Monday, March 13, 2006

Pameran dan Tentang Perbedaan.

Pameran lagi, pameran lagi...
Apakah kami termasuk penggemar pameran?
Jawabnya; Tidak juga.
Kami hanya mengunjungi pameran yang menarik perhatian kami dan jika pameran yang menarik perhatian kami tersebut berkaitan dengan kebudayaan dan museum, maka kami hanya sekedar memanfaatkan museumjaarkaart, kartu museum tahunan yang pernah dihadiahkan pada kami.

Kali ini pameran yang kami kunjungi adalah Pameran "Indonesia: de ontdekking van het verleden" di De Nieuwe Kerk, Amsterdam. Pameran benda-benda peninggalan jaman dari Indonesia, koleksi Museum Nasional Indonesia-Jakarta dan Rijksmuseum voor Volkenkunde-Leiden.
Tiket masuknya yang 10 euro per orang, tapi dengan museumjaarkaart kami hanya membayar 3,75 euro per orang. Lumayan kan?



Menelusuri ruangan demi ruangan untuk melihat benda-benda yang dipamerkan membuat saya terpaku akan betapa beragamnya budaya yang Indonesia miliki.
Benda-benda antik yang berasal dari berbagai era dan berbagai daerah; Aceh, Mentawai, Jawa, Bali, Lombok, Dayak, Minahasa, Gowa, Timor, Maluku dan Irian.
Setiap era dan daerah menunjukkan ciri khasnya yang berbeda dan khusus.
Indonesia yang tua dan luas ini sungguh kaya dengan keragaman budaya yang menunjukkan dan menjadi ciri setiap tempat dan masa.



Perbedaan, apakah itu?
Kekayaan atau masalah?
Tidak semua orang mampu menerima perbedaan sebagai kekayaan. Tidak semua orang mampu menerima perbedaan untuk saling melengkapi. Tragisnya, perbedaan lebih bisa diterima sebagai sebuah ancaman daripada sebagai pelengkap. Lebih brutal lagi, perbedaan-perbedaan yang ada ditanggapi dengan cara yang ekstrim.
Apakah itu perlu?....

Perbedaan.. Kata yang kemudian dipakai oleh orang-orang tertentu untuk menyetir orang lain, untuk meraih niatnya.

Seperti apakah wajah dunia ini tanpa perbedaan?
Semuanya sewarna, sebentuk, serasa, sepemikiran, se...
Seperti apakah bentuk kehidupan saat itu? Masih adakah kehidupan saat itu?
Hidup terjadi karena perbedaan, perbedaan yang menyebabkan aliran. Jika semuanya sama, aliran tidak akan terjadi. Jika tidak ada aliran, akankah ada gerakan dalam kehidupan?

Seperti apakah wajah dunia ini juga jika semua orang bisa menerima perbedaan sebagai pelengkap, bukan sebagai ancaman?

Tidak, tidak, anda tidak perlu sependapat dengan saya. Pendapat anda adalah hak anda.
Saya menginginkan kehidupan saya penuh dengan warna yang beraneka-ragam, karena warna-warna itu membuat saya kaya dalam hidup ini. Saya hanya tidak menyukai kebrutalan.


Sumber foto: Nieuwekerk.

12 comments:

Marlina said...

Setujuu..!!! *utk alinea terakhir*

Since, kita jg tertarik ke pameran yg gituan, walopun belum pernah, hihi..
Pernah di Kreta ke museum jaman yunani kuno, duhh sungguh menarik!

niena said...

Wah ini kalo wim tau pasti juga mau dia kesana.... hhmmm mau ke museumnya anne frank aja belum kesampaian, udah kesana jam 9 pagi tapi lihat antrian ga jadi, puanjangnya rek.....

Setuju banget sin dengan pendapatmu !!

Anonymous said...

mmmhhh..nice...postinganmu yg ini...manttaabbb...lanjuutttt...

Theresia Maria said...

setuju banget dg pendapatmu. kalo semua dibikin seragam, betapa membosankan dunia ini...

Innuendo said...

asal jangan karena perbedaan, jadi bakar-bakaran, serbua serbuan...

asyik juga ya disana banyak pameran

Anonymous said...

perbedaan harusnya membuat kita tambah kaya :)

wiken ini rencana ke sana juga mbak, emang bagus bgt ya.

mbak since, punya temen yg mo jual wetsuit gak? ukuran 38 dan cowok yg xxl kalo ada. makasih banyak ya mbak :)

++retno

nie said...

menurutku... perbedaan itu kekayaan :) hehehehe...

Emaknya Bunny said...

ternyata indonesia kaya raya...ternyata indonesia berbudaya...ternyata indonesia seniman...ternyata.....

Anonymous said...

Setuju Sin , kalo semua orang sama bentuk dan pendapatnya bakalan boring amat , tapi sayangnya ga semua orang mau ngehargain perbedaan yg lainnya.
Gw mah jarang ke pameran .... numpang lewat jaarkartnya kamu aja [baca2 disini serasa ngalamin sendiri hihi]

digits

Anonymous said...

Wajah dunia tanpa perbedaan? pasti membosankan!

Kalau semua menyadari bahwa orang2 di dunia ini tidak dilahirkan di tempat dan waktu yang sama maka wajarlah kalau beda adat istiadat, keperceyaan, makanan etc. Hanya orang2 egois yang menginginkan orang lain mengikuti apa yang mereka anggap benar dan menganggap merekalah yang paling benar. Nobody perfect in this world!

Yulia said...

Kalo nggak ada perbedaan tar salah ngambil suami orang lagi..ini apaan sih? wakakakakk..tau deh siinn..gw lg gaptek nih kagak bisa mikir lagi..yg di otak cuma..dagang..inspirasi..dagang..duit..duit..bwakakakakak..

Yuk ah..salam deh bwt reinier..gak cemburu to?? kekekek

Xty said...

waktu gue ke museum gajah mada, jua ada pameran bagus2 dari belanda, trus fotografi keren