Kamar yang tidak terlalu luas itu ternyata cukup menyita banyak waktu kami. Terutama saat-saat menelusuri toko-toko mencari behang (kertas dinding) dan karpet yang sesuai dengan keinginan kami. Ada banyak behang dan karpet di sini, namun warna dan tekstur yang kami inginkan tidak mudah kami dapatkan. Setelah beberapa hari "perburuan", akhirnya terkumpul juga bahan-bahan yang kami inginkan. Saatnya untuk mulai mendekorasi kamar tiba.
Beberapa teman kami, termasuk orang tua Reinier sempat mengingatkan kami, bahwa besar kemungkinan kami akan bertengkar pada saat proses memasang behang di dinding. Bahkan beberapa teman sempat bercanda mengatakan, jika kalian mampu survive melalui tahap renovasi kamar ini, maka kalian PASTI akan mampu survive dalam perkawinan kalian sampai oma-opa.
Proses pelepasan behang lama dari dinding berjalan tanpa masalah. Kami menghabiskan hampir seharian untuk proses ini. Pekerjaan yang kelihatannya mudah, namun cukup melelahkan. Setelah membersihkan dinding-dinding tersebut, tibalah saatnya untuk melengketkan behang yang baru. Apakah kami akan mampu bekerja dengan kompak dan damai? Seberapa besar kemungkinan kami untuk bertengkar dalam proses ini? Semua pertanyaan itu ada dalam kepala saya pagi itu. Proses pemasangan behang ke dinding juga memakan waktu hampir seharian. Dan... bagaimana dengan kami?
Minggu berikutnya ketika kami mengunjungi orang tua Reinier, pertanyaan pertama dari mama adalah, bagaimana kalian? Aman-aman saja? Apakah kalian bertengkar saat memasang behang? Tentu saja tidak, sama sekali tidak ada pertengkaran, jawab kami. Dan tentu saja itu adalah sebuah jawaban yang jujur.
Kami tidak bertengkar mungkin karena kami berdua menyadari bahwa kami tidak punya pengalaman banyak di bidang ini. Ini malah yang pertama kalinya saya bekerja dengan behang. Oleh sebab itu kami sama-sama tidak menaruh harapan yang muluk-muluk dari hasil pekerjaan kami. Yang penting rapi dan acceptable.
Awalnya kami sempat mencoba untuk memasang behang ke dinding bersama-sama. Namun itu tidak berhasil. Behang lebih baik dipasang di dinding hanya oleh dua tangan, bukan empat tangan. Akhirnya kami membagi tugas, saya mengelem lembaran-lembaran behang dan Reinier yang memasangnya ke dinding. Dan pembagian tugas ini berhasil, kami jadi tidak saling tarik-menarik berusaha memasang behang dengan rapi di dinding.

Wallpapering (foto diambil dari berbagai sumber)

Memasang behang ke dinding kelihatannya mudah, namun tidak semudah yang dibayangkan. Salah mengukur, salah memotong, bahan yang terlalu tipis, lem yang kadang tidak melekat sesuai kemauan kita, pemasangan yang tidak serapi yang diharapkan, capek, banyak kesempatan yang bisa bikin tipis emosi.
Untungnya kami mampu bersikap easy going. Jika ada yang mengomel, biarkan saja, masuk telinga kiri, keluar lewat telinga kanan. Tidak usah dimasukkan ke dalam hati. Kalaupun mau ditanggapi , kami menanggapinya dengan kalimat-kalimat yang ringan dan kadang lucu. Tidak merasa dipersalahkan atau mempersalahkan. Namun jika hendak mengkomplain hasil pekerjaan masing-masing, kami lakukan dengan cara yang "manis", dan kadang konyol yang menimbulkan tawa.
Saling mengerti kondisi pasangan, rasa sayang yang terbias dari setiap jawaban yang diberikan, saling menghargai hasil pekerjaan, sungguh merupakan penyejuk bagi emosi yang mulai meluap karena capek atau kesal.
Sekarang saya juga mengerti kenapa kegiatan memasang behang di dinding dijadikan "parameter" survive dalam perkawinan (walaupun itu bukan parameter standard).
Dan kini, setelah karpet baru dibentangkan, kami serasa memiliki pantai pribadi
Reinier bahkan sempat mencandai saya, bagaimana kalau kita juga tempatkan pohon palem di kamar biar benar-benar terasa suasana pantai


3 comments:
:) ujian pertama....lewat.....hehe slamet2...
We re just back home!! Wah... jadi ingat saat kami mengganti wallpaper di kamar dan kitchennya mama kami. Bagi kami bekerja sama adalah hal yg menyenangkan karena kami merasa tidak melakukannya sendiri, melainkan dg org yg kita cintai. Kami juga biasa melakukan hal2 lain bersama. Tentang parameter itu , aku kok baru tahu ya!! Yaahhh.. lain belanda...lain juga jerman ( he..he...) Have a beautiful weekend!!
pengen lihat hasil jadinya =)
Post a Comment