Selesai sarapan pagi dengan croisant, kami beranjak meninggalkan Honfleur. Ada rasa sayang meninggalkan tempat ini. Belum puas rasanya menikmati keindahan yang ada. Namun, kenikmatan dan waktu kadang-kadang tidak sejalan.

Normandy bridge

Kami menyeberangi hilir sungai seine melalui sebuah jembatan raksasa yang di"tahan" oleh kabel-kabel, jembatan Normandy (le pont de Normanie), dan terus melanjutkan perjalanan kami melalui jalan-jalan kecil sepanjang pesisir Normandia. Cuaca tidak jauh berbeda dari hari sebelumnya. Sebelum balik ke Belanda, kami singgah sebentar di Boulogne, mengunjungi Nausicaa, seaworld-nya Perancis.
Ada 35 ruangan dengan tema yang berbeda-beda. Saat masuk ke ruangan pertama, kami disambut oleh tabung biru yang penuh dengan ubur-ubur yang melayang-layang gemulai di dalamnya. Di dalam ruangan itu juga ada beberapa tabung yang lebih kecil dengan isi yang berbeda-beda. Ada tabung yang berisi telur ubur-ubur dan tabung yang berisi bayi ubur-ubur. Di ruangan ini juga ada aquarium yang menggambarkan suasana kehidupan laut di laut dalam. Biota di dalamnya kebanyakan adalah tiruan dan berfosfor, kecuali seekor scorpionfish "raksasa" yang berbaring di pojok aquarium. Scorpionfish ini nyaris dikira ikan-ikanan juga, kalau saja gerakan halus di pipi saat bernapas tidak tertangkap oleh mata saya.
Di depan aquarium ini ada 2 tiang periskop. Namun yang bisa dilihat dari periskop ini bukan permukaan air laut, seperti halnya pada kapal selam, melainkan gambar-gambar 3 dimensi ikan-ikan yang hidup pada dasar laut dalam.
Di sisi aquarium laut dalam ini ada aquarium yang isinya Japanese spidercrab (Macrocheira kaempferi), kepiting raksasa yang hidup di kedalaman lebih dari 200 meter di perairan Pasifik utara sekitar Jepang. Diameter badannya mencapai kira-kira 37 cm, tapi jika termasuk lengan/capitnya, bisa mencapai sampai kira-kira 3 meter!!!! Sementara beratnya sendiri bisa mencapai 30 kg!!!! Dan kepiting ini katanya enak dimakan... hmmm... jadi ingat kepiting saus padang di bypass sanur
Berbeda dengan nuansa laut dalam yang miskin cahaya, sepi dan "dingin", di ruangan berikutnya terdapat beberapa aquarium yang kaya akan warna dan cahaya, aquarium ikan-ikan karang. Ada aquarium dengan anemone fish, ada juga yang khusus diisi dengan jenis-jenis lionfish dan scorpionfish.
Selain aquarium yang menyajikan keindahan visual, hampir di setiap ruangan dilengkapi dengan poster yang berisikan informasi mengenai biota yang ada dalam ruangan itu, atau peralatan audio (berupa telepon) dan juga audio-visual untuk mendapatkan informasi lanjut mengenai ikan-ikan tersebut atau keluarga dari ikan-ikan tersebut.

Aquarium "perairan tropis"

Kolam hiu tentunya yang selalu paling menarik perhatian pengunjung. Dan di Nausicaa ini, mereka juga punya tiger shark, kira-kira 3 meteran besarnya. Pertama kalinya saya melihat tiger shark secara langsung. Saya belum pernah berjumpa dengan tiger shark selama penyelaman saya.
Sebenarnya saya merasa kasihan terutama pada hiu-hiu ini, mereka seharusnya berada pada lautan bebas, bukan dalam kolam seperti ini. Melihat mereka berenang bolak-balik dalam kolam ini membuat hati saya sedih. Terbayang saat saya menyaksikan hiu-hiu yang berenang bebas memburu makananannya di alam lepas. Seperti itulah mereka seharusnya. Semoga kebebasan yang diambil dari hiu-hiu ini memberikan informasi pengetahuan yang berguna bagi manusia, bagi alam, bagi kehidupan dan kelestarian hiu-hiu yang lain.

