Tulamben lagi?Amed lagi?
Bukankah liburan tahun lalu sudah ke sana? Bahkan liburan 2005 juga ke sana.
'gak bosan situ lagi... situ lagi...?
Eng'gak tuh!!!
Saya sangat menyukai kedua tempat ini sebagai lokasi tujuan diving karena kemudahan untuk langsung turun ke air lewat pantai (beach entry) di belakang hotel tempat kami menginap (house reef), kapan saja kami suka. Terbuka 24 jam sehari, tanpa harus berpikir panjang tentang efek pasang surut.
Kapan saja kami mau nyemplung ke dalam air, bahkan pada waktu-waktu yang sangat tidak biasa sekalipun, silahkan saja.
Ah.. kali ini saya tidak menceritakan banyak tentang apa dan di mana Tulamben dan Amed terletak, tentang Matahari resort dan Divers Cafe, karena cerita tentang kedua daerah lokasi selam ini sudah banyak saya tuturkan pada catatan perjalanan tahun yang lalu dan juga pada cerita liburan 2 tahun yang lalu.
Saya juga sangat menyukai early morning dive di house reef Tulamben, menyelam saat subuh, saat matahari belum menampakan dirinya.Nyebur ke laut 05.30, dan menikmati perubahan wajah kehidupan di dalam air seiring cahaya yang perlahan masuk ke dalam air. Mahluk-mahluk malam perlahan mulai masuk ke persembunyiannya dan penguasa siang mulai menampakan dirinya. Ikan-ikan mulai berenang aktif mencari sarapannya. Bervariasi dalam bentuk, ukuran dan warna. Melihat tingkah ikan-ikan ini juga membuat jiwa ikut bersemangat, semangat pagi.
Perlahan dan pasti, matahari yang beranjak tinggi pun membawa cahaya yang lebih banyak ke dalam air yang membentuk tirai ke'emasan yang menari meliuk-liuk mengikuti irama gerakan air di permukaan. Indah sekali.
Kami juga sempat berkejar-kejaran dengan 2 ekor blacktip sharks kecil yang mendiami daerah ini.

Satu setengah jam sudah kami habiskan di dalam air, perut pun mulai merintih lapar. Saatnya menyudahi penyelaman subuh ini.
Naik ke permukaan.. dan... kami disuguhi pemandangan para nelayan yang baru kembali dari laut serta hangatnya sinar mentari pagi.
Wahhh...

Segera setelah merapikan peralatan selam dan membilas tubuh, nasi goreng ayam yang mengepul panas, segelas mix juice dan kopi panas telah menanti di restaurant tepi pantai. Hmmmm... what a life!!!
Tapi setelah 2 hari berturut-turut penyelaman subuh, Reinier protes karena harus bangun subuh-subuh, pukul 5 pagi. Hahahaha...
Menyelam di Liberty ship wreck? Sudah tentu. Hanya saja kami harus mencari jam-jam sepi diver.Liberty ship wreck ini termasuk lokasi dive yang selalu ramai dan sibuk. Jika menyelam pada saat sedang ramai, kadang saya merasa seperti sedang berada di mall. Kadang kami bercanda dengan mengatakan, lebih banyak divers ketimbang ikannya di sana.
Kami sempat melihat seorang diver yang sedang mengambil gambar pigmy sea horse. Saking napsunya, dia sampai lupa dengan sekitarnya. Seandainya saja kuda laut mungil itu dan gorgonian bisa menjerit, pasti mereka sudah menjerit, "Leave us alone, you stupid diver!!!" Ugh!!
Baracuda ini sudah lama sekali mendiami area shipwreck.Selain nyemplung di lokasi-lokasi dive yang sudah umum, kami juga sengaja memilih lokasi yang tidak umum atau bahkan belum pernah dikunjungi diver untuk dicemplungi.
Yup.. lokasi baru selalu menarik bagi kami, tidak perduli apakah lokasi itu benar-benar sangat indah atau hanya lebih banyak ditutupi oleh pasir dan lumpur atau hanya ditutupi oleh koloni-koloni yang cenderung homogen. Itu urusan nanti. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan kamu temui jika kamu tidak pernah nyemplung di sana, itu semboyan kami. Psssttt... setidaknya itu semboyan saya 
Hasilnya? Kami menemukan beberapa lokasi yang menurut kami menarik untuk nanti kembali kami kunjungi.
Cumi di sebelah ini saya ambil gambarnya saat meyelam malam. Mereka cantik dan anggun sekali di dalam air tapi juga cantik sekali di atas piring dan tentunya enak sekali terhidang sebagai santapan!!! Ups...
Salah satu atraksi alam yang juga selalu menarik adalah menyelam dan berada di tengah spiral rombongan jacks ini.Tidak ada kata-kata yang tersirat dalam benak, hanya senyum yang memancar dari kalbu. Seolah diri sedang berdansa dengan mereka di tengah ballroom yang luas dan mewah.
Yang ini (foto di atas) sudah pasti bukan dari dalam laut!! Itu pemandangan di tepi pantai.
Anak-anak ini sedang sibuk menumbuk buah ketapang. Buah ketapang yang tua isinya berwarna putih dan dilindungi batok yang keras, hampir mirip dengan kenari. Putih dan gurih.
Melihat keasyikan mereka, saya jadi tersenyum, teringat akan masa kecil dulu, yang juga saya habiskan di tepi pantai.
Di Amed, selain menyelam di daerah teluk Jemeluk, kami juga berencana untuk ke gili Selang, pulau kecil di ujung paling timur pulau Bali.Sayangnya hari dimana kami akan ke sana diwarnai dengan guyuran hujan dan hujan. Wah... tidak asyiklah jika kami harus duduk di boat selama sekitar setengah jam di bawah guyur hujan. Dingiiiinnn booow!!!
Maka diputuskanlah untuk dive di area teluk Banyuning dan di Japanese wreck di teluk Lipah.
Orang-orang menyebutnya Japanese wreck, tapi sebenarnya tidak pasti apakah itu benar kapal Jepang atau bukan.
Kapal ini tergeletak di daerah yang dangkal, sehingga asyik juga untuk sekedar snorkling atau skin diving.Informasi yang saya dengar dari beberapa pegawai hotel tempat kami menginap, hari itu diguyur hujan karena pada hari itu banyak pengantenan. Jadi banyak dukun yang saling mencoba ilmunya.
Pihak pengantenan tentunya menginginkan hari yang cerah, maka dikerahkanlah pawang penolak hujannya. Sementara para dukun yang kebetulan tidak terlibat prosesi itu merasa "mumpung ada lawan tanding, boleh nih buat nyoba ilmu".
Nah lho!!! Believe or not.
Apa yang sedang dilakukan oleh Reinier dan ikan ini? Mereka seolah-olah sedang bercakap mesra Ikan ini terus membututi kami dan jika kami sedang berhenti memperhatikan sesuatu, maka dia segera mengambil posisi di depan masker Reinier. Kelihatannya dia tidak begitu menyukai bayangannya yang dipantulkan di lensa masker Reinier.
Penyelaman malam kami lakukan di area dekat hotel. House reef di teluk Jemeluk ini juga termasuk area yang menarik untuk night dive. Sayang ada juga sampah tersisip di antara coral.Kami tidak melakukan dive subuh di Amed, tapi kami mengisi waktu pagi kami dengan berjalan-jalan menikmati wajah pagi. Wajah alam dan juga warna aktifitas di sana.
Bangun pagi-pagi adalah hal yang menyebalkan, tapi mengamati warna pagi adalah hal yang mengasyikkan.
Saat kembali ke Denpasar, sengaja kami mengambil rute menyusuri jalan pantai dari Amed ke taman Ujung.
