Lha??? Jalan-jalan lagi?Yup, begitulah, demi tugas
Veere adalah sebuah kota pelabuhan kecil yang jaraknya kira-kira 17 menit naik mobil dari Middelburg, yang 653 tahun yang lalu menerima haknya sebagai kota (city rights). Hak sebagai kota ini maksudnya boleh punya pasar sendiri, punya pengadilan sendiri punya peraturan tata kota sendiri dan sejenisnya.
Veere sendiri pada abad 16-18 merupakan staple port (dalam hal ini, wol) untuk Skotlandia. Staple port adalah pelabuhan tempat penimbunan jenis barang tertentu yang akan dieksport atau diimport. Sudah tentu pada masa itu Veere adalah kota yang makmur dan sibuk karena kegiatan urusan pelabuhan ini.
"Onze Lieve Vrouwe ter Sneeuw", sebuah gereja besar yang sudah berumur sekitar 5 abad berdiri kokoh seolah melindungi Veere, menyambut setiap pengunjung di mulut desa. Gereja ini dulunya juga pernah menjadi asrama militer dan juga rumah sakit militer pada masa Perancis (jamannya Napoleon).Foto ini diambil dekat lapangan parkir di luar kota, dimana mobil kami parkirkan di sana. Gratis sih. Kami suka yang gratis-gratis kok
Beneran, untung juga gratis, karena ternyata saya butuh 8 jam untuk menyelesaikan tugas saya di sana. Khususnya saat membuang waktu menunggu hari gelap. Maklum saja bulan begini menunggu remang-remang saja bisa sampai jam 8-an malam.
Ada juga parkiran yang terletak di dekat pusat kota, tapi ya tidak gratis lagi judulnya. Lagian Veere benar-benar merupakan kota kecil!!! Ke mana-mana tuh dekat. Kadang malah L4eL3 (lu lagi lu lagi eeehhh lagi lagi lu). Berjalan kaki dari pelantaran parkir di luar desa ke pusat desa hanya butuh sekitar 7 menit jika tanpa cuci mata ke kiri dan ke kanan.
Sepasang patung mungil malaikat ini duduk bertengger di tembok pagar sebuah toko yang menjual barang-barang curiosa, seolah-olah hendak berkata, lihatlah di surga warna adalah setara. Ah.. semoga sepasang patung malaikat ini bukan merupakan bagian dari kemunafikan anak manusia.
Lewat toko permen, singgah bentar ahhh..Toko permen itu bergaya toko permen jaman dulu, kecil tapi beratmosfir hangat dan manis. Toko ini hampir selalu terlihat sesak dengan pembeli. Tentu saja, karena ukurannya yang kecil, maka jika 5 pengunjung masuk ke dalam toko ini maka langsung terlihat penuh sesak. Para pembeli juga tidak hanya sekedar membeli permen tapi juga tentu saja tidak ketinggalan, membidikkan kameranya ke setiap pojok toko. Ah... turis...
Gadis di atas itu adalah salah satu penjual permen di toko permen tersebut . Lihat saja style baju yang dikenakannya itu, klasik.
Kantor pemerintahan sudah tentu merupakan bagian dari pusat kota. Bagian depan dari kantor pemerintahan dihiasi dengan 7 patung keluarga bangsawan van Borseles, penguasa Veere saat itu. Namun patung-patung ini bukan lagi merupakan patung asli dari masa lalu, patung aslinya kini berada di museum di Veere.
Pusat kota ini juga terletak tidak jauh dari pelabuhan, yang kini merupakan pelabuhan jacht. Menyusuri jalan sepanjang tepi pelabuhan, kami melangkah menuju De Campveerse toren. Menara yang dibangun pada sekitar tahun 1500 dulunya menjadi bagian dari pertahanan kota dan juga merupakan sebuah mercu suar yang kemudian menjadi hotel dan restaurant pada sekitar abad ke-16 sampai saat ini.
Karena kebelet pipis dan juga ingin duduk sejenak menikmati minuman hangat, melangkahkah kami ke sana. Untuk mencapai restaurantnya yang berada di lantai 3, kami harus menapaki tangga batu tua yang sudah terasah oleh ratusan langkah kaki pengunjung dan pengurus tempat itu. Dengan jelas bisa dilihat pada lekuk-lekuk batu yang termakan usia itu.
Setelah sejenak duduk menikmati minuman kami, kembali kami melangkahkan kaki kami menyusuri jalan sepanjang pelabuhan kembali ke arah pusat kota.Bangunan yang paling kiri dari foto di atas itu, yang menyerupai gereja kecil itu adalah sebuah toko pakaian. Mungkin dulunya merupakan kapel di pelabuhan???
Bangunan yang di tengah adalah frietboer atau kantin yang menjual kentang goreng, frikandel, dan sejenisnya. Dan.. hmmmm... bau kibeling menggoda sekali, wah... tidak bisa dilewatkan begitu saja nih, seporsi kibeling (ikan goreng tepung) dengan garlic-mayo segera dengan sukses berakhir ke dalam perut kami.
Dan bangunan di sebelah kanan itu adalah museum kota yang menyimpan ketujuh patung asli dari townhall. Dengan membayar tiket seharga 3 euro per orang dalam waktu kurang dari 15 menit kami selesai mengelilingi museum tersebut.
