Thursday, December 29, 2005

My Christmas this year

Holly Kangen...
Ini bukan natal kali pertama saya jauh dari orang tua. Beberapa kali sudah saya melewatkan natal jauh dari keluarga karena pekerjaan saya, entah sedang berada di tengah laut ataupun di kota lain. Dan walaupun natal kali ini saya tidak merayakannya seorang diri, namun toch tetap ada rasa rindu yang sangat kental akan kebersamaan dan kehangatan di rumah bersama orang tua dan adik-adik. Pouty
Waktu terus berlalu, merubah segala yang ada. Hanya cerita masa lalu yang tersisa, sebuah kenangan...

Holly Natal kali ini...
Kami melewatkan natal tahun ini bersama orang tua Reinier di Goes. Karena kakak satu-satunya Reinier sedang berlibur bersama keluarganya di Perancis, kami melewatkan natal ini hanya berempat saja. Dan hidangan yang kami pilih adalah lumpia dan mie goreng!!! Hmm.. mungkin agak mengganjal ya, antara kombinasi jenis makanan dengan moment yang ada Thinking Yang pentingkan rasa dan suasana yang tercipta saat itu. Semuanya beramai-ramai mulai dari menyiapkan, menikmati hidangannya sampai urusan membersihkan dapur bersama-sama. Percakapan dan canda tidak henti-henti mengalir. Nah, kalau urusan yang satu ini, tentu saja saya yang paling sibuk. Sibuk antara menerjemahkan kata-kata dan memikirkan susunan kalimatnyaDoofus Kemampuan berbahasa Belanda saya masih terbatas. Sering lidah saya terpeleset saat menyebutkan beberapa kata, dan susunan bagian kalimatnya masih sering terbolak balik. Waaahh... Rasanya kabel-kabel pada pusat pengolahan data di otak saya semakin keriting saja Lol

Setidaknya kebersamaan ini, walaupun tidak mengurangi kentalnya kerinduan saya akan natal bersama keluarga di tanah air, membuat saya tidak terlarut dalam perasaan saya itu.

Holly Trip singkat setelah makan siang...
Cuaca yang cerah membuat kami tidak betah berlama-lama di dalam rumah. Selesai makan siang Reinier mengajak berkeliling sejenak di daerah seputar Goes.



Het Schenge adalah salah satu tujuan kami. Telaga ini merupakan bagian dari laut yang tersisa di daerah Zeeland setelah polderisasi.
Zeeland tadinya terdiri dari beberapa pulau-pulau kecil, yang kemudian disatukan dengan cara membangun bendungan di sekeliling pantai dan air laut di dalamnya dipompa ke luar/ke laut (polder) . Pompa-pompa tersebut sampai kini masih aktif beroperasi, secara regular memompa air dari bagian dalam bendungan (bagian yang kini adalah daratan) kembali ke laut.

Masih ada jejak-jejak laut yang tersisa, yang berupa telaga, di beberapa tempat di semenajung ini.


Zeeland, before and after process of reclaiming land from the sea.


Het Schenge. The lake which is a left-over from sea.

Karena trip kali ini bertemakan telaga, maka dari het Schenge kami kemudian menuju ke de brilletjes, yang juga merupakan bagian laut yang tersisa, di bagian selatan Goes. Disebut brilltjes (kacamata), karena bentuknya yang mirip angka delapan. Hmmm... kenapa tidak disebut telaga delapan saja ya?Thinking hehehe...

Selama perjalanan kami disuguhkan jajaran pohon willow yang tidak berdaun, kebun berries yang kering, beberapa telaga kecil yang pada permukaan airnya terpantul pemandangan di sekeliling telaga tersebut, biri-biri di lapangan pertanian.. Yah, kami menyukai perjalanan lewat jalan-jalan kecil pedesaan, karena banyak pemandangan yang bisa kami nikmati dan juga lebih mudah bagi saya untuk meminta Reinier berhenti saat saya menangkap moment yang bagus sebagai santapan kamera sayaRoll


Willows and berries in the winter.


De brilletjes, this lake is also a left-over from the sea.

Holly Hari natal kedua...
Keesokan harinya, tidak seperti di beberapa tempat lain di Belanda yang turun salju, cuaca di Zeeland sangat cerah, langit biru dan matahari bersinar dengan giatnya. Kami memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di pusat kota Middelburg sebelum kembali ke Eindhoven. Saya sudah beberapa kali mengunjungi teman kami yang tinggal di kota ini, namun baru kali ini saya berjalan-jalan dan melihat lebih dekat kota yang menarik, yang sudah berumur lebih dari seribu tahun ini.


