Wednesday, October 21, 2009

Poland; Pernikahan

Catatan perjalanan 4.

Ini dia tujuan kami ke Poland, untuk menghadiri pernikahan Kasia, gadis Poland yang merupakan satu dari teman baik saya.

Kami langsung disambut hangat begitu tiba di villa orang tua Kasia di Przyszowa, sebuah desa kecil yang indah di daerah perbukitan dengan satu gereja Katolik, satu supermarket, tiga toko, satu beauty salon dan satu bengkel di pusat desa.

Przyszowa... ya.. saya sering mengalami kesulitan menyebut nama-nama tempat di Poland, yang menyebabkan begitu sering kami harus terpingkal-pingkal di mobil. Penyebabnya adalah karena kami tidak menggunakan GPS navigation dan sering kali kami mengambil jalan-jalan pedesaan, saya selalu duduk sebagai navigator di samping Reinier. Begitu kami melewati suatu tempat dalam rute kami, Reinier akan bertanya, kota berikutnya? atau selanjutnya? Maka jawaban saya... hmmmm... sebenarnya sih saya tau arah kita, tapi saya tidak bisa menyebutnya.. Pokoknya lihat saja di papan itu mulai dengan Z dan berakhir dengan WICE. Katakanlah bagaimana saya harus menyebut Zdzieszowice atau Pszczyna? Kadang untuk mempermudahkan, kiri kiri, pokoknya lurus saja, kanan... ups.. maksud aku kanan yang sebelah sana. Smiles Belepotan nih navigatornya. Kadang kami harus berhenti sebentar untuk memperjelaskan pada si juru mudi kota apa yang saya maksudkan!!

Berhubung saat itu di luar musim liburan, camping site yang ada di sekitar sana kosong melompong. Kami adalah satu-satunya tamu di sana. Wah ngeri juga berada sendirian di tempat yang tidak kami kenal. Maka kami putuskan untuk memarkirkan caravan kami di halaman samping villa orang tua Kasia yang cukup luas itu. Listrik tinggal ditarik dari colokan di dalam rumah sementara keran air juga terletak tidak jauh dari caravan. Juga saya hanya perlu melangkahkan kaki ke dalam rumahnya jika hendak bertemu Kasia untuk beberapa keperluan sehubungan dengan prosesi pernikahannya. Sempurna.

Kami benar-benar dilimpahi dengan keramahan dan makanan oleh keluarga Kasia. Bayangkan saja, pernah sekali saya masuk ke rumahnya dan keluar dengan sepiring penuh kue. Asyiiik.. teman buat minum kopi sore. Eeehh... setengah jam kemudian Reinier membutuhkan sesuatu ke dalam rumah dan keluar kembali ke caravan juga dengan sepiring penuh kue!!! Lho... kita kan masih punya banyak kue, kata saya. Iya, tapi saya tidak diberi kesempatan untuk mengatakan tidak, jawab Reinier. Waaahhh... banjir kue deh. Pokoknya setiap kali masuk ke dalam rumah pasti langsung ditawari sesuatu atau langsung disuguhi sesuatu.

Prosesi pernikahan di sana juga berlangsung unik.
Siang hari setelah makan siang, pengantin lelaki menjemput pengantin perempuan, namun sebelum bertemu pengantin perempuan, pengantin lelaki dicegat di "gerbang pita" oleh saudara lelaki pengantin wanita. Gerbang yang dibuat dari dua pohon pinus sebagai tiangnya dan digantungi pita melintang.
Di gerbang pita ini pengantin lelaki diuji secara fisik dan intelektualnya, dan membayar beberapa zloty (mata uang Poland). Yang pasti jadinya lucu-lucuan, misalnya uji fisik dengan mengangkat barber seberat 5kg sebanyak 10 hitungan, yang ternyata barbel itu hanya lapisan plastik bagian luar saja. Dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti berapa ukuran sepatu pengantin wanita, dll.

Yang kemudian menjadi sangat lucu adalah ternyata saudara lelaki Kasia, juga menyiapkan pengantin palsu, salah seorang sepupu lelakinya yang berkostum pengantin menyamar menjadi Kasia. Tentu saja gelak tawa makin kencang di antara tamu dan saudara.
Terakhir Kasia dijemput saudara lelakinya dan membawanya menemui calon suaminya, dan pita yang melintang itu digunting masing-masing sebagian hingga putus.

Acara selanjutnya adalah pemberkatan oleh para orang tua kedua belah pihak dan kemudian menuju gereja.
Nah, perjalanan ke gereja ini juga unik sekali. Karena beberapa kali iringan pengantin ini diberhentikan di tengah jalan oleh kelompok-kelompok masyarakat. Ternyata merupakan kebiasaan di sana, para penduduk desa selalu merencanakan penghadangan pengantin. Dan iringan pengantin baru diloloskan jika sudah "membayar" dengan vodka. Penghadangan ini dilakukan tidak dengan semena-mena dan seenaknya saja, melainkan dengan rapi dan selalu dengan skenario. Skenarionya juga berbeda-beda pada tiap kelompok.

