami berada di de Dommel. Tetesan air mulai menitik dari dahan dan ranting pohon. Salju mulai mencair.
Dan... hasilnya jika salju mulai mencair...
Lihat saja foto-foto di bawah ini.
Salju memang indah, tapi kalau sudah mencair... bah....

Ini dia penampakan dorp saat salju mulai mencair.

Saat balik ke rumah, suhu malah sudah berkisar 3ºC, hampir semua salju di jalan sudah mencair, terutama di Eindhoven. Untung salju di halaman belakang masih bertahan lama, masih bisa buat perang singkat bola salju.
Pengennya sih bikin boneka salju gede, mumpung saljunya lagi banyak, tapi dingiiiinn saljunya, 'gak kuku ini jari-jari.