Showing posts with label Rantai. Show all posts
Showing posts with label Rantai. Show all posts

Wednesday, July 05, 2006

Memori (2)

Masih tentang memori, operan dari Tiwi-Miniez beberapa minggu yang lalu. Setelah edisi yang lalu tentang enam memori yang penuh kebahagiaan, kali ini tentang enam memori sedih dalam hidup saya.
Memori sedih... Siapakah orang yang tidak memiliki pengalaman yang menyedihkan dalam hidupnya? Hal-hal yang menyedihkan juga merupakan babak yang harus dilewati dalam sebuah kisah kehidupan. Kesedihan adalah bagian dari ego manusia. Entah itu kesedihan yang mudah hilang atau kesedihan yang sungguh dalam menggores.

Tapi, apa yang membuat kita sedih?
Apa yang membuat saya sedih?
Apa yang membuat saya terluka?
Kehilangan, adalah jawabannya.

Lembaran masa lalu yang dibuka kali ini juga diambil secara random.

Saya sedih saat adik perempuan saya kembali ke sisi Bapa. Padahal seharusnya saya bersyukur, karena kepergiannya mengakhiri penderitaan karena sakitnya saat itu. Tapi rasa kehilangan itu... Umur kami hanya terpaut setahun dan kami hanya memiliki 7 tahun kebersamaan.

Saat melihat kotaku dihancurkan, Ambon manise menjadi Ambon angus e...
Bukan hanya kehancuran fisik bangunan, tapi kehancuran dalam banyak hal.
Sungguh, luka yang menggores sangat dalam.
Suasana yang menyenangkan, harapan akan masa depan, rencana-rencana yang saya dan teman-teman bangun untuk perusahaan kami, hanyalah beberapa yang hilang dari diri saya saat itu. Yang lebih lagi, adalah kehilangan akan rasa aman, kehilangan kepercayaan terhadap lingkungan sekitar, bahkan sempat saya protes berat pada Tuhan.
Saat-saat yang melelahkan bagi jiwa. Proses yang panjang untuk menerima sebuah kenyataan dan melihat kenyataan yang ada tidak hanya dari satu sisi saja.

Tiga tahun yang lalu, papa memiliki ikan red devil. Ikan yang galak tapi manja. Ikan ini menyerang dan menggigit semua tangan yg masuk ke aquariumnya, termasuk tangan papa. Hanya tangan saya dan adik lelaki yang diijinkannya masuk ke dalam daerah kekuasaannya itu. Yang lucu adalah setiap kali saya memasukkan tangan ke dalam air, dia selalu datang dan menggosok-gosokkan tubuhnya ke punggung tangan saya. Sering saya tertawa dan mengatakan ikan ini sebenarnya adalah kucing yang sedang menyamar Lol Kadang-kadang dia berenang dan menubruk tangan saya dengan jidatnya yang nong-nong itu. Dia juga senang sekali jika kami menggelitik dagunya atau punggungnya. Tapi dia paling sebal kalau kami pegang ekornya. Kadang dia juga iseng mengibas air membasahi kami saat kami bermain bersama atau saat kami hanya melewati aquarium. Mama sering menjadi korban kibasan airnya. Reinier juga sempat basah kuyup dicipratin air oleh si Gendut ini. Ah ya, Gendut namanya, karena dia memang gendut.
Sampai pada suatu sore dalam trip panjang ke Indonesia timur, saya menelpon ke rumah dari Jayapura, dan papa mengabarkan kalau si Gendut mati. Waahhh... asli nangis saya dalam KBU kecil yang panas di salah satu wartel di sudut pelabuhan di Jayapura. Ada rasa yang hilang, sesuatu yang indah yang saya miliki, rasa dibutuhkan, rasa...

Saat seorang teman berlaku curang. Sakit sekali rasanya.
Dia, teman saya, mencurangi saya... Sungguh mengecewakan. Sungguh menyedihkan, karena rasa percaya dan hormat yang saya miliki untuknya runtuh, hilang tak berbekas. Mungkin saya yang terlalu bodoh menganggapnya sebagai teman, sementara dia hanya memanfaatkan saya. Walaupun demikian, tetap tidak ada alasan untuk berlaku curang dan konyol seperti itu!

