Monday, July 23, 2007

How Lucky I am!!!

Love You Saya tahu saya orang yang beruntung.
Saya tahu berkat yang saya terima limpah adanya.
Saya tahu kebahagiaan yang saya miliki.
Tapi semua pengetahuan itu, semua kesadaran itu terkadang menjadi begitu datar dalam keseharian yang ada.
Pengetahuan dan kesadaran itu menjadi seolah-olah sekedar kata-kata belaka.

Sampai saat di mana saya duduk bersama mereka, mendengar cerita-cerita tentang diri mereka atau tentang seseorang yang lain yang mereka kenal dengan baik.
Saat itu diam-diam ada sebutir air mata yang mengambang, yang membuat mata ini berkaca-kaca, kesadaran emosi...
Bongkah-bongkah kesadaran akan betapa beruntungnya saya terbangun kembali saat mendengar cerita-cerita itu.

Sungguh saya menjadi malu pada diri sendiri. Keseharian yang ada menjadikan saya membiarkan keberuntungan-keberuntungan itu hanya menjadi hal yang BIASA-BIASA saja.

Saya bersyukur, masih ditegur dan diingatkan dengan cara yang halus itu!!!

Sangat berbahaya, jika orang terlalu lama berdiam di dalam "kenyamanan" dan tidak membuka mata pada dunia di luar dunianya. Karena hal yang istimewa akan menjadi biasa-biasa saja dan bahkan mungkin terabaikan hingga rusak, bahkan hilang.
Beruntunglah orang-orang yang diingatkan untuk menyadari hal-hal istimewa itu sehingga akan terus berusaha merawatnya.

"Terima kasih, Tuhan." Happy

Lantas cerita apa saja yang telah saya dengar sehingga merefresh kesadaran saya kembali akan keberuntungan yang saya miliki?
Cerita tentang suami si A yang beralih ke daun muda.
Cerita tentang suami si B yang beralih ke pelukan lelaki lain.
Cerita tentang suami si C yang selingkuh dengan teman si C sendiri.
Cerita tentang si D yang bermasalah dengan mantan suaminya.
Cerita tentang si E yang harus mengurus segala tetek bengek di rumah sementara si suami tidak mau membantu dengan urusan pekerjaan di rumah.
Cerita tentang si F yang harus membiayai ketiga anaknya sendirian karena suaminya beralih ke pelukan perempuan lain.
Cerita tentang si G yang anaknya sedang dirundung masalah.
Cerita tentang si H yang sedang mengurus peceraian dengan suaminya karena suaminya ketangkap basah sedang melakukan tindak asosial terhadap anak perempuannya yang menjelang gadis.

Lha??? Ini kok kebanyakan tentang suami semua?
Ya maklum saja kebetulan yang cerita-cerita yang masuk ke telinga saya ini berasal dari keluh kesah dan perbincangan para wanita yang kebetulan saat itu ada di sekitar saya.
Jadi para pembaca yang merasa laki-laki,dilarang komplein, karena tidak ada maksud untuk menyudutkan salah satu atau kedua-dua jenis kelamin di sini.

Tulisan ini hanya bermaksud untuk mengatakan alangkah beruntungnya saya dengan berkat orang-orang yang saya sayangi dan juga yang menyayangi saya.
Betapa beruntungnya saya yang telah diingatkan kembali alangkah istimewanya berkat itu.

Semoga juga merupakan refreshing bagi para pembaca, mengingatkan kembali akan keberuntungan-keberuntungan yang anda miliki.

How lucky I am!!!

How lucky are you?

31 comments:

Innuendo said...

tak ada gading yg tak retak, bagaikan telur diujung tanduk

apaan sih wkakkakkakakk...

masukin juga donk ; tentang anak tiri yg gila babi hwhahaha..eh tapi dia udah lumayan kok

Susan Harsono said...

Since..kok sama ya yg masuk ke kuping kamu ama yg aku dengar juga:) dunia udah retak.. jadi ngeri kalo denger2 begitu dan sekaligus bersyukur utk org2 yg dekat dng kita ya...

Anonymous said...

>>Cerita tentang suami si B yang beralih ke pelukan lelaki lain.

eh... tante.. ini beneran? ga salah ketik? :o

R.e.t.h said...

Wah kalo telinga kita terlalu terbuka dengan cerit2 seperti itu yg ada malahan qta bakalan dilanda rasa cemas mulu bawaannya..
Yang penting adalah nikmatin aja hidup dan apa yg udah qta miliki, bersyukur itu kuncinya.

Btw,
bener juga tuh..ga salah ketik ya yg tentang suami si B beralih ke pelukan lelaki lain..? Hombreng dunk?? ;p

Dyah Astiek said...

wah sin..untung km ga tinggal di indo ya tiap hari disini dijejali sm sinetron yg critanya begituan..ga pernah nonton makanya..suka didramatisir siy..

tp klo lgs denger crita dr orgnya langsung, emang miris..sedih...tp klo kt positif thinking ujung2nya kita bakalan mengucap syukur sama Tuhan utk diri kita..dan buat mrk kita bisa memberi support atleast jd pendengarpun sdh cukup sbg tempat curahan perasaan mrk...halah panjang bgt niy komen :)

oka said...

hi Sin, sorry ngak pernah mampir.

