Wednesday, February 28, 2007

Nyam.. nyam...

Reinier sedang ngidam ikan bakar dan colo-colo (sambalnya orang Ambon).
Ah.. coba lihat di freezer, masih ada satu ekor mackerel, segera keluarkan. Setelah lumer bekunya, ikan langsung saya lumuri dengan asam dan garam *), kemudian diamkan sebentar (kira-kira 1jam), sementara si doi menyiapkan peralatan bbq di halaman belakang.

Lha kan masih dingin cuacanya? Tidak masalah!! Kalau dekat-dekat dengan kotak bbq kan hangat juga Lol
Ngotot!!

Lho?? Mana kepala ikannya ya?
Itulah, kalau minta ikannya dibersihkan di pasar, telat dikit aja untuk bilang "tolong kepalanya jangan dibuang ya", si tukang ikan sudah langsung ambil gampangnya saja. Bukan hanya perut ikan yang dikeluarkan, tetapi juga kepalanya!!! Ugh.. dasar pedagang kurang mengerti seni. Seni indahnya ikan dengan kepala, juga seni enaknya kepala ikan.
Ah.. malah jadi ngomel tukang ikan Smiles

Sedang asik-asiknya menunggu arang menjadi bara.. eh si hujan datang menggoda. Kaburlah doi dengan kotak bbq-nya yang panas ke depan garasi yang terlindung dari tetesan air hujan. Untung kotak bbq hadiah dari Fred ini kecil mungil, cukup untuk membakar satu ekor ikan seukuran kira-kira 35cm, sehingga tidak sulit untuk dipindah-pindahkan sementara dalamnya masih terisi arang yang sedang menyala.
Hahaha... demi ikan bakar!!

Sementara Reinier sibuk dengan ikannya di atas bara, saya menyiapkan colo-colo.
Bawang merah, tomat dan cabe rawit diiris tipis, tambahkan kecap asin dan air jeruk. Cicipi, rasanya harus pas antara asin asam dan pedes. **)

Tidak lama kemudian...
Trumpet Tararaaammm.... siap ikan bakarnya!!!

Hmmm... ikan bakar yang masih ngepul dengan nasi hangat, colo-colo yang bikin mendesis dan courgette, sejenis terong hijau, sebagai lalapannya. Sendok dan garpu pun boleh dilupakan untuk sementara.

Waahh nikmaaaatnyaaa... Yowza

Untung Reinier juga doyan ikan bakar dan colo-colo, sehingga saya punya lawan tanding. Tidak asyik kan jika harus menikmati seorang diri.


Updated *) dan **) ,
berdasarkan pertanyaan dari Kenny, Sili dan Susie.

Irisan cabenya dikira-kirain saja sesuai selera.
Demikian juga dengan kecap asin dan air jeruknya. Saya tidak tahu ukurannya dengan satuan apapun. Maklum saja, sudah refleks dari otak, langsung tuang kecap dan air jeruknya ke campuran irisan bawang, tomat dan cabe dalam mangkok.
Ada yang doyan asin, ada yang doyan asam, silahkan disesuaikan dengan lidah masing-masing ya.

Monday, February 26, 2007

Mau kasur yang bagaimana?

Di akhir penghujung minggu kemarin kami menerima angket dari sebuah perusahaan sehubungan dengan proyek mereka untuk pengembangan produksi lapisan pembungkus kasur.

Kami diminta kesediaan untuk memilih 10 pilihan yang dianggap penting dari semua pilihan yang ada dalam daftar itu.
Hal yang normal. Hanya saja, diantara pilihan-pilihan yang terdengar normal, terdapat juga pilihan-pilihan yang membuat saya langsung tertawa geli saat membacanya.
Walaupun sudah tertera jelas peringatan pada pembukaan angket itu bahwa beberapa pilihan terdengar mengada-ada, tetap saja lucu membayangkannya.

Misalnya:
Kasur untuk tidur berdiri. Mouth At Side hmmm.. yang tidur di kasur itu harus memakai sabuk pengaman donk ya? Kalau tidak pasti... gedebuummm!!! Biru-biru bangunnya.
Kasur yang mudah saya temukan kembali saat saya kembali dari toilet di malam hari. Hihihi... langsung teringat iklan fun dari kondom deh, glowing in the dark!!! Lol
Kasur yang dilengkapi dengan toilet. Ini kasur atau pampers raksasa sih?
Kasur yang memberikan sensasi saat liburan.
Kasur yang bisa menstimulasi aktivitas sex. Hmmmm???
Kasur dengan kontrasepsi. Hmm
Kasur yang dilengkapi dengan timbangan berat badan. Aduh... ini sih malah bikin tambah stress dan 'gak bisa tidur!!! Blushy
Kasur anti selulit. Boleh nih!! Hihihi.. Ketauan deh banyak selulitnya Smiles
Kasur yang merampingkan. Waahhh... mau.. mau!!!
Kasur pengusir mimpi buruk. Hihihi.. sepertinya kasur jenis ini harus dipadukan dengan kasur yang dilengkapi timbangan berat badan deh Lol
Kasur yang mengenal pemiliknya. Nah lho, apa yang bakalan terjadi ya jika yang bukan pemiliknya naik ke atas kasur ini? Thinking

Dan masih ada beberapa lainnya lagi.

Ah.. setidaknya dari koran ED edisi Sabtu pagi kemarin, sempat saya baca bahwa perusahaan ini telah mengeluarkan produk terbaru mereka, kasur pengusir serangga, termasuk nyamuk.

Wah... manusia dengan fantasinya..
Tapi bukankah semua penemuan yang sudah ada pada awalnya juga hanya merupakan sebuah fantasi?

Thursday, February 22, 2007

Kata-kata bijak:

"A wise man never knows all, only fools know everything"
(African Proverb)

Hmmm.... Ignoring You thinking... thinking... thinking...
Saya selalu punya banyak tanya...
Ada banyak hal yang tidak saya mengerti...
Ah... ahaa...Light BulbArtinya... saya termasuk dalam kategori BIJAKSANA dong.
Club Me
Auuuccchhhh..!!!!

Angel 2Hei.. Helloow!!! Yuhuuu.. !!!
Kamu tuh banyak tanya karena memang banyak tidak tahunya.
Kamu tuh banyak tanya karena, mungkin, bego. Mungkin lho ya!! Teethy
Kamu tuh banyak tanya karena keras kepala, bukannya karena bijaksana!!!
Bangun hoi!! Bangun!!
Kata-kata bijak hanyalah susunan kata jika kamu melihatnya hanya melalui kata-kata.
Sana belajar lagi!!!

ROTFL
Tuh kan diketawain Cover Up

Thinking Astaga!!!!
Kata-kata bijak ternyata bisa juga membahayakan.
Karena, ternyata dibutuhkan juga "kebijaksanaan" untuk memahami kata-kata bijak itu.
Sebelum mencari pembenaran diri sendiri.

Sunday, February 18, 2007

Weekend: China town dan Tapazzzz

Apa hubungannya antara China town dan tapas? Thinking Hmmm...
Hubungannya karena keduanya adalah pengisi weekend kami kemarin. Teethy

Inilah yang terjadi hari Sabtu kemarin di China town di The Hague (Den Haag).
Bukan.. bukan!!! Bukan serangan teroris atau kebakaran di China town.
Kebakaran...hmmm... iya juga sih. Kebakaran mercon!!! Hysterical
Yup, kami ke China town di Den Haag ini dalam rangka perayaan Imlek di sana.
Kami sendiri tidak merayakan imlek secara khusus, namun keramaian dan tarian naga serta barongsai lah yang membawa kami ke sana.

Wajah-wajah ceria anak-anak maupun orang dewasa mewarnai setiap sudut tempat itu. Terlebihi bagi anak-anak tentunya. Imlek artinya juga angpao, hihihi...

Namun kepadatan orang-orang yang datang menonton sungguh menimbulkan kesulitan bagi saya untuk bermain dengan kamera. Terasa benar saat-saat begini betapa "mungil" saya dibandingkan dengan tubuh bule-bule yang berukuran XL itu.

Merasa kalah bersaing dengan tubuh-tubuh berukuran XL ini, mengalah-lah saya. Lebih baik mencari pojokan di gang/jalan yang lain dari pada hasil foto cuma belakang kepala orang-orang doang.

Untung juga ketemu ujung gang yang tidak terlalu banyak penontonnya sehingga saya pun bisa mencapai posisi yang pas untuk menjepret-pret.
Mungkin ujung gang itu tidak terlalu banyak orang karena dari gang ini penonton tidak bisa leluasa melihat keseluruhan pertunjukan.
Tapi tak mengapa buat saya, setidaknya dari ujung gang ini banyak foto yang bisa saya ambil tanpa diganggu oleh kepala-kepala penonton di depan saya.
Dan kebetulan juga restaurant yang terletak di sudut gang ini menyediakan kol yang digantung dengan angpao (uang di dalam amplop merah) di depan pintu untuk barong. Rejekilah untuk saya, Snappyklik.. klik...klik...

Ramai manusia, walaupun acaranya sendiri tidak seramai imlek 2004, saat pertama kali saya mengunjungi China town di The Hague ini. Saat itu ada 3 naga!! Kemarin yang sempat saya lihat hanya ada 1 naga. Barong-barongnya tetap ramai. Sisanya hanyalah lautan manusia dan nyaringnya bunyi mercon, serta asap dan debu dari mercon itu.

Hari Minggu, Reinier sedang dalam mood untuk menguasai dapur. Ujung-ujungnya bukannya dim sum, yang lebih sesuai dengan thema imlek, yang kami santap, malah tapas yang menghiasi menu makan malam kami. Maklum saja, doi masih dalam semangat tapas Hysterical

3 macam tapas (Albóndigas, croquetas de pollo y jamón, dan tortilla de espinaca), roti panino yang fresh from the oven, dibuat sendiri oleh doi dan sudah tentu tidak ketinggalan sangria, lengkap terhidang di atas meja makan. Hmmmm....


Gong Xi Fa Cai!
Selamat tahun baru untuk semua yang merayakan.
Semoga dalam tahun yang baru ini banyak hal yang lebih baik dari tahun yang lalu.
Namun jika terjadi yang sebaliknya, semoga kita semua diberikan kekuatan dan kebijaksanaan untuk menghadapi dan menanganinya.
Amin!!

Thursday, February 15, 2007

¡Adiós Barcelona! (4)

Catatan Perjalanan 4.

Culinary trip!!
Tapas, Paella dan Sangria.


Sudah tentu sebuah liburan belum lengkap jika belum memanjakan lidah Teethy
Apalagi di Barcelona/Spanyol, negeri yang terkenal dengan tapas (jajanan ala Spanyol mulai dari yang ringan sampai yang mengenyangkan).

Maka tidak lupa, mana bisa lupa, kami juga menyisihkan waktu setiap harinya selama kami di Barcelona untuk singgah sebentar beberapa kali sehari di tapas bar. Kami menyebutnya culinary trip Goofy hahaha.. padahal itu hanya sekedar ungkapan untuk melegalkan diri melupakan timbangan di rumah untuk sementara waktu Hysterical

Gara-gara kenikmatan tapas ini , kami sengaja tidak mengambil paket b'fast di hotel. Melainkan setiap pagi langsung melangkahkan kaki ke tapas bar.
Agak aneh mungkin kedengarannya ya bagi yang konservatif, sarapan dengan tapas???!!! Mengapa tidak?

Yup, demikianlah sarapan pagi kami, selalu bervariasi setiap harinya, dan yang mungkin malah adalah menu makan siang atau makan malam bagi orang lain.
Ah, bagi saya yang masih memiliki perut Indonesia sih wajar-wajar saja, walaupun sebenarnya jarang sekali saya sarapan dengan nasi.

Jika kaki sudah pegal melangkah, kami pun menyempatkan diri duduk sebentar dan menikmati jajanan, apalagi kalau bukan tapas?? Pokoknya tema acara makan selama liburan kemarin kebanyakan tapas Bounce , mumpung sedang berada di negeri asal tapas.
Kroket kentang daging, calamares fritos dan rosé yang dingin... hmmm... sajian yang nikmat di saat pegal menyerang.
Apa hubungannya ya??? Nikmat ya nikmat saja... 'gak ada urusannya sama pegal. Dipaksain Hysterical

Oh ya, ada yang kami pelajari di sana, jika hendak memesan bier, kami harus segera mengatakan ukurannya, kecil, medium atau besar. Jika tidak, jangan terkejut jika bier yang kemudian disajikan dengan ukuran gelas setengah liter.

