Barbeque... hmmm... ajakan yang tidak bisa ditolak!!
Sebelum acara bbq, kami berempat menghabiskan sore dengan bersepeda menyusuri hutan dan taman di sekitar Amstelveen. Melewati beberapa lapangan berumput yang bagaikan lautan orang-orang yang sedang menikmati hangatnya sinar mentari. Saya jadi tersenyum sendiri, terlintas di benak saya, wah... kalau di Indonesia panas begini, orang malah sebisa mungkin menghindar dari sengatan sinar matahari, entah berpayung, berjaket, atau memilih tempat yang adem untuk melewatkan waktu.
Setelah membantu sedikit menyiapkan bahan untuk bbq, saya masih sempat mengexplorasi kebunnya Robol dengan kamera saya
Saat saya menunjukkan hasilnya, kebetulan Robin juga senang bermain dengan kameranya, segera dia beraksi juga dengan kameranya. Surprise, ternyata ada begitu banyak obyek dan angle yang bisa dishoot di kebunnya sendiri 
Ah... orang selalu cenderung untuk mencari sebuah "obyek" yang jauh, sementara pada kenyataannya ada begitu banyak "obyek" disekeliling kita, asal saja kita mau melihat. Obyek yang saya maksudkan di sini bukan hanya sekedar obyek foto, melainkan juga pada hal-hal yang lebih besar dan serius.
Salah satu sudut kebun
Yang Imut di kebunnya RobOl.
Kegigihan mencari "korban" akhirnya terkalahkan juga oleh harumnya daging yang sedang dibakar. Hmmmm... sudah waktunya duduk manis di meja makan 

Proost!!
Soal rasa, jangan ditanya, selangit!!
Bahkan untuk lidah Indonesia-ku yang pekat dengan rasa dan bumbu. Robin selalu punya resep dengan rasa yang wah dari negeri asalnya.
Saya dan Reinier kembali ke Eindhoven malam itu dengan perut yang penuh. Wah... sering-sering aja ya RobOl, kami diundang buat barbeque
(Maunya, hehehe..)
Sebenarnya rencana kami untuk hari Minggu keesokan harinya adalah menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan di rumah kami yang tertunda sebelumnya, termasuk menyelesaikan pr-ku yang setumpuk itu. Namun kembali, rasanya sayang jika hanya melewatkan waktu di dalam rumah, menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kami, sementara cuaca di luar sangat menggiurkan.
Akhirnya kami sepakat untuk bersepeda sebentar menyusuri Wandelpark Philips de Jongh, Eindhoven barat.
Little alliens?
Sunday morning
Ujung-ujungnya kami malah berakhir di winkel centrum Woensel yang kebetulan lagi koop Zondag (Minggu buka). Nah, yang tadi-tadinya dari rumah sama sekali tidak ada rencana, bahkan terlintas di otak untuk belanja, eeeh... malah tiba di rumah dengan 2 tas besar dan penuh!! 
(Waah... jangan langsung maen nuduh dong, shopping 'gak selalu identik ama cewek lho. Kali ini isi tasnya penuh dengan perlengkapan buat kemping
).
Alhasil dari tidak tahannya iman pada cuaca yang menggiurkan selama weekend, Senin paginya saya harus kejar tayang, menyelesaikan semua pr saya, belum lagi setumpuk pekerjaan dalam rumah yang masih tertunda. Ngos-ngosan sih, tapi selesai juga![]()
Kadang, resiko perlu diambil untuk sebuah kenikmatan, selama kita tahu sampai di mana kemampuan kita jika resiko tersebut harus dipikul. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang.
Hidup perlu dinikmati kan? 
Thursday, June 02, 2005
Warm Week End
Sudah sejak sebulan yang lalu saya dan Olga sepakat untuk shopping bersama weekend kemarin. Masalahnya, cuaca Sabtu kemarin terlalu indah untuk dilewatkan dalam ruangan atau sekedar untuk shopping. Robin dan Olga malah mengundang kami untuk barbeque di rumah mereka di Amstelveen.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



5 comments:
jd nyengir waktu baca ceritamu ttg matahari. bener ya, kalo di tanah air, pasti udah dihindari panas2an, di sini wah jor2an pake baju seminim mungkin. kayaknya sih, menurut org sini, kulit coklat kena matahari itu kulit yg sehat.
jauh sekali mbak temenmu, eindhoven-amstelveen dr ujung ke ujung ya. kalo sepedaan brp hari tu baru nyampe :p
selamat belajar lagi ya!!
++retno
wah, since pinter lho bikin foto makro. kalo aku masih suka meleset fokusnya... apalagi kalo obyeknya binatang, waaah... susaaaahh....
ajarin dong sin... (kadang dari 10 foto yang bagus cuma satu hihi...)
hasil fotonyanya juga bagus banget, kameranya berapa MP? gede ya? eh, tapi sebenarnya lebih berperan yang pegang kok ya...
Setuju Sin...hidup itu perlu dinikmati!! Btw....tanaman2 dan bunga2 dikebunku pasti akan suka banget jadi korban kamera fotografer yg handal sepertimu he..he. Foto2nya cantik2 deh!!
hhhmmmm........lekker ding...dong...
ehh lupa...kok 2 foto terakhir gak bs diliat sih non....
Post a Comment