Chateau de Versailles , Brassica napus, pesisir Normandia, hmmm.. apa hubungannya ya? Yang pasti tiga-tiganya saya temui di daratan Perancis

Sayangnya hari ketiga ini cuaca tidak secerah hari-hari sebelumnya. Awan tebal dan gerimis, tapi semangat liburan tetap membara, tidak terpengaruh cuaca.
Tahun lalu kami juga sempat mengunjungi chateau de Versailles. Tapi saat itu kami datang pada hari Senin, sementara istana hanya terbuka untuk umum Selasa-Minggu. Hasilnya kami hanya bisa berkeliling di bagian luar istana dan menyusuri taman istana yang super gede itu (dan ternyata selama musim dingin, November-Maret, kunjungan ke taman bebas fee alias gratis

Chateau de Versailles (foto koleksi tahun lalu)

Berbeda dengan tahun lalu, kali ini suasana benar-benar ramai walaupun dibawah gerimis tipis. Karena kami juga berencana ke pesisir Normandia hari itu, kami hanya membeli tiket untuk mengunjungi state apartments plus dengan audioguide-nya. Hampir satu jam kami habiskan hanya untuk antri ke masuk ke dalam istana (semua tas yang dibawa harus melalui pemeriksaan x-ray), belum termasuk antrean karcis dan antrean buat mendapatkan audioguide-nya. Buuuh...
Ada 20 ruangan yang kami kunjungi. Ruangan-ruangan tersebut termasuk di dalam The King's State Apartment, The Hall of Mirror, The Queen's apartment, dan ruangan tentang Napoleon.

Royal Chapel dan Hall of Mirrors


Beberapa sudut dalam istana
Ruangan-ruangan dalam istana ini benar-benar bikin takjub. Apalagi lukisan-lukisan sepanjang langit-langit istana.
Dua jam lebih kami habiskan untuk berkeliling dalam istana. Itupun belum maksimal bagi kami untuk benar-benar mengamati semua dekorasi and interior di dalam istana. Bagaimana mau menikmati dengan maksimal ditengah-tengah lautan manusia begitu? Untuk memotret saja dibutuhkan kesabaran cadangan. Tidak semua orang menghargai orang lain yang sedang mengambil gambar. Asal lewat, asal senggol saja. Thanks to digital camera
kebayang kan bisa habis berapa rol kalau pakai kamera biasa.Saya jadi membayangkan kehidupan dalam istana saat itu, begitu megah, sementara di luar sana begitu banyak rakyat yang hidup sengsara. Tidak heran kalau pada akhirnya rakyat memberontak juga.
Sebenarnya sejarah sudah mengajarkan banyak pada kita, manusia-manusia yang hidup di abad ini. Tapi karena keserakahan, membuat sejarah selalu berulang.

Versailles garden (foto koleksi tahun lalu)

Dari Versailles kami langsung mengambil rute ke Normandia, dengan tetap mengutamakan jalur kuning di peta. Sepanjang perjalanan saya melihat banyak sekali perkebunan bunga kuning. Reinier menjelaskan bunga itu disebut koolzaad, atau Brassica napus, untuk menghasilkan minyak seperti bunga matahari. Kami hanya sekali melihat produk minyak bunga tersebut di supermarket. Tapi ada juga yang mengatakan bunga ini berbahaya bagi ternak
hmmm...
Brassica napus
Kami tiba di daerah pesisir Normandia sore harinya (jadi ingat Asterix dan orang-orang Normandia
). Senang sekali melihat ombak yang menjilati bibir pantai dan dinding-dinding batu yang menjulang dari tepi pantai. Ingin rasanya menyentuh air laut itu. Tapi jangankan menyentuh air laut, berdiri di tepi pantai saja sudah membuat saya menggigil kedinginan.
pantai-pantai di Normandia

Kami bermalam di Honfleur, sebuah kota tua yang indah dan terpelihara. Kota ini terkenal dengan dok tuanya yang indah dan Liutenance, sebuah reruntuhan bangunan tua yang masih terlihat jelas di ujung dok.
Dan saya menyukai kamar tempat kami menginap, hotel du Dauphin (the dolphin). Dan... bukan pink!!!


A calm old dock and Liutenance, Honfleur



3 comments:
Aduh... foto2 nya cantik sekali!!
asli mbak,aku ngiler liat potonya, jd pingin ke situ juga ;)
kmrn nyetirnya gantian kah?
selama di sini, kayaknya blom pernah nemu pantai yg indah. baru kali ini nih, liat poto mbak since, jd bener2 pingin :p
pernah ke waddeneiland gak mbak?bagus juga, tp kalo suka yg sepi2, jgn ke texel, kebanyakan turis.
++retno
bagus sekali bahasa indonesia mu. saya kagum sekali. kalau saya bisa tulis dlm bahasa melayu/indonesia seperti kamu, alangkah indahnya...
Post a Comment