Saturday, May 07, 2005

Kampung Jaman Besi

Menurut ramalan cuaca, hari Kamis kemarin hujan, namun kenyataannya sejak pagi cuaca cukup cerah walaupun tidak sehangat hari Minggu sebelumnya. Maka kami memutuskan untuk bersepeda dan sekaligus mengunjungi Historical Open-air Museum di Eindhoven sini.
Sayangnya museum card tidak berlaku di museum ini, kebetulan kami masing-masing memiliki museum card, kado dari seorang teman saat pernikahan kami.

Sebenarnya saya bukan seorang penggemar museum, walaupun begitu kadang-kadang tertarik juga untuk mengunjungi museum-museum tertentu. Seperti Historical Open-air Museum ini, sebuah museum di alam terbuka tentang bagaimana orang jaman dulu di sekitar eindhoven hidup dan bekerja. Khususnya pada masa prasejarah, jaman besi (750-50 SM) dan sekitar abad pertengahan (500-1600). Arsitektur rumah jaman dulu yang dibangun dan model kehidupan jaman dulu dalam museum ini berdasarkan dari temuan-temuan dari hasil penggalian di sekitar Eindhoven.

Begitu melewati jembatan gerbang, kami dibawa ke masa prasejarah, jaman besi. Di hadapan kami adalah sebuah farm pada jaman tersebut, rumah petani, kebun, dapur khusus untuk memanggang roti, gudang dan tidak ketinggalan kandang ternaknya. Juga IJzeroven (tempat melelehkan besi dari batuan bumi yang mengandung logam besi) dan Smidse (bengkel tempat membuat peralatan besi).
Farm ini dibuat sesuai dengan model yang ditemukan di Oss Ussen, kira-kira 30km di sebelah utara Eindhoven.


Rumah petani Posted by Hello

Berdiri dalam peternakan prasejarah ini membuat saya merasa seolah-olah saya sedang berada di sebuah kampung tua di Flores. Suasana dimana kehidupan manusia terasa masih begitu dekat dengan alam.


peralatan dapur Posted by Hello

Melihat perabotan dapur saat itu membuat saya jadi tersenyum sendiri. Beberapa di antaranya masih kita pergunakan sampai sekarang dengan bentuk yang tidak banyak berbeda dari saat itu.


IJzeroven dan Smidse Posted by Hello

IJzeroven dan Smidse, dua bangunan yang berkaitan erat dengan kegiatan peleburan dan pembentukan peralatan dari besi.


pohon oak suci Posted by Hello

Di salah satu sisi farm ini terdapat pohon oak yang "disucikan". Tentu saja pada masa itu kebanyakan orang masih ada pada jalur animisme. Juga pada sisi lain kami juga melihat sebuah patung totem, sebagai perlambang "tuan tanah". Menurut informasi, patung ini juga banyak ditemui di daerah rawa-rawa di Jerman.


totem tuan tanah Posted by Hello

Dari suasana prasejarah, kami masuk ke suasana abad pertengahan, masa sekitar 500-1500. Ada 2 hal yang menarik perhatian saya dari jaman ini. Yang pertama adalah toilet yang berada pada bangunan terpisah di belakang rumah, mengingatkan saya pada model kebanyakan rumah "tua" di Indonesia yang saya kunjungi, yang kamar mandi dan toilet selalu terpisah dari rumah induk.
Hal kedua adalah rumah beratap perahu terbalik (bootvormige hoeve) yang merupakan tipikal arsitektur jaman itu (abad ke-10/-11). Rumah ini merupakan replika dari temuan pada penggalian di Blixembosch (utara Eindhoven).


bootvormige hoeve Posted by Hello

Di dalam rumah ini juga terdapat peralatan perang bangsa Viking (yang disebut juga Normans), bangsa yang ditakuti pada masa itu. Dan juga di tepi sungai yang mengalir di samping kompleks museum ini dijumpai replika kapal bangsa Viking.

Di samping replika dari farm dan bangunan-bangunan masa lalu, juga disajikan peragaan secara langsung bagaimana cara orang hidup, memasak, menjahit, membuat sepatu, permainan pada masa-masa tersebut. Juga terdapat toko souvenir dan coffee shop dengan atmosfir masa lalu.


toko souvenir Posted by Hello


live shows Posted by Hello

Sayangnya beberapa bangunan dan peralatan terlihat "baru", sehingga unsur antiknya jadi hilang.
Dan yang pasti kunjungan ke museum terbuka ini merupakan sebuah "piknik" yang menyenangkan saat cuaca cerah ('gak janji jika hujan Smile)

Menarik melihat bagaimana sejarah peradapan manusia secara "langsung" (walaupun tidak berarti kembali ke masa lalu), bukan hanya melalui bacaan atau film. Jadi terbayang di kepala saya kejayaan dan juga keruntuhan bangsa-bangsa di muka bumi ini, yang mencetak wajah bumi saat ini.
Manusia, dengan kemampuan, akal budi dan nafsu, akan terus mencetak guratan-guratan sejarah pada wajah bumi ini, akan menjadi l ebih baik kah???... atau menjadikan wajah bumi semakin mengkerut karena sedih dan kecewa? Rolling Eyes

1 comment:

Anonymous said...

Menarik juga ya live shows nya. Di dekat tempat tinggalku juga ada live shows seperti itu setahun sekali: