Tuesday, September 18, 2007

Perjalanan

Cita-cita.. *)
Apa itu?
Buka kamus bebas terjemahan sendiri, ah.. ini dia... Cita-cita adalah impian yang sedang digapai dengan usaha yang gigih.
Iya lah.

Tanpa usaha ya bukan cita-cita namanya. Itu mimpi.
Misalnya, si Since yang ingin menang staatsloterij. Ini tergolong impian, karena hanya diimpi-impi tanpa ada usaha untuk mewujudkan. Beli lotere kek, ogah, berharap nemu di jalan. Lotere orang yang jatuh, gitu. Kacau!!! Laughing 1

Cita-cita...
Dulu saat masih kecil, saya paling sebal kalau ditanya oleh orang dewasa, cita-citanya kalau sudah besar mau jadi apa Since?
Ugh.. mana terpikirkan mau jadi apa nanti. Terpikirkan untuk menjadi dewasa pun tidak, malah lebih tenggelan dan bermain dengan imajinasi dalam petualangan Peter Pan dan buku-buku cerita lain dengan gambar yang indah dan penuh warna yang diberikan papa.

Saat ditanya, mau jadi dokter ya nanti?
Jawaban yang keluar dari mulut saya selalu dengan tegas, tidak!!!
Hmmm... jadi pengusaha?
Tidak.
Jadi apa dong?
Ih reseh bener sih ini tante/om??? Untung papa-mama tidak pernah merepotkan saya dengan pertanyaan-pertanyaan bodoh ini.
Akhirnya suka-suka saja jawabnya, jadi tukang bongkar mobil, tape dan radio saja.
Hah??? Shockedkamu mau jadi montir?
Nah kaget kan tante/om? Ya iya lah, emang hobi saya mbongkar-mbongkar kok. Kalau sudah pegang obeng, semua bisa saya prenteli sampe sa kecil-kecilnya. Urusan masangnya lagi?? Hehehe... 'gak janji lah yaooo

Saat duduk di SD, juga selalu ditanya pertanyaan yang sama. Ditambah lagi acara mengisi buku-buku kenangan.
Duh, mana saya tahu mau jadi apa nanti? Akhirnya nyerah juga dengan keputusan guru yang asal bunyi, oooooh... Since mau jadi insinyur ya? Lha?? Ya sudah lah... iya'in saja dari pada capek mikirnya. Ah, kenapa juga orang-orang ini ngotot banget?
Padahal insinyur tuh apaan juga mana saya tahu?
Yang pasti, bulan ini insinyur pertanian, ntar bulan depan insinyur tehnik, lama-lama malah bertahan jadi insinyur pertambangan. Keren sih kedengarannya. Pertambangan... waah... bakalan tajir nih. Nah lho... sebenarnya insinyur pertambangan itu apa masih kabuuuuurrr... Hahahaha... Asal!!!

Pernah keinginan menjadi arsitek menghampiri benak saya, gara-gara dulu sering menekuni blue print rumah kami yang sedang dibangun.
Saya mulai menggemari gambar ruang dan segala tetek bengek yang berhubungan dengan gambar perspektif dan sebangsanya. Tapi gara-gara sebal banget pada guru gambar ruang di SMA dulu, runtuhlah semangat belajar gambar ruang yang tadinya mengebu-gebu itu. Buyarlah cita-cita untuk menjadi arsitek. Dasar!!! Cita-citanya saja yang tidak teguh kukuh berlapis baja Hysterical

Biologi termasuk pelajaran yang menarik. Herannya walaupun pernah ada guru biologi sangat tidak simpati, toh saya tetap menggemari bidang ini. Tapi tidak terlintas saat itu untuk menjadikan biologi sebagai bagian dari masa depan.
Bahkan saat pembagian jurusan di SMA, tadinya berniat ke jurusan A2, jurusan biologi. Hanya saja saat itu wali kelas berusaha meyakinkan untuk mengambil jurusan A1, jurusan fisika dengan pertimbangan toh nilai matematis saya tergolong cukup baik.
Dan setelah penjelasan panjang lebar dari si wali kelas tentang keuntungan-keuntungan yang bisa diperoleh nanti saat hendak memilih jurusan di universitas, maulah saya memilih A1. Dan yup, saya tidak menyesal karenanya. Tapi saya sebal sekali dengan matematika yang sudah berbunyi penurunan rumus dan segala integralnya itu. Bah.