Ketika diving di sisi timur pulau Banta (antara pulau Sumbawa dan pulau Komodo), saat melihat keadaan di sekeliling saya di dalam laut sana, saya hanya terdiam... emosi yang meluap antara marah dan sedih membuat kata-kata lenyap dari benak saya. Karang-karang batu yang besar dan indah patah berserakah di mana-mana, karang-karang meja patah terbalik mati, semua keindahan yang pernah saya lihat lenyap, saya seperti berada di kota yang baru habis diserbu musuh. Semuanya tinggal puing...
Jelas sekali bekas seretan jangkar-jangkar dari kapal-kapal yang pernah berlindung di teluk itu.
Saat itu rasanya seperti separuh dari nyawa saya juga melayang bersama dunia yang hilang itu. Saya adalah bagian dari dunia itu...

Saat orang tua sakit. Sakit dan sedih rasanya. Rasanya sungguh tak berdaya...

Apakah juga menyedihkan saat bubaran dengan mantan-mantan pacar? Kalau saya jawab tidak, bohong tuh. Sedih karena perpisahan sudah pasti, tapi di sisi lain ada juga perasaan, "Horeee.. bebas!!!! Legaaa..." Mungkin karena selalu bikin masalah dan bikin pusing ya? Confused
Ah, yang pasti mereka bukan orang-orang yang tepat. Itu saja.

Melewati babak-babak sedih dalam hidup bisa membuat kita semakin terperosok atau sebaliknya justru membuat kita semakin kuat dan bijak dalam menjalani hidup. Pilihan ada di tangan kita sendiri.


(Tamat)

Friday, June 30, 2006

Memori (1)

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat operan dari Tiwi-Miniez tentang enam memori yang penuh kebahagiaan dan enam memori sedih dalam hidup saya.
Memori.. Jika hidup adalah sebuah buku yang sedang ditulis, maka memori adalah setumpuk lembaran cerita masa lalu sudah ditulis. Entah itu lembaran yang penuh cerita manis, atau lembaran yang penuh kepahitan, lembaran yang penuh cerita konyol atau hanya lembaran yang biasa-biasa saja. Lembaran-lembaran yang membentuk kita seperti apa adanya kita saat ini.

Lembaran-lembaran cerita di bawah ini hanya diambil secara acak dan tidak ada kategori prioritas atau "ter". Setiap memori memiliki nilainya sendiri-sendiri bagi saya.

Lembaran saat kecil dulu, piknik ke pantai bersama orang tua selalu menyenangkan bagi saya. Piknik di pantai berarti makan dan bermain di alam bebas. Piknik di pantai berarti air laut, ombak, pasir, angin dan langit biru.

Masa SMA dulu, merupakan bagian dari memori yang menyenangkan bagi saya. Masa-masa yang penuh cerita suka. Masa-masa yang penuh cerita konyol dan bandel. Saya masih ingat, sekali waktu ada teman lelaki dari kelas saya berkelahi dengan anak lelaki dari kelas lain. Saat itu bukannya melerai, kami malah sibuk memasang taruhan.
Ah.. masa yang tidak memiliki banyak beban, setidaknya menurut saya.

Mungkin bagi kebanyakan orang, kelulusan adalah sebuah kebahagiaan. Entah itu lulus SMA, lulus dari perguruan tinggi, pokoknya lulus. Tapi bagi saya, lulus adalah sebuah hal yang sangat wajar. Kelulusan bukan sebuah kejutan atau kado buat saya. Toch kelulusan saya, saya perjuangkan dengan belajar dan berusaha keras. Mungkin saya termasuk pada tipe yang nuchter untuk hal yang ini.
Hanya ada satu kelulusan yang bikin senyum saya melebar dari telinga kiri ke telinga kanan. Saat saya berhasil dalam ujian praktek mengemudi di sini. Wah.. saat itu benar-benar lega. Bagaimana tidak, ada banyak faktor lain yang bisa turut menentukan hasil akhir ujian praktek itu selain kemampuan mengemudi saya sendiri.

Saat menduduki tempat ketiga, setelah dua perenang jarak jauh berskala nasional, dalam 3000 meter swimming pada "Banda International Dive Competition 1994". Sungguh, kejadian itu merupakan sebuah kejutan bagi saya.
Bayangkan saja, pada awalnya saya diciduk tiba-tiba dari kolam tempat nongkrong saya dan teman-teman setiap hari Sabtu, saat masih di Ambon dulu, dan diminta oleh seorang senior saya untuk ikut barisan tim renang jarak jauh untuk Ambon, karena pada saat itu para perenang putri jarak jauh/lintas selat Maluku pindah semua ke Irian mengikuti tugas orang tuanya .
Wah... melongo saya, saya bukan atlit.
Akhirnya... "Oke, tapi tidak janji buat menang ya". Itu perjanjian kami.
Latihan hanya selama seminggu. Setiap harinya berenang sepanjang 5 km di daerah dekat pangkalan TNI-AL di teluk Ambon.
Saat pertandingan di hari-H, saya sempat beberapa menit nyasar keluar jalur, untung saya sudah berada kembali pada jalur yang benar pada detik terakhir sebelum didiskualifikasi.
Belum lagi pada putaran 1000 m terakhir saya hanya mampu berenang dengan satu kaki, karena salah satu kaki saya mengalami kram. Saat itu yang ada dalam benak hanyalah segera menyentuh garis finish. Saat naik ke darat, saya disalami oleh beberapa orang sambil mengucapkan selamat. Yang terpikirkan saat itu adalah, selamat anda sudah menyentuh garis finish.
Sampai pada saat nama para pemenang disebut dan diminta ke podium, terdengar nama saya di antara nama-nama itu..
"Haaaahhh???... Saya???..." kaget dan bingung... Eyes Poppin
"Iya kamu, sana cepet naik!!!" kata seorang rekan saya.
Sambil berjalan ke podium, saya masih belum sadar sepenuhnya dengan peristiwa yang sedang terjadi. Lol
Sebuah kenangan yang menyenangkan, bukan?

Saat saya ditegur oleh-Nya, ketika saya berada dalam kebimbangan, adalah saat yang menampar keegoan saya tapi juga saat yang membahagiakan. Karena saat itu saya tahu, Dia masih dekat dengan saya.

Saat kaki ini kembali menyentuh pasir pantai di Tana Beru, Bulukumba, setelah lebih dari 24 jam diombang-ambing angin dan gelombang setinggi 4 meter sepanjang sisi selatan Sulawesi Selatan. "Yuppiiieee... Darat!!! Darat!!!" Spaz

Lembaran-lembaran manis yang sudah dilewati bersama Reinier? Sudah pasti... Animated Hearts

Memori manis.. selalu membuat tersenyum dan bergairah saat mengingatnya kembali. Tapi memori adalah perjalanan kemarin. Pelajaran dan pengalaman untuk hari ini.

(Bersambung...)

Sumber gambar sebelum diotak-atik: dari sini.

Tuesday, June 06, 2006

Empat

Angka 6, hari ini sedang asyik dibicarakan banyak orang. 6 Juni 2006. Entah karena kaitannya dengan angka perlambangan kuasa roh jahat, atau sebagai angka kembar yang tidak setiap kali muncul dalam tanggalan hari-hari kita. Bahkan di Belanda sini, hari ini adalah hari nikah masal, alias orang-orang berbondong-bondong menikah pada hari ini.
Supaya gampang diingat tanggal nikahnya, kata Reinier Hysterical

Namun, cerita kali ini bukan tentang angka 6, melainkan angka 4.
Tidak, tidak, saya tidak hendak membahas makna di balik angka. Angka 4 ini hasil lemparan berantai dari Mutiara dan Nie.

4 jenis pekerjaan yang pernah dilakoni;
Hmmm.. lapangan pekerjaannya sebenarnya tidak pernah jauh dari laut dan diving. Hanya saja fungsi pekerjaan yang agak bervariasi, walaupun tetap satu nuansanya, pariwisata dan laut.
- Dive center operasional manager
- Dive guide
- Dive Instructor
- Cruise Director


4 tempat yang pernah/sedang didiami;
- Ambon
- Denpasar
- tengah laut di mana kapal mengapung
- Eindhoven

4 film yang tidak pernah bosan ditonton berulang-ulang kali;
- Finding Nemo
- Pirates of the Caribbean (lagi semangat nunggu edisi berikutnya).
- Shrek (dua-duanya).
- Face/Off

4 acara TV yang disukai;
- Bajaj Bajuri (dulu, sebelum pindah ke sini)
- Jejak Petualang (sempat jealous berat pada kesempatan merambah Indonesia-nya Riyanni Djangkaru)
- Desperate Housewives
- Grey's anatomy

4 makanan kesukaan;
- Iga goreng tepung
- Kwetiau goreng
- Bakso
- Seafood

4 Website yang setiap hari dikunjungi;
- blog-ku, blog-mu
- Yahoo ( cek e-mail )
- Interglot (kamus online buat bikin pr )
- metrotvnews atau liputan6 (sebenarnya tidak setiap hari, tapi termasuk yang sering dikunjungi).

