Tuesday, March 15, 2005

Lain Padang, Lain Belalang

Yang namanya pindah, pasti selalu heboh. Entah itu cuma pindah kamar kos-kosan, pindah rumah, pindah kota atau pindah ke negara lain. Perbedaan bahasa, adat budaya, aturan permainan bisa saja bikin stress. Tapi justru perbedaan-perbedaan ini yang menarik untuk saya. Terutama, saat ini, aturan lalu lintas di jalan.

Tahun lalu saat pertama kali tiba di Belanda, saya pernah berkomentar pada Reinier "wow... nyetir di sini membosankan ya, 'gak ada exciting-nya seperti di Denpasar." Teethy
Tapi, ceritanya jadi lain sekarang, setelah menikah dan saya pindah ke Belanda. Ternyata sim Indonesia saya berlaku 6 bulan di sini terhitung dari tanggal saya tiba. Wah... senang juga bisa nyetir sendiri. Tapi setelah 6 bulan, saya harus mengikuti test mengemudi di sini untuk mendapatkan sim Belanda (yang kata orang kans lulusnya selalu tipis).
Yang terpikirkan oleh saya adalah menyesuaikan diri dengan setir di sebelah kiri mobil, konsentrasi untuk tetap ada di sebelah kanan jalan, dan mendownload rute jalan ke otak saya. Setidaknya saya punya waktu 6 bulan untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti test tersebut.

Saya jadi lebih menaruh perhatian pada lalu lintas sekeliling, arah perjalanan (dalam usaha download rute jalan ke otak saya) dan juga pada setiap detil tindakan Reinier saat menyetir mobil setiap kali kami keluar. Dan... o-ow... ternyata banyak sekali pertanyaan yang timbul terutama tentang rambu-rambu lalulintas yang ada sepanjang perjalanan kami. Beberapa rambu bahkan terlihat asing. Saya tidak pernah melihat rambu-rambu tersebut di Indonesia Hmm Dan beberapa peraturan yang saya yakin di Indonesia kita juga punya, tapi kita cenderung untuk mengabaikan, bahkan melupakannya.

Alhasilnya, saya dibelikan buku "Passing your driving test, Theory", yang berisi tentang rambu-rambu lalulintas dan peraturan di jalan.
Saya baru boleh menyetir sendiri setelah seluruh isi buku tersebut sudah ada di memory otak saya.

Well.. lebih baik saya tidak usah membanding-bandingkan antara Indonesia dengan Belanda, seperti kata pepatah, lain bangsa lain pula "budaya"nya. Ignoring You

No comments: