Paskah yang juga merupakan pertanda awal musim semi justru pada tahun ini dihiasi dengan salju dan hagel (serpihan es yang berbentuk bola-bola kecil. Hail, bahasa Inggrisnya). Tapi yang pasti bukan berita baru, karena katanya paskah 1982 di Belanda sini juga turun salju.Di Belanda sendiri pada paskah kemarin tidak terlalu banyak salju, kebanyakan merupakan natte sneeuw, salju yang langsung meleleh saat menyentuh permukaan Bumi. Jadi boro-boro indah, yang ada cuma basah doang.
Berbeda dengan daerah Ardennen di Belgia, yang jaraknya hanya kurang lebih 2 jam mengemudi, yang penuh ditumpuki salju sampai lebih dari 30cm. Makanya ke sanalah tujuan kami Senin pagi, paskah kedua kemarin. Tujuannya cuma satu, langlaufen (cross country skiing). Ini merupakan kali kedua saya ber-langlaufen. Pertama kali 2 tahun yang lalu, ceritanya bisa di klik di sini.
Singgah sebentar di Malmedy, kota kecil di Belgia, kira-kira 177km dari Eindhoven (ugh, sering kepleset saya menyebut nama kota ini menjadi Memedi
'gak kuku menolak godaan penampakan di etalase itu. Wajar saja, urusan kue Jerman dan Belgia selalu lebih baik dari Belanda. Maka berhentilah kami sebentar untuk membeli beberapa potong kue lezat sebagai teman kopi nanti sore.
Begitu tiba di desa Rocherath, lokasi tujuan kami, langsung pasang mata mencari ski centrum untuk menyewa peralatan langlaufen. Untung segera ketemu tanpa harus lama-lama mencari.Nah dengan seharga 8 euro per set per orang per hari, kami boleh memakai peralatan di atas tuh. Sepasang papan ski, sepasang tongkatnya dan sepasang sepatu khusus untuk langlaufen. Berbeda dengan Alpine ski, ski yang biasanya kita kenal meluncur dari bukit yang curam, papan ski untuk langlaufen lebih ramping dan sepatunya tidak seluruhnya terkait ke papan ski, melainkan hanya bagian depannya saja yang terpasang pada papan ski.
Gini nih gayanya langlaufen. Sayang papan skinya tidak terlihat jelas.Kelihatannya mudah ya, emang mudah tapi... hehehe... coba aja ndiri.
Berbeda dengan lokasi 2 tahun yang lalu yang indah, landai dan menyusuri hutan, kali ini kami memilih lokasi yang salah!!! Gimana 'gak salah, lha pas setelah tiba di lokasi dengan perabot ski kami, saya yang langsung melotot dan mengangga!!! Itu lokasi benar-benar buat level advanced!!! Langsung main curam saja alur skinya. Tempat yang landai tidak begitu banyak, mana belum termasuk saat balik ke pangkalan yang sudah pasti harus mendaki. Wah!!! Benar, nyerah setelah setengah rute. Ngeri juga, makin curam saja alurnya. Jarak tempuh yang tadinya direncanakan 8km, kami persingkat menjadi hanya 5km. Itu juga dengan sukses selusin kali alias 12 kali jatuh terpeleset!!! Belum lagi ditambah dobel terpelesat saat bangun dari jatuh!! Gila, biru-biru sudah pantat ini
Untungnya, walaupun 12 kali jatuh tetap saja masih pede, bagaimana tidak, lha orang lain juga terpleset di mana-mana kok, terutama di belokan atau di alur yang menurun tajam, jadi saya tidak sendiri!!! Hahahaha.. mencari sesama penderita nih ceritanya
Si Yayang sendiri tidak terpeleset atau sampai jatuh sekali pun!!! Iri banget melihat gayanya meluncur santai.