Jembatan yang menghubungkan kota dengan dinding kota. Khas jembatan tua di Belanda, jembatan yang bisa diangkat satu sisi jika ada kapal yang hendak lewat.
Veere dari sisi dinding kota. Tidak ketinggalan juga canon untuk pertahanan kota di masa lalu.Berjalan sepanjang dinding kota tidak merupakan perjalanan yang membosankan, tapi sebaliknya malah bisa dibilang jalan-jalan romantis. Dinding kota yang hijau dengan rumput dan pohon, di satu sisi pantai di bawah sana, di sisi lain adalah pelabuhan dan pusat kota.
Kembali ke daerah permukiman. Berbeda dengan pusat kota, yang hanya terpaut beberapa meter, daerah permukiman ini sepi bow!!! Hanya ada satu dua pejalan kaki yang kami temui. Mungkin karena hari yang semakin sore, suhu yang semakin dingin.Jalan-jalan di daerah permukiman ini memberi nuansa tersendiri jika dibandingkan dengan berjalan di pusat kota yang terlihat lebih "mewah" atau di daerah pelabuhan yang khas. Daerah permukiman ini lebih simpel dan lebih membawa khayal saya akan kehidupan masa lalu kota itu.
Kanan, jika diperhatikan lebih teliti, ada banyak hiasan yang menghiasi dinding rumah penduduk. Misalnya hiasan lambang St. Jan, santo pelindung para buruh angkut di pelabuhan.Kiri, kapal, lambang kebanggaan kota pelabuhan, sebagai penghias penunjuk arah angin di puncak menara gereja, dan juga puncak rumah penduduk.
Kembali ke pusat kota untuk mencari restaurant. Kaki ini pegal juga, dan kerongkongan sudah mulai kering.Isenk aja mengambil foto dari papan nama restaurant dan toko. Bentuknya unik dan cantik.
Biarpun suhu makin dingin, teras-teras restaurant tetap dipenuhi pengunjung, walaupun duduk dengan jaket tebal. Kami? Brrrrr... lebih memilih duduk di dalam, dekat dengan pelat penghangat. Seharian berjalan mengelilingi Veere membuat kami kedinginan juga.Duduk dan menikmati secangkir kopi sambil menunggu hari menjadi gelap untuk night shoot.
Veere di malam hari.Setelah membuat beberapa night shoot, selesai sudah tugas saya hari itu. Cuapuuueeekkknyaa!!!
Sebelum kembali ke Eindhoven, kami singgah dulu ke Soerabaja, restaurant Indonesia di Middelburg. Kami selalu puas dengan cita rasa makanan di restaurant ini. Apalagi sambalnya... puedeeeesss... sip dah!!!
Hari yang melelahkan tapi juga menyenangkan


21 comments:
jalan terus rekkkkk!! Aku sudah balik nih hihihi... :P
Lho, kok ada tampangku dipajang disitu (itu yg pake baju klasik)
Upss,
salah yak?
Huehehehehe :D
Once again..
that place on the pic sooo beautiful,
jeles nih..jeles :D
Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/pengetahuan_umum/veere/
kota kecil gitu yah ampe ketemu loe lagi eh loe lagi hahahaha ketawa gue bacanya.
eitsss masih dingin banget yah... di sini puaaanasss banget :((
wah... asyik ya bisa main salju..
aku sampe skrg blum pernah...
oh ya met kenal yaa... :)
doh..foto sepasang angel bagus..foto2 ttg kota Vere menakjubkan...
fotonya keren, aku demen foto jembatannya tuh, hehehehe... :)
Enak bener sih jalan2 mulu, hahaha...
Baru denger nama Veere. Bagus bgt ya tempatnya, typisch kota tua bld.
Tapi gak pengen ah tinggal di kota kuecil gitu, gak enak juga kalo kemana-mana ketemu yg dikenal terus.
dah mulai lagi jalan2 nya ya??, itu foto patung mungil malaikat cute banget
kota yang cantik. enak betul .. jalan2 terus (biarpun atas nama kerjaan), tapi kan yg penting jalan2 ... ! =)
Het was altijd pret bezoekend uw blog. Dank voor het delen van aardig beeld.
bener ga sih?
duuuhhhh enaknya dirimu ya nek bisa plesiiirrrr molo btw ada restaurant surabaya ya disana :) bravooo
*ngiri.com*
suka poto yang paling bawah, menara gerejanya ada spotlight...magisch!...
laporan jeng, cake tulband udah abis hehehehe....
itu orang2x kok tahan banget yak duduk diluar brrrr......
tugasnya dapet nilai berapa bu?
wah tugas sekolah lagi ya sin?
Gilaaa... foto2nya kuereenn abizz. Bagus banget yah pemandangannya. klo orang ga tau dikirainnya di londo loh... (dodol.com) hehehe. ngebayangin toko permennya jadi ngiler nih... pasti uenak bgt yah? wish i were there... hiks!
tugas peer sekolah ya mbak. propinsi di belanda yg kusuka zeeland sama limburg. soalnya unik gitu. kalo jeli pasti nemu yg kamu liat.
++retno
bagus kotanya.. Aku br sekali ke Zeeland ternyata bagus, tdk kapok walau hrs mengukur jalan.
ah.. love the angels
Post a Comment