Wednesday, May 11, 2005

Sekolah Lagi

Setelah 10 tahun meninggalkan bangku kuliah, saya harus kembali lagi ke bangku sekolah. Lima hari dalam seminggu dan tiga jam setiap harinya selama satu tahun. Sekolah beneran deh jadinya.
Tapi ini bukan sekolah buat ambil program master, ini inburgerings cursus (Integration course) judulnya. Isinya, belajar bahasa Belanda, orientasi sosial, informasi kemungkinan untuk bekerja (yang ini urusan beberapa bulan kemudian) dan informasi pendidikan lanjutan (kalo ada minat mo nerusin sekolah).
Ini kursus diwajibkan oleh pemerintah di sini untuk semua imigran (yang berasal dari negara-negara non EU) yang akan tinggal di sini (baik untuk sementara ataupun yang akan menetap). Dan biaya inburgerings cursus ini ditanggung oleh pemerintah sini untuk saat ini. Kalo misalnya ada imigran yang menolak ikut kursus ini, boleh saja, asal dia harus bisa membuktikan kalau dia sudah mampu berbahasa Belanda, atau dia akan didenda oleh pemerintah Belanda.

Saat saya tiba dan melapor di Gemeente Huis (kantor kotamadya), saya dianjurkan untuk tidak membuang waktu, mengambil langkah sendiri untuk menghubungi biro inburgerings untuk urusan kursus ini, dengan membawa bukti lapor diri, tanpa harus menunggu undangan untuk kursus setelah ijin tinggal saya keluar (yang mungkin akan memakan waktu beberapa bulan untuk proses ijin tinggal). Hasilnya, saya bisa mengikuti kelas yang mulai musim semi ini.
Saya termasuk yang beruntung, disamping semua biaya pendidikan (untuk 600 jam), termasuk buku-buku, masih ditanggung oleh pemerintah sini. Harga satu paket buku+cd rom sekitar 76 euro, dan ada 3 paket selama setahun pelajaran ini. Kebayang kan kira-kira berapa biaya yang mesti dikeluarkan kalau harus membayar sendiri? Doofus Dan dalam waktu 6 minggu sejak saya tiba di sini saya sudah bisa mengikuti proses kursus ini.
Makanya walaupun ada yang pro dan kontra tentang kursus ini, saya tetap dengan senang hati mengikuti kursus ini.

Karena ada berbagai latar belakang peserta, kami harus mengikuti kelas perkenalan selama 2 minggu untuk menentukan level kelas kami. Dalam kelas perkenalan ini banyak hal-hal lucu yang terjadi karena salah mengerti, terutama bagi peserta yang tidak bisa berbahasa Inggris. Kami berusaha untuk saling berkomunikasi dengan harus melibatkan body language Lol
Di sisi lain ada positifnya juga, bahwa mau tidak mau satu-satunya cara berkomunikasi ya dengan bahasa Belanda yang sedang kami pelajari itu.

Nah mulai minggu ini hasil pembagian kelas tersebut resmi berjalan. Di kelas saya ada 9 murid, semuanya perempuan. Tadinya ada satu teman dari Indonesia juga di kelas saya, namun karena beberapa kepentingannya termasuk balik ke Indonesia Juni besok, dia baru akan mulai Agustus nanti dengan kelas berikutnya.

Menurut informasi yang saya dengar kebijakan pemerintah mengenai inburgering cursus ini akan berubah tahun depan. Calon pendatang harus mengikuti kursus di negaranya sendiri dengan biayanya sendiri, dan harus lulus test di kedutaan Belanda sebelum mendapatkan ijin tinggalnya. Dan biaya untuk test itu tidak murah. Wah....

2 comments:

Anonymous said...

selamat sekolah mbak :)
enak kok inburgering cursus sebenarnya, apalagi nanti di akhir cursus ada matschappijwerk atau magang di tempat2 kerja. siapa tau bisa dijadiin tempat kerja nantinya.

aku dulu gak boleh sama gemeente sih, katanya udah punya dasar belanda, mending kursus sendiri, mahal pulak kursusnya :(

enjoy it!!

++retno

Hani said...

ayooo sekolah...hehehe

ntar kalo udah pinter cas-cis-cus, bagi2 ilmu bahasa belanda ama aku ya bu

semoga sukses!!!