Wednesday, May 16, 2007

Kisah di Kereta dan Kota Hujan (3)

Lha?
Dari bermain di dunia dalam air di utara Bali loncatnya ke kota hujan?
Yup!! Begitulah kejadiannya.

Sebenarnya kami tidak memiliki rencana untuk ke Jakarta dan sekitarnya. Tapi karena ada perubahan ini dan itu, maka kami putuskan saja untuk jalan-jalan selama 5 hari di Jakarta dan tetangganya.
Kebetulan Reinier sendiri belum pernah mengunjungi Jakarta dan sama sekali belum mempunyai gambaran bagaimana wajah kota terbesar di Indonesia itu.
Kebetulan dua karibku juga mendiami kota ini.

Moudi dan Emma, dua teman yang lebih dari sekedar teman.
Ahh.. ada begitu banyak cerita bersama mereka berdua. Kami pernah tertawa bersama, menangis bersama, juga pernah saling sebel-sebelan.
Cerita tentang tiga karakter yang berbeda namun saling mengisi dan mendukung, walaupun mengisi dan mendukung itu kadang termasuk dengan cara bertengkar Hysterical

Singkat cerita, acara kami yang berada paling atas dari rencana jalan-jalan di Jakarta dan seputarannya di bloknote-nya Moudi adalah jalan-jalan ke Bogor.
Dari stasiun Tebet, kami menggunakan jasa kereta api ekonomi ke Bogor, sesuai dengan permintaan saya.
Bukan.. bukan karena Harga tiket yang hanya Rp. 2500/orang.
Bukan, bukan karena murahnya, melainkan karena warna dan atmosfir yang berbeda, khususnya bagi Reinier.

Banyak pengalaman baru bagi dia, dan juga bagi saya, mulai dari stasiun sampai pengalaman di dalam kereta.
Mulai dari kereta yang penuh berdesakan sampai-sampai orang-orang yang duduk memenuhi atap kereta api.
Oaalaah... itu nyawa apa tidak berharga lagi, mas?

Sampai pada suasana di dalam kereta sendiri yang juga unik, selain para penumpang, ada penjual obeng, penjual aqua, penjual harmonika, tukang ngamen, penjual...
Akhirnya kami saling berbisik menyebut nama-nama toko di Belanda jika ada pedagang yang mendekat. Praxis jika penjual obeng dan test-pen mendekat, Bruna jika penjual majalah dan koran mendekat, Bart Smit jika ada penjual mainan, Kruidvat jika ada penjual tissue, AH jika tukang buah mendekat, Zeeman jika ada pejual kaus kaki...
Wah... ramai... sampai-sampai pengemis kusta yang menyeret-nyeret kakinya yang penuh luka yang sudah terinfeksi juga ada.

Di Stasiun Depok Lama ternyata kami harus berganti kereta yang menuju arah Bogor.
Dan... kisah selanjutnya pun dimulai.
Reinier dan Moudi kecopetan!!!! Hp keduanya diembat orang, sementara zipper tas tangan Emma terbuka separuh namun isinya tidak terganggu gugat.

Lha ini orang dua juga, hp kok ditaruh di kantong celana sih?!!
Ya, bergerilyalah tangan-tangan siluman itu!!!
Untung juga... (nah kan masih kebiasaan melayu juga: UNTUNG!!!) mereka berdua menggunakan hp tua sementara hp yg sehari-hari digunakan tersimpan dengan aman di rumah.
Kami bahkan sempat mencandai Moudi kalau-kalau si pemilik tangan siluman yang menilep hp-nya saat itu sedang menyesal habis-habisan karena harga hp-nya dan dosa yang dibuat jauh dari berimbang ROTFL

Ujung-ujungnya, acara yang paling pertama kami lakukan saat tiba di Bogor adalah bercengkerama ria di kontor polisi Bogor, membuat laporan acara kehilangan, dan juga segera menelpon sana-sini untuk memblokir kartu sim mereka. Wah...

Benar juga kata Reinier pada saya, "Tidak perduli sesederhana apapun yang saya kenakan, toch postur fisik saya seolah sudah memberikan stiker besar di dahi saya "Mangsa Empuk"."
Well.. sudahlah.. daripada menambah dosa karena berkomat-kamit, biarlah... semoga hp-hp itu menghasilkan sesuatu yang berguna bagi pencopetnya. Mungkin untuk membayar ongkos sekolah, bayar ongkos obat... atau... sudah ah...

Setelah selesai acara di kantor polisi, perut-perut ini sudah merintih-rintih minta diisi. Maka segeralah dengan dipandu oleh Emma, gerombolan ini menuju jalan Surya Kencana untuk mencari mie Sehat.

Mie Sehat adalah mie ayam juga sih, hanya saja mie ini katanya tidak mengandung MSG dan penyedap-penyedap imitasi lainnya. Ada 2 macam mie, mie bayam yang sudah pasti hijau warnanya dan mie wortel yang pasti oranye warnanya. Agak aneh juga memakan mie yang agak lain warnanya. Walaupun rasanya sendiri tidak mengecewakan.

Selain mie sehat, kami juga menyerbu otak-otak tengiri dan asinan pala yang dijual di depan restaurant ini.
Saya juga mencoba otak-otak jamur. Uih.. aneh rasanya.
Sudahlah, otak-otak tenggiri masih yang terenak, menurut saya.

Dari restorant mie Sehat ini, barulah kami menuju ke Kebun Raya Bogor dengan tidak ketinggalan acara salah memilih mikroletnya Hysterical
Tapi tidak mengapa, kan jadi bisa keliling-keliling melihat-lihat kota Bogor lewat jalur mikrolet.

Tiba di Kebun Raya, apa yang paling pertama dilakukan? Yup, betul, makan lagi!!!
Singgah di Café Dedaunan sebentar, tadinya sih rencananya hanya sekedar melepaskan dahaga. Eeh.. tergoda juga gara-gara melihat pondok pofercesnya. Jadilah pesan satu porsi poferces dihajar beramai-ramai.
Pofercesnya lucu ih, bukannya plat seperti koin, ini malah bulat seperti oliebollen. Lihat saja gambar di samping kanan itu.


Sayangnya acara jalan-jalan di dalam Kebun Raya sendiri tidak maksimal. Saya tidak terpikir sebelumnya untuk mendonlot peta Kebun Raya dari situsnya. Saya kira kami akan diberi setidaknya brosur saat membeli tiket masuk dan peta kebun raya terpampang di gerbang pintu masuk atau di sudut-sudut yang strategis, atau setidaknya papan-papan penunjuk jalan yang jelas.
Tapi saya tidak melihat apa-apa.
Atau kami yang kurang jeli mencari papan penunjuk arah?

Akhir kami hanya mengekplorasi buta tempat ini. Melangkah sesuka kaki melangkah.

Setelah dari kebun raya, saya kemudian menemukan informasi dari sini, ternyata telah diterbitkan buku "Empat Rute Jalan Kaki dengan Panduan Kebun Raya Bogor".
Hanya saja saya tidak jelas di mana kami bisa menemukan buku itu.

Tidak kami perhatikan saat membeli karcis di loket jika ada buku yang bisa menuntun kami di dalam kebun, ya karena tidak terpikirkan saat itu bahwa petunjuk arahnya tidak jelas di dalam sana. Makanya tidak jeli memperhatikan.

Begitulah jika acara jalan-jalan yang tiba-tiba terbersit dari otak dan langsung instant dikerjakan. Informasinya jadi tidak lengkap.
Tapi toch tetap fun. Kejutan-kejutan yang kami temukan adalah petualangan bagi kami.


Baru kira-kira 1,5 jam jalan-jalan berkeliling plus jeprat-jepret bareng Emma, kami diguyur hujan. Namanya juga kota hujan, tentunya belum lengkap tanpa hujan.
Kembalilah kami ke Café Dedaunan. Sambil menunggu hujan reda... ya makan lagi. Too Funny

Menjelang senja kami kembali ke Jakarta dengan kereta yang ber-ac (kereta Pakuan???) yang bersih, sepi, bebas pedagang asongan dan pengamen. Pengamennya hanya ada saat kereta masih di stasiun dan asik punya, bukan yang sekedar asal tarik suara.
Wah... bedanya.. sungguh terasa!!

Foto di bawah ini adalah stasiun kereta di Bogor. Gaya bangunan yang tua itu membuatnya artistik di mata saya.


Demikianlah petualangan hari itu yang penuh warna dan pengalaman-pengalaman baru.

21 comments:

mom4kids said...

wah sempat mampir ke kebun raya Bogor ya Sin , asyik pasti ketemu sahabat2 lama ....

itu mie sehatnya keliatan enak sekali ya ? slurrpp

cerita dan fotonya bagus2 ..

Emaknya Bunny said...

gilee itu abang2 yang di atas kereta..,jadi ngeri naik kereta kek gitu gigigii

Zilko said...

blom pernah ke bogor ni... :)

Yee, sapa suru naik kendaraan umum. Aku aja dulu naek angkot jg kecopetan hape... ;( :( :(

wah, makanannya kayake enak2 ya

Anonymous said...

walah.. kecopetan ya

sorry to hear that.. :(

koq ke jakarta ga say say, kan isa kopdar :D

Innuendo said...

barusan aja aku mau nanyak, gak kecopetan ?? lha ternyata udah toh hehehe

eh gambar di bawah kedua itu apa ? mirip risoles. wak tu di airport seattle, aku nemu egg rolls yg uenak banget. mirip gitu.

Leniawati said...

Waah seru pengalamannya SIn tapi sial juga kehilangan HP. poferjesnya juga lucu kayak olliebollen.

Theresia Maria said...

Poffertjesnya kebanyakan gist kali, jadi nggelembung kek onde2...
aku pernah juga naik kereta dari Bogor ke Jkt, untung sepi...copetnya lagi pada liburan, hehehe....

