Schwarzwald, atau Black Forest, merupakan daerah pegunungan yang penuh dengan pepohonan dan hutan, terletak di Jerman barat daya. Selain sebagai daerah penghasil kayu, Schwarzwald terkenal sebagai daerah tujuan wisata. Karena pemandangan alamnya yang indah, juga tersebar banyak desa dan kota-kota kecil yang tua dan indah di sana. Belum lagi rute untuk bersepeda gunung dan jalan setapak menyusuri hutan. Dan juga jalur ski di musim dingin.Di Schwarzwald ini kami habiskan 2 hari terakhir perjalanan kami.
Jika saya menyebutkan Black Forest, sudah pasti yang langsung terbayang adalah Black Forest cake atau Schwarzwälder Kirschtorte dalam bahasa Jerman. Sudah tentu, cake ini tidak lepas dari daftar acara kami.
Pucuk dicita ulam tiba, menjelang coffee time, kami melewati sebuah cafe and bakeri. Waktu yang tepat untuk ngaso sebentar sambil menikmati secangkir kopi dan sepotong Black Forest cake.
Saat pesanan kami keluar, mulut saya yang menggangga, terpaku menatap ukuran kue yang ada dalam piring di depan itu. Astaga gede amat!!! Tapi sudahlah, sikat saja. Hmmm... lezatnya.. Black Forest cake dengan resep tradisional, yaitu yang lengkap dibubuhi dengan kirschwasser, brandy dari Cherry asam. Dan... benar kan? Saya tidak sanggup menghabiskan potongan kue di depan saya itu.
Sedang asyik-asyiknya menikmati pemandangan sore di sekeliling saya dari atas motor, tiba-tiba di sebuah belokan mata saya menangkap atap bangunan yang berbentuk kubah besar sekali. Pantheon??? Ahahahaha... ternyata itu kubah dari katedral di St. Blasien.Tiba saatnya untuk mencari penginapan, kali ini kami mengalami kesulitan untuk menemukan bed and breakfast. Satu pun tidak kami temukan, padahal tiga desa berturut-turut kami telusuri. Akhirnya tidak ada pilihan lain selain hotel. Terpaksa deh, 80 euro melayang hanya untuk tidur di hotel.
Itulah alasannya, mengapa kami lebih memilih bed and breakfast ketimbang kamar hotel. Harganya. Untuk kamar bed and breakfast kami hanya membayar separuh dari harga kamar hotel.
Sabtu pagi, kembali setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan, menyusuri beberapa desa dan daerah pertanian mengambil arah ke Switzerland.
Alam memanjakan mata kami dengan cahaya pagi yang hangat menyelimuti rumah-rumah di pedesaan.
Dan alam juga sedang memanjakan kami dengan kehangatan dan cerah sinar mentari.
Siang hari saat perut mulai mengirim sinyal ke otak, kami berhenti sejenak untuk mengisi perut dengan bekal yang sudah kami siapkan dari bakeri yang kami temui tadi di perjalanan. Ahh.. kami selalu menyukai roti-roti buatan bakeri di Jerman.
Ini dia, tujuan kami ke Switzerland, the Rhine Falls, air terjun terlebar dan terbesar di daratan Eropa.Dari the Rhine falls, kami kembali mengambil arah ke Schwarzwald.
Lapar lagi menjelang sore, tidak masalah, tinggal mencari sudut menarik dan aman untuk parkir, dan... bongkar alat masak, dalam 5 menit tersaji 2 cangkir kopi panas dan tidak lupa lemon cake yang dibeli saat membeli roti bekal makan siang tadi.
Rumah tradisional Schwarzwald, besar dengan atap yang lebar menutupi hingga nyaris menyentuh bumi. Berdiri kokoh di daerah pertanian. Ada kesan kehangatan, namun juga kesepian.Hari itu, kami kembali menemukan kesulitan mencari tempat menginap. Bukannya tidak ada bed and breakfast, masalahnya mereka hanya mau menerima tamu yang menginap untuk beberapa hari bukan hanya menumpang semalam seperti kami. Akhirnya setelah tiga bed and breakfast menolak kami, yang keempat menerima kami dengan senang hati.
Dan, bayangkan, dengan 50 euro, kami memiliki kamar yang cukup besar, kamar mandi dan lengkap dengan dapur yang lumayan besar dan komplit.
Bahkan dari kamar tidur kami bisa langsung teras di halaman belakang dengan pemandangan yang terhampar luas.
Di teras ini lah kami menikmati makan malam kami. Nasi curry Thais dari Mama instant rice, dan kebetulan sebelumnya kami sempat singgah di hypermaket, menu kami lengkap dengan salad dan ayam panggang. Hmmm..
Minggu pagi sebelum sarapan, kami sempatkan untuk berjalan-jalan sebentar di pusat desa, menikmati suasana pagi sekaligus membeli roti bekal makan siang nanti di bakeri yang ada. Gila, desa kecil itu tapi bakerinya komplit bow!!! Wih sampe iler-ileran lihat deretan cake yang ada.
Sebelum kembali mengarah ke jalan tol menuju Belanda, kami masih berkeliling lagi dari satu desa ke desa lain di sepanjang Schwarzwald.