Lantas, apa cita-cita saya?
Sungguh, saat itu saya tidak tahu pasti. Saya hanya menjalani langkah yang saya anggap berguna nantinya. Walaupun nanti itu apa, masih kaburrrr!!!

Saat menjelang lulus SMA, saya benar-benar tertarik dengan program study yang baru dibuka di Fakultas Perikanan Universitas Pattimura, Ilmu dan Tehnologi Kelautan (ITK). Maka ke sanalah tujuan saya. Kecintaan terhadap laut benar-benar membawa diri ini ke sana.

Punya cita-cita ke arah laut toh?
Hmmm... saya hanya menjalani saja apa yang ingin dilakukan saat itu. Tidak terpikirkan apa yang hendak dilakukan nanti setelah masa kuliah berlalu.

Bergelut dengan diving, hal yang kemudian terjadi, pekerjaan, hobi dan dunia saya yang geluti, sama sekali tidak terpikirkan saat itu.
Dunia yang saya geluti dan nikmati sebagai karier, bahkan menjadi bagian dari identitas justru merupakan hasil dari pilihan-pilihan yang dibuat selama proses "mengikuti panggilan hidup".

Sudah pasti, lewat masa pendidikan selama di ITK ini saya mengenal dunia selam menyelam, walaupun aktifnya malah setelah masa kuliah. Tapi setidaknya di sini titik tolaknya.
Dan, tebak??! Yup, setelah itu saya malah tidak bisa berpisah dari selam Brows

Selesai masa kuliah, dan setelah menolak beberapa tawaran pekerjaan , saya malah aktif ikut seminar dan pendidikan yang lebih berkaitan dengan pendidikan selam dan pariwisata.
Lha?? Kok malah pariwisata sih? Tidak heran, selama masa kuliah saya juga mulai tertarik pada bidang ini, khususnya pariwisata yang menyangkut dunia dalam air. Kebetulan urusan selam-menyelam yang dipelajari saat kuliah itu secara tidak langsung menghubungkan saya dengan pariwisata selam.

Ujung-ujungnya setelah beberapa kali ikut pendidikan pariwisata selam bersama-sama, Moudi, seorang senior saya di kampus, malah mengajak untuk membuka sebuah usaha dive center bersama-sama.
Akhirnya bersama kami mendirikan dive center, bareng Emma dan juga 3 teman cowok. 4 tahun kami jalani bersama, benar-benar dari pengalaman nol, hanya berbekal idealisme masing-masing personil dan kerja keras.
Selama masa itu juga saya melengkapi diri mulai dari urusan mengambil level insruktur selam sampai menguasai semua urusan lapangan dan juga berhadapan dengan bermacam ragam tipe orang dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Apakah ini cita-cita saya?
Saya hanya tahu bahwa saya sangat menikmati peranan yang sedang saya mainkan dan dunia di mana saya berada di dalamnya. Saya adalah bagian dari dunia itu dan dunia itu juga adalah bagian dari saya. Apakah yang lebih penting dari itu?

Sayangnya, saat di mana perusahaan kami tengah berbuah, terpaksa kami bubarkan karena kekacauan dan perang yang pecah di Ambon.
Saya lantas bergabung dengan Ambasi di Bali, sebagai cruise director dan dive guide di kapal.
Selama masa ini pula urusan ngajar-mengajar selam sebagai bagian dari kegiatan pribadi pun tetap berjalan lancar. Kegiatan mengajar selam sangat selalu mengasyikkan. Kadang ada murid yang sangat lambat dan sering mengalami kesukaran, tapi semua adalah tantangan. Dan ada rasa bangga dan puas berkobar dalam dada ini saat melihat mereka mampu melakukan semua yang harus mereka kuasai sebagai penyelam dan melihat kegembiraan di mata mereka. Ah...

Apakah biologi dan pendidikan selama kuliah berguna dalam pekerjaan saya?
Yup!! Masa kuliah bisa dikatakan sebagai gerbang di mana saya mengenal dunia selam dan merupakan batu loncatan bagi dunia karier saya. Namun mata kuliah-mata kuliah yang didapatkan dulu juga sangat menunjang pekerjaan yang saat itu sedang ditekuni. Bahkan memberikan nilai plus untuk itu.

Apakah semua proses mengikuti panggilan hidup itu berjalan mulus?
Tentu saja tidak. Sudah pasti ada bagian-bagian jatuh bangunnya juga. Bagian-bagian babak belur. Tapi justru itu semua menjadikan perjalanan itu sangat menggairahkan.

Beberapa tahun bergumul dengan kenikmatan karier di Bali dan juga melanglang buana ke penjuru Indonesia, hingga pada akhirnya pindah ke Belanda sini mengikuti suami.
Sekarang diving hanya hobi, bukan lagi pekerjaan.
Lantas masih adakah cita-cita?
Yup, tentu saja. Keinginan dan impian itu selalu harus ada, bukan? Dan saat ini keinginan dan mimpi itu sedang dalam proses untuk menjadi kenyataan.
Semoga...

Dalam perjalanan ini, saya hanya tahu, cita-cita bisa berubah sesuai keadaan, namun pada akhirnya waktu membimbing menemukan jalan saya, selama tentunya waktu dan semua kesempatan yang dimiliki juga dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Kadang sebuah keinginan dirasakan terlalu muluk, tapi selama itu masih rasional, mengapa tidak? Lakukan saja.
Selangkah demi selangkah. Berhasil atau tidak, itu urusan nanti.
Apakah tujuannya akan tetap sama atau bergeser, itu juga urusan nanti.

Lakukanlah!!
Setidaknya jika saatnya gagal, saya bisa mengatakan pada diri sendiri, aku toh sudah mencoba.
Tapi jika tidak pernah mencoba, maka mimpi hanya menjadi mimpi.

Mungkin suatu keinginan akan tercapai, tapi mungkin justru keinginan saat ini dan proses meraihnya adalah batu loncatan ke sesuatu yang belum terpikirkan saat ini. Itu urusan sang waktu.

"If you run, you might lose, but if you don't run, you're guaranteed to lose."
(Jesse Jackson).


*) Lemparan dari Dyah.

25 comments:

Zilko said...

hahaha, namanya anak kecil klo ditanya cita2 ya berubah2 jawabannya. Makin dewasa jadi makin realistis, he3... :)

kerusuhan emang menjengkelkan yah. Gara2 kepentingan sepihak, kebanyakan yang lain jadi rusak / ga dapet apa2, malah menderita...

Anonymous said...

yang penting sekarang idup senang ;)

Mutiara said...

Cita2 mah nga penting, yang penting gimana ngejalanin hidup yang sekarang ini supaya bisa lebih happy untuk waktu yang akan datang.

Emaknya Bunny said...

waktu smp,guru biologiku bosenin banget...ampe2 kita giliran keluar kelas dengan alasan mo ke toilet tapi malah ke warung beli snack hahahahahahah

aku juga gak tau cita2ku mau jadi apa....sampe sekarang masih juga gak jelas hehehehehe...

kalo soal laut..aku cinta laut heheheheh suka ke pantai,,,suka melihat ikan2 yg cantik2 berenang ke sana kemari..tapi kalo ikan yg di aquarium malah bikin bosen n merasa mereka terkurung...

mau belajar selam.,nanti saja kalo ada kesempatan..karena dibayanganku kalo dunia dalam laut itu penuh misteri,,,kebanyakan baca dongeng putri duyung..selalu percaya kalo di bawah laut ada kerajaan naga laut hahahahahahahah

R.e.t.h said...

