Sunday, November 06, 2005

Diving around Pico

Catatan perjalanan 2

Saat melihat posisi Azores di atlas, pulau-pulau kecil di tengah samudra Atlantik, yang terbayang di benak saya adalah pengalaman penyelaman yang memukau, yang sudah pasti berbeda dengan pengalaman menyelam perairan tropis.

Namun kenyataan yang kami temui pada dunia dalam air sana tidak seperti apa yang saya bayangkan. Dunia bawah lautnya lebih di dominasi oleh batu-batu besar dari perut gunung api. Landscape dalam airnya hampir "seragam", di sini batu, di sana batu Smile
Kebanyakan lokasi penyelamannya cenderung datar, berpasir dengan bongkahan-bongkahan batu besar di sekitarnya. Namun ada juga lokasi yang bergoa-goa. Dan landscape yang menurut saya paling menarik adalah di sekitar "standing rock", sebuah batu yang besar dan mencuat dari dasar laut, berada tak jauh dari pelabuhan di Madalena. Lorong-lorong antara batu dan alur-alur yang tercipta pada dinding batu membuat tempat ini lain dari tetangga-tetangganya.


Underwater landschape around Pico; rocks, cave and rocks alley at Standing Rock.

Menurut saya, ikan-ikan di sekitar Standing Rock ini juga lebih bervariasi dari tetangga-tetangganya.
Tidak banyak species biota laut yang kami temui di sini. Ikan, kepiting, dan kawan-kawannya. Bahkan dalam 9 kali penyelaman ini, saya hanya menemukan satu ekor teripang!!! Nudibranch? Sebelumnya saya sempat melihat beberapa foto nudibranch yang ada di sekitar Azores di internet, namun saat kami menyelam di sana, tidak satupun yang tampak!!! Pouty
Saya tidak tahu, mungkin kami memilih musim yang salah untuk menyelam di sini? Thinking
Sementara beberapa species sangat berlimpah keberadaannya. Tidak satu kali penyelaman pun tanpa mereka. Seperti scorpion fish dan fire worm di foto bawah ini. Kalau boleh menggunakan sedikit gaya hiperbola, maka saya akan mengatakan hampir setiap jingkal jari saya ada mereka. Sementara kepiting ini juga berada hampir di setiap sisi batu yang agak gelap dan terlindungi.


Scorpion fish, fire worm and crab, they are so famous in underwater there, hundreds!!

Kami melakukan penyelaman hanya di sekitar pulau Pico. Beberapa lokasi kami capai dengan menggunakan mobil, beberapa dengan menggunakan boat. Laut pun tidak bisa ditebak. Kadang tenang seperti kaca, tetapi lebih sering dengan gelombang yang bisa bikin mabok dan hantaman gelombang yang keras di tepi pantai, yang rata-rata berdinding karang.
Visibility sangat tergantung pada kondisi air. Jika sedang tenang bisa crystal visibility (jarak pandang yang sangat jelas dan jauh sekali). Namun jika air sedang "goyang", visibility-nya "hanya" berkisar 15-20 meter.


Reinier in action under water and schooling fish.

Kadang-kadang jika laut sedang tidak bersahabat, kami menyelam di area sekitar pelabuhan yang terlindung. Awalnya, saat diberitahu kalau kami akan menyelam di area pelabuhan di Rebeiras, salah satu desa di pesisir tenggara Pico, yang terpikirkan oleh saya adalah, "Astaga.. daerah rawan "ranjau" deh!!!" Bug Eyed Maklum saja, kesimpulan dibuat berdasarkan pengalaman di negeri sendiri Blushy hehehe... Tapi ternyata saya salah!!!! Pelabuhannya bersih sekali!!! Pokoknya tidak ada sedikit keraguan pun untuk terjun ke air.


They were always around us underwater.

