Monday, June 25, 2007

Wiken di Ardennen (3)

Menelusuri sungai Lesse.

Minggu, matahari bersinar dengan cerahnya.
Bukan kejutan, karena apa yang terjadi persis seperti apa yang tertera di berita ramalan cuaca yang kami ikuti seminggu terakhir.

Bangun pagi-pagi dan setelah selesai sarapan dengan telur orak-arik ham special buatan Kasia dan croissant segar dari bakery, semua langsung bersiap-siap dengan ranselnya yang berisi bekal buat lunch, minuman, handuk, tentu saja khusus buat saya, kamera yang sudah dipasang dalam underwater house-nya.

Lha?? Mau ke mana? Diving?
Ada sih aktivitas dive di Ardennen, cave dive, menyelam pada sungai bawah tanah, goa-goa bawah tanah yang penuh tertutup air.
Tapi bukan diving judul acara kali ini.
Kami mau menyusuri sungai Lesse, sungai yang bermuara ke sungai Maas, dengan kayak!!!


Setelah membayar tiket dan memilih jenis kayak yang mana yang ingin kami pakai, segera kami menuju ke stasiun kereta yang terletak hanya beberapa ratus meter dari counter Lesse kayaks, salah satu penyedia fasilitas berkayak di Anseremme.

Ah ya, ada 4 jenis kayak yang ditawarkan oleh Lesse kayaks.
Kayak untuk 1 orang, untuk 2 orang, sampai kayak dengan tempat duduk yang nyaman.
Sudah pasti pilihan yang terakhir yang kami ambil Teethy

Dan juga ada 2 pilihan rute berkayak.
Yang 12km dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam atau yang 21km dengan waktu tempuh sekitar 5 jam. Rute bisa diklik di sini.
Sudah pasti juga dengan pede saja kami memilih rute yang terakhir, yang 21km Teethy

Dari stasiun kereta itu kami menuju ke Houyet, stasiun Lesse-kayaks untuk start rute 21km, yang jaraknya kira-kira 15 menitan duduk di kereta.

Di sana kami menerima masing-masing orang satu dayung dan satu ember kecil dengan penutupnya untuk tiap kayak untuk melindungi barang bawaan supaya tidak basah nanti. Kalau mau masing-masing orang satu ember juga boleh, tinggal minta saja.

Dan setelah duduk di kayak pesanan kami, segera kayak diluncurkan ke dalam air. Yupppiieee...!!! Blub... ugh... keciprat air juga nih saat kayak meluncur ke sungai Hysterical

Perjalanan dimulai dengan mulus dan tenang.
Hutan yang hijau sepanjang sungai,kicau burung yang membentuk konser alam, sinar matahari yang hangat di kulit, arus air yang mengalir perlahan... waaahhh...


Julia yang tadinya rada-rada kuatir, sampai-sampai minta pulang dengan wajah memelas saat hendak duduk di kayaknya malah jadi bersemangat banget mendayung. Kami-kami (saya, Reinier, Roy dan Kasia) yang malas mendayung dan hanya mengikuti arus sungai malah ketinggalan jauh di belakang mereka Hysterical

Kadang kami seperti penguasa sungai, karena hanya rombongan kecil kami di sana, tapi kadang kami juga harus berbagi dengan rombongan-rombongan pekayak lain yang kami temui.
Ada yang santai dan sopan, saling mengangguk dan tersenyum, tapi ada juga yang brutal dan asosial. Menyebalkan kalau bertemu jenis pekayak yang terakhir ini.

Bayangkan saja, sudah tahu sungai sedang ramai dengan kayak-kayak lain, eh... kayaknya malah tetap didayung dengan kencang dan main tabrak saja. Bukannya menghindar kayak di depan dan mendayung perlahan, malah menjerit berteriak menyuruh kayak yang di depannya minggir. Sudah gitu berlalu tanpa satu kata sorry lagi!!
Walleehhh sungai bapakmu apa?? Idiot!!! Hot Head

Tapi sudahlah daripada marah-marah pada orang-orang yang tidak tahu sopan itu mending nikmati saja kemesraan dan keakraban bersama serta sajian dari alam yang mewah di sepanjang perjalanan.
Tidak hanya hutan sepanjang tepian sungai, kadang juga kami bertemu daerah camping, atau dinding karang putih yang tinggi menjulang, bahkan juga kastil yang atas dinding batu.


