Tuesday, August 11, 2009

Nonton Layar Tancap.

Berkat ajakan teman, jadilah jumat kemarin kami berempat nonton layar tancap. Yep, tidak hanya di negeri sendiri bisa kita temui layar tancap, namun di negeri 4 musim seperti Belanda ini juga bisa kita temui layar tancap, dalam hal ini Eindhoven. 'gak tau dengan kota-kota lainnya, pasti ada juga. Terutama di musim panas seperti sekarang. Bedanya, kalau di Indonesia nonton layar tancap diklasifikasikan sebagai hiburan untuk rakyat jelata atau masyarakat di pedesaan, di sini layar tancapnya di halaman sebuah bioskop di daerah pusat kota.

Film dimulai sekitar pukul setengah sepuluh malam, tapi setengah jam sebelumnya kami sudah duduk manis di halaman Plaza Futura, bioskop yang menyelenggarakan layar tancap itu, dengan bermodal kursi camping (kursi yg gampang dilipat dan ringan hingga mudah dijinjing) dari rumah, sambil menikmati minuman kami dan hangatnya malam musim panas. Ada disediakan bangku-bangku yang berjejer rapi, hanya saja, siap-siap untuk pegal itu leher dan sakit punggung jika mau duduk di situ. Iya lah, tanpa sandaran gitu.

Makin malam para penonton makin memenuhi halaman itu. Bangku-bangku yang tidak nyaman itu bahkan terisi penuh dan para penonton yang membawa kursi sendiri seperti kami pun mungkin ada setengah dari jumlah penonton yang ada, memenuhi sisi kiri dan kanan deretan bangku-bangku yang disediakan pihak bioskop. Beruntung kami datang sangat awal, sehingga kami leluasa memilih pojok yang strategis.

Acara menonton ini gratis, para penonton hanya membeli minuman dan camilan dari bar bioskop itu. Film yang diputar pun bukan film yang normal kita kenal seperti Ice Age, Harry Potter, Angels and Demons, tapi yang diputar adalah film-film asing yang mungkin hanya terkenal di negaranya. Film yang kami tonton adalah Ong-Bak, film aksi komedi Thailand. Ada beberapa adegannya yang bikin ketawa, bela diri ala Thai, tapi sisanya... mirip filmnya Barry Prima gitu. Dan, sudah pasti jangan berharap kwalitas gambar dan suara seperti dalam bilik cinema, namun suasana yang ada terasa gezellig.

Di tengah-tengah film terdapat waktu pause selama sekitar 20-30 menit, tergantung berapa panjang antrian di bar. Sebenarnya saya justru menghindari bioskop dengan "pause", namun dengan suasana udara terbuka begini, saya malah sama sekali tidak keberatan dengan pause di tengah film. Di tengah pause, mulai turun setitik demi setitik air dari langit, waaahhhh hujan... untung tidak deras, jadi semua orang cuek tetap duduk ribut bercerita dan menikmati minumannya. Ah.. untung hujan segera berlalu juga saat film dilanjutkan.

Kesimpulannya, asik juga sekali-sekali nonton layar tancap begini bareng teman.

8 comments:

nie said...

Untung ndak ujan deres ya! Hehehe kalo endak repot deh :P

Veny said...

Sin , tuh ujan ngarti juga yah pas waktu jeda aja , pake pawang ujan juga kalee ya disana ? ha22

bebek said...

bebek pernah nongtong ong-bak juga,...
gajah dan muay thai,...kental sekali dalam film tersebut

Anonymous said...

dr dulu pingin tp gak kesampean. seru jg ya mbak. aku ngakak deh baca barry prima. inget ajaa:))

++retno

Reth said...

weeehhh...ndak ada potonya, pengen tau kalo layar tancap disana kayak gimana :P
Enakan nonton layar tancep mah sambil piknik yak en tidur²an gitu yak, hehehehe

amethys said...

hehehehe..aseek juga tuh layar tancapnya..misbar

Lily said...

Seru juga ya nonton layar tancep model begini.. pastinya ga kayak disini abis nonton kadang ricuh..!!!. Iya tuh potonya dunk pengen tau nih. :)

Hani said...

kok seng ada potonya :p