Bangun jam 7 pagi, masih bermalas-malasan sampai setengah delapan di tempat tidur. Coba kalau harus start trip pagi itu dari rumah, mana bisa berleye-leye begitu?
Selesai mandi, ngintip dari jendela kamar, di luar masih remang-remang. Sementara saya mulai beberesan barang-barang bawaan, Reinier sibuk dengan petanya. Daerah yang ingin dilewati memang sudah ada dalam benak kami, tapi mau lewat rute mana selalu merupakan keputusan pada saat-saat terakhir. Bahkan kadang-kadang bisa berubah di tengah jalan sesuai keadaan.
Dengan kata lain, rencana selalu dibuat, tapi bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi dan mood kami.
Selesai dengan petanya, doi segera berangkat membeli sarapan pagi, di bakker yang ada dekat hotel. Hotel memang menyediakan sarapan pagi, tapi kami harus membayar extra €14 per orang. Lha dikalikan 2 sudah €28. Sarapannya juga paling roti dengan keju, ham, selei, madu, kopi atau teh dan juice. 'gak ada tuh nasi goreng, omelet, bubur ayam dan sebangsanya.
Nah, kalau beli sendiri di bakker (tukang roti), 2 croissant, 2 roti, yang masih fresh from the oven, dan beberapa lapis ham dari toko daging, ditotalkan cuma sekitar €5 untuk 2 orang!!! Dengan menu itu saja sudah lebih dari cukup untuk kami!!! Sementara untuk kopi, tidak ada masalah, kami memiliki perabot yg komplit untuk itu.Mungkin kedengarannya pelit ya? Emang pelit! Hahaha... eng'gak lah, kami hanya lebih memilih untuk menghabiskan €23 untuk hal-hal lain yang bagi kami lebih menarik daripada sekedar membayar sarapan di hotel. Lain ceritanya apabila di dekat-dekat hotel tidak terdapat bakker, apa boleh buat. Dan, lain ceritanya juga jika kebetulan hati sedang ingin memanjakan diri dengan kemewahan sarapan hotel yang berlebihan. Ya toh?
Oh ya, hal yang sempat saya catat dari Aachen ini adalah toko roti ada hampir di setiap jalan yang kami lewati.
Jam 9 cabut dari hotel menuju daerah De Eifel, di Jerman bagian barat. De Eifel, jangan dibuat bingung dengan menara Eiffel di Paris, ya. Kalau lihat di peta, yang putih, yang ada gambar mataharinya.
Mengapa de Eifel yang kami pilih? Karena alam yang indah dan jalan yang berkelok-kelok yang sangat pas dan menyenangkan dilalui dengan motor.Sudah tentu berbeda dengan suasana di jalan tol yang selalu membuat saya terkantuk-kantuk, menyusuri jalan-jalan ini sangat menyenangkan, terutama jalan-jalan kecil di tepi hutan, daerah pertanian, pedesaan dan kota-kota kecil yang tua.
Banyak pemandangan menarik yang disajikan untuk kami. Dan karena saya tidak ingin mengganggu keasyikan Reinier bermotor, tidak setiap kali saya memintanya berhenti untuk saya mengambil gambar. Apalagi kalau di jalan yang indah berkelok-kelok, surganya para rider. Saya tidak tega mengambil kenikmatan yang sedang dia nikmati saat itu.Sehingga, kebanyakan foto-foto saya ambil langsung dari atas motor saat sedang melaju di jalan. Kadang beruntung dan sebagian bisa ditampilkan di sini, kadang ancur, yang terekam adalah batang pohon, pagar pinggiran jalan, tiang listrik, dinding rumah orang, obyek yang kelewat atau blur.
Awalnya kami berencana untuk pesiar ke Ruhr Stausee, danau buatan yang terbesar di Jerman, sayang jalan menuju danau itu terlarang bagi pengendara motor selama wiken. Ada jalan lain yang agak memutar jauh, tapi kami tidak ingin mengambil resiko jika jalan itu juga terlarang bagi pengendara motor selama Sabtu Minggu. Ya sudah, nikmati saja pemandangan danau yang kelihatan seupil dari kejauhan. Langsung memutuskan untuk mengambil rute yang lain.