Cita² saya dari esde kelas 1 ampe gede tetep konsisten...mau jadi penulis! Dulu waktu esde tipe penulis yg gantiin bikin storyboardnya cerita Nirmala&Oki, juga Bona&Rong² (hehehehe...malu) tapi then sekarang dah brubah jadi penulis novel bestseller yg bukunya banyak dibaca orang...

Hmm..kapan ya kesampean?

***ngayal terbukti lebi enak***

Anonymous said...

Mau lotere tapi nggak mau beli lotere ?mimpi , hehehe
Tapi sekalipun lotere sudah ada di tangan , sebenarnya yg kita punya tetep aja cuman mimpi ya krn soal lotere soal mengadu keberuntungan , persentasi utk menang khan kecil sekali . hehehhe

Oh Since orang Ambon ya ? tadinya saya kira dr bali

Anonymous said...

Since kebalikanku, nilai matematikaku pasti selalu jelek.. apalagi biologi. Dari hobi bs jadi pekerjaan ya Sin.

Anonymous said...

apakah aku bercita2 menjadi ibu rumahtangga? hehehe...enggak sin....bener2 ini salah satu pekerjaan yg urutan paling belakang. tapi krn keadaan...aku hrs menerimanya dg lapang dada.
cita2 sebenarnya dari kecil menjadi arsitek, sudah masuk sekolahnya dan bekerja, tapi Tuhan punya rencana lain. suatu saat aku mau mewujudkannya lagi kok. kalau memungkinkan.
do'ain ya sin....(nice article, thx)...

SinceYen said...

> Zilko
Yang sudah terjadi ya sudah terjadi.
Semoga tidak terulang lagi.
Hanya berusaha melihat hal yang positif buat aku. Gara2 kerusuhan itu pintu merambah nusantara terbuka untuk aku.

> Anung
Dari dulu juga hidup senank kok Nung.
Gimana cara kita melihat hidup kita dan menikmati hidup kita, di situ lah kwalitas hidup yang kita punya.

> Mutiara
Menjadi lebih happy di masa mendatang bukankah juga cita-cita Mut? ;)
Asal jangan lupa tetap mewujudkan kebahagian untuk saat ini ya.

> Meli
Laut itu tetap dunia yang penuh misteri Mel.
Ayo jangan ditunda-tunda terus belajar nyelam, kadang kesempatan itu kita yang harus ciptakan sendiri.
Then you see how wonderful down there!! Ikan yang berenang bebas merdeka, bahkan bisa kamu lihat langsung juga "kekejaman"rantai makanan. Atau mungkin bahkan menangis saat melihat kehancuran yang dibuat manusia di dalam sana.

> Reth
Sekarang, penulis blog :)
Ayoo, kan lagi bikin proyek nih, aku tunggu novel karanganmu!!!

> Susie
Hahahaha.. makanya kan aku bilang, MIMPI!!

> Dyah
Apa yang paling mengasyikkan dari hobi yang ngasilin duit?
Jadi 'gak perlu keluar duit untuk melayani hobi kan? :)

Jangan salah Dyah, aku bilang nilai matematikaku CUKUP baik, artinya lebih umayan dikit daripada jelek :D

> Sili
Amin!!! :)

Anonymous said...

woii kali ini postingannya puanjang sekali ^_^ semoga cita2 mu tercapai ya Since.

cita2ku sekarang ini ingin menjadi seorang ibu ... semoga !

Yulia said...

gak suka biologiii sukanya sejarah huehehehehh..makanya wkt ke Rome takjub banget, serasa gw dulu pernah idup di antara mereka huahahahahah..

bener sin, cita2 kl gak di laksanakan ya berarti cm mimpiii..

moga tercapai ya cita2 elo yg sekarang :)

Ira said...

waaa... mau juga dpat lotterij tapi gimana caranya wogn nggak pernah beli hehehe

Anonymous said...

