Monday, February 23, 2009

Tragedi Kura-kura

Adikku, yang tinggalnya dari Denpasar harus ditempuh dengan naik mobil terus naik pesawat yang pakai acara transitnya juga, dan kemudian harus naik mobil lagi, memelihara dua ekor kura-kura sejak beberapa tahun yang lalu. Saat kura-kura itu masih sebesar koin Rp 100 hingga kira-kira sudah selebar permukaan kaleng minuman ringan.

Beberapa saat yang lalu, pada suatu malam, salah satu dari kura-kura ini terlepas dari kandang dan kolamnya. Maka merambahlah kura-kura ini dalam dunia baru di hadapannya.
Keesokkan pagi, sudah tentu, terjadi huru-hara di rumah adikku, semua berusaha mencari kura-kura itu. Hasilnya, nihil.

Tak tahunya, ada dua anak tetangga usia taman-kanak-kanak menemukan kura-kura ini di halaman rumah mereka. Ya namanya juga anak-anak, pikir mereka menemukan kura-kura mungil seperti menemukan kupu-kupu atau jangkrik di halaman rumah. Tidak terpikirkan bahwa itu mungkin adalah hewan peliharaan orang lain.
Beda kalau menemukan anjing misalnya, langsung terpikir anjingnya siapa nih?
Eh... ntar dulu... itu pikiran orang dewasa.
Mungkin kalau pikiran anak-anak, "eh anjingnya lucu, aku mau punya anjing ini, mama".
Kali ya???

Balik lagi ke urusan si kura-kura tadi.
Maka bermain-mainlah kedua anak itu sepanjang siang dan sore dengan kura-kura temuan mereka itu. Hingga menjelang malam, sebelum kedua anak ini harus masuk ke dalam rumah dan tidak boleh bermain di halaman lagi, kedua anak-anak itu melepaskan kura-kura tersebut di halaman mereka. "Nah, kura-kura, kamu pulang ke rumahmu juga ya. Besok kita main bersama lagi."

Nah, si kura-kura itu bebas lagi untuk melanjutkan pengembaraannya di dunia yang luas ini.

Hari berikutnya, pagi-pagi, terjadi kegemparan di rumah seorang dokter, tetangga kedua anak-anak tadi. Mereka menemukan seekor kura-kura di teras rumah.
Bukannya berpikir, "Eehhh ada kura-kura di teras", atau, "Kura-kuranya siapa ya yang terlepas?" Tapi malah berpikir:
"Astaga!!!! Ini artinya jelek!!! Pasti black magic!!! Pasti ada yang berniat jahat pada kita dan mengirimkan guna-guna dalam bentuk kura-kura ini pada kita!!!"
Alamak!!! Yang bener saja seh bu dokter!!! Secara bu dokter gitu lho, yang pola pikirnya, mestinya, rada lebih ngembang. Tapi, ya itu yang pikiran mereka pada saat itu!!! Tanpa diselidiki dengan logis, langsung saja ambil kesimpulan black magic. Ampun deh!!! Doofus

Dan apa yang terjadi??? Sempat lho pakai acara sembayangan segala yang dipimpin oleh seorang pemimpin agama pula dan kemudian.... kura-kura itu pun dibakar!!! DIBAKAR!!!! Perturbed
Yep, kura-kura tak bersalah itu pun dibakar sampai hangus dan dibuang!!!
Ya kalau dimakan namanya sate bulus donk. Tapi.. kalo disate'in juga paling seupil doank dagingnya tuh. Hussss!!!

Demikianlah ujung pengembaraan kura-kura yang berakhir tragis.

Kemudian, siang itu ada dua anak yang sibuk mencari teman baru mereka di halaman rumahnya. Begitu mereka dengar bu dokter membakar seekor kura-kura, proteslah kedua anak itu. "Itu pasti kura-kura kami! Kami kehilangan kura-kura kami. Kura-kura yang kami temukan kemarin di halaman rumah kami!!!"

Kira-kira, gimana ya reaksi keluarga bu dokter itu kalau dia tahu itu kura-kura milik adikku yang kabur dari kandangnya?
Kira-kira ada rasa malu pada dirinya sendiri 'gak sih kalau menyadari kura-kura itu bukan jelmaan guna-guna?
Atau sama sekali 'gak punya perasaan apa-apa?
Apa bu dokter itu punya banyak musuh ya, sampai segitu paranoidnya?

Kalau misalnya yang ditemukan di teras rumahnya tuh anjing, apa dibakar juga ya?Thinking
Mending dibikin erwe tuh, bu.

Aiiiih... kura-kura yang malang....

Turtle Turtle Turtle Turtle Turtle

Monday, February 16, 2009

Pada suatu siang...

Pada suatu siang yang dingin, saat permukaan air di selokan gede dekat rumah mulai membeku, bebek-bebek pun mulai blingsatan. Bengong, tidak tau mo ngapain.

Ya udaahhh... kumpul-kumpul, meluncur di atas es sambil ngegosip aja.
Eh, beneran lho, ternyata bebek itu meluncur di atas es, seperti layaknya orang skating.

Hoooiii temans... di sini masih ada air yang belom beku lho!!!

Yuppiieee... lumayaaaan bisa mbasah-basa'in pantat!!! Pfeeuuuhhh senenknya bisa renang lagi!! Tapi 'gak lama-lama aah. Dingiiiinnn!!!

Monday, February 09, 2009

Oh Sepia

Ini hasil isenk saat di dalam laut. Menggoda Sepia (cuttlefish). Lihat perubahan warna tubuhnya. Mereka memiliki kemampuan merubah-rubah warna dan juga struktur permukaan tubuhnya untuk menyamar menyatu dengan latar belakang di sekeliling mereka. Kemampuan Sepia merubah-rubah warna dan struktur permukaan tubuhnya itu dilakukan dengan sangat cepat, jauh lebih cepat dan lebih rumit dibandingkan dengan bunglon alias cameleon di darat.
Mereka juga menggunakan perubahan warna pada tubuhnya untuk saling berkomunikasi.



Saya selalu terpukau melihat mereka. Cantik, anggun, gesit. Satu lagi, berdasarkan hasil beberapa penelitian ilmiah yang telah dilakukan, dikatakan sepia ini sepandai octopus. Nah, apalagi? Sudah cantik, anggun, gesit, pandai pula!!! Winky

Jika sedang beruntung, mereka mau menyambut jari-jari tangan saya dengan tentakel-tentakelnya dan kami seolah berbicara tanpa kata selama beberapa detik. Tapi jika tidak sedang beruntung, ya seperti video di bawah ini, kabur duluan si Sepia. Ya salah saya juga, mendekati dengan agresif gitu.

Jika ada yang tertarik mengenal lebih jauh tentang si Sepia ini, silahkan klik di sini, atau silahkan disurfing sendiri.