Daerah de Eifel sangat menarik bagi para pengendara motor. Kadang lalu lintas yang kami temui di jalan hanyalah sesama pengendara motor. Ada yang seperti kami, pengendara tunggal, tapi lebih sering pengendara dalam group yang kadang lumayan besar. Ya pantas saja kalau orang-orang yang tinggal di jalan menuju danau itu tidak mau terganggu wiken mereka dengan deru dan laju motor-motor di jalan depan rumahnya.Ada kebiasaan para pengendara motor untuk saling memberikan salam dengan tangan jika berpapasan. Tidak selalu sih, tapi sering banget.
Sepanjang jalan yang berkelok-kelok di de Eifel ini juga sering kami jumpai salib-salib kecil di tepi jalan. Salib-salib ini diberikan untuk para pengendara motor yang meninggal akibat kecelakaan di situ.
Sebenarnya, idealnya menurut saya, salib-salib kecil ini adalah untuk mengingatkan para pengendara motor untuk berhati-hati dan tidak usah ugal-ugalan di jalan, tapi toh beberapa kali saya melihat kelakuan pengendara motor yang tolol. Misalnya nih, ada yang mencoba melambung mobil di tikungan. Ugh!!! Kami hanya bisa menggelengkan kepala menyaksikan kelakuan bodoh itu.
Ingin juga mengunjungi kota tua Monschau, yang katanya wajahnya tidak banyak berubah sejak 300 tahun yang lalu. Tapi karena semua kendaraan harus diparkirkan di parkiran yang telah tersedia di luar kota tua dan kami harus berjalan kaki ke kota tua, kami memutuskan untuk melihat kota tua hanya dari jauh saja. Jalan kaki bukan masalah bagi kami, barang-barang yang tidak terlalu penting bisa dibiarkan saja di motor, tapi ada satu tas yang berisi barang-barang penting yang lumayan berat. Bukan isinya yang berat, tapi tasnya sendiri memang sudah berat 
Untuk makan siang, kami singgah membeli beberapa potong roti segar di bakker yang ada di sebuah desa yang kami lewati dan juga membeli Fleishkäse, daging khas Jerman, di tukang daging di desa yang sama. Kemudian menyantapnya di tepi danau yang juga kebetulan kami lewati. Ternyata danau tersebut adalah sungai yang dibendung dan dijadikan sebagai sumber cadangan air minum untuk desa-desa di sekitar situ. Pantesan saja ada larangan tidak boleh berenang, memancing dan bersampan di situ.
Tentu saja kami tidak melulu duduk di atas sadel motor, wah.. bisa tepos kami. Beberapa kali kami juga berhenti untuk ngopi. Tidak terlalu sulit untuk menemukan bangku-bangku piknik di sepanjang jalan di sana.Tinggal keluarkan kompor gas nan compact dan mini, didihkan air.. dan seduh kopinya. Hmmm... enak banget melepaskan kepenatan dengan cara seperti ini.
Begini ini, semua yang dibawa harus seminimal mungkin dan sekompak mungkin sehingga bisa dimuat di motor. Selain beberapa potong baju, jaket, juga keperluan masak-memasak outdoor yang praktis dan beberapa perlengkapan penting lainnya.
Kadang-kadang kebelet pipis juga di jalan. Mau ke mana lagi kalau tidak ada kafe yang bisa disinggahi? Yup, hutan jawabnya!!! Tapi harus berhati-hati, kadang banyak rumput gatal yang menjalar di permukaan tanah. Jangan sampai tersentuh!! Doh 'gak kebayank deh kalau sampai kesentuh 
Sebenarnya ada sih p-mate buat cewek, tapi kelupaan m'lulu, sejak beli lebih dari setahun yang lalu sampai saat ini bungkusnya masih utuh!!
Jembatan di atas itu adalah jembatan jalan tol di perbatasan Jerman-Belgia. Ujung sebelah kiri adalah wilayah Jerman dan ujung sebelah kanan merupakan wilayah Belgia. Foto ini sendiri diambil dari wilayah Belgia.
Hehe... ini sih asli, hasil jepretan isenk. Isenk tapi ternyata 'gak mudah juga lho nyari posisi dan sudut yang pas. Beberapa kali gagal shoot, akhirnya.... Tiba di Vianden, sebuah kota kecil di Luxemburg, dekat perbatasan dengan Jerman, sekitar pukul 5 sore, kami memutuskan untuk beristirahat dan mencari penginapan di sana. Bed and breakfast (chambre pour touristes) biasanya menjadi sasaran kami, karena penginapan seperti ini kondisinya memadai dan harganya yang juga biasanya lebih murah dari kamar sebuah hotel.
