Sunday, March 05, 2006

Hockai en Langlaufen

Jika mendengar kata Langlaufen atau cross-country skiing, maka yang terbayang di benak saya adalah aksi para atlet olimpiade musim dingin di layar televisi, yang pernah saya tonton bulan lalu.
Kali ini, saya diajak Reinier untuk ber-Langlaufen-ria. Haaah???Shocked"Serius nih?? Alamaak!!"

Kalau "cross-country" bagi saya tidak bermasalah, beberapa kali sudah saya melakukan jenis olahraga dengan jarak tempuh yang lumayan jauh, asalkan itu bukan jogging dan sebangsanya. Berenang sepanjang 7km atau bersepeda sejauh 37km sudah pernah saya lakukan. Tapi dengan ski?? O-ow..

Saya pernah mencoba sekali ski, tapi Alpine-skiing, dua tahun yang lalu. Tolong, jangan membayangkan saya meluncur dari puncak bukit dengan kemiringan yang terjal, karena pada saat itu saya hanya meluncur di sebuah lapangan salju yang landai, dengan kemiringan yang nyaris tidak terlihat, dengan ditemani oleh kanak-kanak yang sedang belajar melunjur dengan para ibunya atau para ayahnya di sekeliling saya Blushy Asyik dan lucu tapi menakutkan bagi saya.

Alpine-skiing dan cross-country skiing adalah dua hal yang berbeda. Alpine-skiing adalah meluncur dari ketinggian, sedang cross-country skiing adalah meluncur dengan papan ski di daerah yang cenderung datar. Perbedaan yang mencolok pada peralatannya adalah pada alpine-skiing sepatunya tertancap seluruhnya pada papan ski, sedangkan pada cross-country skiing sepatu yang tertancap pada papan ski hanya pada bagian depan sedangkan bagian tumit bebas bergerak seperti layaknya orang menggerakkan tumit saat berjalan.

Walaupun Alpine-skiing berbeda dengan cross-country skiing, di benak saya, toch sama saja, tetap skiing. Wadeeuw.. judulnya bakalan tergelincir, jatuh dan kesakitan lagi deh.
Hmmm... coba sajalah (sebenarnya saya tidak pe-de saat memutuskan untuk mencoba langlaufen. Nekat benerrr!!).

Alhasilnya kami melakukan langlaufen di Hockai, Belgia, kira-kira 150km dari Eindhoven.
Dengan mengeluarkan sekitar 20 Euro, kami menyewa dua set peralatan langlaufen untuk satu hari. Sepatu, papan ski dan tongkatnya.
Kami mengambil rute terpendek yang ada, sepanjang 3km, untuk pemanasan dan sekaligus penyesuaian bagi saya. Sudah pasti menit-menit awalnya menjadi sangat lucu bagi saya meluncur dengan papan ski. Selesai 3km, kesimpulan saya, "Not bad! Lebih mudah dari alpine-skiing. Hmm.. coba rute 10km, yuk!" Astaga, saya terlalu pe-de kali ini!! Lol



Selama kilometer-kilometer awal, Reinier harus berhenti beberapa kali menunggu saya, karena saya tidak bisa menyamai kecepatannya. Tidak heran, dia sudah sering melakukan langlaufen sebelumnya. Selama beberapa kilometer terakhir dia juga harus berhenti beberapa kali untuk menunggu saya, namun kali ini untuk menunggu saya yang asyik beroperasi dengan kamera saya. Saya tidak bisa menolak kata hati untuk berhenti dan mengabadikan pemandangan di sekeliling saya.



Jatuh? Sudah pasti! Empat kali jatuh dengan sukses, untung jatuhnya di atas salju. Sekali nyaris kecemplung di parit, untung rem alami tubuh saya masih berfungsi dengan baik, berhenti tepat di mulut parit. Dan sekali sempat menolong seorang skier yang jatuh tepat di genangan air dekat saya (Aduh, 'gak keren banget sih jatuhnya, bukannya di salju, eh malah di genangan air! Dingin, kan?!).
Jatuh mungkin sudah menjadi bagian dari paket langlaufen. beberapa kali saya melihat orang-orang yang jatuh sepanjang perjalanan saya. Jadi, kalau jatuh... cuek saja lagi, selama tidak ada cedera tentunya.

