Tiba di ruang makan yang khas banget sentuhan Jermannya, sarapan sudah tersedia di meja makan mungil. Bukan nasi goreng yang komplit dengan telur ceplok, acar dan krupuk, tapi hanya roti, keju, ham dan telur setengah matang serta kopi panas. Ahh.. kangen nasi goreng..Sempat nengok keluar jendela sebelum sarapan, ah.. segarnya pemandangan pagi di tepi sungai.
Jam 8 tepat kami sudah duduk manis kembali di atas motor, siap untuk merambah perjalanan kami kembali. Menulusuri sungai Moezel (atau Moselle dalam bahasa Inggrisnya) adalah judul motor trip hari itu. Kami menyusuri mungkin sekitar 150km dari sungai yang kira-kira sepanjang 545km itu, bersumber di Perancis dan melintasi Perancis, Luxemburg dan Jerman dan kemudian bermuara di sungai Rhine, Jerman.
Daerah sepanjang lembah sungai Moezel terkenal karena keindahan alamnya dan juga terkenal sebagai daerah penghasil white wine. maka, sepanjang perjalanan yang tersaji selain desa-desa kecil yang tua dan indah, adalah kebun-kebun anggur yang terhampar luas di sekitar desa, di tepi sungai, di badan-badan bukit.Tidak heran jika toko-toko penjual wine tersebar di mana-mana, baik itu toko biasa atau yang langsung merupakan etalase pembuat wine itu sendiri. Dan yang asiknya, berbeda dengan di supermarket, di sini para pengunjung boleh mencicipi wine yang ada sebelum memutuskan mau membeli yang mana. Dan tentu saja tidak ada keharusan untuk membeli.
Mengingat hari itu hari Minggu, kami memutuskan untuk segera mencari bakery di sekitar desa yang kami lewati untuk membeli roti bekal makan siang, karena hari Minggu bakery hanya buka sampai jam 10 pagi.Ujung-ujungnya kami malah singgah di sebuah toko wine setempat. Doh, isenk banget sih nih orang dua, baru juga jam 9 pagi kami sudah mencicipi wine!!!!
Saya mencoba sweet white wine, sementara Reinier mencoba dry white wine. Hmmm.. enak. Sementara Reinier tidak terlalu puas dengan rasa dry white wine-nya.
Ah, saya bukan seorang penyuka dry white wine, saya lebih menyukai white wine yang manis, lembut dan fruity. Akhirnya kami membeli sebotol sweet white wine.
Perjalanan kami lanjutkan kembali, walaupun beberapa kali kami harus mengambil rute yang berbeda dari yang kami rencanakan. Ah.. tidak tepat, seharusnya dari rute yang Reinier rencanakan, karena biasanya kalau itu rute untuk bermotor, saya mah nunut saja.Perubahan rute ini dikarenakan beberapa ruas jalan yang ditutup untuk entah acara apa, yang pasti acaranya cukup ramai, karena ruas jalan yang ditutup cukup banyak dan luas dan juga melihat perlengkapan kesiapan yang ada. Helikopter, boat dari barisan pemadam kebakaran, ambulans, dan juga penonton yang membanjiri daerah sekitar sana.
Piknik? Sudah tentu. Roti yang tadinya dibeli untuk makan siang, malah kami habiskan saat piknik jam 10 di tepi sungai. Bukan karena kelaparan, tapi karena rotinya yang enak, takabur, lupa deh kalau itu bekal makan siang.
Caravan-caravan ini bukan caravan bangsa gipsy, tapi caravan para turis, entah itu turis lokal atau turis dari negara tetangga. Berlibur dengan caravan merupakan salah satu alternatif untuk berlibur yang cukup populer di Eropa. Karena gaya berlibur seperti ini memberikan keleluasaan bergerak, ya iyalah, jalan-jalan sambil bawa kamar sendiri kayak keong. Apalagi ada banyak Caravan parks yang tersebar di negara-negara di Eropa ini. Bahkan sampai di Maroko kemarin kami juga melihat rombongan caravan dari Belanda dan Perancis. Jadi pengen nyoba juga, tapi.... bermotor rasanya lebih asyik ah...
Nah di salah satu desa yang kami lewati, entah desa apa namanya tidak saya cek lagi, ada pameran traktor. Ramai sekali traktor-traktor yang dipamerkan di tepi sungai. maulai dari yang jaman bauleha sampai traktor modern. Bahkan kebanyakan peserta datang dengan caravannya yang ditarik traktor. Ampun dah kalau pas ketemu yang model ini di jalan. Bayangkan sendiri bagaimana kecepatannya.. klutuk... klutuk.. klutuk... Untung kami bermotor sehingga tidak sukar untuk melewatinya.
Sempat lihat yang ini juga nih, mobil antik dengan caravan antik juga. Mini semua. Astaga, itu caravan kayaknya untuk tidur saja sesak-sesakkan deh.