Dasar nih dua orang, dimana-mana tidak bisa meninggalkan acara piknik. Biar kata ski ditengah salju, termos dengan kopi panas tetap ada di ransel.Sedang asik menyiapkan kopi, tiba-tiba turun salju, jadinya ngopi di tengah hujan salju deh.
Foto di atas itu adalah secuil dari lokasi ski saat rintik-rintik salju.
Perhatikan rambu yang ada di kanan atas dalam foto, artinya hati-hati pada skier yang menyeberang jalan. Jika saljunya cukup tebal menutupi jalan, skier dapat dengan mudah menyeberang jalan dari sisi satu ke sisi lain.
Sebagian jalan yang tertutup salju yang memaksa kami untuk mencari alternatif jalan lain karena kondisi jalan yang licin dan kami juga tidak sedang menggunakan winter tyres.
Wind mills yang kami temui di sisi salah satu jalan. Warnanya itu mencolok banget ditengah putih salju dan kelabunya langit.
Dalam perjalanan balik ke Belanda, kami sempat disergap salju yang turun lebat. Otomatis semua pengemudi langsung mengambil gaya kura-kura berjalan demi keselamatan. Di beberapa lokasi bahkan sempat terhalang macet selama kira-kira 2 jam. Pokoknya 3 cd habis diputar dah sebelum keluar dari zona macet.
Biar kata hujan salju yang lebat dan kemacetan yang panjang, kami tidak bisa melewatkan yang satu ini, khususnya jika berada di Belgia, Belgische friet, kentang goreng ala Belgia yang gurih dengan mayonaise ala Belgia yang juga pekat dan lezat. Hmmmmm....Perut kenyang, macet.... keciiilll!!!
Tiba di rumah, periksa pantat... untung tidak ada biru-birunya. Hihihi..
Tapi.... keesokan harinya... bwuaaaahhhh sakit seluruh otot di tubuh ini. Astaga benar-benar sinyal bahwa sudah lama saya tidak mengolah tubuh ini!!!! Wah... jadi malu pada diri sendiri.... Alarm untuk segera mengolah tubuh lagi!!
Aku kangen kamu, lautku...

Great tit, atau koolmees dalam bahasa Belanda, adalah pengunjung yang paling sering tampil.
Blue tit, pimpelmees, yang mirip si koolmees, dengan tubuh lebih kecil dan kepala yang biru, membuat mereka tampak lebih soft dari koolmees di atas.
Robin, roodborstje, kecil mungil dan lincah. Mereka tidak bisa diam dan berdiam lama di satu titik. Saya suka sekali si roodborstje ini. Mereka simpel dan lincah.
Blackbird, merel, pemakan segala. Mulai dari serangga, cacing dan juga buah dan bola kacang pun dipatuk. Tapi lebih sering terlihat jalan dan mematuk di rerumputan.
Yang ini, European starling, spreeuw, juga termasuk omnivora. Sama seperti si Merel di atas, yang satu ini juga sering mondar-mandir di atas rumput.
Kalau Dunnock, mus, burung gereja ini datang bukan untuk bola-bola kacang, melainkan untuk mencari/mematuk makanan yang dijatuhkan oleh burung-burung lain.
Magpie, ekster, tadinya jarang sekali mampir, tapi akhir-akhir ini sering banget, bahkan kadang-kadang sekaligus empat ekor jalan-jalan di belakang sana.
Tapi ada juga yang datang bukan untuk bola-bola kacang, melainkan untuk numpang minum dan juga mandi di kolam ikan. Yang satu ini saya agak ragu, Greenfinch kah???
Long tail tit, langstaartmees, yang baru muncul belakangan ini. Mereka singgah di kebun belakang bukan untuk mencari makan, tapi mengumpulkan benda yang bisa dipergunakan untuk membangun sarangnnya. Yup, mereka sedang sibuk dengan membuat sarang bulan begini. Bulu yang paruhnya itu adalah bulu black bird yang masih tersisa, yang beberapa hari yang lalu diserang oleh kucing gendut tetangga di halaman belakang.