Miris emang kalo denger semua cerita2 itu. Kenapa perempuan yang selalu korban. Mungkin ngak salahnya dikita perempuan juga? jd membuat para lelaki kita berpaling.

Atau uda kebanyakan perempuan di muka bumi ini, makanya para lelaki bisa "tukar sepatu" lebih dari satu, trus sepatu yg baru juga tega ngak punya perasaan alasannya mumpung nemu kaki yang kokoh (mapan).

Anonymous said...

emang bener mbak. jgn lupa utk selalu menghitung keberuntungan kita :)
aku juga selalu ngingetin diri sendiri utk itu.

mbak since lg apa sekarang??

++retno

NiLA Obsidian said...

btapa beruntungnya dirimu
masih bisa mengucapkan syukur pada Nya
masih menyadari segala rahmat yg diberikanNya

ga semua org bs berjiwa besar utk menikmasti rasa syukur itu....

setuju kata Dian, tak ada gading yg tak retak...

masing2 org punya mslh....tp bgmn kita menikmati sisi keberuntungan nya dg rasa syukur....

pa kabar since....? mizz u

Anonymous said...

Since benar, kita harus selalu bersyukur dg apa yang kita punyai, aku selalu ingat pesan dosenku dulu, kita jangan terlalu sering melihat ke atas, liatlah sekali-kali ke bawah, ke orang-orang yang kurang beruntung dr kita, maka kita merasa kaya.

SinceYen said...

> Dian
Hahahaha.. segitu dendamnya :D

Ah ya... itu-tu hasil operasi kemaren ya??? Hahahahaha.... ups...:D

> Susan, Retno, Nila en Dyah
Apapun wajah dunia di sekeliling kita, selama kita masih mampu mensyukuri apa yang kita miliki, maka kita adalah orang yang "kaya".

> Anung en Reth,
'gak, 'gak salah ketik Nung! 'gak salah ngetik REtha.
Suaminya emang berpindah ke pelukan lelaki lain.

Banyak kan kejadian suami homo yang menikah dengan wanita dan memiliki keluarga yang "normal".
Tapi sisi lain dia 'gak bisa mungkir ama dirinya sendiri dan selingkuh ama pasangan prianya.

> Dyah - Rashel
Kalo urusan sinetron Indonesia sih sempet kenyang juga Dyah. Kan sebelom pindah ke sini udah ancur2an kisah sinetron2 di sana. Bukannya 'gak bangga ama peoduksi dalam negri, tapi tu sinetron2 emang 'gak mendidik dan konyol banget.

> Oka
Okaaaaa... sampe histeris nih.. ke mana aja dikau selama ini???

Sebenarnya kalo mo ngomongin soal korban mengorbani, 'gak melulu sih perempuan ada di posisi sebagai korban. Perempuan yang buaya juga 'gak sedikit lho (tapi kalo urusan yang terakhir ini sih giliran aku yang bilang ke Reinier, how lucky you are. Hahaha... sok banget aku ya :D)

Anonymous said...

sin....berbahagianlah orang yg masih bisa bersyukur, dan pasti akan menikmati indahnya hidup ini, bahkan setiap udara yg di hirup adalah nikmat...seolah seluruh alam selalu bernyanyi..dan membawa ketenangan...doooo sok buanget aku yah???

Ira said...

Spechless duluan baca yang B :D

mom4kids said...

Sepanjang hidup saya , sepertinya saya telah mengalami banyak hal ( dr baby , kanak2 , remaja , dewasa ) sepedih apapun atau sebahagia apapun itu , saya tetap mensyukuri semuanya , karena dr semua hal yang telah saya alami Tuhan telah menjadikan saya seperti saya yg sekarang ...

Yang jelas dr kesedihan2 yang pernah saya alami saya justru mensyukuri setiap kebahagiaan yang saya terima sekecil apapun ...

Anonymous said...

aku masih beruntung jg, dimadu ama ikan :D
smoga temen2 mu tabah ngadepin cobaan itu, sebesar apapun cobaan pasti ada akhirnya jg.

Anonymous said...

haha, iya sih. Memang kebiasaan kita kalo bagus dan baik didiamkan, kalo jelek baru deh mencak2. Misalnya: si X kerja dengan baik, didiamkan saja. Tapi kalo si X salah dikit, dimarah2in habis2an. Mirip kan... :)

Reward and Punishment, kayake masih blom begitu seimbang... lol

Emaknya Bunny said...

keknya gue udah pernah komen..kemana komentku kemarin huhuhuhuhuhuhu

berarti aku belum beruntung dong ya...hihihihihih

Theresia Maria said...

Kebahagiaan itu sekarang, di sini, hari ini...

buat wanita2 yang disakiti pria saat ini, mudah2an akan menemukan kebahagiaan yang lebih baik di masa nanti.