Anonymous said...

hmmm.. jadi miris dengar cerita kecopetan. :(

niatnya mau cari suasana beda akhirnya bener2 kesampaian ya? :P

*bercengkerama ria di kontor polisi Bogor*

Anonymous said...

Dulu aku & rombongan teman-teman jg pernah naik kereta itu ke Depok. Memang byk org jualan di dlm kereta ya. Saking takutnya kecopetan, tas kupegang erat 2.

yenni 'yendoel' said...

wah, depok bogor nih! asik loh..banyak jajanan. kalo naik KRL, tasnya ditaroh di depan biar gak kecopetan. hehe..! teman gua dulu udah taroh di depan pun masih kecolongan, dicopet anak kecil (yg kerja sama dg ibu2 gitu yg tugas ngalihin perhatian). KRL emang gitu tuh kalo lagi penuh sesak.

SinceYen said...

> Susie
Asyik abislah Sus kalo ketemu ama mereka. Heboh dah :)
Mie sehat itu enak, tapi 'gak enak SEKALI. Daya tariknya karena penggunaan bahan2 alami dalam pembuatannya plus tambahan bayam dan wortel itu.

> Meli
Iya itu mas-mas. Kalo 'gak sayang ama nyawanya sendiri sih hak dia, tapi kalo sampe kejadian 'gak enak kan malah ngerepotin banyak pihak.

> Zilko
Aku yg suruh naik kendaraan umum Ko :)
Yah.. itung2 pengalaman kecopetan kan? :D

> Anung
Kopdar? Pengen sih tapi ya itu waktunya saling kejar-kejaran kemarin. Bahkan ada teman yg 'gak sempat aku kunjungi gara2 waktunya kepepet-pepet. :(

> Dian
Hehe.. iya nih, kecopetan dengan sukses.
Itu sring roll ala kafe dedaunan sana.

> Leni
Resiko Len.
Kemungkinan kecopetan kan udah bukan surprise lagi kalo mo pake kendaraan umum di kota besar.

> Tiwi
Kamu naik yg kereta ac (Pakuan?) itu kali Wi, jadi sepi.

> Joni
Hihi... iya JOn :)

> Dyah
Untung waktu itu 'gak kecopetan ya Dyah.
Tapi kayaknya sih Reinier dan Moudi dicopet saat naik ke kereta. Saat itu kan berdesak-desakkan.

> Yendoel
Tasnya sih udah ditaruh di depan Yen, tapi ya ini orang dua malah reflex hp taruh di saku. Ya udah rejeki si pencopet. Apes.

Anonymous said...

wah sin, kayanya komenku ga masuk...ini nulis lagi yah. Salut Sin...salut banget ama dikau2 ...he he he
waktu liburan kemaren aku juga dipaksa untuk naek kereta Jakarta - Depok....eh mabok deh, turun dari kereta langsung muntah2....norak abis deh...
Dikau di Bali ga ke botanical garden?

Anonymous said...

itu tuh pengalaman yg tak terlupakan...kecopetan!!

eKaNi said...

Laah liat picnya stasiun Bogor, jadi kaneeen mbakku di Bogor.
Dolo klo maen or pas ada urusan di Jkte sering bolak/lik Jkt-bogor naek krt Pakuan. Cefaaaat en uadheeem rek AC-na

nie said...

wah, ke bogor kaga bawa oleh2 buat dakuuu!! ihik ihik...
kecopetan itu kesempatan utk beli hp baru lagi hihihihihi

Sili Frebrian said...

kangen sama kota bogor. kalo kesana, pasti nongkrongin roti unyil dan beli asinan. hikshiks....bawain dooooonk....

Yulia said...

Sin, wadow ke Bogor yak? kecopetan pula..ck..ck..ck..abis jg kempet2an gitu ya di kereta, tp emang kl udah mau kejadian ya kejadian deh gak bs di tolak :(

Cerita Jakartanya jgn lupa donk yah..apalagi soal Tebet ahahahahah..secara dakuw anak Tebet ;)

R.e.t.h said...

Poferces tuh apaan sih? Gimana rasanya..??

Tuh kan, kenapa alesannya aku ogah naek kereta ekonomi, angkot, bus kota or apapun itu yg menyandang gelar angkutan umum, hixss...soalnya pasti ada aja kejadian kecopetan or tas qta digerayangin :(

Hani said...

ada...ada...nih...hadiiir!!! lagi jungkir balik nulis tugas, jadinya blognya dicuekin...hehehe.

duh geng HL...ndak pernah lepas dari acara makan. kangen deh ama mereka

sudah kecopetan...itu baru bener2 naek kereta say...hahaha

katanya kekebon teh juga ya?

Eliza said...

rame ya pengalaman jalan2 nya...lucu jg kalian abis makan mie sehat (ceritanya sehat kan) terus dilanjut dg makanan yg tidak sehat...:D

Mutiara said...

Aduh Since, gue lagi laper2nya dikantor jam begini terus ngelihat foto2 makanan bikin gue ngences.....aiihhhh kangen deh gue sama jajanan Indonesia.