
Efteling gate
Karena kami ke sana pas hari Senin pertama libur musim panas, walaupun cuaca sangat mendukung, keramaian pengunjung belum mencapai puncaknya. Lama setiap kali antrian masih berkisar 10 menitan.
Saya sempat melihat papan petunjuk ukuran panjang antrian dalam menit, 30 menit, 60 menit... Wah... mending pulang deh kalau setiap kali antri harus di atas 20 menit!!!
Petualangan kami di dunia Efteling dimulai dengan berperahu dalam Fata Morgana, dunia 1001 malam. Mirip istana boneka di Dufan.

dalam Fata morgana...
Dari fata morgana kami masuk ke dalam Sprookjesbos. Wah... jadi ingat cerita dongeng yang sempat dibaca saat kecil dulu. Ada The red shoes, sepasang sepatu merah yang terus berdansa. Hansel dan Gretel, Rapunzel, Serigala dan tujuh ekor kambing, Putri Salju, Gadis Penjual Korek Api, Repelsteelje, Burung Nightingale, Tom Thumb dan sepatu raksasa.

Rapunzel

Beberapa sudut di sprookjesbos

Live shows
Kami tidak sempat singgah ke semua "cerita" yang ada dalam hutan cerita dongeng ini. Misalnya Putri Tidur, Kerudung Merah, Pangeran Katak, Long Neck, dan beberapa lainnya. Sudah saatnya makan siang dan melanjutkan petualangan kami ke sisi lain Efteling.

Parade angsa (surprise yang lewat saat sedang makan siang)

Papier hier, tempat sampah yang disukai anak-anak karena suaranya, "papier hier". Dan jika ada yang memasukkan sampah di situ maka, "Dankuwel".
Saatnya menguji nyali
Sementara yang lain memilih ke Monsieur Cannibale, saya dan Reinier menuju ke Vogel Rok, roller coaster dalam gelap pekat. Buuuh...
benar-benar gelap, tidak ada yang bisa dilihat, hanya dirasakan 
Yang asik juga, antriannya pendek banget, jadi tidak perlu menunggu lama. Bahkan ketika kami sudah selesai dengan vogel rok, Monique dan keluarganya masih dalam antrian di monsieur cannibale.
Setelah menunggu anak-anak selesai bermain di Maze, labirin untuk anak-anak, kami kemudian menuju ketinggian dengan Pagoda.

Pagoda dan pemandangan dari ketinggian

Negeri Antah Berantah dari ketinggian.

Pagoda dan pemandangan dari ketinggian

Negeri Antah Berantah dari ketinggian.
Selesai dengan pagoda kami melanjutkan petualangan kami ke dunia yang berbau-bau laut, Polka Marina tujuan selanjutnya. Kolam Radio controled boat, yang ada pas di samping polka marina menarik perhatian juga. Yang lucunya, awalnya sih anak-anak yang main, eh.. ujung-ujungnya malah... bisa ditebak kan siapa yang ikut turun lapangan juga? Siapa lagi kalau bukan bapak dan paman mereka?

Tadinya kami berdua juga ingin ke python (halilintar, versi Dufan), tapi pas lihat antriannya, sudah mencapai garis 30 menit, batal deh. Malas ngantrinya. Akhirnya beramai-ramai kami ke Pegasus, roller coaster juga, tapi tidak se"parah" python, dan anak-anak juga diijinkan di roller coaster yang ini.

Python
Kami sempat juga berbasah-basah ria di Pirana, arung jeram. Benar-benar basah!!! Entah kenapa "perahu" kami selalu menuju riak-riak dan gelombang yang besar atau menabrak dinding hujan, atau kena semprot air dari pancuran. Untung saja hari itu cuaca cukup panas, sehingga sebentar saja sudah kering.
Masih berbasah-basah ria kami singgah ke Pandadroom, theater 3d yang disponsori oleh WWF, menyaksikan film 3 dimensinya mengenai keindahan alam dan bagaimana jika keindahan itu terengut oleh tangan-tangan manusia yang mengatas-namakan "kebutuhan". Filmnya dibagi 3 bagian, bagian pertamanya tentang kehidupan di kutub, bagian kedua tentang dunia bawah laut, dan bagian ketiga tentang kehidupan di hutan. Efek 3 dimensinya oke banget. Benar-benar keren!!!
Dari Pandadroom, kami singgah sebentar ke tetangganya, Spookslot, kastil hantu yang sama sekali tidak seram, sebelum kami menuju ke Diorama, meluncur lembut dengan kereta gantung sambil menikmati dunia elf di Droomvlucht, dan diputar-putar dalam Villa Volta, rumah terkutuk.