Tidak masalah tentunya bagi orang yang kuat minum bier. Tapi bagi kami... itu bier di gelas seukuran itu adalah luar biasa banyaknya.
Satu gelas bisa untuk berdua tuh.

Foto di atas adalah tapas bar yang menjadi favorite kami, Boqueria, sebuah tapas bar yang sederhana yang terletak di pasar St. Josef.
Jika ada yang ingin ke Barcelona, sungguh, rekomendasi dari kami, anda harus mengunjungi Boqueria ini, enak dan tidak bikin dompet bocor!!! Cicipi seafoodnya mereka, terutama mussel-nya. Hmmm.... Yowza
Betah kami berlama-lama di sana.

Paella (nasi yang dimasak dengan olive oil dan saffron dikombinasi dengan sea food dan/atau ayam) sudah pasti juga tidak terlupakan dari acara culinary kami.

Ternyata ada juga paella yang dimasak dengan tinta cumi-cumi, jadinya hitam warna nasinya. Dicoba 'gak ya??? Hmmm.... 'gak ah.. ambil paella seafood tanpa tinta saja.

Paella sendiri sudah beberapa kali saya cicipi di Belanda sini, buatan Reinier dan buatan seorang teman, tapi ingin juga merasakan paella yang asli buatan negeri asalnya.
Sejujurnya, menurut saya paella tidak terlalu istimewa. Tapi.. yah... selera setiap orang berbeda, kan?

Selain makanan, Reinier juga mengingatkan saya untuk mencicipi Sangria, minuman khas di sana yang terbuat dari red wine dicampur liquor dan ditambah dengan sedikit gula, lemon dan lime. Disajikan dalam keadaan dingin dan juga ditambahi es batu.

Rasanya manis, segar dan ringan, tapi awas, jangan banyak-banyak, efeknya kalau kebanyakan bisa bikin setengah melayang juga!!!

Barcelona yang terbalut cahaya.

Barcelona tidak hanya indah di bawah cahaya mentari, namun juga sexy menggeliat di bawah balutan cahaya gemerlap lampu di malam hari.
Cantik sekali.
Walaupun sempat tersirat dalam benak saya, berapa besar energi listrik yang dipakai untuk menciptakan keindahan ini??

Ingin juga ikut turistic bus untuk berputar di malam hari, melihat lebih banyak warna Barcelona di dalam balutan lampu. Sayang, selalu saja ada alasan bagi kami untuk tidak bisa melakukan tour malam ini. Waktu terasa sangat singkat untuk melakukan semua yang kami ingin lakukan Ah... lain kali!

Pelabuhan adalah daerah yang sangat saya sukai di malam hari untuk mengambil foto-foto. Pijar dan warna lampu sepanjang Rambla de Mar dan sepanjang Boulevard, juga suasana yang lebih hening daripada siang hari memberi banyak keleluasaan pada saya bermain dengan kamera dan tripod.
Ah.. tapi tentunya tidak hanya dengan kamera melulu, kamera pun bisa terlupakan sejenak karena kehangatan orang yang dikasihi... hmmm.... Wink

Lain-lain..

Foto di atas, saya ambil di sebuah square dekat Placa de Catalunya. Mereka adalah sekelompok anak muda penari jalanan.
Yang terjadi saat kami lewat hari itu adalah hampir sulit sekali melewati square itu karena dipenuhi olah orang-orang yang menonton penari-penari ini beraksi. Akhirnya kami juga berhenti untuk melihat aksi mereka sebentar.
Saat aksi mereka selesai, dan mereka mulai berjalan ke sekeliling dengan keranjang duitnya, apa yang terjadi??? Lebih dari setengah orang-orang yang tadinya bikin sulit kami menyeberang square itu langsung berjalan menjauh seolah-oleh tidak melihat anak muda yang berjalan dengan keranjang duitnya itu. Ooohhhgg... benar-benar deh!!! :-w

Dan... aahhh...
4 hari telah berlalu, waktu untuk kembali ke hari-hari normal..
¡Adiós Barcelona!!! Hello

Masih penasaran?
Ingin melihat foto lebih banyak lagi? Klik saja di sini, atau di MY ALBUM di kolom links atas samping sana.