Penghadangan yang pertama oleh sekelompok orang yang menyamar menjadi polisi lengkap dengan mobil hitam yang ditempeli tulisan tangan, polisi dan dengan seragam dan topi yang mirip milik polisi lengkap dengan pentungan plastik dan senjata. Mereka menghentikan mobil dengan alasan bahwa mencurigai pasangan pengantin ini sebagai penyelundup.

Penghadang kedua adalah seseorang yang memberhentikan mobilnya ditengah jalan seolah-olah kehabisan bensin dan harus diisi dengan vodka. Hahaha...

Penghadang ketiga, lucu sekali, mereka memakai kostum orang desa jaman dulu lengkap dengan bayi (orang dewasa berkostum bayi) dalam baskom untuk dimandikan dan tali jemuran yang lengkap dengan jemuran pakaian dalam jaman kuno yang terentang menghalangi jalan. Hahahahaha... sakit perut saya di sini karena tidak bisa berhenti tertawa.Laugh

Penghadang keempat adalah sekelompok anak-anak yang bermain bola di tengah jalan, lengkap dengan gawang mininya dan seragam pemain sepak bola. Anak-anak tentu saja tidak diberi vodka melainkan sekantong permen. Dan, manisnya, mereka juga menyiapkan setangkai mawar merah untuk pengantin.

Sementara penghadang kelima adalah seorang pemabuk.

Saat saya bertanya pada saudara lelaki Kasia yang kebetulan semobil dengan saya, tahukan mereka kira-kira ada berapa penghadang. Jawabnya, kamu hanya akan tahu saat kamu sudah tiba di gereja. Selalu merupakan kejutan.
Dan mereka melakukannya juga dengan rapi dan tanpa menghalang pengendara lalu lintas, kecuali jika mobil pengantin sudah di depan mata.

Tiba di halaman gereja, kedua mempelai disambut nyanyian dan pantun-pantun oleh sekelompok pemusik. Jangan tanya saya apa isi pantun itu karena saya sama sekali tidak mengerti isinya.

Prosesi pernikahan di gereja sama seperti prosesi pernikahan layaknya. Gerejanya indah sekali. Kecil tapi indah.

Selesai prosesi, saat pengantin melangkah keluar dari dalam gereja dan.... bukannya disirami dengan potongan kertas berwarna atau bunga tapi... gedubrak... mereka disirami dengan koin-koin duit kecil. Saya sebut gedubrak, karena sempat melihat Kasia mengusap-usap dahinya.

Koin-koin ini harus dipungut habis oleh kedua mempelai dibantu dengan sepupu-sepupu mudanya. Begitu koin yang terakhir selesai dipungut... eehh ternyata ada yang iseng menghamburkan koin-koin lagi.... hahahaha... sibuk lagi mereka memunguti koin-koin itu. Ahhh... sakit perut kami, para tamu dan saudaranya, kebanyakan ngakak.

Pemberian ucapan selamat pada pengantin dilakukan di halaman gereja ini. Dan ucapan selamat itu hanya diberikan pada kedua mempelai. Tidak pada orang tuanya atau saudara-saudaranya.
Memberikan buket bunga sebagai kado pada pengantin juga merupakan kebiasaan di sana. Wah..wah... bisa buka toko bunga instant kalau saya lihat tumpukan buket yang mereka terima dari para tamu dan saudara.

Acara dilanjutkan dengan resepsi di sebuah restaurant. Berbeda dengan Belanda yang resepsi hanya dengan minuman dan camilan dan makan malam dengan saudara dan teman dekat. Lebih mirip dengan di Indonesia, bahwa semua tamunya diundang dalam perjamuan. Bedanya, di Indonesia hanya satu babak perjamuan, sementara di Poland berbabak-babak. Pesta dimulai sekitar jam 18.00, hidangan pembuka diedarkan, kemudian lanjut dengan hidangan utama, misalnya sepotong gede ayam panggang lengkap dengan kentang goreng dan sayur, dilanjutkan dengan acara dansa, kemudian kembali ke meja makan untuk babak kedua, daging panggang dengan kentang puree dan sayur, kembali ke lantai dansa.... kembali lagi ke meja makan... 6 babak!!!!! Yang artinya enam kali makanan utama dalam porsi normal!! Sementara kue-kue dan buah juga tersebar di setiap meja. Selesai babak kedua saya benar-benar tidak sanggup lagi menyentuh makanan pada babak selanjutnya.

Vodka bergulir seperti air putih.
Untuk urusan vodka, saya terpaksa berlaku "curang", gelas minuman saya sering saya isi dengan air putih atau sprite (sepintas tidak kelihatan gelembung-gelembungnya), sehingga setiap kali ada yang beredar dengan botol vodka untuk mengisi gelas-gelas tamu yang hendak diajak bersulang, selalu berkata, ah gelas kamu sudah diisi. Yup, saya sama sekali tidak berencana untuk bangun pagi dengan sakit kepala.