Setelah berputar mencari B&B, kami hanya menemukan beberapa hotel, yang dari penampakan luarnya sudah menunjukkan kira-kira berapa euro yang harus kami keluarkan dari kocek kami. Ya sudahlah kalau memang tidak ada yang lain lagi.
Akhirnya kami mendapat informasi tentang rumah yang menyewakan kamarnya. Rumah milik seorang wanita tua, yang usianya mungkin sekitar 70 tahunan, yang tinggal seorang diri.
Menurut wanita itu, kami adalah tamu yang pertama sejak 3 bulan terakhir. Bahkan dia sudah memutuskan jika dalam waktu 3 hari masih belum juga ada tamu, dia akan menyudahi usahanya itu.
Kamar yang kami tempati kali itu sangat berbeda dengan kamar-kamar B&B yang pernah kami tempati. Kamar yang diisi dengan furniture yang mungkin setua usia pemilik tempat itu, bahkan mungkin lebih tua lagi. Bahan tempat tidurnya saja lebih pendek dari panjang tubuh Reinier.Kami menyebutnya "antik"
Setelah membongkar muatan motor, kami berjalan-jalan sebentar di pusat kota, kemudian kembali untuk makan malam di kamar kami. Setelah makan malam, berbaring-baring sebentar melepaskan penat sebelum keluar lagi ke kafe, eh... ujung-ujungnya malah pulas terlelap, terbangun sebentar hanya untuk sikat gigi, pipis dan... tidur lagi...
Ah... perasaan boleh saja tetap merasa muda, tapi ritme tubuh ternyata tidak bisa menentang aliran alam.


24 comments:
hahaha, setuju. Aku jg males bgt kalo makan di hotel. Udah muahalll banget, masakannya juga gitu2 doank. Makanya klo nyari kamar biasanya yang harganya gak termasuk breakfast, hehehe... :)
wah, bagus2! Jadi pingin jalan2 kesana. Tanggungjawab!! (wakakakaka, 'balas dendam' ceritanya.... :D)
hanya satu kata "wow!" ... asik dan fotonya kerennnnnn....
Sempet juga yach motret di atas motor!
Pemandangannya indah...
cuma di indonesia ya kayaknya yg ngasi free breakfast
lol rumput gatal kekkekkek *ngebayangin kesentuh
jepretan isengnya top banget sin...suka deh.
di US & canada B&B pake breakfast sih rata2. tergantung jg.
Penasaran ama posisi tidurnya si rainier ...:D
eh lanjut dr pd salah di mengerti ( abis baca tempat tidurnya ukuran tempo dulu )makanya comment di atas
asli, gw terpana liat gambar2nya, since. cantik banget pemandangannya. terutama yg katedral itu. keren banget deh!
abis terpana trus gw sirik... KOK ENAK SIH LUUUU BISA JALAN2 KE TEMPAT KEREN BEGITUUUU
pengeeeen.... hiks...
Foto iseng di spion motornya itu lutjuuu....
hehehehe
Duh cici,
lu enak banget sih jalan²nya ketempat yg keren gitu (ya iyalaahh..lha wong di Jerman, coba di Indo)
Btw,
jadi pengen touring juga nih naek motor, seru juga kali yak lewat pedesaan gitu, hmmm...
Keren, keren, keren. Elo dan Reinier benar2 menikmati hidup ya!
kek kamu ituh dari dulu jalan mulu, speruh postinganmu keknya jalan muluk :(
btw, keknya cocok dan udah siap mudik pake motor tuh :D
edan, foto-fotonya oke banget.
Salam kenal... :)
Dari foto2nya keliatannya eropa itu menyenangkan... Kalau menurut anda bagaimana bila dibandingkan dengan Indonesia?
Lebih ramah orang Indonesia ato Eropa?
From Jakarta with Friendship,
http://doubledt.com
http://surayblog.blogspot.com
fotonya keren2 and i wish i can do the same thing like u do hehehehe...
paket blum tiba tuh, pak porter sampe bosen ngeliat mukaku yg ngecekin post tiap hari hahahaha
Pemandangannya bagus.. fotonya keren. Memang ya makanan di hotel mahal..
> Zilko
Kalo di Indonesia sih tergantung juga hotel yg mana. Ada juga yg sarapan paginya oke lho.
> Meli
Thanks Mel, tapi emang asyik :)
> Tiwi
Hehe... gatel kalo 'gak moto saat meliat yg indah-indah :D
Capek pegel mudik udah ilang?
> Dian
'gak juga Dian, ada juga hotel di Indonesia yg b'fast mesti mbayar tambah.
