Catatan perjalanan 1.
Empat hari selama weekend panjang hemelvaart (hari raya kenaikan Yesus ke Surga) ini kami isi dengan motor trip lagi dan rute yang kami pilih kali ini, adalah melalui jalan tol menyeberangi Ardennen-Belgia dan daerah Jerman menuju daerah Perancis timur laut, kemudian menyeberang ke Schwarzwald (Black Forest) di Jerman, menyerempet sedikit daerah Zwitserland, balik ke daerah pegunungan Schwarzwald dan lewat jalan tol kembali langsung ke Belanda.Jam sudah menunjukkan pukul 8.00 malam sementara kami masih sekitar 200km dari 500km target tujuan kami Rabu malam. Ternyata sudah 4 jam kami berada dalam perjalanan. Kami memutuskan untuk mencari penginapan di kota terdekat saja, tidak perlu tergesa-gesa untuk harus memenuhi target tujuan kami dan kemudian kelelahan di ujung hari. Ini kan liburan, besok pagi perjalanan dilanjutkan lagi dengan sedikit mengubah rencana. Ah, ini gara-gara macet panjang di daerah Maastricht-Belanda Selatan.
Kamis, jam sembilan pagi kami sudah duduk rapi di jok motor siap untuk melanjutkan perjalanan kami lagi. Melewati perbatasan Jerman, masuk wilayah Perancis dan segera melewati tol yang harus dibayar. Keluar pintu tol, singgah sebentar di sudut tempat untuk beristirahat yang disediakan.
Langsung bergegas menuju ke toilet, tapi begitu pintunya saya dorong, uuughhh yach.. batal masuk, kembali lagi ke parkiran motor dan segera dengan tampang manis berkata, "kita cari hutan saja yaa".Ya, bagaimanapun hutan jauh lebih bersih dan segar!!

Dan sejenak kami berhenti di hutan terdekat yang kami temui untuk pipis dan sekalian ngopi.
Tidak lama di jalan tol, segera kami memilih jalan di daerah pedesaan, menyusuri hutan dan perkebunan serta daerah peternakan penduduk. Merambah daerah yang berbukit-bukit, dan melalui kelok-kelok jalan di lembah sepanjang kaki bukit.
Warna-warna dinding rumah selama dalam perjalanan hari ini sangat menarik, beragam warna-warna ceria. Bentuk rumahnya juga sangat beragam, termasuk bagaimana pemilik rumah tersebut merawat rumahnya. Ada rumah yang kelihatan "mengkilat", namun ada juga yang dekil banget, hingga rasanya hanya perlu sentuhan telunjuk untuk meruntuhkan daun jendelanya.
Singgah sebentar di puncak Rocher de Dabo (nama lainnya, Dagsburg) untuk menikmati pemandangan yang terhampar di lembah bawah sana.
Sapinya, unik banget, baru kali ini saya melihat sapi yang bergaris begini.
Berhubung, hari itu adalah hari raya, kami tidak menemukan satu bakeri pun yang buka. Tapi tidak masalah, bahan pengisi perut selalu lengkap dalam daftar bawaan kami. Begitu menemukan sudut piknik yang asik, segera kami membongkar peralatan memasak kami yang simpel dan praktis untu memanaskan air, dan... tararam... dua ABCmie cup segera terhidang untuk makan siang. Enak juga untuk menghangatkan perut.Perjalanan setelah makan siang dihiasi dengan hujan, dari gerimis tipis sampai hujan deras. Kami sih tetap kering terlindung dalam setelan motor dan helm. Masalahnya adalah setelan motor kami bukan jas hujan yang akan terus kering tanpa terpengaruh basahnya air hujan. Perlahan tapi pasti basah itu akan merembet sampai di bagian dalam, dan itu yang kami hindari. Sebelnya, saban kali hujan posisi kami jauh dari tempat yang bisa dijadikan tempat berteduh, cafe misalnya. Untung saja suhu udara tidak dingin, sehingga walaupun jari-jari saya sudah basah semua, saya tidak sampai menggigil kedinginan.
Walaupun begitu, saat kami memutuskan untuk berteduh pada sebuah kafe yang kami temui, secangkir cokelat hangat terasa super nikmat, mengalir dan menghangatkan tubuh ini dari dalam. Saat saya menengok ke kiri dan kanan, ternyata kafe tersebut hanya penuh dengan para pengendara motor dan sepeda gunung yang berteduh dan melepaskan penat.Menjelang malam kami menemukan sebuah bed and breakfast di Kaysersberg, kota kecil yang indah di Perancis timur laut, daerah Alsace, dekat pada perbatasan dengan Jerman. Daerah Alsace, dalam bahasa Perancis atau Elsass, dalam bahasa Jerman, dalam sejarahnya sering berpindah tangan antara Perancis dan Jerman.
Kaysersberg merupakan satu dari daerah perkebunan anggur terbaik di Alsace, dan produksi wine tetap menjadi salah satu sektor penting ekonomi kota itu.
Setelah melepaskan penat sejenak, kami berencana untuk keluar mencari makan malam dan sekedar menikmati suasana kota. Namun apa daya, begitu siap untuk keluar, kami dikejutkan oleh cahaya menyilaukan dari luar jendela kamar dan disusul suara guruh yang menggelegar..
Lihat ke luar.. ups.. awan tebal tanda-tanda hujan gede menderu laju memenuhi langit desa. Astaga, malas berbasah-basah, batal deh acara keluar.Terus gimana acara makan malamnya? Ah tenang saja, persediaan masih banyak, maka menu kami malam itu adalah pasta bolognese instant. Tinggal masukkan dalam air mendidih, dan diaduk selama 8 menit di atas api. Untung kamar kami juga dilengkapi dengan dapur mini dimana kami bisa memasak yang ringan-ringan.
Acara kami selanjutnya malam itu hanya berdiam di kamar karena di luar sedang berlangsung badai ringan.
Jumat pagi, setelah sarapan, sudah tentu acara jalan-jalan mengelilingi kota kecil indah itu. Mumpung masih pagi, turis-turis yang berseliwer pun belum banyak-banyak amat. Dan kami berdecak melihat keindahan kota itu. Rasanya seperti berjalan dalam cerita-cerita romantis abad lampau. Kesan manis, hangat dan romantis melekat kental sekali.Ah, seolah berada di desa Belle, Beauty and the Beast.
Dan baru sebentar kami barjalan santai, di sekeliling kami mulai muncul para turis, dan tanpa harus menunggu terlalu lama, pusat kota kecil itu sudah ramai. Wah, kalau siang pasti lebih ramai lagi.