Jangan tanya ini kastil di mana, saya tidak ingat lagi persisnya di mana. Yang penting ada obyek bagus, ya langsung klik tanpa berhenti apalagi turun dari motor. Maklum saja, judul jalan-jalan kali ini adalah motor trip, bukan foto trip, jadi sebisa mungkin saya tidak ingin mengganggu kesenangan Reinier di atas motor, walaupun doi sendiri sudah mengatakan untuk memberi kode berhenti jika ada obyek yang menarik yang ingin saya foto.
Sementara di beberapa bagian lain dari sungai ini juga terdapat aktifitas pasar. Entah itu pasar desa mingguan atau pasar bulanan atau pasar tahunan. Pokoknya pasar. Mungkin semacam rommelmarkt di Belanda, karena selain barang-barang baru, saya sempat melihat meja-meja dengan barang-barang bekas.Banyak juga ternyata kegiatan di hari Minggu di sana. Hanya saja saya tidak tahu apakah setiap hari Minggu begitu ramai.

Saat melintasi Traben-Trarbach, kami berhenti untuk berjalan-jalan sejenak karena terpikat pada kecantikan kota kecil ini, yang diawali dengan kecantikan Art Nouveau dari gerbangnya.Dan... ternyata di dekat gerbang yang sudah berdiri sejak 1898 itu (jadi ingat nyonya Meneer
Yang ternyata memang yummy banget.
Bagian dari bangunan kantor pos. Keren banget kantor posnya.
Jam matahari. Nah masalahnya kalau matahari terhalang awan mendung yang tebal seperti hari itu, jamnya jadi tidak jelas deh.Belum puas merambah kota itu, kami sudah harus kembali melanjutkan perjalanan. Apa boleh buat, kami tidak ingin kemalaman tiba di rumah dan juga tidak ingin melanjutkan perjalanan yang sekitar 300km itu hanya di jalan tol.
Kembali di perjalanan kami melewati toko-toko wine yang menggoda untuk di singgahi, maka kembali kami mengunjungi salah satu toko wine yang kami temui di perjalanan.Kali ini Reinier mencoba Off-dry white wine, dan saya tetap mencoba sweet white wine yang ada. Hmm.. tidak, saya tidak terlalu menyukai rasanya, tapi off-dry-nya oke juga, dan Reinier juga sependapat, maka kami itu yang kami beli, sebotol off-dry white wine. Off-dry white wine ada rasa manis yang ringan, tidak sepekat rasa manis pada sweet white wine.
Ah seharusnya kami ke sini di bulan Oktober, karena Oktober adalah bulan panen anggur di lembah sungai Moezel. Sudah tentu akan ada banyak acara dan perayaan yang diselenggarakan saat itu.
Tadinya kami ingin singgah sebentar di Cochem, salah satu kota yang sangat turistik di lembah sungai Moezel, tapi begitu tiba di sana dan melihat lalu lalang pengunjung yang membanjiri tempat itu, wah... malas juga jadinya. Sudahlah kapan-kapan saja nanti kami kembali mengunjungi kota itu.
Dari Cochem kami berpisah dengan lembah sungai Moezel, karena kami harus mengambil rute ke utara, arah balik ke Belanda.
Namun kami tidak langsung menuju jalan tol, kami masih mengambil jalan pedesaan dan menikmati pemandangan desa-desa yang ada.
Melihat aktifitas petani yang juga bekerja di hari Minggu dan... kembali menikmati pemandangan ladang gandum dengan gulungan-gulungan batang gandum kering yang khas yang tersebar di sana.
Dan, sebelum masuk ke jalan tol, kami singgah sebentar ke sebuah cafe untuk ngopi dan tralala... ada tart yang menggoda iman. Ah sudahlah.. tak usah pikir lama dan panjang, dietnya besok saja, sayang tart seenak itu dilewatkan begitu saja. Di Belanda sudah 'gak dapat lagi tart yang menggoda begitu.Dan, jam 7 malam kami tiba kembali di rumah. Capek, tapi menyenangkan.


23 comments:
huwehehhe pagi2x minum wine. gak sakit perut, jeng ?
Since..setiap kali baca perjalananmu serasa ikut menikmati :) tartnya tuh bikin ngiler, foto2nya memikat :)
Off dry wine, sweet wine, white wine, red wine, blue wine, black wine apa lah itu pokoknya yang wine²an.....ga pernah nyobaaaaaa..!
Hixs *katro amat sih lu Reth* :(
Emang berasa beda yak antara yg manis sedang en manis bgt? Kayaknya kalo aku yg minum ga bakalan ngefek ya, secara lidahku ini kan perusak rasa, rasa apapun dimulutku pokoknya enak en bikin wareg aja deh, ekekekek :P
What a great motor trip
since, thanks foto2nya, jadi serasa ikut jalan2. gimana kalo cerita berikutnya kalian jalan2 dan piknik dg caravan dengan mengajak diriku tentunya. tartnya bikin liuran !
tiap kali kesini kalau liat foto2 Eropa pokoknya pasti jadi pingin ke Eropa, hahaha.... :)
Keren yah disana
itu karavannya kok sekilas spt bak sampah ya hihihihi
pemandangan2 di atas sangat familiar buatku Sin, terutama sungai2 , hamparan rumput hijau dan traktor2nya :)
pretty pics !
kosa kata baru nih sinar matahari merembes , hihihihi , pasti pas menulis ini yg di inget air laut nih ...