Doooh.... jangan sampe deh kesentuh!!! Baru ngebayangin aja udah merinding!! :D
> Sili
Kalo B&B yg selama ini pernah kami singgahi sih selalu dgn b'fast. Ya namanya juga B&B. Kalo hotel lain critanya, kebanyakan b'fast itu 'gak include di harga kamar.
> Susie
Hihihi... Susie kocak!!! Ngerti kok maksudmu Sus :D
Ya akhirnya tidurnya agak nyerong diagonal gitu. Untung aku 'gak panjang-panjang amat ya.
> Susi
Cathedral di sini emang cantik-cantik.
Aku malah lagi kangen Indonesia nih, Sus.
> Reth
Belum pernah nyoba jarak jauh di Indonesia pake motor. Kepikir masuk anginnya aja sih :D
Indonesia itu kalau mau dijalani aja indah banget lho Reth :)
Coba aja touring pake motor gitu Reth, tapi paling asik kayaknya di Bali deh.
Aku tunggu laporannya ya ;)
> Santi
Hehe.. mumpung masih diberi kesempatan San :)
> Siwoer
hehehe.. ngakak aku baca komentmu Woer :D
Mudik pake motor? Hmmmm.... butuh waktu berapa lama di perjalanan ya?
> Artja
Alamnya yg oke Artja, aku tinggal klik aja :)
> Suray
Menyenangkan atau tidak? Tergantung dari apa yang mau dibahas.
Ada bagian yang menyenangkan dari suatu tempat, tapi pasti ada bagian yang juga bikin keki juga. Ya kan?
Soal indahnya, aku bilang Indonesia itu indah!!! 'gak kalah dari negara lain.
Soal ramah? Kalau ini sih, keramahan di Indonesia jauh lebih kelihatan.
Thanks udah mampir di sini, Suray :)
> Sherly
Bulan madunya motoran b'dua ama Lan, Sher :)
Doohhh... nyampe di mana sih tu barang??
> Dyah
Hehe.. emang, namanya juga makanan di hotel.
aku jg mauuu diboncengin muter2...
itu gantian nggak boncengnya?
Teganyaaa...
Bandung ga ada kutil2nya ini mah =))
jembatannnyaa.. aku mo naik jembatan ituhhh :D
waah Sin ndak nyangka lu dan suami doyan naik motor, heheh ndak kebayang nih capeknya naik motor:)
foto dikaca spion boleh juga hehehehe jadi bisa tau tampang diri sendiri;)
Kerennnn ... liburan keliling 4 negara pake motor. Pengen juga neh.
Btw, bidikannya tetap yahud yah, meskipun dari motor. Suka aku baca ada tempat2 istirahat di pinggir jalan. Jadi kalo capek bisa mampir dengan aman :)
Pipis di utan? hehehe ... kalo laki mah di semua tempat bisa. Beda yah kalo cewek :)
> Kenny
Mbonceng gantian? Wah... bisa 'gak beranjak tuh dari satu titik.
Aku mah duduk manis aja di boncengan :D
> Anung
Apaan yg kutil2 Nung?
> Leni
Laki ku yg doyan bermotor. Tapi aku sih 'gak nolak diajak berkeliling gitu. Untung sama2 gilanya kalo udah urusan jalan2 menjelajah gitu.
> Hendri
Hehe.. begitulah Hen, kalo udah urusan nature calls, kadang mesti cuek juga :D
sama Since, aku sama suami juga sering pesen hotel tanpa breakfast, soalnya kadang jenis rotinya nggak serenyah dan sesegar ypt yg kita inginkan, jadi ya gitu beli di toko roti lebih enak dan murah.
aku sih belum pernah ke De Eifel, jadi pengen ke sana nih, thanks ceritanya ya Since.
Foto2 mu selalu cantik !
Hihihi .. aku senyum sendiri baca tulisan Mbak Since "terkantuk2" . soalnya aku tulis soal itu di komen postingan sebelumnya ;)
Eh, kita kok mirip yah *bukan memirip2kan seh*, pelit kalo soal brekkie di hotel yang amit2 mahalnya :D Kami malah kadang bawa bekal dari rumah kalo cuma sightseeing ... bawa buanyakkkk sampe eneg hehehe ...
Trus trus .. mesin kopinya lucu yah :) Praktis!
since lain kali kita jalan2 bareng yah, tapi kita cuman punya kawasaki umur 14 taon lho udah tua hehehe :D
Post a Comment