Marlina said...

Waduh semua kok jadi romantis en melankolis gini nih? hehe..

Sama Sin, aku juga merasa very very lucky dg yg aku punya sekarang.

Mutiara said...

Sebenarnya sih banyak orang yang tidak merasa dirinya beruntung dan seringnya complain akan hal2 yang kecil. Coba semua orang bisa menghitung berkat2 yang sudah diterima plus kebaikan2 orang disekeliling kita tanpa selalu mikirin yang negatif2nya saja, dunia ini pasti penuh dengan orang happy :-)

Flona said...

Allow lagi Since...boleh sayah add di blog sayah? btw..iyah nih saya juga lagi belajar count my blessings :")

Anonymous said...

memandang ke bawah , ke orang2 yang kurang beruntung dibandingkan kita membuat kita mudah bersyukur dan lebih bagus daripada memandang ke atas ke orang2 yang kita anggap lebih sukses dan lebih2 segala2nya

SeeHarrie said...

Betul Yen, kadang kita terbuai dengan kenikmatan. Orang yang bisa makan sehari 3 kali kadang masih komplain kalo terlalu asin. Dia baru sadar nikmatnya makan sehari 3 kali walau terlalu asin setelah melihat tetangganya hanya sanggup makan 2 hari sekali.

SinceYen said...

> Wieda en Mutiara,
Yup.. tapi kalo dipikir-pikir lagi, seandainya dunia ini penuh dengan orang yg happy, apa masih rame ya ceritanya??

> Ira,
Aku pas denger juga spechless, tapi untung masa "suram" tu cewek juga udah lewat jadi dia mah ngomong sambil nyengir aja.

> Susie
Sejarah.
Pengalaman.
Perjalanan.

> Kenny,
Yup, semoga!!
Ah ya, mereka bukan teman2ku, hanya kenalan.

> Zilko,
Apalagi kebiasaan mencari kambing itam ya. Hihihi :D

> Meli,
Maaf anda belum beruntung, koment anda lari entah ke mana :D

> Tiwi,
Amin!

> Marlina,
Ahaha.. kamu mah 'gak usah ngomong, dari auranya aja udah keliatan jelas, anda memang beruntung! :)

> Flona,
Boleh.

> Ely,
Padahal orang yang keliatan sukses dan berhasil itu pun pasti juga punya masalah yang tidak kita tau, ya.

> Harrie,
Tetangga makannya 2 kali sehari tapi punya baby benz, aku makan 3 kali sehari tapi cuma punya kijang, Rie :D hihihi..

Semoga kita mampu untuk memelihara kepekaan kita untuk menyadari keberadaan yang kita miliki.

nie said...

Kita tidak perlu mencari hal-hal yang besar untuk bersyukur, karena tanpa hal-hal yang kecil, hal besar tidak dapat terjadi. :)
Tuhan memberkati keluargamu, sin!
btw, apa kata Reiner ttg swimming under stary nights with ur husband?! xixixixi

Anonymous said...

hati2 lho jeng, kalo merasa terlalu beruntung, ujian biasanya udah deket; bagaimana pun hidup tentu ada naik turunnya, bagaimana kita melihat dan menyiasatinya ya jeng... :)

SinceYen said...

> Sherly
Bukankah besar kecil sebenarnya hanyalah ukuran yang diberikan oleh manusia sendiri sesuai kebutuhan dan keinginannya? :)
Cerita soal swimming under the stars.. hahaha... dibahas di tempat lain aja nanti ya ;)

> AroengBinang
Merasa beruntung bukankah adalah manusiawi, Mbang? Artinya kita masih bisa melihat kehidupan kita dari sisi positif.

Merasa terlalu beruntung?? Wah... apa tidak terlalu berlebihan itu?

Selain keberuntungan, setiap orang pasti punya masalahnya sendiri-sendiri, dan bener seperti katamu tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Anyhow, thanks udah ngingatin :)

Leniawati said...

Manusia terkadang tidak pernah merasa puas, tp melalui cerita dan sentilan sebenarnya buat mengingatkan kita akan keadaan sendiri:)

Anonymous said...

errr, kenyamanan ituhw sering banged mematikan rasa. semuanya jadi biasabiasa saja, sampe ilang sama skali. beruntung klo masih bisa menyadari bahwa semuanya anugerah, dan kitanya bersyukur. klo tidak gimana dunk? *tuink*

happy wiken mbak since...
jalanjalan lagi kah?

Anonymous said...

me?! I am lucky luke..hehehehe cowboy kaleee...keep on bersukurlah, masih banyak yang gak bruntung, maksudnya ditinggal para misoanya berselingkuh gitu :D

Eliza said...

very lucky indeed. my problem seems smaller than that of other people's. really feel blessed because of that!

Anonymous said...

so lucky i guess. masalah tetep ada, dateng tiap ari ;p
tapi Alhamdulillah slalu ada pemecahan di saat2 yang dibutuhkan hoho..