Beberapa hal lucu juga terjadi sepanjang perjalanan karena mendayung yang tidak kompak atau karena pengendalian kayak yang kaku.
Misalnya pasangan Julia dan Dima yang kami juluki pencinta pohon, karena mereka sering sekali terjebak di bawah ranting-ranting pohon yang rendah terjulur menaungi tepi sungai.
Kadang juga kami saling bercanda dengan saling menabrakkan kayak perlahan, atau mendorong dan berusaha merubah arah kayak pasangan yang lain.
Tapi sudah tentu saling menabrak ini harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai menjepit atau menggesek tangan pasangan dari kayak "lawan".

Tidak melulu hanya berkayak, kami juga berhenti beberapa kali di tepi sungai yang landai untuk piknik, sekedar ngopi, menikmati makan siang kami, atau sekedar menikmati pemandangan yang indah di sana.

Sebenarnya jika tidak membawa bekal pun tidak mengapa, karena terdapat juga restaurant-restaurant sederhana dan kedai-kedai kentang goreng di beberapa sudut sepanjang sungai.
Hanya saja kami lebih memilih bekal yang kami siapkan sendiri.

Arus sungai juga tidak melulu mengalir santai, kadang juga ada riam-riam kecil yang membuat kami harus berpikir mau ambil sisi yang mana untuk dilewati.
Kadang malah mati arus sama sekali sehingga kami juga harus menguras sedikit tenaga untuk mendayung.

Dan walaupun sudah berusaha untuk tidak basah atau seminimal mungkin basah, ternyata toch basah juga pada akhirnya.

Ada dua air terjun kecil sepanjang rute ini.
Ups.. jangan melotot dulu, namanya saja yang air terjun tapi jarak jatuhnya pendek banget dan juga landai.

Air terjun yang pertama dengan mulus kami lalui. Nah air terjun yang kedua ini, waahh.. kecil tapi merupakan mission impossible untuk tidak basah!!!
Byuuuuaaarrrrr.... Basah deh!!! Keciprat air yang beriak di ujung air terjun itu.
Ugh.. mana dingin lagi!!! Air sungai hanya 13ÂșC. Hysterical


Untung sweater saya ada di antara punggung dan sandaran bangku sehingga masih bisa dikatakan kering, ganti baju darurat deh jadinya.
Tapi celana pendek dan daleman tetap basah. BAH!! Tidak nyaman!!! Keplek-keplek rasanya. Lain kali jangan sampai lupa bawa tankini!!!

Tidak terasa stasiun pendaratan Lesse-kayaks sudah didepan mata.
Ah.. jarak 21km itu telah selesai kami tempuh, 4,5 jam kami habiskan untuk menelusuri sungai Lesse.
Menyenangkan!!!

Kembali ke vakantiehuis, istirahat sejenak, makan malam yang dini, beberesan dan pulang, balik ke Eindhoven.

Wiken telah berakhir.

21 comments:

Theresia Maria said...

Wah, keren bisa ndayung2 di bawah kastil tuh, potonya bagusss....juga yang ada batu karang menjulang itu!

*poto keliling pake manggul2 tripod terus ngetuk2 rumah orang ya Sin hehehe....EGP!*

Dyah Astiek said...

klo jiwa petualang emang beda ya sin, stamina kuat n fine2 aja ngarungi medan kek gitu lah klo gw mah bisa pulang kerokan tuh masuk angin n kembung perut kekekeke

Anonymous said...

brapa KM tuh ngedayungnya tante?

klo anung mah pilih kayak yg ada mesinnya aja dah :))

really really nice trip ;)

Emaknya Bunny said...

ada buaya gak tuh di sungai?serem ih pake kayak :D

Anonymous said...

asek skaleee critanya, bisa berwisata alam...kesannya dingin banget kalo baca postinganmu yg nuansanya back to nature :D

Zilko said...

hah?? 5 jam??? Gubrax gubrax tu, lama banget, ha3... :) Ga capek?? :D

pake kayak kayake susah ya.... :D

btw, pemandangannya tp bagus2 yah... :D

Anonymous said...

buset ngambil yg 21 km mbak :O
kita ngambil yg 12 km aja pegelnya gak abis2 hihihih...

liat poto2mu jg inget.
beneran ada cave dive mbak? hiii ngileer

++retno

SinceYen said...

> Tiwi
Asyik Wi, emang kastil itu salah satu daya tariknya.

> Dyah
Medannya 'gak ganas kok Dyah. Tempatnya santai banget, lha pemula kayak aku aja bisa enjoy banget. :)

> Anung
Berapa km? 'gak ngitung hehehe...
Kalo pake mesin ya namanya bukan kayaking lagi Nung, tapi naik motor boat :D

> Meli
Buaya? 'gak lah.
Kalo sampe ada buayanya ya tu sungai udah 'gak dibuka lagi sebagai tempat untuk rekreasi umum dong :)

> Siwoer
Kok dingin sih Woer? Sejuk dong :D

> Zilko
5 jam itu 'gak kerasa Ko, karena kita kan brenti2 en juga becanda melulu kerjanya, jadi waktu 'gak kerasa. Malah waktu tempuhnya 30 menit lebih cepat dari dugaan.

