Ya, itu semua pertanyaan-pertanyaan standard yang saya terima akhir-akhir ini.
But, how is my school to me myself?
Sekolahku baru satu minggu umurnya, hari-hari pertama terasa agak membosankan karena yang dipelajari bagaimana mengisi sebuah formulir. Namun beberapa hari belakangan ini lebih mengasikkan dan memabokkan karena yang sekarang dipelajari adalah percakapan sehari-hari dalam bahasa Belanda.
Ya, seperti itu kira-kira tampang saya sekarang. Bagaimana tidak, pelajaran di kelas adalah Belanda-Belanda. Artinya, saya belajar bahasa Belanda dengan penjelasan dalam bahasa Belanda. Jadi si gurunya menjelaskan, bertanya ataupun menjawab selalu dalam bahasa Belanda. Nah lo. Mabook kan? Keriting otak saya jadinya.
Saya jadi merasa seperti anak kecil yang sedang belajar berbicara, mengeluarkan suara-suara "aneh" dari mulut saya. Seperti anak kecil yang sedang belajar membaca dengan terbata-bata. Dan juga, belajar menulis dengan benar saat dikte.
Ahhh... jadi senyum-senyum sendiri ingat saat masih di kelas 1 SD dulu, saat masih cute-cutenya...
Saya berharap, semoga spirit yang saya miliki saat itu masih saya miliki juga saat ini

Dibandingkan dengan suasana di kelas, kegiatan di ruang komputer terasa membosankan. Semua latihan soal yang kami lakukan dengan komputer sama dengan latihan soal yang terdapat pada kepingan cd untuk latihan kami di rumah. So, hanya merupakan pengulangan dari latihan yang sudah saya lakukan dengan komputer saya di rumah. Namun, tidak semua siswa memiliki waktu yang cukup di rumah untuk melakukan latihan soal di komputer tersebut.
Saya jadi merasa seperti anak kecil yang sedang belajar berbicara, mengeluarkan suara-suara "aneh" dari mulut saya. Seperti anak kecil yang sedang belajar membaca dengan terbata-bata. Dan juga, belajar menulis dengan benar saat dikte.
Ahhh... jadi senyum-senyum sendiri ingat saat masih di kelas 1 SD dulu, saat masih cute-cutenya...

Saya berharap, semoga spirit yang saya miliki saat itu masih saya miliki juga saat ini

Dibandingkan dengan suasana di kelas, kegiatan di ruang komputer terasa membosankan. Semua latihan soal yang kami lakukan dengan komputer sama dengan latihan soal yang terdapat pada kepingan cd untuk latihan kami di rumah. So, hanya merupakan pengulangan dari latihan yang sudah saya lakukan dengan komputer saya di rumah. Namun, tidak semua siswa memiliki waktu yang cukup di rumah untuk melakukan latihan soal di komputer tersebut.
Tadinya kami bersembilan di kelas, tapi sejak minggu ini kami hanya berdelapan. Satu dari kami, gadis Jerman, pindah ke kelas dengan level yang lebih tinggi (kelas yang sudah 2 bulan berjalan sebelum kelas kami). Tidak heran, dia bahkan sudah mampu bercakap-cakap dan menjelaskan sesuatu dalam bahasa Belanda.
PR? So pasti! Sekolah tanpa PR mungkin seperti "mission impossible"

PR untuk besok adalah berusaha mengingat arti kata-kata yang ada dalam daftar kata dari bab 2, mampu menjelaskan arti kata tersebut dalam bahasa Belanda dan memberikan contoh kalimat, serta menghafal bentuk lampau dari kata kerjanya
Ah ya, minggu lalu sebelum long weekend, ada seorang siswa yang sempat komplein ke guru kami saat dia memberikan PR.
"Anda tahu kan kalau besok itu libur? Kenapa anda memberikan PR pada kami? Seharusnya libur ya libur. kami tidak harus memikirkan sekolah saat libur!"
Waaaahh... setuju boanget!!! hahaha...
Maunya siih... Sayang, sang guru tidak sependapat dengan gadis tersebut.Dan di rumah, Reinier selalu membantu saat saya menemukan kesulitan dalam pelajaran saya dan juga selalu siap menjadi "lawan tanding" saya saat mempraktekkan bahasa Belanda ala Since (yang kadang-kadang agak



3 comments:
hahaha... ngebayangin reiner yang lagi "hah?" ketawa ngakak saya...
selamat belajar (lagi) since dan tetap semangat! yeah!!
selamat belajar dan ngerjain PR ya mbak, nanti ada lagi yg nyaho, urusan menyusun kata2 di kalimat. baru berasa bhs belanda gak sesimpel bahasa inggris :(
semangat ya!! :)
++retno
ayooo pr-nya dikerjain jangan ngeblog aja...hahaha. hidup pr..hehehe
Post a Comment