Saturday, May 13, 2006

Bongkar isi tas

Kali ini menjawab todongan dari Mutiara untuk membongkar isi tas. Saya menyukai model tas yang simpel dan praktis. Sedangkan ukurannya disesuaikan dengan aktifitas yang sedang saya lakukan. Untuk kegiatan sehari-hari, saya menyukai tas yang tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil. Pokoknya cukup untuk memuat semua perabot saya.


1. Tas ini yang paling sering saya bawa ke mana-mana. Talinya yang panjang memudahkan saya menyilangkan pada tubuh saya, bahannya juga ringan dan ukurannya yang "menipu mata" alias kompak tapi berdaya muat yang selalu mengejutkan Reinier Hysterical

Isinya sendiri tergantung ke mana tujuan saya dan apa kegiatan saya saat itu. Yang kebetulan sekarang sedang menghuni tas saya adalah:
2. Kotak kacamata, karena saya paling malas mengenakan kacamata. Kacamata hanya saya kenakan saat diperlukan saja.

3. Dompet dengan segala isinya.

4. Agenda mungil yang memuat jadwal kegiatan saya sebagai pengacara, alias pengangguran banyak acara!! Smiles

5. Tissue basah, barang penting untuk saat-saat khusus. Yang mengesalkan adalah kemasannya yang cukup memenuhi ruang dalam tas. Sulit sekali mencari tissue basah dengan kemasan kompak di sini, yang selalu saya temui hanya dalam kemasan 40 lembar. Kalaupun ketemu yang kompak, harganya tidak jauh berbeda dengan kemasan 40 lembar.

6. Karet pengikat rambut, jalan keluar jitu di saat rambut saya mulai menggoda dan menjengkelkan.

7. Kertas penyerap minyak, berguna untuk menyegarkan wajah dalam sekejap.

8. Rangkaian kunci. Wah, tanpa rombongan satu ini saya bisa tidak masuk rumah kalau Reinier juga sedang tidak berada di rumah.

9. Tusuk gigi. Paling menyebalkan jika masih ada yang tersisa saat selesai makan.

10. Lipgloss yang agak berwarna, biar kelihatan fresh.

11. Fisherman Friend, refreshment.

12. Tissue, selalu saja ada gunanya.

13. Pena.

14. Lotion. Udara Belanda membuat kulit saya cenderung kering dan selalu gatal kalau mulai kering.

15. Handphone. Sejak tinggal di sini benda ini yang hanya penting di saat darurat.

16. Cermin mungil, kadang-kadang saya bingung kenapa benda ini terus ada di dalam tas. Benda yang paling jarang digunakan.

Dat is alles.

Ira, Marlina, Digits, Irvana, Ayu, hayo lanjutin nih bongkar-bongkar isi tas masing-masing.

Thursday, March 02, 2006

Mijn Dromen

Kali ini kena lemparan "Mimpi" dari Nina dan Ria.
"Ah Nina, ah Ria, dari pada hanya sekedar mimpi, mending yang nyatanya saja, duit misalnya Money hihihi.."

Mimpi... semua orang pasti punya mimpi. Bukan hanya sekedar mimpi saat tertidur lelap, tetapi juga mimpi-mimpi dalam aktivitas keseharian. Mimpi yang sekedar hanya mimpi atau juga yang menjadi harapan dalam kehidupan sehari-hari yang sedang dijelang.

Lima impian saya, yang hanya merupakan sebagian dari mimpi saya;

> Berhasil mendapatkan perkerjaan yang menyenangkan dan pas dengan saya.
Siapa tahu kan? Capek juga, selama tinggal di sini menjabat jadi pengacara (pengangguran banyak acara Smile) melulu.

> Menang loterei miliyaran euro.
Yang ini benar-benar hanya mimpi!! Boro-boro menang, membeli loterei saja tidak pernah Hysterical

> Canon EOS 350D, adalah kamera yang sedang saya impi-impikan. "Hmmm.. mimpi.. mimpi.. nabung.. nabung... atau mungkin ada yang mau ngasih kado ya?? Prayer Mudah-mudah... mudah-mudahan.."
Siapa tahu suatu saat nanti bisa bikin foto buat National Geographic. Hmmm.. (ngelamun lagi... Lol).