Cita-cita? Sepertinya kata ini hanya ada pada jiwa anak kecil yang masih polos dan belum ter-erosi dengan realita kehidupan. Pameo gantungkanlah cita-citamu setinggi langit sepertinya hanya pantas disematkan pada hati anak-anak yang masih dipenuhi gairah eksplorasi bakat dan kemampuan diri.

Seiring waktu berjalan, satu persatu pembelajaran kehidupan seolah dihadirkan untuk mengikis gairah tersebut. Hingga akhirnya tidak heran, menjelang usia dewasa saat ditanya apakah cita-citamu, jawaban yang diperoleh tidaklah seliar dan setinggi jawaban masa kecil.

Jadi apakah cita-cita itu? Sudahkah kita mencapai apa yang kita cita-citakan? Seberapa jauhkah kita puas dengan pencapaian kita dalam menggapai cita-cita? Atau ... jangan-jangan kita sudah tidak berani untuk bercita-cita lagi ...

Hehehe ... ini komen atau keluh kesah sih ;)

Btw, thanks untuk share-nya. I like it. Nice post. Semoga apa yang Since cita2kan tercapai yah ...

-Hendri Bun

Dyah Astiek said...

cita-citakuuuuuu ingin jd presiden hihi *itu mah lagunya susan boneka ya*

hidup mengalir ajalah..kek lagu pujian 'stiap langkahku diatur oleh Tuhan dan tangan kasihNya membimbingku'...mo jadi apa terserah sama Tuhan..dakuw jd sekre skrg jg perasaan bukan mauku tp bersyukur inilah berkat yg dakuw terima n nikmati :)

SinceYen said...

> Ely
Hihi.. panjang ya Ely? :D

Semoga segera terwujud ya. Aku turut mengamini dari sini :)

> Yulia
Sejarah emang menarik, seperti mbaca buku cerita.
Thanks Yul :)

> Ira
Hehe.. ayo rame-rame mimpi yok..

> Henri
Manusia adalah mahluk yang tidak pernah puas. Satu tujuan tercapai akan menciptakan tujuan selanjutnya, tujuan baru. Wajar banget.
Cita-cita bisa menjadi penting dan berguna sebagai arah ke mana seseorang ingin melangkah. Hanya saja buat aku pribadi, yang paling penting justru ada dalam PROSES peraihan cita2 itu sendiri. Banyak orang yang terlalu terpaku pada hasil akhir dan lupa menikmati proses perjalanan untuk mendapatkan hasil akhir itu.
Padahal, kebahagiaan dan kepuasan saat cita-cita tercapai sangat singkat, sedangkan jatuh bangun, perjuangan selama mewujudkan cita-cita itu bisa jadi sangat panjang, so mengapa tidak menikmati juga proses perjalanan itu?

Tidak berani untuk bercita-cita lagi? Bisa saja terjadi karena kekecewaan yang timbul karena kegagalan atau karena perjalanan tersebut terlihat sangat sulit.
Tapi jika mau jujur pada diri sendiri, bukankah masih ada harapan dan keinginan untuk meraih sesuatu di dalam hati? Cita-cita tidak selalu berarti hal-hal yang muluk, kita toh bukan kanak-kanak lagi. Cita-cita bisa juga merupakah hal yang sangat logis dan sederhana.
Pertanyaannya adalah maukah aku? Sanggupkah aku?
Bukankah, saat manusia kehilangan harapan, saat itu hidup pun lenyap.
Yah... malah jadi panjang deh :D

Thanks Hen :)
Semoga.