Jalan ini sepi dari kendaraan, sempit, berliku dan terjal. Tapi jalannya sendiri termasuk mulus, pemandangan di kiri kanan jalan yang dipenuhi dengan hijau semak dan pepohonan serta laut biru membentang dan udara yang bebas polusi!!Tidak nyesal kami memilih rute ini, walaupun waktu tempuh menjadi sedikit lebih lambat. Toch tidak ada yang sedang kami kejar.


22 comments:
Duuhh siinn..bagus eui..
Dulu pernah ngunjungin Amed..cinta mati gw ma ini tempat. Padahal dulu itu msh sepi, msh di promosiin tempatnya. Kali skrg udah rame yak?
Prtanyaan dongo nih..hmm..buah ketapang itu yg kayak apa ya?? hihihiii mungkin kl gw liat br gw kenal yak :p
Lanjut ya say ceritanya..
Hmmmm... what a life!!!
ugh.....since.......bisa menikmati keindahan ciptaan Tuhan seperti ini ...anugrah yg rrruuuaaarrrr biasaaaa... yaaa....
kebayang nyelem subuh2 menikmati perubahan malam menjadi siang dibawah air......
huhuhuhu....mauuuu
Kapan2 bareng ke Maladiven ( maladives ) kamu , Reinier en Frank nyelam , gw menimati kelapa mudanya aja , karena saya paling takut " kedalaman air " cepet panik ( malu2in ya hehehehe )
Baru aja sembuh dr sakit to. Karena perubahan cuaca mungkin ya. Alam di bawah laut indah.
wah Since, what a life! (*decak kagum...*) mau dong... wah, next time kalo ada rencana ke bali, ntar gua sesuaiin ama jadwal liburan lo deh..hehehehee..!
Wuuuaaaaaa......!!
BAAAGOOOOEEESSSSSSS....!!
Kalo ngeliat foto2nya itu jadi kagum buanget ya, betapa God is great, he could create this beautiful scenery.
Sekarang aku jadi beneran ngiler pengen bisa diving deh, biar bisa ngerasain gimana damai en peaceful nya dunia dalam air sana.
Btw,
untuk foto2 dalem aer gitu pake kamernya kamera khusus gitu ato digicam biasa? Soalnya hasil gambarnya bagus banget en jernih
Ci, makacih ucapannya untuk HUT B kemaren :love:. Ternyata baru Pulkam lagi toch ???... Duhhh mau mau.. Semoga natal nanti bisa ka Ambon tercinta :)
XXX Shierly
http://www.freewebs.com/shierlynet/homepage.html
Liat potona Reiner yg seolah bercakap mesra ma ikan,kok malah jadi inget cerita jaman SD dolo "Deni si manusia ikan" :):)
hihihi
> Yulia
Amed sekarang penuh dengan hotel dan penginapan Yul, tapi kemaren tuh turisnya bisa diitung dengan jari. Sepi.
> Nila
Benerin nih mau?? Hayoo!!
> Susie
Kami nabung dulu ya Sus :)
Takut ama kedalaman air bisa diatasin kok lewat terapi.
> Dyah
Iya nih, ini aja idung masih meler.
> Yendoel
Bener nih? Model jalan kami yg ke kampung-kampung gitu lho Yen. :)
> Reth
Jangan cuman ngiler, ayoo skalian blajar divingnya.
Soal foto2 dalam air itu, kameraku hanya kamera digital pocket biasa (Canon), trus dikasih underwater housing. Mungil, simpel dan gak ribet. 'gak ngerepotin dalam air. Jadi disamping bikin poto aku tetep bisa enjoy divingku.
Kalo urusan gambarnya bagus en jernih... siapa dulu (wo)man behind the gun alias tukang potonya dong :D *plettaakk* *auu..* hahahaha..
> Shierly
Iya aku kemaren juga sebenarnya pengen ke Ambon, tapi karena ada urusan ini itu, jadinya ditunda dulu acara ke sana.
