Tuesday, February 13, 2007

Bus Turistic dan Gaudi (3)

Catatan Perjalanan 3.

Salah satu cara yang cukup praktis untuk melihat wajah Barcelona dalam waktu yang singkat adalah dengan menggunakan bus turistic (bus pariwisata). Dengan mengeluarkan €19 per orang (dewasa) untuk 1 hari atau €23 per orang untuk 2 hari.
Kami mengambil paket untuk 1 hari saja, dan kemudian ternyata kami berdua sependapat, bahwa memang sehari menggunakan bus itu sudah cukup bagi kami.
Mungkin karena kami lebih menyukai tantangan untuk membaca peta dalam perjalanan Teethy

Setelah membayar harga tiket bus itu, setiap orang kemudian diberikan brosur setebal 60 halaman yang berisi informasi tentang rute-rute yang dilewati dan tempat-tempat menarik sepanjang rute tersebut, dan 1 buku kecil yang penuh dengan karcis diskon di beberapa tempat, seperti L’Aquàrium, Sagrada Familia, FC Barcelona, Caixaforum dan masih ada 42 tempat lainnya.
Hanya satu karcis diskon yang sempat kami pergunakan, selalu dengan satu alasan: Waktu.
Selain itu kami sudah terlanjur ke L’Aquàrium sebelum memulai trip kami dengan turistic bus ini.

Setelah menerima informasi di lobby hotel, ke mana kami harus melangkah untuk "mencegat" bus ini, maka melangkahlah kami ke Placa de Catalunya, dari sana kami bisa mengambil bus rute yang menuju ke tempat yang ingin kami tuju. Tapi berhubung kami sendiri tidak memiliki tujuan special pagi itu, maka bus yang sedang berhenti langsung saja kami naiki.

Ada 3 rute bus turistic ini yang mengintari Barcelona, rute merah, biru dan hijau. Kapan kita bisa berpindah ke rute yang lain diberitahukan secara jelas oleh bus-tour guide setiap kali bus berhenti pada sebuah halte. Ada sekitar 44 halte yang disinggahi oleh bus ini.
Sayangnya kadang penjelasan dari bus-tour guide tidak terdengar jelas jika kita duduk di bagian atas bus. Kalah suaranya dengan desing angin dan suara beberapa penumpang yang bising, yang lama-lama bikin jengkel juga.

Brrrrr... walaupun temperatur yang tidak dingin-dingin amat, duduk di bagian atas bus yang terbuka, tetap saja menggigil ditiup angin. Manalagi sang mentari bersembunyi terus di balik awan tebal... Shiver Untung juga saya bawa sarung tangan.
Tapi tak mengapalah, kami asyik memperhatikan sudut-sudut kota dan kubah-kubah bangunan yang dilewati oleh bus ini. Dan walaupun juga beberapa informasi yang diberikan oleh guide terlewat tanpa terdengar jelas, sementara saya sibuk dengan kamera, Reinier dengan cepat mencari keterangan tempat yang sedang kami lewati di brosur yang diberikan saat kami naik ke bus.

Placa Espanya, dengan latar belakang Museu Nacional d'Art de Catalunya.
Ah, mengambil foto dari bus pariwisata ini ternyata memerlukan kesabaran tersendiri. Bus yang terus melaju, jarak antara tempat duduk yang tidak terlalu lebar dan kepala orang-orang, tangan dan kamera mereka jika obyek foto berada pada sisi di sebelah lain, sungguh adalah tantangan tersendiri.

La Padreda/Casa Mila dan Casa Batló, dua dari karya-karya terkenal Gaudi.
Sayang, trip kemarin kami tidak sempat mengunjungi bagian dalam dari bangunan-bangunan ini. Ah... kalau masih ada jodoh.. pasti kami kembali untuk mengunjungi bagian dalamnya.
Sedangkan Casa Mila, saya ingin sekali mengunjungi bagian atas atapnya.

Barcelona, pasti tidak terlepas dari Gaudi, arsitek bangsa Spanyol yang terkenal dan karya-karyanya yang khas dan mengambil bentuk dan lekuk natural yang menghiasi wajah kota Barcelona.
Karya lainnya yang terkenal adalah Sagrada Família temple dan Park Güell.

Gereja Sagrada Família ini sudah dibangun sejak lebih dari seabad yang lampau 1882, dan bahkan hingga kini belum selesai juga pengerjaannya.
Gereja ini pun pernah dirusak saat perang saudara pecah di Spanyol 1936, dan menurut info yang sempat kami dengar, diperkirakan gereja ini akan siap sekitar 30 tahun mendatang. Uiihhh...

Saya bukan seorang ahli, tapi menurut saya, "bagian yang lama" detailnya terlihat lebih n'jelimet dari "bagian yang baru".

Dengan bermodal tambahan €2 per orang dan antre sekitar 30 menit, kami pun mencapai puncak salah satu menara gereja ini dengan menggunakan lift. Kalau mau gratis menggunakan tangga juga boleh, tapi 'gak janji lah ya, ngos.. ngosan duluan sebelum tiba di puncak.

