Inilah wajah sepedaku setelah dicium mobil kemarin Kejadiannya kemarin sore saat dalam perjalanan pulang dari Centrum sekitar pukul setengah enam. Saya mengayuh sepeda mengejar lampu hijau yang sedang menyala. Saat berada tak jauh dari lokasi penyeberangan saya melihat mobil yang sedang belok ke kanan memotong jalan di permukaan saya. Dan saya juga melihat mobil itu rem, melambat saat berada tak jauh dari posisi saya. Yang terpikirkan di benak saya adalah si pengemudinya sudah melihat saya dan sedang dalam proses untuk berhenti dan memberikan kesempatan bagi saya untuk terus melanjutkan perjalanan saya (karena saya berada pada posisi prioritas).
Ternyata dugaan saya salah!!!! Mobil itu tidak berhenti, hanya melambat, dan terus melanjutkan perjalanannya. Bisa ditebak kan apa yang terjadi kemudian? Ya, tepat. Tabrakan!!!
Astaga!!!! Dan kemudian semuanya seperti sebuah adegan gerakan lambat bagi saya, saat mulai terseret mobil sampai oleng terjatuh dan berakhir di atas aspal dan tertimpah sepeda saya, kemudian mencoba berdiri dan ditolong oleh seorang wanita setengah baya untuk bangun berdiri dan dua orang wanita yang lebih muda membantu mengangkat sepeda saya dan menyandarkannya di tiang traffic light. Rupanya mereka berasal dari mobil di belakang mobil yang menabrak saya. Wah.. terharu juga saya ditolong seperti itu oleh orang-orang yang tidak saya kenal.
Setelah tersadar dari shock sesaat, saya mulai memeriksa sekujur tubuh saya, kalau-kalau ada cidera yang saya alami. Puji Tuhan!!!! Tidak ada rasa sakit serius yang saya temukan pada tubuh saya. Hanya beberapa lecet kecil dan memar di lengan dan lutut saya dan rasa ngilu pada otot bagian atas perut saya (mungkin karena terhantam setang kemudi sepeda) dan otot pada lengan dan bahu saya (saya duga karena terhantam aspal saat jatuh).
Untung juga bapak yang menabrak saya adalah seorang yang bertanggung jawab. Dia segera menelpon polisi untuk melaporkan kejadian tabrakan ini dan melakukan semua prosedur yang dibutuhkan sampai pada pengisian formulir kerusakan untuk asuransi. Seandainya bapak ini tidak bertanggung jawab... wah... tentunya saya yang kalang kabut sendiri dan sudah pasti bingung apa yang harus saya lakukan? Saat sadar 100% pun mungkin saya masih bingung menentukan langkah-langkah yang harus saya lakukan (maklum saja, saya belum berpengalaman dalam hal kecelakaan lalu lintas seperti ini, baik di Indonesia ataupun di sini). Apalagi dengan kondisi yang masih shock... pasti saat itu yang hanya bisa saya lakukan adalah menelpon Reinier.
Ujung dari peristiwa ini, daripada harus mencari dan membahas salah dan benar, lebih baik saya memetik nilai dari pelajaran yang "mahal" ini. Walaupun saya berada pada posisi prioritas di jalan pada saat itu, sebaiknya saya lebih berhati-hati lagi. Dan saya harus yakin bahwa semua perabot pada sepeda saya bekerja dengan baik, karena kata bapak itu lampu sepeda saya tidak menyala, itu sebabnya dia tidak melihat kedatangan saya. Padahal menurut saya, saya sudah menyalakan lampu sepeda saya, hanya saja saya tidak menaruh perhatian jika lampu saya bekerja atau tidak.
Apakah itu benar atau tidak, bahwa dia tidak melihat kedatangan saya karena lampu saya tidak bekerja, atau bahwa dia sebenarnya tidak memperhatikan kedatangan saya karena sebuah kealpaan bukan hal untuk diperdebatkan lagi sekarang. Pokoknya harus lebih hati-hati lagi!!!!
Saya bersyukur bahwa semua berakhir dengan baik. Saya bersyukur bahwa Reinier dapat segera menemani saya saat itu setelah menerima telpon dari saya. Saya bersyukur bahwa saya tidak berakhir di kolong mobil, atau di rumah sakit. Saya bersyukur bahwa secara fisik saya tidak mengalami hal yang serius. Saya bersyukur bahwa saya masih menikmati makan malam yang hangat di rumah kami dengan orang yang saya kasihi malam ini. Saya bersyukur bahwa saya... Saya juga bersyukur untuk pelajaran dari kecelakaan ini.
