Tidak.. tidak... saya tidak akan menceritakan tentang kemacetan di Jakarta yang akhirnya menimbulkan kesan seolah-olah penghuni Jakarta menikmati kemacetan itu, atau tentang lalu lintasnya yang ribet dan super padat, atau tentang belantara bangunan, atau perbedaan tentang kaya dan miskin, atau tentang... semua cerita usang yang terus berputar dan selalu "in".
Menelusuri keriput wajah Jakarta.
Bagian tua dari suatu kota adalah bagian yang sangat menarik karena penuh dengat kerutan-kerutan cerita masa lalu dan selalu memiliki nuansa yang unik dan misteri dalam waktu.
Karena ketertarikan ini kami mengunjungi museum Bahari di daerah Sunda Kelapa dan daerah kota tua di seputaran museum Fatahillah.
Yang menarik perhatian kami dari museum Bahari sejujurnya bukan isi museum itu, melainkan bangunan tua museum itu sendiri yang masih kokoh, yang tadinya adalah bekas gudang pelabuhan di jaman penjajahan Belanda.
Sayang sekali, kami tidak sempat singgah di museum Fatahillah, melainkan hanya menelusuri daerah sekitarnya yang penuh dengan bangunan tua.Terenyuh juga melihat kondisi sebagian besar bangunan tua yang rusak dan kumuh, padahal jika bangunan-bangunan ini dirawat dengan baik, mereka adalah aset pariwisata dan aset sejarah yang sangat menarik.

Monas.
Benar-benar jadi turis kali ini, Monas pun kami rambah!!! Beberapa kali ke Jakarta, baru kali ini saya mengunjungi Monas.
Sejujurnya, menurut saya selain karena namanya yang "Monumen Nasional" dengan lapisan emas di puncaknmya, tidak ada yang menarik di sana.
Hanya pemandangan Jakarta yang berselimut kabut polusi.

Musik yang terlalu keras disetel, kekeran di ruangan puncak yang hanya tinggal tiangnya saja tanpa kekerannya dan kemudian gambar/foto petunjuk bangunan-bangunan di sekitar Monas yang hanya berisikan kode nomer tanpa keterangan bangunan apa itu. Kemudian toko souvenir yang tertutup rapat pada saat jam pengunjung penuh.

Maaf ya, jika saya banyak komplain, tapi hal-hal kecil itu bukan sebaiknya diperhatikan dan dilengkapi dengan baik?
Bukankah Monas adalah Monumen Nasional?
Museum Textil.
Gara-gara ingin mencoba membatik maka museum di daerah Petamburan ini kami kunjungi. Tapi sayang, waktunya tidak cukup, kami tiba di museum ini juga sudah kesorean. Ujung-ujungnya hanya berkeliling sebentar seputaran museum ini dan di bengkel kerjanya.
Walaupun mengenakan juga kain bercorak batik, saya bukan seorang pengamat batik, bahkan tidak mengerti tentang batik sedikitpun. Makanya berkeliling di dalam ruangan koleksi batik di sana merupakan hal yang membosankan, walaupun banyak juga pertanyaan yang saya lontarkan. Yaaahh.. walaupun membosankan toch tetap ada informasi sebagai tambahan pengetahuan yang bisa saya dapat.Bengkel kerja tempat pelatihan membatik justru lebih menarik bagi kami. Melihat kesibukan para mbak-mbak dan mas-mas di sana, mulai dari menyalin corak, membuat pola, sampai membatik, semua dilakukan dengan teliti dan sabar.
Waaahhh... tidak janji deh saya bisa seteliti dan sesabar itu.
Wisata Kuliner.
Nah yang ini sudah pasti tidak ketinggalan. Makan itu penting!!!
Diajak ke Halaman, mirip warung Madiun gitu, makanannya enak, tempatnya juga asyik (jadinya emang makan di halaman terbukanya).
Jalan-jalan di Petak Sembilan, melirik makanan di pasar pecinan.

Singgah di Ragusa, warung es Italia yang buka sejak 1932.

Jalan-jalan di Senayan City food courts, lewat counter mie tarik, jadi teringat promosi Anung soal mie ini. Maka pesanlah saya seporsi mie tarik bumbu rica-rica. Wah.. benar-benar pedesnya, sampe berair hidung ini. Pas benar buat pencinta pedes!!
Disuguhi J.Co donuts sekali, eh... malah jadi tergila-gila kami pada donats ini.
Sayang di Bali belum ada J.Co donats.
Ah jadi melamun... seandainya saja Eindhoven juga ada J.Co donuts... Taxi
Saat di Jakarta kami sudah diingatkan jika hendak menggunakan taxi, maka hanya ada 2 perusahaan taxi yang bisa dipercaya. Selain nama dari kedua perusahaan ini sebaiknya jangan digunakan.
Hati-hati dan teliti saat memanggil taxi karena ada perusahaan taxi yang lambang dan warnanya nyaris mirip.
Tapi kenapa harus sampai seperti itu hati-hatinya? Kriminalitas!!!
Penodongan dalam taxi, hasil kong kali kong!!! Wah...
Tadinya peringatan itu hanya selintas berdiam dalam memory ingatan saya, sampai pada suatu hari ketika sedang berasyik masyuk di toilet sebuah mall mewah, tiba-tiba percakapan melengking dua cewek terdengar oleh saya. Intinya baru saja seorang teman mereka yang diperentelin di taxi dan sekarang masih shock di bawah sana.
Wadewww!!!
Pasar
Belum lengkap mengunjungi suatu tempat tanpa singgah di pasarnya.Ada banyak hal-hal yang menarik yang bisa kita lihat di pasar.
Maka pagi sebelum terbang kembali ke Denpasar, kami sempatkan ke pasar Mayestik di daerah blok-M dengan Emma dan Moudi, walaupun di bawah ancaman galak Emma supaya jangan dekat-dekat dengannya saat di pasar, takutnya dia dikasih "harga bule" sama penjualnya.

