Karin Rose.Teman kami, Fred Groen, bersama beberapa temannya memiliki sebuah kapal, Karin Rose. Kapal mungil ini dipakai untuk kegiatan diving di North sea dan kadang-kadang juga di seputaran Oosterschelde.
Sejak awal saya di sini, Februari yang lalu, Fred dan Michelle sudah mengajak saya beberapa kali untuk bergabung dengan dive trip ke Noord zee. Reinier sendiri sebelum saya pindah ke sini sudah sering bergabung dengan trip di atas Karin Rose, bahkan hampir setiap week end di musim panas tahun lalu .
Saya sendiri sudah lama tertarik untuk bergabung dengan trip mereka. Namun saat itu ada sedikit keraguan yang membuat saya menunda-nunda bergabung dengan trip di atas Karin Rose. Padahal sudah beberapa kali Fred memberitahu kami jika ada trip dengan Karin Rose dan masih ada tempat luang.
Setelah melakukan penyelaman di Goese Sas seminggu sebelumnya, saya merasa siap juga untuk turun di Noordzee. Maka bergabunglah kami di atas Karin Rose.
Noordzee; Leatherback turtle.
Jam 6 pagi kami sudah tiba di dermaga dan bergabung dengan 8 penyelam lainnya, termasuk Fred dan Michelle. Menuju ke Noordzee kapal harus melalui de Roompot sluis (ruang/gerbang pengunci pada dam antara Oosterschelde dan Noordzee).
Begitu kapal memasuki perairan Noordzee, langsung terasa goyangannya... Walaupun saya sempat bekerja selama 5 tahun di kapal, yang namanya mabuk laut tetap saja merupakan sahabat setia saya saat kapal digoyang-goyang gelombang. Aduh ibuuu... ini adalah penyebab utama mengapa saya terus menunda-nunda bergabung dengan trip ke Noordzee ini.
Sekitar 3 jam pertama saya masih mampu bertahan ditengah-tengah goyangan ini. Kami bahkan sempat melihat seekor leatherback turtle (Dermochelys coriacea) besar yang sedang mengapung sesaat di permukaan laut!!! Wah... benar-benar sebuah kejutan!!! Bayangkan saja, penyu di North sea!!! Bukan tidak mungkin sih, tapi juuaaaraang banget!!!!

*) Leatherback turtle.
Dari hasil penyelidikan di internet (weeh... gayanya, penyelidikan boo
), dari catatan yang ada, penyu ini pernah ditemukan di sekitar Belanda ini pada tahun 1777, kemudian pada tahun 1973 ditemukan sekitar 13km di luar perairan Oosterschelde. Fakta lebih lengkap ada di Extreem.Sebenarnya bukan hal yang mengherankan jika penyu yang bisa mencapai 700kg ini dilihat di sekitar Noordzee, karena leatherback turtle ini termasuk penyu pelagis dengan jangkauan yang sangat luas, bahkan sampai perairan Artic. Penyu dengan kemampuan menyelam tahan sampai 2 jam dan bisa mencapai kedalaman sampai 1200 meter ini bertelur di pantai tropis, dan menghabiskan sebagian besar hidupnya mengembara di seluruh lautan dunia. Uraian yang lebih komplit bisa ditemukan di Chelonia.
Sementara laporan "saksi mata" dari Fred bisa dibaca di duikenNL.
Kami juga melihat rombongan lumba-lumba yang melintas, sepertinya mereka mengejar penyu itu

Hmm... boleh juga memulai petualangan di Noordzee dengan penyu besar dan lumba-lumba.
Noordzee; zeeziek en onderwater.
Tidak lama setelah kejutan manis di atas, organ keseimbangan saya benar-benar terpengaruh goyangan gelombang. Mabok boo!!!

Awalnya saya berpikir dengan loncat ke air dan mulai menyelam akan menyelamatkan saya selama sesaat, hal yang normal bagi saya selama di Indonesia. Ternyata saya salah!!!! Visibility saat itu bahkan lebih parah dari saat di Goese Sas, kurang dari setengah meter. Sesaat, saat turun ke kedalaman, saya sempat disorientasi. Benar-benar tidak ada bentuk yang bisa saya tangkap lewat mata saya ditambah pengaruh dari gerakan gelombang di permukaan, dan itu memperburuk kondisi saya. Buh, seumur-umur, walaupun hanya sesaat, baru kali itu saya mengalami yang namanya disorientasi!!
Informasi yang saya terima saat briefing sebelum terjun ke laut adalah kami melakukan wreck dive, menyelam pada bangkai kapal. Tapi yang saya temui di bawah sana hanyalah sepenggal baja. Yah, dengan visibility kurang dari 50cm, apa yang bisa diharapkan? Ditambah lagi dengan rasa mual yang semakin menjadi-jadi, wah... sulit sekali untuk fokus dan menikmati penyelaman saya.

Hasil shoot pun tidak banyak karena kondisi-kondisi tadi. Hampir tidak mungkin bagi saya untuk macro shoot. Penyelaman kali ini banyak sekali bintang laut kecil yang saya lihat. Mereka ada di mana-mana menutupi permukaan pelat baja yang tebal ditutupi endapan lumpur. Dan juga tidak ketinggalan, kepiting.

Kami hanya setengah jam di dalam air. Rasanya lebih dari cukup bagi saya kali ini. Kondisi saya yang tidak fit membuat saya menjadi cepat dingin di bawah sana.
Tidak lama setelah kembali di kapal, saya benar-benar "tumpah"!!!! Tadinya saya kira hanya saya seorang diri yang melengkapi diri dengan acara tumpah segala, eh.. ternyata ada 4 juga yang tumpah selain saya. Hehe... jadi 'gak malu-malu'in amat deh

Saya membatalkan penyelaman saya selanjutnya. Tidak perlu mengambil resiko dan menyusahkan buddy saya atau orang lain, bukan?
Ugh.. sudah mabok, mana anginnya dingin lagi dan matahari terhalang awan tebal hampir sepanjang hari... maka lengkap sudah penderitaanku hari itu..
Dan penderitaan itu masih berlangsung selama beberapa jam sampai saat kapal berbalik kembali ke arah dermaga dan arah gelombang berubah mendorong kapal dari belakang. Matahari keluar malu-malu dari balik awan saat perjalanan kembali ke dermaga.

Hmm... rasanya senang menginjak darat lagi!!!!! Yah, perasaan yang selalu saya alami setelah mengalami mabok laut.
Ah.. jadi ingat saat masih di Ambasi dulu. Saat laut tenang, saya selalu berkata pada diri saya, "Beruntung sekali saya, bekerja pada dunia yang saya sukai".
Tapi saat gelombang menghempas dan mabok laut menyergap, lain lagi yang saya katakan pada diri saya, "Anak bodoh, kenapa kamu siksa diri kamu dengan pekerjaan seperti ini!!!"
Haha..
manusiawi sekali bukan?Bersyukur saat suka dan bersungut saat susah!!!! Padahal kenikmatan saat suka justru baru bisa benar-benar nikmat jika kita sudah pernah melalui saat susah.
*) Foto-foto leatherback turtle diambil dari Extreem, MarLIN dan hluhluwe.


3 comments:
boleh juga pengalaman mbak sin kali ini yach.. ngeliat penyu di noord zee ! hampir kayak ngimpi kali yach. perasaan penyu tuh cuma di tropisch aja (dasar dodhol si inot!).. met wiken mbak sin. gimana rijlesnya kok gak ada critanya lagi ?
Baru tahu aku sin, kalau di Nordsee masih ada penyu sama lumba-lumba. Wah...senang sekali kalau aku bisa lihat mereka secara langsung ( kapan ya? )Have a nice day ya Sin!
untung bgt kamu mbak, bisa lihat penyu dan lumba2 gitu. aku paling di laut sini cuma kebagian liat anjing laut kalo ke waddenzee. kapan ya aku bisa liat lumba2 di sini? *ngayal*
++retno
Post a Comment