Selain dansa, lantai dansa juga dimanfaatkan untuk permainan berkelompok. Lucu dan selalu mengundang tawa. Pengantinnya juga terlibat aktif dalam kedua acara ini. Jadi tidak hanya duduk pasif dan menjadi "tontonan" seperti kebanyakan pengantin di Indonesia Goofy

Pesta berlanjut hingga jam 4 subuh. Dan... jam 2 siang pada hari yang sama pesta berlanjut kembali hingga kira-kira jam 1 malam!!! Yup, 2 hari pesta, walau pesta pada hari kedua terkesan lebih santai dan casual. Dan.. masih juga dengan 6 babak makanan!!! Teler abisss! Saya bahkan tidak ingin menyentuh makanan pada hari berikut setelah pesta hari kedua itu.

Pada hari kedua ini saya melihat banyak wajah yang muda-muda dengan mata yang hampir menyerupai x alias kebanyakan minum. Satu yang saya ancungi jempol, walau kebanyakan minum, mereka sama sekali tidak terbawa emosi yang memancing masalah atau melakukan hal yang aneh-aneh. Mereka tetap sopan. Malah jadi ajang ngakak dari meja ke meja.

Dan, walaupun kami tidak bisa berkomunikasi dengan orang tua Kasia, karena perbedaan bahasa, namun bahasa Tarzan, bahasa tubuh dan bahasa senyum berjalan lancar dan dengan yang muda-muda kami dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Ah... senang sekali berkesempatan ikut terlibat dalam perayaan pernikahan ala Poland ini. Meriah.


Bersambung..

16 comments:

nie said...

Seru banget ya tradisi di sana. Unik bener! Cuma makan2nya itu agak kelewatan! 6 babak?! Eneg beneran tuh liat makanan :P

SinceYen said...

Kita yg makannya 'gak banyak emang nyerah di tengah jalan, tapi yaa.. 6 babak rasanya emang kebanyakan, 4 babak paling pas tuh, walopun aku sendiri 'gak bakalan mampu ngabisin sampe 4 babak. Setidaknya abis jam 12 malem, pasti laper lagi.

Veny said...

Iya Sin seru banget yah , lucu . si manten cape banget donk, udah dihadang dimana2 , kluar pemberkatan masih dikerjain koin2 . truss acara resepsi hua22
seneng yah liat acara kae gini ! makasih buat crt nya .

amethys said...

wow aseek yah pestanya??
disini ngga seramai itu sin, biasanya hanya teman2 dekat yg diundang....150 orang "sudah" sangat gede katanya....

hehehehehe pengalaman yg mengasikkan yah?

Leniawati said...

wah seru dan meriaaah banget ya sin. tradisi ngasi buket bunga sama ama tradisi di ngr lithuania, temenku org sana pas liat foto kawinnya juga sama, banyak banget dpt buket bunga.

BabyBeluga said...

Wah seru yah, baca ceritanya aja udah seru palagi ngalamin sendiri...

Anonymous said...

tengkyu...tengkyu...tengkyu jeng....hehehehe, aku sendiri kelamaan gak update, sampe males mau ngupdate apaan & gak tau siapa yang ngedrop komen

haiyah... dirimuh ituh, makin hari makin keliatan tembem, tapi tetep aja postingannya kluyuran + makan2 yang uenak2...huahahahahaha *ngacir.dotcom :P*

Theresia Maria said...

pengalaman yg berharga...

Reth said...

naksir mobil pengantennya, merah kinclong euy... :P

Itu yg nyetopin sepanjang jalan buat minta 'sedekah' siapa? sodara² dari pihak pengantin ato masyarakat sekitar? udah dikoordinasi gitu ya?
Lucu en unik...

retnanda said...

wow...
seru banget prosesi pernikahan di polandia...
boleh juga tuh since...
..
jalan jalan terus ih kamu....
god bless you.....
..........

oh ya... ternyata dikau temenan dengan pratiwi??? tahunya dari fesbuk pratiwi, kok ada namamu..hehehe....
.......

Hani said...

itu pesta kawinan ato rondaan ya...hehehe. tapi asli memang unik ;)

Yuliana-Fun said...

wuah seru yak merit begitu... :) jadinya kan have fun... ga kaku yak... hmm.. bisa ga yak disini? :)

bebek said...

hihihi pasti capek banget tuhpengantinnya yah, Sin....

amethys said...

Sin...Selamat Natal..semoga selalu bahagia dan selalu "menikmati" hidup ini....

Sin..pernah dengar ttg Elywelt?
tolong dunk crita ke e mail ku
ratrie_e@hotmail.com

yenni 'yendoel' said...

seru banget acaranya yah Since. jadi mau berangkat ke gereja sang pengantin kudu siapin waktu ekstra utk para "penghadang" yah..kalo gak kan telat deh.. asli kocak2 orang poland yah!
*iya nih, salah satu 'protes' gua buat acara resepsi di indo yah gitu deh,penganten kayak buat ditontoni aja. baru sekali gua dengar... teman gua yg pas resepsi sang pengantin ikut jaipongan dg kocaknya ... selebihnya semua duduk di 'panggung'. oh, ada satu lagi yg pakai acara adat betawi, lumayan asik juga*

ely said...

hai Since .. pa kbr ? thanks ucapan lebarannya ya