Droomvlucht; elf dan istana terapung
Dalam perjalanan menuju ke Diorama, Monique tiba-tiba belok, singgah ke sudut kotak harta raksasa, yang ternyata adalah atm
Ih, lucu juga.

Don't take my key away!!
Setelah diputar-putar dalam villa volta, kami melanjutkan perjalanan kami dengan menumpang Steam trein menuju tujuan selanjutnya. Reinier masih ingin menikmati python. Saya yang sudah kehabisan tenaga. Nyerah saya, sudah tidak bertenaga menguji nyali di python. Sayang, padahal antriannya sudah pendek sekali. Kalau di Indonesia, sudah lewat magrib jam begini. kebetulan itu hari pertama selama musim panas Efteling buka sampai jam 21.00.
Masih berbasah-basah ria kami singgah ke Pandadroom, theater 3d yang disponsori oleh WWF, menyaksikan film 3 dimensinya mengenai keindahan alam dan bagaimana jika keindahan itu terengut oleh tangan-tangan manusia yang mengatas-namakan "kebutuhan". Filmnya dibagi 3 bagian, bagian pertamanya tentang kehidupan di kutub, bagian kedua tentang dunia bawah laut, dan bagian ketiga tentang kehidupan di hutan. Efek 3 dimensinya oke banget. Benar-benar keren!!!

Dari Pandadroom, kami singgah sebentar ke tetangganya, Spookslot, kastil hantu yang sama sekali tidak seram, sebelum kami menuju ke Diorama, meluncur lembut dengan kereta gantung sambil menikmati dunia elf di Droomvlucht, dan diputar-putar dalam Villa Volta, rumah terkutuk.

Droomvlucht; elf dan istana terapung
Dalam perjalanan menuju ke Diorama, Monique tiba-tiba belok, singgah ke sudut kotak harta raksasa, yang ternyata adalah atm
Ih, lucu juga.
Don't take my key away!!
Setelah diputar-putar dalam villa volta, kami melanjutkan perjalanan kami dengan menumpang Steam trein menuju tujuan selanjutnya. Reinier masih ingin menikmati python. Saya yang sudah kehabisan tenaga. Nyerah saya, sudah tidak bertenaga menguji nyali di python. Sayang, padahal antriannya sudah pendek sekali. Kalau di Indonesia, sudah lewat magrib jam begini. kebetulan itu hari pertama selama musim panas Efteling buka sampai jam 21.00.
Anak-anak masih ingin melanjutkan bermain Radio controled boat, tapi sudah ditutup karena waktunya yang semakin larut.
Akhirnya mereka bermain Kereta Api mini. Bukan cuma anak-anak, bapak dan pamannya pun tak mau ketinggalan!

Paman dan keponakan yang asyik dengan keretanya.
Jam 20.30, saatnya menyudahi petualangan kami hari itu. Astaga, saya capek sekali!!! Kaki saya rasanya penat dan kaku sudah. Namun begitu, tetap saja tidak sanggup melewatkan pemandangan yang romantis ini dari balik lensa kamera
Akhirnya mereka bermain Kereta Api mini. Bukan cuma anak-anak, bapak dan pamannya pun tak mau ketinggalan!

Paman dan keponakan yang asyik dengan keretanya.
Jam 20.30, saatnya menyudahi petualangan kami hari itu. Astaga, saya capek sekali!!! Kaki saya rasanya penat dan kaku sudah. Namun begitu, tetap saja tidak sanggup melewatkan pemandangan yang romantis ini dari balik lensa kamera




4 comments:
wii foto2nya bagus bgt mbak :)
infonya lengkap bgt, bisa buat panduan kalo mo ke sana ;)
aku blom pernah ke efteling, tiketnya itu lho, mahal bgt. bulan depan diajakn sama tante suamiku, tp ya itu lagi, kemahalan tiketnya :p
ada rencana liburan musim panas gak mbak ;)
++retno
Wuaahhhh efteling, bikin kangen aje ;)..pen kesana lagi kalo zussen dah tiba :)..biar mereka juga bisa liat ;)...Kevin waktu kecil banget pergi-nya dulu, masih sekitar 6 bulanan gitu jadi blom ngarti banget he he...ntar mo boyong die lagi aahhh :)...paling enak itu ke roller coeaster-nya six flex Since..ayo coba :)...fijne dag verder :)..
XXX Shierly
http://members.home.nl/shierly/blog.html
waaah, asik banget sin... musim panas yang menyenangkan...
piknik terus nih... hehe...
dan satu lagi, foto mu itu...
Memang nggak semata hanya Disneyland yang bisa memberi hiburan buat anak-anak umur 5-70 tahun, yah... :)
Trully an interesting yet exciting share, and glad to have found this blog, kind regards from Monrovia..:)
Post a Comment