Ujung-ujungnya saya hanya menemani mereka sampai semeter dari bibir pantai. Mengamati mereka menyiapkan peralatan menyelam, mengenakan drysuit mereka, sudah membuat saya kedinginan walaupun matahari bersinar cerah saat itu. Daerah pesisir memang selalu berangin.

Parkiran diver di Grevelingen


Siap-siap


Siap-siap masuk ke air

Mereka menghabiskan sekitar setengah jam di dalam air. 9 derajat kata Reinier. Hmmmm...
not for me.Ya, saya sangat termanja dengan kehangatan tropis tanah air. Temperatur air terdingin yang pernah saya temui di Indonesia saat menyelam adalah 18 derajat Celcius, di perairan sekitar nusa Lembongan, Bali. Itu pun saya sudah hampir menyerah di menit-menit awal, kalau saja kami tidak menjumpai serombongan mola-mola saat itu.
Saya kangen untuk berada kembali di "dunia" saya yang satu ini. Tidak harus di Indonesia, yang penting underwater, tapi tidak untuk 8 atau 9 derajat Celcius. Mungkin suatu saat nanti saya akan terjun juga dalam air dingin ini, tapi tidak untuk waktu dekat ini.
Reinier juga sempat mengambil beberapa foto dalam air yang dingin itu dan dengan visibility yang tidak lebih dari 2 meter. Not bad juga kan? Mirip night dive


Souvenir dari Reinier, nudibranch dan crab.


5 comments:
mbak, aku udah lama lho pingin gabung klub selam sini, tp mahalnya itu lho, gak kuku :(
mana harus punya alat selam sendiri pula, wah ntar deh kalo aku punya gaji sendiri hehehe....
di deket rumahku ada plas (danau kecil) gitu, aku sering liat ada org nyelem di situ, paling dalemnya seberapa tu ya hehehe...
pernah liat buku soal menyelam di belanda, biasanya daerah2 zeeland situ ya. di belgia juga ada, wreckdive, bekas kapal perang.
++retno
Nice pictures!! thx infonya ya. Blogku lagi ada problem nih!!
halo mbaaakk .. salam kenal ya.
Bisa sampe kesini karna dianterin Retno *nunjuk2 di atas*.
Sering2 posting cerita nyelemnya ya mbak.
eh nudibranchnya pake drysuit nggak ya...kekeke
8 derajat sin? bbrrr...
sin kumaha gak nyoba ...walau cuma jempolnya doang....yg beku..
Post a Comment