> Eckel
Aku juga suka banget lho ama Deni si manusia ikan itu. Dulu begitu Bobo nyampe rumah, pasti tuh cergam yg ta baca duluan :D
wuihh keren ya dunia dalam laut...kalo ada kesempatan pengen belajar diving neh biar bisa ke dunia laut dan bertemu ama ikan duyung :D
wah, pas nyelam gitu ga takut ya klo ketemu hiu, he3... :) Aku bisa pabik tu. Apalagi klo ternyata great white shark, hiiii.....
tapi bagus ya tempatnya. Di Indonesia katanya memang buanyak bgt spot diving yg keren, tp ga dikembangin....
wahhhh.. jadi pengen nyelemm..
mahal ga sih? :D
*jiwa pelit keluar :p*
Hallo Since....wah ternyata dikau pinter nyelam yah...pemandangannya asyik banget yah...coba kalo aku bisa nyelam kayak kamu wuiiih.....
berbahagialah masih berkesempatan untuk night dive. kalo dah beranak pinak spt aku, dah males ngebayangin mau ngedive, apalagi malem.
enak ya sin kayaknya...pantainya masih bersih dan pastinya ikan2nya pun masih sehat2.
Ngiri deh aku Sin, liat asiknya liburanmu, wat heerlijk!
Eh itu ikannya naksir Reinier kali, hehe..sampe ngikut terus.
Aiiiihhh bagus banget foto2 diving nya. Beda banget sama gue, biasanya kalau holiday ogah nyemplung soalnya suami gue nga bisa berenang sih....
ceritanya menarik Sin:) indahnya alam bawah laut hasil karya fotonya juga ok:)
itu lakimu mau dicium ikan ya ?! hihihi...
itu ikan yg sedang bergerombol, ikan apa ? jack ? kayaknya kalo dibakar enak kali ya haha
Jadi pengen belajar nyelem nih mbak,,, asik banget kayanya. Oh ya itu dukun adu kesaktian main hujan? beneran bisa gitu ya?
senengnya sin, ngak semua orang bisa ngalamin pegalaman ini. gua bacanya aja ngerasa feel so free and peace, gua ngebayangin lu nikmat banget liat ikan-ikan pada bangun, matahari terbit dan tengelam, duhhhh....luar biasa karuniaNya.
salam buat Reinier.
Kamu memang fotografer handal!! Keren2 gambarnya, serasa aku diajak diving neh hehehe... pingin deh kapan2 blajar diving huhuhuhu... I wish I could.
Iya neh lagi berpusing2 ria, kadang emosi jg jadi meledak2 saking cape dan mumetnya! UHuks... skrg ini lagi puyeng ngurusin undangan dan restorannya >.<
> Meli
Hehe... kalo kamu yg masuk ke dalam air malah ikan2nya yg merasa ketemu putri duyung :p
> Zilko
Masalah di Indonesia itu balik lagi ke infra-struktur dan kesiapan tenaga kerja-nya Ko.
> Anung
Ayo Nung, mumpung tinggal di Indonesia.
Nyelanm emang termasuk hobi yg mahal, tapi setidaknya di Jakarta masih mudah mencapai lokasi diving yang asyik2.
Dan, sebenarnya mahal 'gak mahal sih relatif ya, tergantung seberapa keukeuhnya kamu :D
> Novi
Kan bisa kursus Nov :)
> Sili
Ember, kalo udah dengan anak mah kesempatan untuk melakukan sesutau sesuka hati udah terbatas banget.
> Marlina
Hihi.. kali deh Lin :)
> Mutiara
Senenk aku bisa berbagi keindahan dunia dalam air Mut :)
> Leni
Thanks :)
> Dian
Emang!!! Enak!!! :D
> Alex
Kata mereka sih iya. Tapi kalo ada cuaca yg "aneh" di Bali sih aku udah 'gak heran lagi.
> Oka
Salam balik Ka :)
> Nie
Yeee... sana belajar donk. Udah di Bali kok 'gak dimanfaatin sih non. :)
Post a Comment