Thursday, March 16, 2006

Moskeebezoek

Berbeda dari biasanya, program belajar normal di kelas hari Rabu kemarin kami isi dengan kunjungan ke mesjid.

Mesjid Fatih, mesjid yang kami kunjungi ini adalah mesjid orang Turki yang berdiri di ujung Willemstraat sejak 1989, yang sekaligus merupakan pusat kebudayaan dan perkumpulan orang Turki di Eindhoven.

"Ke mesjid? Kok ke mesjid sih?"

Salah satu bab yang kami pelajari di kelas membahas tentang kehidupan sosial di Belanda, yang salah satunya adalah tentang kehidupan beragama.
Maka dimulailah diskusi ringan di kelas, tentang bagaimana kehidupan beragama di sini. Dalam diskusi ini sebagian besar teman-teman sekelas saya berlatar belakang Kristen (Katolik, Protestan dan Ortodoks) sangat antusias untuk mengetahui apa itu Islam.

Tidak heran, sebagian besar dari mereka berasal dari negara-negara non muslim, dan sudah tentu kebanyakan hanya mendengar tentang tindak tanduk orang-orang yang menyebut dirinya Muslim lewat televisi dan berita-berita yang lewat, yang kita tahu sendiri kebanyakan beritanya seperti apa.
Akhirnya diputuskan untuk mengunjungi salah satu mesjid untuk melihat seperti apa bagian dalam mesjid itu dan juga menemukan sumber yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka tentang Islam.


Sudut-sudut di bagian dalam mesjid Fatih.

Pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri adalah tentang hal-hal yang umum yang pernah mereka dengar dari mulut ke mulut atau yang pernah mereka baca. Misalnya, tentang prosesi sembayang, kenapa muslim harus disunat? Apakah perempuan juga disunat? Mengapa daging babi haram bagi muslim? Apa yang tertera di dalam Quran, apakah juga mirip dengan kisah dalam Alkitab? Apa itu Kabah? Benarkah muslim boleh beristri banyak? Dan sebagainya..

Kira-kira selama dua jam kami dibawa berkeliling mesjid Fatih dan semua pertanyaan mereka dijawab dengan ramah oleh salah seorang pemuka agama di sana. Semua tanya-jawab berlangsung dalam bahasa Belanda tentu saja.
Menarik juga menurut saya, sebagai tambahan pengetahuan bagi teman-teman sekelas. Sayang tidak semuanya hadir.

Wah, ini pertama kalinya saya mengunjungi sebuah mesjid. Padahal saat di tanah air, mesjid adalah tetangga rumah saya.
Saya jadi kangen pada Moudi, saya banyak mengenal tentang Islam dari dia.

12 comments:

Innuendo said...

since, masjidnya dekat kah ? gede juga ya. ditempatku jauh euy. banyaknya di seattle.

aku pengen tau jawaban dia why babi haram, since ?? abis jawabannya berbeda-beda. ada yg bilang karena gak punya leher, ada yg bilang dulu orang berebutan sampe berbunuhan untuk mendapatkan pork yg emany yummy itu. makanya kata Tuhan, stop, gak boleh makan babi lagi hehhee

kalo disunat aku tau, biar bersih. and gak kayak belali gajah. americans juga sunat sih. kamu sunat gak ? hwahaha...ngaco gue. aku disunat. dikit. biar indah hehehe...

ngacir ah gue sebelum disambit

si inot said...

wah mbak sin, aku terharu sekali kelas sampiyan sampe bezoek ke moskee. biar kenal dan gak takut ya. krn 1 diantara 3 org blanda dari hasil statistik gak pernah kenal muslim. mertuaku aja bisa marah2 kl liat perempuan pake jilbab or kerudung. perkara halal haram itu cuma test mbak sin. manusia cuma ngira2 aja. jawaban gak usah ditebak2 or dikira2, krn gak pernah tertulis jelas di quran.dan itu rahasia tuhan. sekedar info, di quran tuh ada ayat2 yang jelas maksudnya dan yang vaag (alias gak jelas). banyak manusia menggunakan ayat gak transparant ini u/ maunya sendiri (halalkan terorisme dan bom bunuh diri) dan pake dalil2 yg dibikin2..dan hukumnya tertulis di kitab, sangat2 pedih...

Anonymous said...

aku juga belum pernah ke mesjid.

Anonymous said...

Lho kok bisa nelongso ...alasannya apa ya?

Kalau sunset kadang2 bisa dilihat dari loteng tapi kalau sunrise harus pit2 an dulu utk melihatnya
saat2 gini, pagi2 lagi, duingin !

Btw, blognya boleh aku link?

Met wiken ya Since!

Marlina said...

Mesjidnya gede ya di situ, keliatan bagus, kayak mesjid 'beneran' seperti di Indo. Kalo di H'wijk yg aku tau cuma seperti rumah biasa yg dijadikan mesjid.

Soal bergaul dg muslim aku sih udah biasa banget, teman hampir semua, keluarga juga sebagian muslim malah!
Jd untunglah aku juga gak punya prasangka buruk :-)

Xty said...

kalo nama oma kuh Fatimah :p lol

Theresia Maria said...

pengin liat Since pake kerudung, yg banyak rendanya yach.

A said...

wow...Subhanallah di sana ada mesjid sebagus itu. keren banget, yang motret apalagi ahahaha...

nie said...

wih bagus banget euy masjidnya hehehe...
aih yg majang di foto cantikkkkkkkkkk!!! wekekekeke....
met weekend yo sin! :)

Anonymous said...

Disini sy blon pernah masuk mesjid , ga kebagian intergratie :), di indo sich dah pernah , kamu punya Moudi sy punya Hamid yg ngajarin.
Kalo babi sich yg sy tau karena kukunya ga belah alesannya mirip ma agama Advent , penganut Advent juga ga boleh makan babi.

digits

Yulia said...

Bagus juga ya mesjidnya..:) Di Veghel mesjidnya persis di belakang gereja, memang dulu sebagian dr gereja itu. Trus di dalem ada tokonya..wuih murah2x loh kalo belanja disana..:)

Met wiken ya Sin..sorry jarang mampir nih..:)

Anonymous said...

Jumlah masjid yang ada di negara Jerman ada sekitar 2500 an. Salah satu masjid yang ada di kota kecamatan dimana saya tinggal interior dalamnya hampir sama dengan foto diatas.

Apa kabar Since... baik2 saja khan?