Satu-satunya karang yang saya temui dalam 9 kali penyelaman ini adalah sebuah polip tunggal setinggi kira-kira setengah centimeter. Menurut dive guide kami, koral bisa kami temui pada kedalaman yang lebih dari 30m. Tipikal koral air dingin, yang hidup pada kisaran suhu 4°-13°C pada kedalaman sekitar 40 meter sampai lebih dari 1000 meter!!!! Wow!!!

Sebenarnya menarik juga, tapi saya lebih memilih untuk menghabiskan waktu selama penyelaman pada daerah yang tidak lebih dari 20m. Ada beberapa alasan untuk tinggal pada daerah yang "dangkal" ini.
Pertama, karena saya hanya membawa wetsuit saya yang 7mm, cukup untuk "bertahan" pada temperatur air minimal 17°C. Setidaknya 17° bagi saya sudah cukup bloody cold Shivering Sementara kalau Reinier dengan wetsuit setebal 7mm, dia masih mampu bertahan di temperatur sedingin 14°C. Waahhh.... 'gak janji deh, bisa jadi es batu saya di 14°C.

Alasan kedua adalah jika saya turun lebih dalam maka waktu penyelaman saya akan menjadi semakin pendek dan resiko saya harus melakukan decompression stop menjadi lebih besar. Brrr... 'gak janji deh jika harus melewatkan "waktu tambahan" untuk deco stop dalam temperatur air yang bikin gigi gemeletuk.
Lebih mengasikkan bagi saya untuk mencari-cari "korban" bagi kamera saya tanpa harus terlalu kuatir akan melewati batas waktu penyelaman tanpa decompressi.


Moray eel, they are so common around Pico's water. In the holes, in between rocks or just swimming freely around, try to catch their prey.

Temperatur air laut sendiri di sekitar Pico saat itu berkisar 19°C. Rasa dingin yang menyengat hanya terasa pada menit-menit awal, sebelum tubuh beradaptasi dengan suhu air di sekitar. Saya tidak bermasalah dengan temperatur air ini, dan sejujurnya saya bahkan menikmati saat-saat berada di dalam air.

Tapi yang paling tidak saya sukai adalah saat setiap kali hendak melakukan penyelaman kedua (kami melakukan 2 kali penyelaman setiap harinya). Saat harus kembali memakai swimsuit dan wetsuit yang basah dan dingin. Brrr... belum juga terjun ke laut, saya sudah menggigil duluan. Ditambah lagi jika sedang hujan dan berangin... Waaah... maka lengkaplah penderitaankuShiver

Namun demikian, jika masih ada kesempatan, ada keinginan saya untuk kembali ke Azores suatu saat nanti saat musim panas. Penasaran sih dengan kondisi biota lautnya, antara apa yang saya temui langsung dengan apa yang saya lihat lewat foto-foto di website.
Dingin sih kalah sama rasa penasaran yang ada Smile

4 comments:

si inot said...

itu eel-nya kaya monster ya mbak...

Anonymous said...

Serem banget itu Moray eel , tapi foto2 yg diatasnya cantik2 ya Sin, terus itu lokasi yang bergoa2 nya juga menarik ya. Seneng ya Sin, bisa menjelajahi lautan. Tak tunggu lho cerita lanjutannya.

Btw, terima kasih banyak ucapan lebarannya ya Sin. Alhamdulillah kondisi suamiku sudah membaik, besok hari rabu Insya Allah akan dibuka bekas jahitan operasinya. Thanks a lot for asking!!

Anonymous said...

gue pernah nyoba diving gak pake wetsuit. ceritanya mo gaya2 ngikutin temen gue yg cuma pake kaos ama legging. Walaaahh .. yang ada gue malah kedinginan. Padahal itu di pulau pramuka loh. Akhirnya dive berikutnya balik lagi pake wetsuit gue yg 3 mm.

baca cerita dingin di sini gue jadi ikutan menggigil ..brrr...brrr.. padahal udah 7 mm? gimana gue yaaa.. brr..brrr..

Anonymous said...

Sin, mau tanya...kalau pregnant woman masih boleh nyelam nggak sih?
thx ya.

Bagaimana sekolahnya Sin? masih banyak PR? Have a nice evening Sin!