Hanya ada seper sekian detik untuk benar-benar ditabrak daripada hanya sekedar "diserempet".
Ada perbedaan yang besar antara aman dan celaka, tapi hanya ada yang perbedaan yang sangat tipis antara kecelakaan kecil dan kecelakaan serius.
Semoga teman-teman juga dapat memetik pelajaran dari peristiwa kecelakaan saya ini.
Dobel berhati-hati adalah jauh lebih baik untuk nilai sebuah keselamatan.


7 comments:
Merinding aku Sin, baca ceritamu, dan melihat sepedamu kok sampai begitu keadaannya. Tapi Alhamdulillah ya Sin, kamunya nggak apa2, semoga kamu nggak shock lagi ya!!
Disini pengemudi mobil juga amat mengutamakan prioritas pengendara sepeda , tidak hanya di lampu merah saja. Nggak tahu orang tsb kok bisa nabrak ya? wong jelas2 lampu hijau untuk pengendara sepeda. Pasti ada banyak alasan2 yg tentunya berbeda2 ya Sin, yang penting memang kita ambil hikmah dari peristiwa ini, harus berhati2, aku juga, soale aku juga sering bersepeda. Thx ceritanya ya!
Kalau bicara ttg pertolongan Sin, orang2 disini juga tanggap dan cepat menolong. Pernah suatu kali aku menghentikan sepedaku ditengah jalan, mau ngaso sebentar ceritanya, sambil mau makan ice krim , eh...ada wanita yang juga sama2 bersepeda, tergopoh2 mendekatiku dan bertanya apa aku ada masalah? mungkin dikira ban ku bocor atau ada masalah lain.
walah mbak sin... kaget aku baca postingan sampiyan kali ini..biar kata kita dapat voorang, sekarang ini aku ndak percaya voorang2an.. gara2 banyak orang edan sekarang ini dan sering aku megnalami kl aku dtg dari kanan dan mestinya aku dapat voorang, orang2 cuek aja gak brenti. jd sering aku brenti aja. org blanda suka nyalah2in org lain juga walau dia yang salah. kt marco mereka gertak duluan untuk tdk disalahin. temenku pernah asyik2 naik sepeda disrempet broomfiets yang kencengnya kayak setan. temenku jatuh dan terseret jauh. udah gak nolong, apa coba kata broomfietsernya : kamu ngepits terlalu ditengah jalur sepedah ! temenku yang disalahin..gelo kan.. kl temenku di tengah2, dia kan bisa ngebel. mana si dombo itu gak bantuin temenku yang terpelanting, sampai kepala blakangnya kebanting ! dan pusing berhari2. kl mbak sin pake lampu. kita kan kerasa kl lampu kita nyala atau ndak. kita kudu ngotot mbak sin dengan yakin. urusan sepeda rusak dan minta diganti itu bisa makan waktu 3 bulan mbak sin...tp gimana2 untung orangnya mo ngurus ini itu yach.. wis..wis... lek aku jadi mbak sin kl dah marah2 dan teriak : meneer, u moest toch voorang aan mij geven !!!! weet u dat niiiiiet !!! (gaya luh not, melu2 agresief kayak wong londo.. hihihi)
bener juga kata mbak ina, aku juga suka serem kalo lg nyepeda, mending ngalah aja, kita kan kecil, kalo kesentuh sakit, kalo mobil sih gak rasa apa2 ya. untung kamu gak papa ya mbak... sayang juga sepedamu, masih bagus sekali :(
lain kali harus lebih hati2 kali ya...
++retno
untung gak ada luka yang berarti yah *puji Tuhan* ngeliat sepedanya sampai kapot kayak gitu ...
wedew...ampe peyot gitu sin. ampun dah. syukurlah dikau nggak apa2 yah *sambil nyodorin pempek, buat menghiburmu*...hahaha
Hoii..
Salam kenal dulu yaa..
Gw nemu blog mbak sin dari blognya Ina (si lucu..:D )
Untung gak pa-pa ya mbaknya..cuma lecet-lecet..
Wah harus lebih ati2x lagi ya kalo naek sepeda..seyem juga jadinya soalnya anak gw juga suka maen sepeda tapi bapaknya ngikut siiy..
Oke deh..God bless u!
sin, bejalan deng pikiran kaapa ???, yo wis seng penting slamet sego liwet......:)
Post a Comment