Demikianlah hasil jalan-jalan kami di Jakarta.
Ada banyak tempat yang tidak sempat kami kunjungi, ada beberapa teman yang tidak sempat kami temui.
Banyak waktu yang terbuang di tengah kemacetan dan terbuang saat berputar-putar mencari tempat untuk parkir.
Zonde van de tijd.
Jakarta memang membuat penghuninya tua di jalan.
Tapi semua itu sudah menjadi satu paket dengan Jakarta, bahkan seperti sebuah todongan: Take it or leave it!
Thanks banget buat Moudi dan Emma yang sudah mau kami repotkan dan juga buat tante Rum.
Senang sekali walaupun tidak direncanakan jauh-jauh hari, kita tetap bisa menikmati waktu bersama, teman.


18 comments:
aduh aku kangen pasar ikan....tau dah di jkt nyebutnya apa.
itu jengkol montok bener
yg item itu es italia?
rasa kek gimana ya :-D
bener tuh kalo museum2 itu dirawat dengan baik kan bisa jadi tempat singgah turis ya...
mie tarik dan donutsnya bikin tertarik gileeeeee :P
Aku udah ada 4 bulan di Tangerang tapi belon pernah jalan2 keliling Jakarta kayak gitu, seru kali ya..duh jadi pengen, cuma...takut nyasar! Hehehehe..
Itu yg eskrim Italia kayakna enak tuh, dimana sih lokasinya?
Iya tu, monumen NASIONAL tapi kaya gitu. Tapi memang bener kan memang merepresentasikan keadaan negeri ini saat ini, he3... :)
Yupz, makanya taxi selain naik yg merk itu mendingan BIG NO NO deh. Serem, klo ga mesti gamau pake argo. Nakal... :(
Eh, J.Co-nya aku suka yang coklat tu. Jadi semua bagian donatnya dilapisi sama coklat... :D
hoho.. enak yak mi nya :p
di petak sembilan ngapaen bu? bener2 hunting makanan :D
Jd ingat waktu ke Monas malam hari, beli soto, kuahnya tidak ada rasanya udah harganya mahal.
itu yg digoreng bolang baling yah?
museum di indonesia kayaknya gak open deh...kurang penjaggan, kurang promosi juga, sayang banget
Sayang, Monas jadi Monumen mengeNaskan....
Taxi mana yang dimaksud bagus, Bluebird khan?
Jadi kangen gorengan ..
Yaaaahhh begitjulah wajah Jakarta dan daerah2 (Indonesia)lainnya..paraaahhh..huhuhuuu..
Wah sin, elo gak nyobain Bread Talk ya??? hmmmm..nyam..nyam..bangettt, sampe tergila2 deh gw sm roti abonnya ;)
Jco emang uenaaakkk..
sayang memang kalo gedung tua tidak terawat dan rusak, disby juga begitu.
Makanannya enak2 bener nih:))
Jakarta sama ama kota2 besar dinegara lain, padat dan macet. udah jadi ciri khasnya.
ah Sin, aku juga dipromosiin J.Co. tapi bener2 gak sempat lagi! jadi mesti nunggu sampai oktober ini. fotonya menggiurkan!
Terakhir gue jalan2 ke musium di jakarta mungkin waktu SD. Sekarang boro2 pernah ke sana lagi, inget bentuk musium2 di jakarta aja udah lupa kali ya?
duh....lah kowe kok ra ngejak aku to mak?! pan diriku bersedia jadi guide gitu :D
Mau donk Makan-makan™nya ^^v
Since.....miss u!!
asyik ya liburannya, foto2nya itu lho bikin aku pengin pulkam ! thanks for the stories and pretty photos!
habis nyukur rumput aku Sin, kebun jadi rapi nih, mumpung nggak hujan. Ntar kalau misua pulang, pasti mrengut, karena keduluan sama aku nyukurnya hi..hi..hi..biasanya dia yg nyukur ^_^
aku masih mrei dulu nih ngeblognya.
have a pretty day ya!!
Gruß
Ely
waahhhh sempet mampir ke ragusa yaa? asyik nyaaa...
ya ampun sinceee...sempet2 nya motoin pete gendut gitu...ck...ck..ck
gile loe emang niat banget ya?
saluuuudddd
Saya senang sekali liat foto2 bangunannya he3x
Post a Comment