Sebagian dari bermacam-macam pemandangan di sepanjang perjalanan di depan kami sepanjang wiken panjang itu.Tepat setelah makan siang, kami langsung mengarah kembali ke Belanda. Dan astaga, panasnya siang itu, benar-benar seperti sauna di dalam setelan jas motor. Ingin rasanya melepaskan jas itu, tapi jelas itu bukan tindakan yang bijaksana, apalagi dengan kecepatan kendaraan di atas jalan tol.
Wiken panjang yang menyenangkan!!


16 comments:
dohhh asyiknya jalan2 terus nih ya Sin... kalo beli cake, kirim satu ke Liverpool, napa hihihi....
haduh since...asik banget! kayak gini nih.. hidup yang gua idam2kan! hehehhe! rumah2 desanya bagus2 .. alamnya juga okeh2. ditambah bakerynya! halah..! kapan2 aku numpang tinggal 2 bulan di tempatmu yah. terus diajak jalan2 keliling naik motor. hahahaaha!!!
since, bed-and-breakfast itu maksudnya di rumah penduduk? atau memang semacam losmen?
> Nie
Dalam proses ke kantor pos udah lenyap ketelen duluan :D
> Yennny
Bed and breakfast itu rumah penduduk. Ada kamar tidur yang khusus disewakan gitu. Kadang kamar mandinya di dalam (prive), kadang kamar mandinya di luar, share ama penginap lain. Kadang kalo beruntung dapet yg punya dapur mini (prive). Yg terakhir kemarin itu kami dapat satu kompleks prive, kamar mandi/wc and dapur komplit plus teras halaman belakang.
bener2 asik yang jalan2 and makan2.. doh, ngiler sama black forestnyaa ;P ngomong2 elo bener2 orang yang paling enjoy life dah ;)
hua mbak, itu cake favoritku! kalo suamiku sukanya yg atasnya stroberi. emang top bgt bakerinya jerman, gak pernah kelewatan deh.
makasih cerita2nya ya mbak, jd pingin ke situ jg setelah menelusuri moezel
++retno
Since,,,aku udah pernah ke black forest, wah baca critamu jadi kebayang lagi tempat itu.....trus di hutan2 sepanjang black forest aku nyari blueberry..yg saat itu asing buanget dilidahku, kota2 kecil kaya Tiengen, trus yg nama blknya make "berg" hehehehe nyebrang ke swiss...sampai Turgi...tapi ndak naek motor....
udah musim cherry ya Sin? disini blom ...kabarnya 2 minggu lagi, tapi cherryku masih kecil2
aku ke jerman th 1993 sudah lama yah?
ya ampun Sin , gilee tuh pemandangan cantik2 amirr .
yg ga lepas dari mata g >> tuh BF .. lo ga abis ? yah buat g aja pasti g sikat . nasi Curry , lemon cake n roti .. ahh g mau donk .
Wah seru abisss deh pokoknya begini nih yang asyikk, enak yg bener2 elo menikmatin hidup banget yah Since....hehehe.
Kalo travelling gitu penginapannya mahal2 gak Since ????.
Cieeee...
ada fotomodel lagi bergaya neh, suit...suit! Xixixixixi :P
Btw, ci,
mo nanya ya, pan dirimu kemana² tuh travellingnya naek motor toh, emang jarak tempat² tujuannya deketan smua? Apa ga pegel tuh nyetir motor berjam²?
oohhh di sini toh kue black forest berasalllll
kapan ya kesana...
> Yanti,
hidup perlu dinikmati donk, walopun cara tiap orang beda2, ya 'gak? :)
> Retno,
kapan mo ke Moezel? Jangan bilang aku yg ngeracunin ya :D
> Wieda,
udah lama banget ya Wied, kalo bayi tuh udah remaja sekarang.
> Veny,
Ven, itu BF gile gedenya, di foto 'gak tampak ukuran aslinya. Yok jalan-jalan ke Schwarzwald, yok.
> Lily,
Tergantung nginapnya di mana. Kalo bed and breakfast berkisar 30-50euro per malam. Kalo hotel, taruhlah yg paling murah tuh udah dapet kamer bagus kalo di Indonesia.
> Reth,
Kemaren itu tuh total jalan2nya 1750km. Buat gampang ngebayanginnya, dari Amsterdam-Paris tuh 510km, Amsterdam-Brussel 212km, nah kalo Jakarta-Surabaya 674km, Jakarta-Bandung 128km.
Trus, kita mah 'gak mulu duduk di motor, tapi berhenti juga tiap kali pengen istirahat.
> Bebek,
Begitulah..
> Hani,
Ada rencana?
Yang rumah beratap lebar tuh...kesannya emang kesepian banget...mana tetangga kanan kirinya?
Cake nya yummieee....*glek*....
jalan2 dan makan2 muluk nih anak, btw udah nimbang berat badan belom?! naek berapa kwintal? hihihihihihi... :P
masak sih gede black forestnya ? aku masih sanggup tuh ngabisin :P
waah sin jalan2 teruuus nih:)
asiik dah:)
Post a Comment