Foto2nya kereen Sin , kagum loh aku ama keberanianmu moto2 , ampe caravan antik plus mobil yg nari berserta penumpangnyapun kefoto ..pasti kaget ybs ..hihihih
nari = narik tuh maksudnya jenk ... masa ada mobil menari-nari :))
duh yg jalan2 terus ... apa kabar nih?
itu caravannya buat nanti aja kalo dah muncul para junior2 hehe ...
jerman emang rajanya tart dan sosis ya mbak. kita nyetir setengah jam, nyampe jerman kue dan makanannya udah beda. cenderung lbh murah pula!
itu mobil kecil lucu bgt, abis bensin banyak kali ya buat nggandeng caravan :))
++retno
waktu motret kastil itu lo ga brenti yah, sin? hebad banget yah, hasilnya bisa bersih begitu! salutt...
*glek*
ngiler nih ngeliat tartnya...
keren abis, dalam mimpi pun aku ga bakal bisa ketemu yang kayak gitu :D
bangunanya aduihhhh, cantik
seru Since trip motornya... roti di Jerman memang lbh enak dan baunya juga lbh wangi ya..
jadi pengen mengecap wine..halaah, kasian bener ya gue, taunya cuma anggur cap orang tua kekekeke..
ngeliat caravan itu, inget di taman safari deh, ada hotel yang kamarnya caravan gitu, tapi gak ada bannya .. sama juga boim yaa ;P
wahhh... fotonya bagus2 (-o-) suatu hari pengen jalan2 ke eropa... (^^) hiks, mudah2an kesampaian (-_-)
suka banget ama poto kastil nya...
wah ide bagus untuk kesana dibulan oktober;) kotanya indah ya yang fotonya dipajang:)
pemandangan kotanya indah banget yah..hijau menyejukkan mata. rumah2 dan gedung2nya ...bener2 khas eropa.
pasarnya itu pasar apa yah??? mirip2 suasana pasar barang2 bekas yg biasanya digelar dipenghujung minggu
> Dian
'gak lah.
> Susan
hihi apa lagi liat langsung, mana tahan.. diet bubar dah.
> Reth
Doh Reth, aku juga cuman tau wine mana yg enak di mulutku, 'gak sampe detil banget ngebedain rasanya. Belom sampe level situ.
> Yendoel
hehe.. kalo diajak, muncul ya :D
> Zilko
Kapan, ditunggu nih.
> Ely
Makanya inget kamu banget saat di sana Ely.
> Susie
sinar merembes kan? Apa dong kata lainnya?
Hehe... belom sampe akrobat ngambil potonya kok Sus, sebisaku aja.
> Inne
Hihi.. doa'in ya Ne :)
> Retno
Itu dia yg bikin heran, tetanggaan tapi mbok ya beda banget urusan dapurnya.
> Caroline
Beberapa potret, termasuk kastil itu emang sambil jalan motornya. Tapi ya 'gak sekencang di tol, kayak yg kastil itu pas jalan kecepatan rendah, itu juga karena ada faktor lucky-nya. :)
> Tony
Kadang kesempatan dalam hidup tuh 'gak bisa kita duga, jadi siapa tau kan, satu saat datang juga kesempatan untuk Tony merambah dunia.
Dan sebelum merambah negara lain, Indonesia kita tuh indah banget dan sangat bervariasi. Jangan dilewatkan kesempatan untuk merambah tanah air juga ya.
> Kenny
He-eh antik
> Dyah
Kenapa ya orang Belanda 'gak bisa bikin roti seenak di Jerman?
> Yanti
Caravan di taman safari pernah kutiduri juga lho 10 tahun yang lalu :D Lucu dan asik juga.
Yan, anggur cap orang tua itu kan buat orang abis melahirkan toh?
> Kocu
Amin!!!
> Tiwi
Thanks
> Leni
Traben-Trarbach emang kota yg indah. Tapi kota dan desa sepanjang sungai Moezel itu indah-indah Len. 'gak kuciwa lah jalan-jalan ke sana.
> Ichaawe
He-eh, pasar barang bekas gitu.
gw tertarik sama bangunan kantor pos-nya..keren yak..kayak bangunan negeri dongeng hehehe :) truz ada kurcaci2 muncul di jendela.. hehehehe :) duuhh enaknya jalan2..ikuuuttt.. :)
since....
pakabar.. habis dari pedalaman kalteng nih...
...
kamu selalu bikin iri aku deh dengan tempat tempat yang kamu kunjungi...
wuaaa ke Mosel, aku emang ndak pernah bosen2 ke sana, apalagi kalo ke Trier, gile kota yg dibangun pada tahun 16 Sebelum Masehi, gile yah...
aku kalo minum red wine cuman dari italy (cianti) sama spanyol, kalo white wine pasti dari mosel...the best!
Trier is awesome!!!!!
Post a Comment