> Dyah-Rashel
Aku percaya bahwa Tuhan membimbing langkahku dengan caraNya. Tapi Tuhan tidak mengatur langkahku. Dia justru memberikan aku kebebasan untuk memilih, ke kiri atau ke kanan, Dia juga mengajarkan aku arti dari pilihan-pilihan yang aku buat. Tuhan mengajar kita lewat banyak cara.
Aku percaya bahwa Tuhan punya rencana dalam hidup seseorang. Tapi semua itu tidak membuat kita menjadi pasif!!!
Bukankah Tuhan juga yang memberikan kita akal dan budi serta kemampuan fisik untuk berusaha?

Kita memang patut mensyukuri berkat yang kita terima :)

Anonymous said...

Postingan yg bagus sekali, Since. Beneran perjalanan cita2 kamu mengalir mengikuti alur hidup ... ngga dibikin susah, dan semuanya dijalanin dgn senang. Pantesan seneng nyelam ya kamu hehehe.

Setuju .. cita2 berubah sesuai keadaan .. dgn begitu kita akan terus ada keinginan untuk maju :D.

Innuendo said...

berhasil atau tidak itu urusan nanti ?? wah harus diperhitungkan juga dg matang donk. jangan udah gadaikan rumah, minjem duit di bank, gagal karena kurang perhitungan.

amethys said...

waaa.....klo ngomong tentang cita2 ...ga bakalan habis deh....soalnya selalu datang silih berganti...ketika cita2 yg satu terkabul...muncul cita2 yg lain.
Tapi karena kita masih mempunyai cita2 menjadikan hidup ini bergairah, karena kita akan bekerja keras untuk mewujudkan cita2 tersebut

bravo sin...tulisan yg menarik

Anonymous said...

oo gitu cerita perjalanan karirmu mbak. makasih ya yg plg bawah, aku setuju bgt! mbak since msh les fotografi gak? ada rencana kerja ato ngasih ponakan buatku nih ;)

oya mbak, ikan sama duren di palembang itu namanya tempoyak. emang aneh rasanya, cuma yg bener2 penggemar yg suka. wong itu duren busuk!

met wiken mbaaak!

++retno

yenni 'yendoel' said...

since, paling enak tuh hobi dan cita2 bisa sejalan. seperti lo, mestinya buka perush diving di londo sono. asik, nekuni hobby sekaligus bisa 'cuan' hehehe..!
kalo gua pengennya suatu hari punya "TK".

kalo diperhatiin, saat kecil memang kita belum punya pikiran soal mau jadi apa. kebanyakan berubah2, biasanya yg sering jadi jawaban populer tuh: dokter, insinyur, arsitek.

Theresia Maria said...

Keknya cita2mu jadi potografer terkenal deh Sin *ngeramal.com*

SinceYen said...

> Santi
Thanks Santi.
Yup 'gak perlu dibikin susah, karena terkadang emang udah cukup susah. Tapi karena bebas mengikuti kata hati, biar babak belur juga tetep masih bisa tersenyum :)

> Dian
Tentu saja perhitungan harus tetap ada. Tapi, siapa yang mampu menjamin resiko kegagalan = zero?

> Wieda
Proses dalam meraih cita-cita emang menggairahkan :)

> Retno
Maunya Retno yang mana? ;)

> Yendoel
Hahaha... boro-boro bisa cuan di sini Yen, capeknya aja yang ada :D
TKnya mo di mana nanti Yen?

> Tiwi
Wi, coba deh kamu ngeramal, kalo aku beli loterij sekarang, ntar bisa menang 'gak ya? :p

Iwok said...

Since, ajarin aku diving dong. Hehehe ... kapan ketemunya ya?

Yang penting kita enjoy melakukan apa yang ada sekarang kan?

Marlina said...

Sama Sin, aku (dulu) juga suka biologi, tapi gak suka matematik, jadinya ya masuk A2. Trus kuliah juga ambil jurusan biologi, sampe segitunya deh, hehe.
Skrg cuma ibu RT aja, cukup merepotkan juga loh, hehe

Unknown said...

Posting yang menarik (dan menyentuh). Hehehe. Sudah nonton "The Secret"?