Middelburg (1652 ?)

Kota ini, seperti kebanyakan kota tua di Belanda, dikelilingi oleh kanal-kanal. Kejayaan masa lampau terlukis jelas di wajah kota ini. Middelburg pernah menjadi salah satu kota perdagangan penting selama berabad-abad untuk Eropa.


Canals around Middelburg.

Saya merasa seperti tersedot ke dalam beberapa abad lampau saat menyusuri Kuiperspoort, sebuah jalan tua dari abad ke-17 di pusat kota Middleburg. Tempat ini sederhana namun sungguh indah dan anggun. Jalan dan bangunan dari abad pertengahan ini tetap dipertahankan bentuk dan suasananya, dan kini adalah sebuah sekolah musik.


Kuiperspoort

Kuiperspoort, buildings and street from the 17th century. Now, it is a music school.

Karena Middelburg adalah sebuah kota kecil, jarak antara lokasi satu bangunan tua yang menarik dengan lokasi bangunan tua lainnya tidak berjauhan. Hanya bermodalkan jalan kaki kami menelusuri kemegahan masa lalu di kota ini.


A historic house on "Damplein".

The Abbey (Abdij) merupakan lokasi tertua di kota ini. Awalnya Abbey merupakan tempat tinggal para missionaris. Salah satu bagian dari the Abbey ini adalah menara Long John/Lange Jan (90,5 meter). Sayangnya kami tidak bisa mendaki menara ini, karena menara ini hanya dibuka dari Maret hingga Oktober.
Dengan alasan yang sama kami tidak bisa mengunjungi miniatuur Walcheren. Mereka baru buka kembali 8 April 2006.
Bangunan "antik" lainnya adalah balai kota. Bangunan yang bergaya gothic ini dibangun oleh 3 generasi keluarga Keldermans (arsiteknya) dalam kurun waktu 65 tahun (1455-1520).


Abdijplein (Abbey) with the "Lange Jan" (Long John) tower, and the magnificent Staduis (Town hall).

Demikianlah natal pertama saya di Belanda.

String Of Lights

5 comments:

Anonymous said...

waw middelburg!! aku jatuh cinta dgn kota itu ketika mengunjunginya mbak!!
aku bisa bilang middelburg salah satu kota favoritku di belanda (setelah deventer dan nijmegen). kita ikut tur sepanjang kanal, asyik bgt!

mbak since, kamu les fotografi dimana to? kalo bikin foto bagus2 :) ntar tahun baruan dimana nih mbaak ;)

++retno

Anonymous said...

Baguus banget Sin kota middelburg ituw yak..gw belom pernah ngunjungin tuw..;) Nanti deh kalo zomer gw ajak Maik en Sade kesana.

Gak kepengen natalan bareng fam elo Sin taun depan?? Gw pengen banget deh.,cuman masalahnya Sade gak boleh ke Indonesia (Egypte, Turki, Tunisia..pokoke negara panas en gezondheidzorgnya belom oke) dulu karena dia ngidap penyakit colitis ulcerosa..susah gw jadinya kalo mau melancong sendirian..

Anonymous said...

enaknya dikaw jalan2 terus since! middelburg aku kayaknya belom pernah kesana (net gemist) ... tapi zomer lalu kita ke daerah deket2 sana. bagus, liat desa2 tua gitu aku juga seneng.

wij wensen jullie fijne jaarwisseling en een heel gezond, gelukkig en voorspoedig 2006!!!

Ira said...

Since.. pinter banget ya bikin cerita.... bikin orang pengin berkunujng kesana

met tahun baru ya say....

Anonymous said...

Hai Since, iya nih Sin, aku lagi sibuk ( nggaya ya? hi..hi.. ) suami lagi cuti cukup panjang Sin, jadi seneng berdua terus.

Eh...tiga gambar pemandangan diatas familiar deh buatku karena pemandangan seperti itu bisa kutemui di sepanjang jalan menuju rumah mama kami. Piye Sin, ntar malam nyumet kembang api? sekarang disekelilingku sudah dar..der.. dor... bunyi kembang api nih. Have a nice new years eve ya!