Shark

Di samping kolam hiu juga terdapat kolam dangkal perairan tropis. Jernih dan hangat. Saya harus menahan diri untuk tidak loncat dalam kolam ini. Saya sungguh merindukan laut tropisku, saya sungguh merindukan berada di dalamnya lagi
Tidak seperti kolam hiu yang dilengkapi dengan dinding kaca (aquarium), kolam perairan tropis ini di lengkapi dengan kubah/gelembung kaca mirip helm. Pengunjung bisa memasukkan kepalanya dalam kubah kaca tersebut dan menyaksikan ikan-ikan karang yang berenang di sekitar situ dari lantai dibawah kolam tersebut.

hasil jepretan dari jendela gelembung di kolam "perairan tropis"

Ada juga kolam "boleh sentuh", yang berisi beberapa biota yang boleh disentuh olah pengunjung. Anak-anak tentunya sangat menyukai kolam ini, tapi airnya dingin booo.
Sayangnya kolam yang berisi seal (anjing laut) airnya butek, hasil foto jadi tidak maksimal. Padahal saat itu saya menyaksikan hal yang menarik di dalam sana. Sepasang seal yang saling menggoda, dan saling berusaha menggigit ekor lawannya. Mereka melakukannya terus menerus seperti mereka sedang berkelahi, namun lebih mirip sebuah tarian ritual. Mating? Mungkin juga, hewan selalu punya kebiasaan unik saat mating.
Disamping menyajikan keindahan laut lewat aquarium, nausicaa juga melengkapi dirinya dengan ruangan-ruangan tentang sejarah manusia mengekplorasi laut, kondisi laut saat ini, pengaruh kehidupan manusia di darat terhadap laut, polusi laut dan informasi pendukung lainnya.
Ada ruangan yang mirip ruang kemudi kapal dengan layar yang besar yang menggambarkan horison di laut yang bergerak-gerak seolah-olah kapal oleng ke kiri ke kanan diterpa gelombang. Mabok juga melihat layar itu.

1 kubik meter air laut mengandung....

Sajian yang terakhir adalah sebuah kolam tertutup (mulut kolam itu tertutup bagi pengunjung, sehingga pengunjung hanya bisa menyaksikan lewat dinding kaca) air payau yang berisi buaya. Kecil-kecil, tapi tetap saja buaya.
Ada yang kurang
Moudi temenin daku ke seaworld lagi donk.
Dan sebelum meninggalkan nauticaa, supaya lengkap kami mengunjungi souvenir shop-nya, walaupun yang dibeli cuma table mat

Menyeberangi Belgia kali ini kami memilih jalur bypass. Hujan, hari yang semakin larut, capek, membuat kami ingin segera tiba di rumah.
Akhir liburan kali ini. Pendek namun menyenangkan.


2 comments:
waa aku pernah ke nausicaa mbak!
keren sih, apalagi yg bayi ubur2 wah, impressive aku bilang, kayak apa gitu...
dulu ke nausicaa itu gara2 trip ke boulogne, seminggu nginep di asrama mahasiswa, praktek lapang gitu. geblek pas ngambil sampel di pantai, anginnya segede2 bagong!! pantas aja pantainya berbatu, karena anginnya gede ya (hubungannya gimana hayo ;))
oya, ini emailku : rwidiani@gmail.com
wiken panjang mo jalan2 lagi kah?
met wiken panjang ya mbak!!
++retno
Aku juga kasihan saat melihat ber
bagai macam ikan di Sea life di kota Konztan, yang hanya bisa berenang ditempat yg tidak begitu luas. Rasanya mereka seperti terpenjara. Bahkan aku sempat cengeng saat salah satu ikan mencoba berenang ke permukaan air
menampakkan matanya kepada seluruh pengunjung dan terus menerus mengitari kolam terbuka yg berbentuk bundar, seolah2 ingin berkata " aku ingin bebas!! "
Post a Comment