> Menulis buku; "Kisah Petualangan Since".
Wadew.. Cool

> Melakukan dive-trip ke lokasi-lokasi impian.
Menyelam di Yap dan Palau, bermalam di resort terapung di Maldives dan diving dengan liveaboard di sana, berpetualangan di dalam laut sekitar Papua New Guinea, dive and safari di Afrika Selatan, ... Hmm... yang pasti, kalau mimpinya berkaitan dengan dive trip, daftar tempat tujuan akan terus bertambah dan bertambah.

> ... ups, sudah lima ternyata.

Mimpi itu lepas, bebas, liar, dan ada rahasia-rahasia dalam mimpi, maka itu berhati-hatilah dengan mimpi-mimpimu. Itu yang saya pelajari dari pengalaman hidup saya.

Menggapai mimpi adalah tantangan. Mimpi menjadi kenyataan adalah hasil kerja keras dan juga berkat. Bermimpi dan proses menggapai mimpi selalu memabukkan. Namun saat untuk menikmati mimpi yang menjadi kenyataan akan dengan cepat diganti dengan mimpi-mimpi berikutnya.

Selain bermimpi dan sibuk menggapainya, saat ini adalah yang terpenting bagi saya, karena saat inilah saya masih memiliki hidup, dan karena saat ini juga pernah berada dalam mimpi saya suatu saat dulu.

Saat ini, mimpi adalah bagian dari warna hidup saya. Sebagian mimpi yang saya miliki adalah bahan bakar yang menggairahkan hidup saya, yang ingin saya kejar dan wujudkan. Sebagian lainnya hanyalah pemanis dalam hidup. Tidak semua mimpi harus saya wujudkan, bukan?

Nah, giliran Nie, Digits, Ely, Hani dan Nike. Tangkap ya...

Monday, February 13, 2006

Buka-bukaan

Untuk menjawab tantangan Yulia untuk buka-bukaan tentang lima kebiasaan saya yang aneh membuat saya harus menggaruk-garuk kepala saya Hmm Bagaimana tidak? Menurut saya sih, kebiasaan sehari-hari saya normal-normal saja. Ah, ada-ada saja si tante itu.

Tapi.. yah, mungkin kebiasaan yang menurut saya "normal", di mata orang lain malah bisa jadi aneh, kan? Mungkin saja. Setidaknya kebiasaan-kebiasaan di bawah ini adalah yang paling sering dikomentari orang.

Harus pipis pada detik terakhir setiap kali mau keluar rumah. Entah kenapa, biarpun baru pipis lima menit yang lalu, tetap saja harus ke toilet lagi. Otak saya telah memprogramkan perintah ke toilet sedetik sebelum meninggalkan rumah. Awalnya kebiasaan ini menjengkelkan Reinier, tapi kelamaan dia pasrah juga.

Saya paling tidak bisa melihat uban di kepala saya. Begitu kelihatan uban pasti langsung gatal tangan dan gatal hati untuk segera mencabutnya. Tidak jarang sebegitu seru dan asyik mencabut uban-uban itu, sampai-sampai bisa rada-rada juling rasanya setelah perjuangan berat itu. Ah, ternyata sulit juga rasanya menerima kenyataan bahwa waktu yang mengalir membuat tanda-tanda ketuaan semakin nyata.

Berbicara pada kamera saya. Mulai dari membujuk, mengomel sampai mengancam saat kamera saya "ngambek". Walaupun sudah tidak asing lagi, Reinier tetap saja melotot setiap kali melihat saya mengomel pada kamera saya Blushy

Setiap kali membasuh wajah dengan air, pasti terdengar suara bersin saya. Bagaimana tidak bersin, bukan hanya wajah yang saya cuci dengan air, melainkan juga rongga hidung saya Hysterical

Dan, yang terakhir, kebiasaan saya yang selalu membubuhi garam pada apel hijau dan salak sebelum menikmatinya sering dikomentari orang. Aneh atau tidak, tidak ada masalah bagi saya.

Sebenarnya ada beberapa aktifitas lain yang juga dinilai aneh oleh orang lain. Tapi biarlah itu dibahas secara khusus di kesempatan lain Brows

Aneh atau normal? Yang mana yang aneh? Dan, yang mana yang normal? Menurut saya, setiap individu memiliki kebiasaan-kebiasaan yang unik. Dan itu menarik, karena keunikan merupakan sebuah keistimewaan.

Supaya ramai, Retno, Ria, Marlina, Sherly, dan Ely, hayoo... mana keunikan masing-masing?