Waaahhh...gamang dan deg-deg'an juga rasanya berdiri di puncak menara ini. Berdiri di ketinggian lebih dari 50 meter dan memandang ke bawah dan kejauhan langsung tanpa dibatasi oleh kaca, hanya dinding-dinding menara dan jendela kosong.
Ditabah-tabahin hati dan nyali ini saat memandang dan mengambil foto ke arah bawah.
Ada 12 menara lonceng yang masing-masing melambangkan 1 dari murid Yesus.

Kami sengaja kembali ke lantai dasar tidak melalui lift, namun melalui tangga sempit yang berputar mengelilingi menara dan singgah di setiap jendela dan "balkon" untuk melihat keluar.
Ah.. untung saya bukan penderita Claustrophobia dan Acrophobia (benar 'gak nih, ketakutan berada di tempat yang tinggi?).

Keesokan pagi, setelah sarapan, kami segera menuju Park Güell. Kali ini dengan menggunakan metro dan kemudian mendaki . Untung saja selain anak tangga dan jalan yang mendaki, ada juga eskalator. Waw, saya belum pernah menggunakan seri eskalator sebanyak dan setinggi itu sebelumnya!!
Kami tidak berkeliling ke keseluruhan kompleks di Park Güell, melainkan langsung melangkah ke bagian inti yang tersohor itu.
Maklum saja, ini betis semakin menjadi-jadi pegalnya setelah diajak jalan selama 3 hari full.

Sejujurnya, memandang mozaik-mozaik pecahan tegel dan keramik ini, saya kok malah teringat pot bunga-pot bunganya mama di teras rumah dulu ya?? Hmm
Hihihi... soalnya dulu mama juga punya beberapa pot bunga dari semen yang juga ditempelin mozaik-mozaik dari pecahan piring Teethy

Kadal yang menjadi simbol taman ini.
Sudah seperti mission impossible untuk mengambil foto kadal yang laris manis ini tanpa orang-orang di sekitarnya. Sampai-sampai kami saling bercanda, mungkin ada baiknya ditaruh mesin "nomer giliran" untuk semua orang yang mau mengambil foto di sana, supaya tidak rame-rame begitu. Hihihi... asal bunyi!!!


(bersambung)

15 comments:

Emaknya Bunny said...

bangunan2nya keren,tuh kadal sebenarnya biasa saja kok..masih bagusan kadal di kamarku kakakakak

Surti said...

kerennnnn...
soal bus itu, kayanya emang paling pas duduk di atas kalo mau ambil photo yah..

Anonymous said...

wah bangunan2 tuanya sip2 deh, keren!
hehe.. turis dimana-mana selalu menikmati berjalan kaki ya dari pada sewa atau naik bus? lebih kerasa turisnya kali ya? kenapa gak sewa sepeda aja biar gak pegel jalan kakinya?

Anonymous said...

wow...bangunan2nya cantik2, aku kalau liat bangunan2 seperti ini hanya bisa ber wow...wow saking kagumnya, teringat orang2 yang membangunnya dan bersyukur bisa diberi kesempatan menikmatinya langsung. Kali ini langsung dari foto2 keren mu Since! thanks ya!

eh...jadi ingat, dulu aku juga punya pot yang di tempeli pecahan piring2, warnanya nggak seramai seperti di foto, biasanya cuman putih doang ^_^

Gruss

Ely

Anonymous said...

ck..ck..ck..ck..ck.. jalan2 terus nih critanya :D

Zilko said...

adooh, bikin saya makin pingin kesana aja neeh.... :D

Kristin said...

nabung ah biar bisa liat roma barcelona dari deket:)

nie said...

aku suka foto2nyaaaa, beneran deh sin, ntar kalo aku sempet ke barcelona, tanya info ke kamu dulu aja yah hihihihi....
met valentine sin! :)

Anonymous said...

Jadi kepingin ke Barcelona.

Anonymous said...

Ci, kadal tu untung akang seng bisa bagara, kaseng akang su beloncat cari tampa yg sepi sepi kaapa he he :).. trip-nya luar biasa Ci ;)

XXX Shierly
http://www.freewebs.com/shierlynet/homepage.html

Innuendo said...

membacanya aja udah bikin aku ngilu, gimana kalo aku yg naek di menara itu ya ?!

eh, pot bunga nyokapku juga kayak mozaik2x itu hehee. gak ada lg ya pot kayak gitu ?

Anonymous said...

pengin ke menaranya...sambil liat bangunan tua

Leniawati said...

woooow keren2 fotonya, barcelona emang keren:) sip abiez

oka said...

enaknya jalan2 di eropa ngedapatin brosur mudah banget, malah disediakan.

Gaudi tu keren abis ya, detail-nya luar biasa unik.

Sili Frebrian said...

jadi inget jaman kuliah arsitektur dulu, belajar beginian sampe mabok....sampe ada temen yg anaknya dinamai Gaudi, saking ngefans berat sama karya Gaudi.