Sekitar 2 jam kami habiskan menelusuri Kaysersberg. Belum puas rasanya, namun kami harus melanjutkan lagi perjalanan kami.
Ketika kami kembali ke kamar kami, oleh pemiliknya kami ditawarkan untuk menikmati buah kersen, cherry, langsung petik sendiri dari kebunnya. Hahaha...tanpa basa basi segera kami serbu buah-buah kersen yang merah merekah tergantung menggoda pada cabang-cabang pohon. Coba satu manis... hmmm.. satu lagi... satu lagi... dan satu lagi... dan satu lagi... dan satu lagi... ups.. jangan kalap oi!!! 
Perjalanan lanjut lagi, mengarah ke Schwarzwald.
(Bersambung....)


14 comments:
Sapinya lucuuuuuuuu!!! hahaha... garis2 gitu, lucu buanget hihihi...
foto buah cherrynya cantik banget! RUmah2 di sana unik banget yah... kayak cerita dongeng ajah....
Ta tunggu cerita selanjutnya!
Since .. huu22 enak banget .
kalo lo crt persis kae temen g yg disono juga , bedanya dia ga naek mtr .
dia juga ada crt ke Elzaz, trus rumah2 kae puri itu dia pernah kasih ke gw juga .
pengen banget g bisa kesana . kapan ya ?
itu ada juga ide lo bawa mie cup ABC ha222 , sapinya lucu sekali .
duhhh mantab banget euy Since jalan2 ama akang bedua, btw senang2 lihat pic rumah2nya kayak difilm2 gitu..
sangat menikmati foto2nya. desanya cantik!!! tergiur dg kopinya! cherry masih mahal di sini, 1 kg sekitar 30 yuan (US$5.5). masih nunggu harga turun dulu sampai kisaran 16yuan per kg.
pop-mienya ABC yah? hehehehe!
fotonya baguss.. emang beda yah kalo yang fotografer propecional. hihihi..
itu sapi lucu amat, jadi kaya boneka gede gitu.. lol
since,...duh enak amat sehhhh
itu mie cup ABC ada juga di belanda sana?
Serasa liat gambar pemandangan di kalender², menyenangkan mata dan membuat lega.
Btw,
sapinya berbeda! bukan blonteng² tapi setrip², ckckckck *takjub*
wah sapi2 aku lom pernah liat sebelumnya nih, unik.
Waah keyserberg kotanya cantik ya eem jadi pengen hehehe
hehehehe sapinya lucu yak belang vertikal begitu.. :)
aiihh emang nikmat yak travelling pake motor... sambil menikmati pemandangan indah begitu....
wow, berapa waktu tak mampir, ketinggalan banyak nih!!
Btw, itu sapinya warnanya unik bgt!! :-D
sapimu banyak mengundang komen mbak. emang kocak bgt sih :))
++Retno
to all,
hahahaha.. ternyata bukan hanya aku yg takjub ngeliat tu sapi-sapi :D
Dan iya, di Belanda juga pop mie ABC bisa ditemukan dengan mudah.
itu rumah warna warninya cocok jadi iklan dulux...hehehe
kalo perkara mogok itu mah udah biasa bagi lu.. gak kaget kaget banget. cuman kali ini kamu bermain safe, gak ikut dorong mobil.. hahaha iya kan..
duh ini mie abc itu beli disana apa bawa dari bali, nginap di belanda baru ikut jalan jalan ke dagsburg
tapi gue salut deh buat foto foto kamu.
emapat jempol buat kamu deh.. dua ditangan dan dua di kaki
salam
john thamrin
Post a Comment