Kayaking gak susah2 amat, yg penting kamu nguasain teknik ndayungnya.

> Retno
Pegel? Karena kalian ndayung terus kali.
Kami malah banyak ngikutin arus. Santai banget. Ndayungnya hanya untuk ngemudi kayaknya atao pas di tempat arus mati.

Cave dive, iya tuh.

Innuendo said...

aduh maaaakk dinginnya itu air....*membayangkan air indonesia yg hangat

Anonymous said...

jadi pengin ndayung juga nih....perlu belajar berapa lama ya Since untuk bisa mendayung ?

Anonymous said...

Wow, great place to do kayaking. Jadi iri nich... :) Salam kenal. [TH]

Anonymous said...

Kl main kayak berarti hrs bs renang ya?

Yulia said...

Sinceeeee...jahatttt bikin org cemburu buta kwakwakwaaaak :p

Gw pernah kayakan di prancis selatan deket Beziers (tau deh nulisnya gmn..hihihihi) amit2, kecebur boooo..jerit2 deh akhirnya :p secara itu bukan maenan kayak kek elo, tp ikutan lomba kayak..wakakakakakaa..

Eh di Veghel jg bisa maen kayak loh, di sungai de Aa. Mau?

mom4kids said...

waah asyik sekayak berdua , kalau kami berduanya dengan anak2 bergantian , Frank kebagian ama Claudia , hari berikutnya saya dan Marcel , harus bergiliran harinya krn yang satu harus ngemong unyil2 lain yang belum bisa renang ..


Nikmati say , selagi masih "bisa"

SinceYen said...

> Dian
Hehehe... makanya begitu basah langsung kutuk..kutuk.. kutuk.. nih gigi..

> Ely
Waahh... aku mah 'gak pernah blajar kayaking tuh, tapi kalo urusan pegang dayung mah udah mainan waktu anak2 dulu.
Temen2ku yg kemaren ikutan maen semuanya juga pemula dan ada juga pasangan yg belom pernah sama sekali kayaking sebelumnya lho.

> Hardjono
Hallo, salam kenal balik. Thanks udah maen sampe sini lho :)

> Dyah
Ntar kalo kayakingnya di sungai Barito, baru wajib bisa renang,tapi kalo kayakingnya di Lesse, 'gak perlu harus bisa renang, lha sungainya yg paling dalam cuman sepaha-sepantat dalamnya :D

> Yulia
Hihihihi... ngebayangin elo kecebur... wuuuaaa....
Yg main kayak di de Aa sana hobi ato emang ada kayak centre gitu? Kalo di Eindhoven emang ada, start dari Valkenswaard.

> Susie
He-eh Sus, mumpung masih bisa.
Waktu harus selalu dinikmati kan? :)
Kalian juga, ntar kalo anak2 udah gede, kan kalian bisa balik beduaan lagi :)

R.e.t.h said...

Pernah kayaking di sungai citarik, daerah Banyuwangi, Jatim, ga bisa kontrol kayak kebalik en ngebentur kepala, sakit bow....

Yulia said...

keknya yg di de Aa ada organisaninya juga deh, secara ngayuhnya bisa jauh gitu..bisa sampe Helmond keknya ;)
Gw belom nyari info sih Sin..tp keknya asik deh ngayuh di de Aa.

Ooo..valkensward kan di belakang Eindhoven? deket dunk ya ;)

Anonymous said...

wah bener hebat tante satu ini 4.5 jam kayak, tangan gak pegel?? :D

Marlina said...

Serunya! Kayaknya kalian tuh udh banyak kemana-mana dan nyoba macam2 ya Sin. Asiknya!

SinceYen said...

> Reth
Weitz sampe kebentur gitu. Susah-susah gampang emang kalo belom terbiasa ng'gayung perahu.

> Yulia
Iya, emang deket.

> Kenny
Waahh.. jangan mikir selama 4,5 jam tuh ndayung terus Ken. malah lebih banyak nyante ngikutin arus ketimbang ndayungnya lho.

> Marlina
Masih banyak tempat yang belom kami kunjungi kok Lin :)

si upik abu said...

wah bagus buanget foto foto nyaaa.. :) sering sering ya update pemandanagn yg menyejukkan hati gitu ....