Wah.. ngos ngos'an saat tiba di garis akhir. Lumayan juga acara menggerakkan tubuh ini. Langlaufen merupakan aktivitas aerobik yang sangat baik, itu yang pernah saya baca di sebuah website.
Dan hasilnya.. sekarang saya duduk, berdiri, berjalan dan melakukan aktivitas keseharian seperti oma. Pegal seluruh otot di tubuh saya ini.. Blushy

Mungkin bagi sebagian orang cross-country skiing ini membosankan, namun rasanya saya menyukai cross-country skiing ini. Setidaknya, membakar kalori dan beraktivitas di alam terbuka.

Mencoba sesuatu yang baru juga perlu bukan, sebelum membuat sebuah kesimpulan.

12 comments:

Marlina said...

Kalo langlaufen in gak perlu salju yg tebel bgt ya Since? Asik ya kayaknya, aku belum pernah nyoba sama sekali skiien dan sejenisnya gitu. Takut duluan, ntar kalo jatuh trus ada patah gimana? (yaaa udah takut duluan, gimana mau bisa!)

Bagus bgt pemandangan disitu! Kayak di film masa lalu.

Yulia said...

Waduuh tanteee..serreemmm..ixixixi..takut jatoh gw booo :) Soale gw paling cepet biru lebam, baru kesenggol aja udah biru2x gmn langlaufen yak? yg sambil jatoh puluhan kali..kekekek..dikira org abis di tabokin Maik lagi..huehuehue..

Innuendo said...

wah seru nih

niena said...

wah tante jadi pingin juga nih, pernah tahun kemarin diajak sama kantornya wim belajar skien tapi si doi sakit trus ga jadi *memble deh hehehe*

si inot said...

atlit kita yang satu ini rek.. hebad banged.. ikkeh mah muales pol gerak badan. tp kayaknya asyik banged yak sin.. palagi kl dilakukan pas masa2 pacaran..hehehe...
inot

Anonymous said...

oh la la ... asiknya! sportif banget dirimu since ... saya paleng ogah olah raga!

Emaknya Bunny said...

asikkkkkkkk ngeluncur diatas salju...kapan ya?????bisanya?

Anonymous said...

Since banyak kegiatan ya....memang sehat kok bergerak terus walaupun dingin2 begini, aku juga selalu berusaha pit2 an hampir setiap hari asal nggak pas licin saja, soale dingin2 begini duduk dirumah saja akan didatangi penyakit, sudah ada pengalaman sih, makanya walaupun bersalju bergerak terus dan Insya Allah penyakit takut datang.

Btw, foto2nya cantik seperti biasanya.

Anonymous said...

wah kamu rajin olah raga yah duiken .... segala macem olahraga pengen dicoba , gw kynya dari kecil paling males amat olahraga , kalo ga harus ga gitu loh.
Skien dan sejenisnya ga pernah coba ga suka dingin hehehe alesan.
Foto2nya bagus amat .... taun ini ga banyak salju disini , gw suka amat ngeliat kalo pas putih semuanya kena salju , tapi cuman demen ngeliat doank nyentuhnya sich ga :P

digits

Theresia Maria said...

masih pegel2 Since, jangan lupa siap2 balsem kalo badan kaku semua.

Iwok said...

Waaaaa ... kayaknya asik banget tuh. ajarin juga duoong!!! hehehe sayang di Indo ga pernah ada salju ya. **mimpiin salju di sekitar rumah**

retnanda said...

salam kenal
..
wooaaa
i wish i could be there...
tp kapan ya?
mimpi aja kali