Memori sedih... Siapakah orang yang tidak memiliki pengalaman yang menyedihkan dalam hidupnya? Hal-hal yang menyedihkan juga merupakan babak yang harus dilewati dalam sebuah kisah kehidupan. Kesedihan adalah bagian dari ego manusia. Entah itu kesedihan yang mudah hilang atau kesedihan yang sungguh dalam menggores.
Tapi, apa yang membuat kita sedih?
Apa yang membuat saya sedih?
Apa yang membuat saya terluka?
Kehilangan, adalah jawabannya.
Lembaran masa lalu yang dibuka kali ini juga diambil secara random.
Saya sedih saat adik perempuan saya kembali ke sisi Bapa. Padahal seharusnya saya bersyukur, karena kepergiannya mengakhiri penderitaan karena sakitnya saat itu. Tapi rasa kehilangan itu... Umur kami hanya terpaut setahun dan kami hanya memiliki 7 tahun kebersamaan.
Saat melihat kotaku dihancurkan, Ambon manise menjadi Ambon angus e...
Bukan hanya kehancuran fisik bangunan, tapi kehancuran dalam banyak hal.
Sungguh, luka yang menggores sangat dalam.
Suasana yang menyenangkan, harapan akan masa depan, rencana-rencana yang saya dan teman-teman bangun untuk perusahaan kami, hanyalah beberapa yang hilang dari diri saya saat itu. Yang lebih lagi, adalah kehilangan akan rasa aman, kehilangan kepercayaan terhadap lingkungan sekitar, bahkan sempat saya protes berat pada Tuhan.
Saat-saat yang melelahkan bagi jiwa. Proses yang panjang untuk menerima sebuah kenyataan dan melihat kenyataan yang ada tidak hanya dari satu sisi saja.
Tiga tahun yang lalu, papa memiliki ikan red devil. Ikan yang galak tapi manja. Ikan ini menyerang dan menggigit semua tangan yg masuk ke aquariumnya, termasuk tangan papa. Hanya tangan saya dan adik lelaki yang diijinkannya masuk ke dalam daerah kekuasaannya itu. Yang lucu adalah setiap kali saya memasukkan tangan ke dalam air, dia selalu datang dan menggosok-gosokkan tubuhnya ke punggung tangan saya. Sering saya tertawa dan mengatakan ikan ini sebenarnya adalah kucing yang sedang menyamar
Kadang-kadang dia berenang dan menubruk tangan saya dengan jidatnya yang nong-nong itu. Dia juga senang sekali jika kami menggelitik dagunya atau punggungnya. Tapi dia paling sebal kalau kami pegang ekornya. Kadang dia juga iseng mengibas air membasahi kami saat kami bermain bersama atau saat kami hanya melewati aquarium. Mama sering menjadi korban kibasan airnya. Reinier juga sempat basah kuyup dicipratin air oleh si Gendut ini. Ah ya, Gendut namanya, karena dia memang gendut.Sampai pada suatu sore dalam trip panjang ke Indonesia timur, saya menelpon ke rumah dari Jayapura, dan papa mengabarkan kalau si Gendut mati. Waahhh... asli nangis saya dalam KBU kecil yang panas di salah satu wartel di sudut pelabuhan di Jayapura. Ada rasa yang hilang, sesuatu yang indah yang saya miliki, rasa dibutuhkan, rasa...
Saat seorang teman berlaku curang. Sakit sekali rasanya.
Dia, teman saya, mencurangi saya... Sungguh mengecewakan. Sungguh menyedihkan, karena rasa percaya dan hormat yang saya miliki untuknya runtuh, hilang tak berbekas. Mungkin saya yang terlalu bodoh menganggapnya sebagai teman, sementara dia hanya memanfaatkan saya. Walaupun demikian, tetap tidak ada alasan untuk berlaku curang dan konyol seperti itu!
Ketika diving di sisi timur pulau Banta (antara pulau Sumbawa dan pulau Komodo), saat melihat keadaan di sekeliling saya di dalam laut sana, saya hanya terdiam... emosi yang meluap antara marah dan sedih membuat kata-kata lenyap dari benak saya. Karang-karang batu yang besar dan indah patah berserakah di mana-mana, karang-karang meja patah terbalik mati, semua keindahan yang pernah saya lihat lenyap, saya seperti berada di kota yang baru habis diserbu musuh. Semuanya tinggal puing...
Jelas sekali bekas seretan jangkar-jangkar dari kapal-kapal yang pernah berlindung di teluk itu.
Saat itu rasanya seperti separuh dari nyawa saya juga melayang bersama dunia yang hilang itu. Saya adalah bagian dari dunia itu...
Saat orang tua sakit. Sakit dan sedih rasanya. Rasanya sungguh tak berdaya...
Apakah juga menyedihkan saat bubaran dengan mantan-mantan pacar? Kalau saya jawab tidak, bohong tuh. Sedih karena perpisahan sudah pasti, tapi di sisi lain ada juga perasaan, "Horeee.. bebas!!!! Legaaa..." Mungkin karena selalu bikin masalah dan bikin pusing ya?

Ah, yang pasti mereka bukan orang-orang yang tepat. Itu saja.
Melewati babak-babak sedih dalam hidup bisa membuat kita semakin terperosok atau sebaliknya justru membuat kita semakin kuat dan bijak dalam menjalani hidup. Pilihan ada di tangan kita sendiri.
(Tamat)



15 comments:
Bener banget Sin, yang namanya memory, sedih, bahagia, sebel, jengkel, putus asa.... tetep patut disyukuri... semua memory inilah yang bikin kita sebagaimana kita sesungguhnya *sok bijak sambil elus-elus jenggot kaya di film-film silat* hehehe
Sampe sekarang aku juga masih suka nangis tiap kali liat foto adik yang juga meninggal karena sakit... tapi juga suka ketawa kalo inget candaannya dia, inget usilnya... hehe kok jadi ikutan curhat
Melupakan orang2 yang mencurangi menyakiti dan membohongi itu yang sedang aku usahakan Since, sulitnya...tahunan sudah aku coba , masih blom 100 persen bisa.
Benar juga sih pilihan ada di tangan kita sendiri, dan aku yakin Insya Allah aku bisa melakukannya, karena sudah capek nggendong amarah itu terus.
Yup, sedih rasanya kalo orang yg kita percayai bener2 "mengecewakan" kita sampe dasarnya.... :(
sukurlah Since jadi lebih bijak dengan adanya peristiwa2 sedih ini.
betul sekali, kita adalah nakhoda yang akan membawa kapal kemanapun kita kehendaki. semua ada di tangan kita.
btw, bekas pacarnya gak ikutan diposting?
I am free from chains at last and finally ready to live my lives by just being who I am hahaha tamaat si kodok since ;)
mmm kenangannya semua membuat terharu since xxx nice to have such a memory yah,waktu terjadi kita marah/sedih..tp suatu hari menjadi kenangan mengisi hari2 yg kosong apalagi kita yg di londo ini,banyakan bengongnya dari jalan dgn friends
fijne avond meis,btw aku mo kursus bhs blanda di univ leiden september ini untuk pertama kali ..biar bisa lanjutin sekolah dan dapat kerja yg lebih ringan :)
ikutan sedih Since *hiks*
Wuuaahhh... Ayooo ayoo, sedihhnya dijauhkan sejauh timur dari barat deh skarang, pokoke Happy aja teyuussss :)... Kesedihan yg kedua itu dirasakan juga ame gw ampe saat ini CI, rasanya ngga bisa begitu aja diilangkan...yaahh mo mara, sedih apapun juga si manise uda jadi anguseee...ke Indonesia nanti singgaah di Ambun ngga Ci ??.. anyway.. veel plezier met je zomer vakantie en niet vergeten AUTAN mee te nemen.
XXX Shierly
http://www.freewebs.com/shierlynet/homepage.html
Kehidupan itu memang banyak warna nya. Kalau yang saya mengerti adalah supaya kita selalu ingat akan Dia. Semoga kesedihannya dapat berubah menjadi kebahagian kembali.
Kamu kaya pengalaman hidup ya Sin *ciee!* Eh bener kok. Aku ngebandingin sama aku sendiri..nggak banyak memori (apalagi yg sedih2) yg berarti gitu lho dalam hidupku.
Kisah sedih dan gembira adalah pengalaman & pelajaran yg dapat kita jadikan kekuatan dalam kehidupan kita asal selalu berserah kepada Bapa..*maaf since ,bakat konselorku jadi kumat neh baca pengalaman elo...qiqiqiqiiq* :)Met wiken ya Since.GBU
waktu peristiwa ambon itu km masih tinggal di ambon-kah? serem bayangin ya!
waktu musim kerusuhan mei itu aku msh di sby, jg sering ada demo2 di jalan ... buntutnya aku sering mimpi kejebak dalam demo! sampe pindah sini jg masih lho ... pdhl aku sendir sesungguhnya gak pernah kejebak ditengah2 demonstran. ngeri aja liat di tv, baca berita dll.
Ngga enak emang kalo ngomongin yang sedih-sedih ya? jadi ikut ngebayangin yang engga-engga.
Postingan yang rame lagi dong!
huhuhu sedih...bokapku baru meninggal, sedih and bahagia. sama ama adekmu...bahagia karena penderitaannya berakhir
innanillahi and RIP buat adek muh, and buat bokap jeng dian (hiks).
bokap kuh juga ada ikan red devil, tapi kalo di indo namanya Lohan, tak ku namain Linsay jadi linsay lohan hehe, bokap ada 4, semuanya manja, benci aku liat, makannya mao udang trus, aku cuman makan ikan LOL
udha ahh gak mao sedih2 lagi hiks
Prettige vakantie Sinc ....pamitan seblon pergi :)
Selamet jalan2 .... n cerita2 yah ntar kalo gw balik gw bacain avontuurnya kalian
digits
Post a Comment